
Yesa pun di bawa ke hutan bagian Utara, Hutan itu sangat lebat, dan lebih gelap,
Cahaya matahari pun tak mampu menembus hutan itu.
" Nona, perhatikan langkahmu saat turun dari kendaraan, banyak hewan buas bersembunyi di balik rimbunnya dedaunan...!"
" Ya...!"
Saat Yesa membuka pintu mobil, sudah ada dengkuran hewan Yesa melihat sekeliling, namun tidak terlihat apapun.
" Kakak ...apa aku harus berjalan masuk sendiri ke sana??"
" Ya, berjalan sepanjang 3 kilometer ke depan, nanti kau akan menemukan Gerbang utama.
" Oh baik...!"
" Bawa ini untuk masuk, dan perhatikan sekeliling...ini untuk melindungi dirimu!"
" Terimakasih kakak!"
" Yaz semoga beruntung...karna banyak yang tidak beruntung masuk ke sana!"
" Terimakasih!" Yesa segera turun dari mobil dan berjalan dengan langkah cepat ke depan.
mobil itu segera meninggalkan Yesa,
sekarang Yesa sendiri menempuh hutan Yang gelap itu.
Ssssssshhhhhhh.....
grrrrrrgerrrrrrgerrrrrrrr...
terdengar suara - suara yang cukup mendebarkan jantung, Yesa melihat sekeliling , kini Yesa mulai berlari kencang.
" Ya Tuhan jangan matikan aku sebelum orang -, orang itu datang...aku harus melihat mereka semua mati mengenaskan lebih dulu baru aku bisa mati dengan tenang!' Ujar Yesa semakin menambahkan kecepatan larinya.
" Ayo Yesa sedikit lagi...!" menyemangati dirinya sendiri meskinya jaraknya lumayan.
Setelah berlari sepanjang 3kilometer kurang lebihnya Yesa melihat Gerbang besi yang amat sangat besar.
" hufftt...aku sudah sampai...!" Yesa mulai memelankan jalannya.
saat baru akan menyetuh gerbang besar itu.
Roooooaaaaarrrrrrr...
dari samping kanan kiri datang 2 Singa yang berjalan mendekati Yesa.
" Matilah aku...!"
Singa itu semakin mendekat dan melompat ke arah Yesa ,dengan kilat Yesa segera mengambil langkah mundur.
" Huftt... sekarang aku harus apa??"
Singa - Singa itu mulai menyerang lagi dan terus menerus menyerang Yesa .
Yesa mendapatkan beberapa luka cakaran yang cukup dalam.
" Nona, anda sangat payah...!" seseorang yang tiba-tiba sudah ada dihadapan Yesa.
" Siapa kau...?"
orang itu memberikan isyarat pada 2 singa itu untuk pergi.
" Ayo ikuti aku masuk!"
Yesa pun masuk dengan tertatih - tatih.
" Anda orangnya Panglima??, kenapa sangat payah, dua singa itu sudah dijinakan dan dia menjaga pintu gerbang!'
" Kalau dijinakkan kenapa menyerang?'
" Tentu saja menyerang, karna itu tugas mereka menjaga pintu!"
" Tapi, kenapa anda baru keluar??"
" Karena baru mendapat perintah dari tempat informasi!"
" Huft sakit sekali..., nyonya benar - benar menghukumku!"
" Hukuman??, itu adalah sambutan hangat dari 2 singa kami...!"
" Sambutannya sangat hangat sampai ke daging dan tulang...!"
" Masuklah untuk diobati...lebih dulu...!'
__ADS_1
" Wah, di sini juga ada rumah sakit??'
" Jika tidak ada, bagaimana nasib kami para petugas di sini, sedangkan ke kota menempuh perjalanan 10 jam!"
" Oh benar, yang belum ada di sini adalah mall!'
" apa itu Mall??"
" Ah tidak ada...aku masuk dulu...!'
Yesa segera masuk dan langsung mendapat perawatan yang sangat baik dari para petugas medis.
**Panglima sungguh menakjubkan,dia sebenarnya malah bisa membuat negara sendiri kenapa masih mau mengabdi pada negara yang menghianatinya.
dalam hati Yesa sangat terkesan**.
...----------------...
Di rumah sakit militer.
Jack menyempatkan diri untuk melihat kondisi Panglima.
" Bagaimana keadaannya dokter??"
" Hampir merenggang nyawa Panglima, jika terlambat sedikit lagi, tapi syukurlah kami berhasil mengeluarkan peluru dan menghentikan pendarahan yang sangat hebat, untuk selanjutnya semoga Panglima bisa bertahan melewati masa kritis ini!"
" Dokter, saya akan memberikan penjagaan ketat pada Panglima, tolong rawat dia dengan sangat baik!"
" Tentu, tenanglah tuan Jack, kami di Pihak Panglima, semoga konflik ini segera terselesaikan!"
" Ya Dokter,jika begitu saya permisi!'
Jack segera melanjutkan tugasnya, hatinya sedikit tenang, sebelum itu Jack menuju rutan untuk memberitahu keadaan panglima pada ayah Tantan dan juga Jenderal.
" Jack, bagaimana dengan Panglima??"
" Panglima sudah selesai operasi,meski sukses namun Panglima belum sadar!"
" Aku sedikit lega, ...!" ujar Jenderal.
" Syukurlah, menantuku pasti bisa melewati masa kritisnya!"
" Ya, Kalau begitu saya harus segera kembali...!"
...----------------...
Sementara Tom dan kawan - kawannya, belum di tangkap secara resmi karena buktinya belum cukup kuat untuk memasukan mereka ke penjara, namun mereka dalam pengawasan.
" Sial, sedikit lagi panglima akan mati...!" ujar rekan Tom sangat kesal.
" sudah di tembak 3 peluru dia tidak mati... benar - benar nyawanya 9 !"
" Tom bagaimana ini??'
" Tidak tahu...!"
" Kau sih... menunda-nunda eksekusi! jika kau tidak banyak permintaan 3orang itu pasti sudah terkubur!"
" Ya Tom,kau ini membuat kami kesal...!"
" Diamlah... yang terpenting adalah bukti , bukti itu tidak ditemukan kita masih bisa menembaknya lagi, dia hanya sedikit berumur panjang!'
" Baiklah,untung saja wakil presiden membantu kita untuk memberikan perlindungan!"
" Ya benar, kita sudah mendapat perlindungan kuat, mereka hanya bisa bertahan beberapa waktu saja!"
" hahaha benar, kenapa tidak mati saja kan lebih baik dari pada dia merasakan dieksekusi kedua kalinya!"
" Sudah, kita v
juga belum resmi di tangkap kita akan membalikan keadaaanya dengan segera!"
mereka bertiga sangat yakin dengan perlindungan yang ada.
...----------------...
" Tantan mereka menemukan 5 pulau berpenduduk...apa kita langsung beraksi??"
" Tidak abang tunggu mereka bergerak!"
" apa mereka akan bergerak??"
" Hancurkan dulu pulau beradar itu,mereka pasti akan buru - buru bergerak!"
" Oke aku akan sampaikan pada bos Jim...!"
__ADS_1
Setelah Dex mengirimkan pesan pada Jimmie 3 pulau beradar itu dihancurkan menggunakan jalur udara.
kabar itu terdengar sampai ke kota ketelinga orang -orang itu.
" Apa??, mereka mencari sampai pulau??"
" Ya, ...dan pulau yang mereka temukan pulau yang memang kita pasang radar!'
" Wakil presiden , bagaimana ini??"
" Perintahkan mereka segera memindahkan semuanya ke darat dengan kapal selam!, jangan sampai ada yang tercecer satu pun!'
" laksanakan!"
" tidak bisa di remehkan kaki tangan Panglima ini!" Gumam Wakil presiden yang ikut terlibat.
" Tom apa keluarga panglima sudah ditemukan??"
" Sudah, sudah...kita tinggal menunggu kabar dari orang -, orangku!"
" Baguslah... kelemahan Panglima dan Jendral ada pada mereka, kita tetap akan menang !'
" Tom kau memang sangat pintar, tidak seperti mereka yang sangat bodoh...!"
" Hahahahaha....ini hal sepele untukku...!"
" Kalau begitu kita bisa tenang sedikit!"
" Ya, ayo kita minum sedikit untuk menenangkan pikiran kita ini....!"
...---------------...
" Abang minta Jimmie untuk mengerahkan semua pasukan, saat mereka bergerak langsung kita kepung dan tangkap semua orang -orang dan barang - barang jangan sampai bersisa!"
" Baik, ...!"
" Setelah semua di dapatkan aku akan ikut kembali ke kota!" ujar Tantan.
" Tidak bisa kau sedang hamil!" Ujar Doney.
" aku tidak tenang jika hanya tetap di sini...!"
" Tantan...jangan gegabah!"
" tidak kak Doney, tenang saja....!"
" Orang - orang Tom sudah hampir sampai di hutan utara!"
" Bagus, itu bagus..., ada berapa banyak mereka datang??"
" Lumayan ratusan orang!"
" Lalu bagaimana persiapan di sana??"
" Tenang saja mereka team pembantai, mereka akan habis dalam sekejab!"
" Bagaimana dengan Yesa?"
" Dia masih hidup hanya terluka cukup dalam...!"
" Biarkan dia istirahat sejenak di sana...kalau bisa sisakan satu untuk mengelabui Tom...yang pasti leadernya!"
" Oke....!"
...----------------...
Orang -orang Tom yang berjumlah ratusan orang itu datang dengan berbagai persiapan yang matang.
mereka sudah sangat senang karena menemukan tempat persembunyian keluarga Panglima.
" Kepung memutar, masuki semua celah yang ada!'
Mereka segera mengepung tempat itu.
" Bos, kita hancurkan saja dengan geranat"
" Hancurkan!"
mereka segera melemparkan geranat ke pintu - pintu besi dengan brutal.
" Ini pintu apa kenapa kuat sekali??"
" Maju robohkan bersama-sama!"
mereka pun bersama-sama merobohkan pintu kokoh itu.
__ADS_1