DIA,SANG PANGLIMA PERANG

DIA,SANG PANGLIMA PERANG
135. Izin kontribusi


__ADS_3

" Cepat!!" tegas Panglima.


" Mohon ampun Panglima, lebih baik saya mematahkan kaki saya sendiri!"


" Apa kalian Tau kesalahan kalian?"


" Mengerti, kami membawa nona dalam bahaya!" Sahut Dex.


" ini ide saya, panglima saya bisa mematahkan kaki saya sendiri tapi tolong jangan hukum Jack!"


" Tidak aku juga bersalah Panglima, saya juga akan mematahkan kaki saya sendiri!"


" hmm mm...sudahlah lupakan, siapa suruh Tantan sangat menyayangi kalian, jika aku menyakiti kalian, maka aku akan membuatnya sedih!"


Jack dan Dex saling memandang, sebenarnya mereka sudah siap dengan hukuman itu,karna mereka sangat tahu bagaimana Panglima, namun mereka berani menanggung semua demi keinginan Tania.


" Kenapa bingung?, aku sangat terkesan dengan kesetiaan kalian, bagaimana cara Jimmie membuat anak buahnya saling menjaga dan tidak berkhianat, apa aku tidak cukup baik pada mereka, sehingga mereka mengkhianatiku?


Terlihat jelas kekecewaan, yang di rasa oleh Panglima,dan terlihat jelas bahwa Panglima sangat menyayangi anak buahnya.


" Panglima, bolehkah saya berbicara?" Jack meminta izin


" Ya!"


" Ini pasti juga diluar keinginan mereka!"


" Maksudmu, mereka melakukan ini karna ancaman?, pasukanku tidak takut mati Jack!"


" Bukan pasukan Panglima!"


" Lalu?"


" Luxian pasti memiliki informasi tentang semua pasukan Panglima, mari kita selesaikan masalah ini dari pasukan anda!"


" Okey, aku mengerti maksudmu!,kita selesaikan besok!'


" Besok??"


" Hmmm, minta seseorang mengirim 3 seragam militer, ikutlah kalian bertiga denganku kembali ke markas, kalian bisa berakting menjadi pengkhianat yang dikirim oleh Luxian!"


" eh??, maksudnya nona ikut??"


tanya Jack khawatir.


" Biarkan dia ikut berkontribusi dalam masalah ini, setelah masalah pengkhianat ini selesai, kalian harus membawa nona kembali dengan selamat!"


" baik Panglima!" serempak.


" Tapi, bisakah masalah ini selesai sebelum persidangan?" tanya Dex


" Iya Panglima, kita harus menghadiri persidangan itu!"


" 3 sampai 7 hari, tidak lima hari!, malam ini kita akan membuat rencana, besok kita berangkat!"


" Ah???, baik!"


" Hmm, kalian tahu kan bahwa kalian ini pasti akan aku hukum berat, Tapi kenapa kalian masih membawa Tania ke sini?"


" Dia sangat mengkhawatirkan panglima, jika kami tidak membawanya pun dia akan datang ke sini sendiri!" ujar Jack


" Ya, itu sangat berbahaya untuk nona, kehilangan 1 kaki lebih baik dari pada kami membiarkan nona dalam bahaya!" sahut Dex.


" sebenarnya Wanitaku itu tidak lemah, tapi terimakasih karna tidak putus asa untuk melindunginya!"


" Panglima, Nona memang tidak lemah, namun kami mengkhawatirakan kecerobohannya!" ujar Dex.


" iya anak itu pasti sangat memusingkan kalian, kalian juga bukan dari keluarga yang kekurangan, bukankah tidur dan makan dirumah itu sangat nyaman?, kenapa suka merepotkan diri?"


" Entahlah...ini sangat menyenangkan, dan kami sangat suka berkeja dengan bos Jimmie!"


" Aku iri pada Jimmi karna memiliki orang - orang seperti kalian!"

__ADS_1


Dex dan Jack hanya menggaruk kepala, salah tingkah.


" istirahatlah, nanti malam datanglah pukul 7 !"


" Baik!"


Panglima pun segera kembali ke kamarnya


Terlihat Tantan sudah tertidur sangat pulas di atas ranjang.


" Kau sangat kelelahankah?, sampai tidurmu mendengkur!"


Panglima memeluk Tantan yang tertidur pulas.


" Besok, aku akan mengijinkanmu turun tangan dalam menertibkan anak buahku, tapi setelah itu selesai kau harus segera pulang!, aku ingin lihat, sudah sampai mana kemampuanmu!"


Panglima mencium pipi Tantan dengan gemas.


...----------------...


pukul 7 malam.


Dex dan Jack, datang ke kamar Panglima..


ting tong...


Tantan berlari, membuka pintu,


" Abang - abang ayo masuk, ...!"


" Ya masuk dan segera duduk!"


" Panglima, kami sudah mendapat seragamnya!" Ujar Jack memberitahu.


" Hmm, berikan satu untuk Tania...!"


" Baik!" Jack memberikan bagian Tania.


" Puffffffftttt!" Jack dan Dex menahan tawanya.


" mana ada hal seperti itu??"


" lalu ini apa?"


" Ini hanya costum, anggaplah kau sedang memainkan peran menjadi antagonis!, mengerti?"


" Oh???, ya....baiklah!" mengangguk patuh.


" lalu apa yang harus kita jalankan?"


" aku akan membagi pasukanku menjadi 3 regu dan memisahkan mereka, kalian akan aku masukan setiap masing - masing ke dalam regunya, dan tania tetap satu regu denganku!"


" Kenapa tidak membagi 4 kan lebih enak!" ujar Tantan.


" tiga ya tiga...!, aku percaya kalian memiliki cara masing - masing untuk memilah mana yang berkhianat mana yang tidak, jangan lupa beri tanda, kalian tidak mungkin bisa menghafal wajah meraka satu - satu!"


" Memang, jika dibagi 3 ada berapa orang satu regu?" tania bertanya


" setiap regu ada 300 orang!"


" Titititiiiiiiigaratus?????" Tania terkejut.


" Kenapa?"


" Kita harus memilah dalam 3 hari?"


" Apa kau tidak memiliki cara?"


"Heiiii jangan meremehkanku!, lihat saja nanti aku akan menyelesaikannya dengan mudah!"


" Okey, kalian bisa memikirkan caranya malam ini kalian harus memilah diantara 300 orang!, apa sanggup?"

__ADS_1


" Sanggup Panglima!" Jawab Dex Dan jack.


" Bagus, hanya itu nanti untuk selanjutnya kita hanya bisa melihat situasi untuk bertindak!"


" siap Panglima, bolehkah kita kembali?"


" Boleh!!"


Dex dan Jack pun kembali, Tania1 juga mengikuti, Jack dan Tania menghentikan langkahnya, dan melihat ke Arah Tantan.


" eh, ada apa?" Tania kebingungan


" Kau mau kemana?" Tanya Dex.


" Mau kembalilah, panglima meminta kita memikirkan caranyakan?"


"itu tidak berlaku untukmu!" Sahut jack


" Kenapa??"


" selamat istirahat!" Jack menarik Dex keluar dan segera menutup pintu.


" mereka kenapa??" menggaruk kepala.


" Rupanya, hatimu sudah terbagi !"


Ohhh...matih aku terlalu bersemangat, dan melupakan Pria pecemburu ini.


" Ah, Sekarang kita hanya berdua ya?" Tania langsung mengalungkan kedua tangannya ke leher Panglima.


" Tadi itu Tantan hanya Menggoda panglima saja, mana mungkin hatiku terbagi ,semua hatiku hanya untukkmu!"


" Heh...dasar anak nakal, masih sempat menggoda harimau yang lapar, apa kau sudah bosan hidup?"


" apa aku mangsa yang lezat untuk Panglima?"


" Sangat lezat, namun sayang sekali, masih belum bisa memakanmu sekarang!, aku akan mencicipi sedikit!"


" Aaahhhh...sakittt, kenapa menggigit leherku!"


" Hanya bisa menggigit sedikit!, rasanya tidak puas...setelah semua selesai ayo kita menikah!"


" Ya kita menikah, tapi aku masih takut membuat anak!"


" Jangan pikirkan itu, nanti itu kita akan belajar sama - sama , karna aku juga tidak berpengalaman!"


" Hehehehe,...jadi itu yang pertama untukku nanti?"


" Tentu saja, muuuuuaaaacccch, hal seperti ini juga kau yang pertama mendapatkannya!"


" Sungguh???"


" Sungguh, lalu Bagaimana denganmu?"


" Tentu Saja bukan yang pertama!"


" Apa??" Panglima terkejut.


" iya, ayahku juga suka menciumku saat masih kecil!"


" Cetokkkk!" Panglima menyetil kening Tania Dengan keras


" Auuuhhhh Panglima!!!"


" Aku membantu otakmu yang geser agar kembali pada tempatnya!!"


" hiiihhhh...menyebalkan!, sudah digigit masih disentil, huhuhu!"


" Muuuuaaaach, muachhh,muuuachh,muaaach!" Panglima mencium rata Sabah Tantan.


" Sayang, terimakasih karna sudah ada dan hadir dikeluarga Zang, kau tidak hanya membawa kebahagiaan padaku saja,kau juga membawa kebahagiaan pada keluargaku, terimakasih karna masih setia bersanding denganku meskipun jalan yang kita lalui sangat tidak mulus!"

__ADS_1


" Seberapa pun beratnya hidup ini, semua sangat ringan jika yang ku genggam adalah tanganmu!" tania mengecup punggung tangan Panglima.


__ADS_2