DIA,SANG PANGLIMA PERANG

DIA,SANG PANGLIMA PERANG
215. upaya penyelamatan


__ADS_3

" ayo suntikan!" tegas panglima


sangking terkejut suntikan itu pun jatuh kelantai.


" Kenapa takut??, bukankah anda sudah berdiri di tempat orang yang sangat kuat??"


" Oh bagaimana ini??, sejak kapan anda sadar??"


" Hahahaj, sudah sangat lama..


kenapa kau tidak memeriksa dengan teliti Dokter??"


"jadi kalian sedang mempermainkan kami??"


" Justru tuanmulah yang sedang mempermainkanmu... bagaimana bisa dia dengan cara yang sama menyerangku , apa kau tahu nasib dokter sebelum dirimu?, matiiiii... bukan aku yang membunuh , yang membunuhnya adalah orang yang memerintahnya!"


" Apa maksudnya?"


" Karena kau dokter tidak berhati nurani, maka kau akan bernasib sama...!"


" Apa??"


" Apa??, kali ini hanya berbeda versi...jack!"


Jack pun segera melompat turun.


" Siap menerima perintah Panglima!"


" Habisi semuanya tak tersisa, bereskan sampai bersih, jangan meninggalkan jejak, sayang sekali tidak akan ada orang yang tahu tentang samua ini, keluarga mu pun tidak akan bisa menemukan jasadmu!"


" Ampuni kami panglima, ampuni kami!'


" Panglima apa kah tidak di introgasi dulu??"


" Yaya saya akan memberitahu semuanya, tanpa ada yang kurang tapi tolong ampuni saya!"


" Apa introgasi??"


" Benar Panglima saya akan jujur!"


" Hahahahahaahahahah!" Sambil melepaskan alat yang terpasang.


" Ya heheheh anda sangat baik Panglima!" Dokter itu mencoba untuk menjilat panglima.


" Sayang sekali aku sudah menemukan dalangnya, tenang saja Keluargamu tidak akan menanggungnya cukup orang yang berbuat saja yang menerima!"


" Panglima, aku mohon... bermurah hatilah!"


" Bunuh!!" perintah Panglima


dengan hitungan menit ,dokter dan orang - orangnya itu sudah tergeletak tak bernyawa.


" Bereskan Jack...!"


" Okey... setelah membereskan ini saya ingin menyampaikan sesuatu pada anda Panglima!"


" Ya cepat bereskan dan lapor...!"


Doney membantu Jack untuk membereskan mayat - mayat yang tergelatak itu, Jack menghubungi orang nya untuk membawa mayat - mayat itu untuk di kremasi dan membuang abunya dilautan .


" Haaah... akhirnya selesai juga!" Doney sangat kelelahan, namun mereka orang bodoh yang jahat memang sebaiknya segera di hilangkan.


" Jack kau tadi mau bicara tentang apa??"


" Saat saya mendampingi ayah Tantan dan Jendral saya di temui seorang wanita, yang mengaku sebagai istri Ajudan Pras!"


Jack menjelaskan semuanya dengan terperinci.


" Oh ya sudah nanti malam kita datang padanya!"


" Bagaimana jika itu jebakan Panglima??"


" Ya harus di hadapi... jebakan atau tidak kita akan tahu!"


" Karena yang membantunya Seorang polisi!"


" Memang saat ini nama kepolisian sedang tidak baik, namun itu karena beberapa oknum, tidak semua aparat itu keparat... barang kali dia sungguh istri ajudan itu dan memiliki bukti ,kita bisa segera membereskan semuanya!"


"Baik Panglima!"

__ADS_1


" Jack kau lacak dulu tempatnya dan cari jalan untuk menerobos masuk!"


" Baik Panglima, lalu apa anda akan tetap pura-pura terbaring??"


" kita urus istri ajudan itu dulu, baru kita pikirkan langkah selanjutnya!"


" Lalu bagaimana dengan dokter itu?, bagaimana jika orang yang memerintah mereka mencarinya??"


" Cari ya cari saja, sampai ketemu!"


" Kalau begitu saya pergi dulu...!"


" Ya...!"


Jack pun segera melacak tempat persembunyian istri ajudan Pras itu, saat ini ajudan itu sudah di jebloskan ke dalam penjara, untuk menunggu waktu di adili.


...----------------...


" Panglima, mari berangkat sekarang!"


" Ayo....!" Panglima dan Jack pun segera menuju tempat persembunyian keluarga Pras itu.


mereka berhasil menerobos masuk ke dalam kamar.


Jack membangunkan istri ajudan itu ,


istri ajudan Pras itu terkejut dan hampir menjerit Panglima berhasil membungkam tepat waktu.


" Nyonya saya Panglima Zang...bisakah anda menutup mulut anda ??"


istri ajudan itu mengangguk,


Panglima perlahan melepaskan tangannya dan membuka maskernya.


" Apa anda hafal wajah Panglima Zang??" menunjukan wajahnya


" Haaaaaa??" Istri ajudan sangat terkejut.


" Bukankah anda di rawat??"


" Ya,....memang kenapa?, apa yang ingin kau sampaikan padaku?"


Istri ajudan itu segera mengambil kotak perhiasan di bawah kasurnya.


" Panglima, sebelum suami saya pergi untuk terakhir kalinya dia memberikan aku ini dan meminta ku mencari keluarga mu dan memberikan ini!"


" Oh, aku akan terima...aku tidak punya banyak waktu, tolong tetaplah menjaga diri anda dan keluarga aku pergi dulu!'


" Tutunggu panglima!"


" Ya, cepat' katakan??"


" Saya yakin suami saya tidak bersalah!"


" Aku tahu itu, semua tergantung pada barang ini, jika ini sangat membantu aku akan menyelamatkan suamimu, tapi aku tidak bisa berjanji, karena suamimu yang memilih jalan ini, jika aku tidak bisa menyelamatkan nyawanya, aku akan berusaha membersihkan namanya!"


" huhuhu baik terimakasih!"


Panglima pun seketika menghilang begitu cepat.


" Suamiku, aku sudah menunaikan baktiku padamu, semoga Tuhan menjagamu, aku percayakan dirimu pada Tuhan, karena Dialah sebaik-baiknya penjaga!"


Gumam istri Ajudan Pras penuh harap.


Panglima dan Jack kembali ke tempat persembunyian Tantan.


" Suamiku kau sudah kembali...?"


" Hanya sebentar aku harus kembali lagi nanti...!"


" Oh lalu apa yang kau bawa??"


" ini barang yang diberikan oleh istri ajudan Pras!"


" Ha???"


" Jack cepat kau periksa isinya apa yang ada sana!"


Jack segera membuka isi file yang tersimpan di dalam chip kecil itu.

__ADS_1


" Oh ini berisi Video ,!"


"cepat Putar...!"


Video itu pun di putar, dan ternyata banyak video menarik di dalamnya.


" Woh, binatang dia meminta Tom membunuh orang-orangnya sendiri, dan masih tidak membantu Tom, hahahaha Tom ternyata hanya pembatunya...!" Ujar Yesa.


" Tidak Di sini Wapres juga seorang pembantu ...!" Tegas Panglima.


" Lalu bagaimana dengan presiden??"tanya Jack


" Itu dia aku semakin bingung, peran presiden apa dalam kasus ini!"


" Panglima, Sepertinya presiden di bawah tekanan Wapres...dan di belakang Wapres ada dalang yang sesungguhnya!" ujar Tantan.


" Benar sayang, jika kita lihat dari kelasnya, wapres ini cukup lebih unggul dari pak presiden, sepertinya di dalam kepresidenan sangat berantakan, aku akan mencoba mencari tahu sendiri nanti...!"


" Sebaiknya jangan itu sangat berbahaya saat ini...!"


" ehmmm...tenang saja sayang, semuanya agar cepat berakhir!"


"tidak pasti di samping pakpres bukan orang -orang sembarangan!"


" Bukti ini sebenarnya cukup kuat, tapi aku harus tahu dari arus mana mereka berasal agar aku bisa membongkar semuanya dengan bersih, tak tersisa!"


" Haaaaa... baiklah tapi kau tetap harus hati-hati!"


" Hmmm tentu sayang...bukti ini akan aku tinggalkan di sini, ambil keputusan terbaik saat ada hal di luar rencana sayang!"


" Baik suamiku!"


" Oke, aku harus kembali, tetap lakukan apapun yang kau sukai!" Panglima mencium kening Tantan dan mencium perut Tantan.


" Jack kita kembali!"


Baik Panglima...


Jack pun segera mengikuti langkah Panglima pergi.


" Kenapa semakin ke sini semakin rumit!, lalu bagaimana keadaan ibu , ayah dan Ria??"


" Tuan Jimmie belum memberi kabar, mungkin perlu waktu yang tempat untuk mengeluarkan mereka dari sana!"


" Benar Yesa, baiklah aku mau mandi dan nonton anime kesukaan ku!"


" Baik nyonya...!"


" Kau tetap pantau terus jika ada kabar langsung beritahu aku!"


" Baik nyonya!"


Tantan segera pergi mandi, sementara Yesa setia menunggu di depan layar.


...----------------...


" Tuan, mereka di jaga oleh puluhan orang!"


" Baiklah...dari orang - orang kita memakai kamera tersembunyi, untuk saat ini mereka aman dari rekaman yang terdeteksi!"


" Jadi apa kita tidak bergerak dulu??"


" Tidak, tidak kita akan mengawasi dulu bergerakan mereka, semua adalah orang -orang suka rela, mereka membawa granat tangan pada masing - masing orang, takutnya mereka akan melakukan bom bunuh diri, dan siapa tahu di tubuh mereka juga terdapat bom...!"


" Benar juga!"


"tak masalah masih aman , kita masih bisa mengawasi!"


" Sepertinya mereka menunggu perintah tuan...!"


" Benar, kita juga akan bergerak sesuai perintah, namun jika mendesak kita akan pakai aturan nomer 2, kita akan terjun tanpa perintah di saat genting!"


" Kau bisa sedikit membawa orang lebih dekat lagi sebanyak 10 langkah, kita akan maju perlahan-lahan, agar tidak ketahuan!"


" Baik, laksanakan!"


Bibi, Paman, Dex dan Ria...tenanglah aku akan menyelamatkan kalian semua, ku harap kalian bisa bertahan sedikit lagi.


dalam hati Jimmie.

__ADS_1


__ADS_2