DIA,SANG PANGLIMA PERANG

DIA,SANG PANGLIMA PERANG
72. Sedikit Lega


__ADS_3

" Anaku pasti sudah sampai bukan?, aku harus menelphone nya!" Gumam Maya bersemangat.


Maya segera menghubungi putranya untuk menyampaikan kabar gembira itu.


" Ya bu, Leon baru turun dari pesawat!"


" Leon, Tantan sudah melewati masa kritisnya dan sudah sadar...!"


" Apa?, Leon kembali ke sana sekarang! "


" Apa kembali?, kau bercanda?"


" Bagaimana bisa Leon bisa melewatkan moment sepenting ini!"


" Tantan masih belum bisa berbicara, Tantan baru bisa merespon dengan menggerakan jarinya, masih butuh proses untuk kembali seperti semula!"


" Itu tidak permanenkan bu?"


" Dokter akan mengupayakan yang terbaik untuk Tantan, pokonya kau cepat selesai kan tugas mu dan segera kembali untuk menemani Tantan dalam masa pemulihan!"


" Baik bu, Leon akan selesaikan tugas dalam waktu singkat!"


" Ingat, utamakan keselamatanmu,dan pasukanmu, Tantan masih membutuhkanmu!"


" Baik bu, Titip Tantan ya Bu!"


" Ya, selamat bertugas putraku!"


panggilan pun berakhir...


" Panglima, kita sudah harus berangkat!" Ujar Zoo yang menjemput Panglima di bandara.


Panglima pun kembali ke distrik Militer dan segera pergi mengemban tugas negaranya.


Di Negara F


" Di mana putriku?"


Hatta pun tiba, saat mendengar putrinya sudah siuman Hatta segera berangkat ke negara F.


" Hatta, ayah macam apa kau ini baru datang sekarang! " Gres mengomeli Hatta karna kesal.


" Kakak tolong jangan mengomel dulu, aku ingin melihat putriku!"


" Dia di dalam, tunggulah bergantian! "


" Baik...!"


" Putrimu kemungkinan untuk bisa berjalan lagi sulit, dia akan mengalami lumpuh!"


" Apa?, tidak mungkin kakak kau jangan menakutiku, putriku masih muda, apa dia hanya akan duduk dikursi roda?"


" Siapa yang menakutimu, kau sebagai ayah tidak bisa menjaganya dengan baik, mulai sekarang aku yang akan merawatnya!"


" Tapi, ...!"


" Tidak ada tapi-tapian, mulai sekarang juga aku yang akan menentukan pasanganya, kau tidak bisa ikut campur, kau hanya akan menjadi walinya saja saat dia akan menikah! "


" Kakak dia putriku!"


" apa yang sudah kau berikan pada putrimu sehingga kau bisa mengakuinya sebagai anak!"


" Baik...ini memang kesalahanku, aku akan melihatnya dan segera kembali!"


" Bagus jika kau tahu apa yang harus kau lakukan!"


Jendral Petter dan Suzy hanya diam tak berani ikut campur perang dingin antara kakak dan adik itu.


Mengerikan sekali keluarga Tania ini...


dalam hati Jendral Petter.


Maya pun keluar dari ruangan,


" Nyonya, juga datang ke sini?" Hatta Latif sangat terkejut.


" Ya, dia tidak ada hubungan darah dengan putrimu saja, datang menjaga setiap harinya sampai putrimu sadar, bagaimana denganmu?"


Maya yang baru keluar bingung, dengan apa yang terjadi,


" Ah tuan Hatta,...!" menyapa dengan wajah bingung harus bagaimana.


" Sana cepat masuk dan segera lah pulang!"

__ADS_1


ujar Gress kesal.


Hatta Latif pun segera masuk untuk menemui putrinya.


Ternyata Tantan masih terbaring, namun kini kedua matanya terbuka, dia bisa mengedipkan kedua matanya, dan menggerakan Jemarinya.


" Tantan, maafkan ayah selama ini, ayah tidak pernah menjadi sesosok ayah yang bisa melindungi putrinya, Ayah sebenarnya sangat menyayangimu, sebab itu ayah melarangmu untuk melakukan hal-hal yang di rasa ayah akan melukaimu, sesungguhnya ayah hanya takut kehilanganmu!" Air mata Hatta Latif mengalir deras.


" Bibimu minta Ayah untuk tidak ikut campur mengenai masa depanmu, Dan bibimu yang akan menjagamu, kau harus sembuh nak, dan bahagialah, sekali lagi maafkan ayah!" Hatta Latif mencium kening putrinya dan segera keluar dari ruangan.


Air mata Tania mengalir deras tiada henti, ...


" Kakak, aku titip Tania padamu, aku pulang sekarang!"


" Ya, Hati-hati... "


" tuan, baru datang kenapa sudah mau pergi?" ujar Maya bertanya.


" Ya, nyonya terimaksih karna selalu menemani Tantan! , suzy dan Jendral terimaksih juga!"


Hatta Latif pun segera pergi meninggalkan rumah sakit itu.


******


" Jendral, bukankah seharusnya Jendral sudah kembali?" tanya Suzy.


" Aku akan kembali jika kau kembali!"


" Suzy akan kembali senin depan Jendral! "


" Aku juga akan kembali minggu depan!"


" Bukankah Jendral mengambil cuti 3 hari?"


" Aku akan perpanjang!"


" apa Tidak masalah?"


" Tidak karna aku mengambil cuti di luar tanggungan negara, hanya tidak mendapat tunjangan saja bulan ini!"


" Apa?" Suzy terkejut


" iya, hanya menerima gaji pokok, sudah kau fokus saja untuk menyemangati Tania agar lekas membaik!"


" Jendral, Suzy menyusahkan Jendral! " merasa bersalah.


Wajah Suzy langsung memerah dan jantung nya berdetak kencang.


" Apa kau malu?" tanya Jendral Petter


Suzy menutup wajahnya karna benar-benar malu dan tertangkap basah oleh Jendral Petter.


Jendral Petter memeluk Suzy ,


" Mulai sekarang aku akan menjagamu dengan baik, kau harus mengandalkanku saat aku ada, dan kau harus bisa menjaga dirimu dengan baik saat aku tak ada!"


" Ya Jendral! "


" Anak baik, kau pasti lelah istirahatlah!, aku akan pindah kamar sebelah malam ini!"


" Jangan,Jendral tetap lah di sini!"


" apa?"


" mmmmm, Suzy takut tinggal sendiri!"


Aku apakah sudah jatuh cinta pada Jendral, kenapa rasanya tidak rela berjauhan dengan nya,


dalan hati Suzy bingung dengan perasaannya sendiri.


" aku kan hanya di samping?"


" Tidak jangan!"


Gadis ini kenapa?, apa dia Benar-benar takut?


" Kata Jendral Suzy harus mengandalkan Jendral saat ada, Suzy hanya melakukan apa yang Jendral katakan!"


" Aih, baiklah!, aku akan tetap di sini... ayo segera tidur!"


" Jendral tidak tidur? "


" Hanya ada satu tempat tidur, apa kita akan tidur bersama?"

__ADS_1


" Tak apa, Jendral bisa tidur di samping Suzy! "


apa otak gadis ini bermasalah?


dalam hati Jendral Petter.


" Kau tidur dulu saja, aku akan tidur nanti jika sudah mengantuk!"


" Baik Jendral, kau harus segera beristirahat beberapa hari ini Jendral tidak istirahat! "


" Iya, ....!"


Suzy pun segera memejamkan matanya, karna benar-benar merasa sangat lelah.


setelah Suzy terlihat pulas Jendral memberanikan diri untuk tidur di samping Suzy.


dengan perlahan Jendral merebahkan tububnya di samping Suzy.


Tak apalah, kita juga akan menikah bukan...


" hmmmm rasanya benar-benar rilex bisa meluruskan kakiku!" sambil memandang Suzy yang tidur memunggunginya, Suzy pun berbalik ke arah Jendral.


dag dig dug...


Jantung Jendral Petter berdetak kencang.


Dia benar-benar sangat Cantik,


Jendral Petter sampai menelan ludah, melihat kecantikan Suzy.


Tenang Petter kau harus bisa mengontrol dirimu, tenang-tenang...


dalam hati Jendral mencoba untuk menenangkan dirinya.


Hatinya sudah tenang, namun tiba-tiba Suzy memeluknya seperti guling.


Dag dig dug dag dig dug...


Aliran daran Jendral, semakin kencang sampai ubun - ubun .


Tenang Petter kau bisa menahannya, ...


Jendral Petter masih berusaha menenangkan dirinya.


saat sudah mulai tenang, Sekarang Tangan Suzy menyentuh bagian tersensitif dari Jendral Petter.


Hasratnya sudah mulai hampir tak terkendali,


Jendral Petter menyingkirkan tangan Suzy perlahan, namun justru semakin erat menempel.


" Suzy!!!!" Teriak Jendral Petter...


mendengar suara keras di dekat telinganya mata Suzy terbuka.


" Jen Jen Jendral, apa yang kau lakukan padaku?"


" apa yang kau lakukan padaku?, Lihatlah tanganmu menyentuh dibagian mana?, bagaimana kau akan bertanggung jawab????!"


Suzy melihat ke arah tangannya, yang sudah hinggap di sana.


" waaaaaaaaaaa, tanganku?" Secepat kilat Suzy menarik Tanganya dan segera menjauh.


" ma ma maaf Jendral Suzy tidak sengaja!"


" Tidak sengaja ,kau sudah membangunkan hasratku, kau pikir aku bukan pria normal"


" su susungguh, Suzy tidak sengaja, bagaimana Suzy harus bertanggung jawab?"


" Bagaimana?, jika pria sudah bergairah, lalu harus bagaimana? "


" Jendral, sungguh Suzy tidak bermaksud!"


Jendral Petter menarik Suzy dalam pelukannya, dan menghirup aroma tubuh Suzy yang menurutnya sangat menenangkan sampai kehati.


Bersambung...


Author


ngamuk deh pasti, setengah-setengah....


hihihi oke...lanjut ya ... 2 episode deh...


gift votenya jangan lupa biar semangat...

__ADS_1


Like juga sangat berarti untuk author Zheyeng...


terimaksih selalu ya zeyeng...


__ADS_2