DIA,SANG PANGLIMA PERANG

DIA,SANG PANGLIMA PERANG
171. Kesempatan


__ADS_3

Jimmie segera kembali ke paviliun Panglima.


" Loh, nak Jimmie kenapa datang ke sini?, bagaimana dengan istri dan menantuku?"


" Paman tenanglah,. yang perlu paman lakukan adalah tetap seperti biasa seakan tidak terjadi apa - apa!"


" Oh okey, nak Jimmie...lalu apa yang dilakukan nak Jimmie di sini, aku akan tinggal di kamarnya Tantan paman!"


" Oh di sebelah sana kamarnya!"


menunjuk ke kamar utama.


" Okey, untuk sementara saya tinggal di sana paman!"


" Silahkan nak Jimmie!"


Jimmie segera masuk ke dalam kamar Tantan dan Panglima.


" Penjaga 2 diluar, penjaga dalam setiap celah ruangan ada, Kamar cukup aku saja sudah cukup!" Jimmie segera tidur dan menutupi dirinya penuh dengan selimut sampai kepala.


Jimmie sudah memprediksi kapan pihak lawan akan bertindak, yaitu di tengah malam dan setiap Ayah Panglima keluar dari Paviliun Panglima.


Namun, selama 3 hari ini, keadaan aman, tidak ada tanda - tanda pergerakan dari lawan.


" Kenapa sudah 3 hari, tidak ada satu gerakan sama sekali?" gumam Jimmie.


Jimmie segera menelpon anak buahnya,.


" Jack, aman?"


" Aman bos, tenanglah...!"


" Okey!"


panggilan pun berakhir, Jimmie pun juga menelpone anak buahnya yang menjaga keluarga Jenderal, mereka juga aman, begitu juga dengan keluarga Suzy juga sangat aman.


Mereka sepertinya tidak mengulangi kesalahan yang sama, lalu kemana mereka menargetkan?


Jimmie berpikir keras,...


" Panglima atau Jendral??, siapa yang mereka targetkan?, rasanya tidak mungki musuh gegabah, menyerang Panglima dan Jendral sama saja mencari mati !"


Aku melupakan Tantan, ... sepertinya aku bisa mengajak Ria untuk ke tempat Tantan


sekalian lah berusaha...menyelam sambil kelelep boleh lah...dalam hati Jimmie.


Jimmie segera menuju rumah sakit, militer.


dia mencari Ria, di ruangannya.


tok tok...


" Masuklah!"


" Selamat siang dokter!"


" Oh, kak Jimmie ada apa??"


" Aku akan berangkat ke tempat perwira, apa kau sibuk?"


" Tidak, aku sudah selesai sift pagi, aku boleh ikut?"


" Tentu saja, niatku datang ke sini untuk mengajak dokter!"

__ADS_1


" Kakak, jangan berbicara formal, itu terlihat aneh!"


" Oh ya?, sepertinya kau harus tersbiasa dokter!"


" Aih, ayok ke sana aku sangat rindu pada kakak ipar!"


Mereka pun segera berangkat,...di tengah perjalanan, Ria meminta untuk mampir di supermarket.


" Apa yang ingin dokter beli?"


" Buah, ...kakak ipar sangat suka jeruk Mandarin, dan juga manggis....!"


" Manggis kan musiman, mana ada saat ini?'


" Oh, ya benar, sebentar aku ingat - ingat dulu, selain itu apa sih kesukaan kakak ipar?"


" Kau sangat menyayangi kakak iparmu?, bukankah, dia orang yang di cintai mantan suamimu?"


" Awalnya aku sangat marah, kenapa semua sangat menyukainya dengan tulus...namun lambat laun, aku berpikir lebih rasional, kakak ipar sangat baik dan menyenangkan, bukan salahnya jika banyak orang yang menyukai dan mencintainya, aku tidak ingin dikatakan sama dengan Xian-xian, hanya saja aku belum menemukan orang yang tepat saja, hehe...kakak ipar sangat baik padaku, mana mungkin aku tidak baik dengannya, lagian kakak ipar dan Yulius lebih dulu saling mengenal dari pada Ria!"


" Dokter adalah wanita yang baik dan pintar, semoga mendapat pria yang tepat suatu hari nanti!"


" Aamiin, semoga kakak juga segera mendapat wanita yang sangat baik untuk kakak!"


" Aamiin terimakasih!"


" ah, selain mandarin apa ya, yang disukai kakak ipar?"


" Di sana ada ibu panglima dan juga istri Jenderal, apa kau hanya akan membawakan untuk kakak iparmu seorang?"


" Ah, iya benar...bibi itu suka sekali dengan sea food, aku akan bawa beberapa macam,untuk bibi, lalu istri jendral apa ya??, sepertinya terakhir kali bertemu dia sangat menyukai makanan manis, seperti brownis dan bolu, aku akan cari ke sana!"


Bagaimana bisa, Yulius melepaskanmu, hatimu juga tidak kalah baik dengan Tantan, hanya saja sedikit bodoh...tapi dia dokter aku juga tidak bisa menyebutnya bodoh, ya dia sangat sembrono dalam menentukan pilihan.


Jimmie tersenyum sendiri.


" apakah, ada yang lain??" tanya Jimmie.


" Tidak aku rasa sudah cukup, ini masih kurang banyak tidak sih??" berpikir lagi, padahal kursi belakang dan bagasi sudah sangat penuh, dia masih berpikir kurang banyak


" jika menambahkan satu barang saja kau harus memangkunya, jika kau merasa masih sedikit, aku akan menelpon jasa angkut!" Ujar Jimmie menahan tawa.


Ria melihat ke dalam mobil yang ternyata belanjaannya sudah sangat banyak.


" Heheh, sepertinya ini akan merepotkan kakak!"


" Tenanglah, jika kau mau membawa supermarket ini juga aku akan membawanya!"


" Hahahahaha, mana ada seperti itu!"


" Takutnya masih kurang hehe, ayo masuk!"


Jimmie membukakan pintu untuk Ria, Ria dengan malu - malu masuk ke dalam mobil.


eh, apa dia malu??


dalam hati Jimmie.


...----------------...


Ting Tong....


" Pintu pun terbuka, namun yang membuka ajudan perwira!"

__ADS_1


" Oh, tuan Jimmie silahkan masuk!"


" Apa, selama aku tinggal, aman?"


" Aaman, nyonya dan yang lain ada dihalaman belakang, ...!"


" Apa Paman, sudah berangkat?"


" Baru saja berangkat!"


" Baiklah, bisa minta tolong, bawa masuk semua barang yang ada di mobil ke dalam?"


" Baik tuan!"


Jimmie dan Ria pun menuju halaman belakang ,


terlihat Mereka sangat asyik mengobrol dan bercanda dengan banyak cemilan .


" Kakak ipar, bibi....!" Sapa Ria ...


" oh, keponakanku tersayang!" Maya segera memeluk Ria dengan sangat senang.


Tantan mengantri dibelakang ibu mertuanya,


" Ria, aku belum meminta maaf padamu secara baik!" Ujar Tantan merasa bersalah.


" Apa yang kau bicarakan, siapa yang menyuruh kakak ipar meminta maaf, kakak ipar tidak melakukan kesalahan apa pun pada Ria!" tersenyum dengan tulus.


" Ah, pokoknya aku minta maaf ,terserah, kau harus mengatakan ,jika kau memaafkanku, jika tidak aku tidak akan tenang!"


" Aih, kakak kau membuatku terlihat jahat!"


" Jika kau tidak memaafkannya kau membuatku terlihat tidak tahu diri!" ujar Tantan.


"kakak, aku memaafkan kakak,....!"


" yea bagus ...bagus aku sangat senang mendengarnya, ...!'


" Oh,ya...Ria membawa banyak oleh - oleh buat kalian semua!"


" Wah, kenapa harus membawa oleh - oleh sih Ria, itu pasti merepotkan mu!" Ujar Tantan.


" Tidak kok, semoga kakak ipar, bibi dan istri Jenderal suka!"


" Oh, apa Suzy juga dapat??"


" Dapat, dong...aku ingat jika istri Jendral menyukai makanan manis,dan kakak ipar sangat menyukai jeruk Mandarin...!"


" Wah, Ria kau sangat baik!, terimakasih" ujar Suzy senang


" Ria memang, the best banget!" Tantan memuji


" lalu apa yang kau bawa untuk bibi Ria?"


" apa ya?, aku lupa bibi suka apa ya?"


" Astagaz jahatnya....!"


" Bibi aku membawa banyak makanan laut untuk bibi olah!"


" Ahhhhhh, terimakasih keponakan bibi tersayang, ayo cepat duduklah, bibi akan memngolahnya untuk makan siang kalian, nak Jimmie terimakasih sudah membawa Ria ke sini!"


" Sama - sama bibi!"

__ADS_1


Maya pun bergegas ke dapur, sementara Ria mengobrol dengan Tantan dan Suzy , Ria pun. sekalian memeriksa Suzy dan Tantan secara bergantian.


Jimmie menunggu waktu tepat untuk berbincang dengan Tania, siapa tahu Tania bisa membantunya dalam menebak rencana musuh.


__ADS_2