
Panglima yang masih di Basecamp Zero, karena menunggu Jimmie yang tak kunjung kembali cukup khawatir,
apalagi dia mendapatkan laporan dari bawahan Zero bahwa misinya gagal.
" Apa?, gagal???"
" Kami berhasil menemukan keluarga Josh, namun kami gagal menangkap semuanya Panglima!"
" Siapa yang terluka??"
" Dari team yang lain tidak ada, namun di team Bos Zero Nisa terluka, dia mengalami kekerasan fisik dan sexual!"
" Apa???"
" Dan keluarga Josh juga mengalami hal sama, mereka dijadikan budak ***!"
tambahnya.
Panglima mengepalkan tanganya kuat,
" Berikan mereka perawatan terbaik, bawa dokter yang bisa memulihkan traumanya, mereka mendapatkan tekanan dan kekerasan hebat, mereka pasti mengalami trauma berat!"
" Baik, Panglima!, saya permisi!"
" Hemmm"
Panglima sungguh dibuat sangat terkejut,
" Zero, bagaimana bisa kamu gagal!" rahang Panglima mengeras.
Tok tok tok....
" masuk!"
" Apakah kau juga gagal???" ujar Panglima yang masih sangat kesal .
" Panglima, maafkan saya karena terlambat!"
" Jimmie...apa yang akan kau sampaikan??"
" Ada apa panglima??, kenapa kau terlihat sangat marah??"
" Hah... Zero gagal dalam misinya!"
" Apa??"
" sudah, cepat' kau katakan sekarang apa yang kau dapat??"
" Panglima, minumlah dulu dan duduklah, aku tidak akan cerita jika kau begitu menyebalkan!"
Leon segera mengambil botol minum lalu segera meneguk sampai habis, kemudi panglima duduk mengatur nafasnya.
" Ehmmm...apa yang kau dapatkan??" ujar Panglima yang sudah mulai tenang.
" Ehmm, Bi yang mengancamnyalah...siapa lagi, hanya itu yang bisa mereka lakukan untuk orang kecil, mengancam, mereka adalah orang yang paling lemah, hanya bisa mengancam!"
" Lalu??"
__ADS_1
" Untuk Tom dan rekannya juga sama, Bi meminta Tom membunuh semua anak buahnya!"
" Bodoh!"
" Ya, mereka bodoh dan mati konyol...!"
" Apa tidak ada yang lain....??"
" Beritahu aku dulu, apa yang terjadi pada Zero??"
" Kau ini bisanya bergosip!"
" Bukan bergosip ,aku juga ingin tahu...!"
" Di gagal melindungi partner, gadis dibawah umur itu mengalami kekerasan Sexual, dan juga keluarganya Josh juga sama!"
" Apa??"
" Berarti, Zero sudah bertemu dengan Lux's??"
" sepertinya, dia tidak kembali... dia malah pergi sendiri mengejar mereka yang lolos!"
" Panglima kau tidak boleh begitu pada Zero...!"
" Dia gagal, seharusnya datang melaporkan lebih dulu dengan rinci, lancang sekali dia bertindak di luar perintah ku!"
" Panglima, meskipun dia itu orang yang paling patuh padamu, dia juga seorang laki-laki!"
" Apa maksudmu??"
" Apa kau bercanda, aku justru tahu jika dia menyukai Yesa, kenapa kau mengira menyukai Nisa???"
" Lah kok Yesa sih??"
" Iya kan beberapa kali mereka bersama, aku lihat Yesa juga tertarik pada Zero!"
" Ha????, Panglima kau ini memang tidak bisa menilai pandangan orang lain soal cinta, itu bukan kuasamu, aku maklumi, tapi aku loe ini pakarnya!"
" Oh ya, yang mantan sugar Daddy...menyukai anak-anak di bawah umur!"
" Panglima, aku hanya membantu mereka, aku juga tidak menikmati tubuh mereka!"
" Hahz siapa pula yang percaya??"
" Terserah lah, aku membayar mereka untuk membersihkan tempat tinggalku, jangan seperti itu, nanti Ria salah paham padaku!"
" Bukan urusanku!"
" Hah, baiklah....Asal kau tau Leon, selama aku di sini mengamati Nisa, Zero diam-diam slalu mengawasinya saat berlatih, dia akan duduk di pohon itu melihat gadis kecil itu berlatih, gadis itu juga terkadang mengurus bayi kecil yang di selamatkan Zero itu kan??, zero juga akan mengintip gadis itu di atap sana, aku tahu Zero tidak pernah jatuh cinta, tapi Nisa adalah anak yang sangat menggemaskan, semangatnya begitu membara, tekadnya untuk membalas dendam terlihat jelas di sorot matanya, saat ini Zero juga hatinya hancur, wanita yang diam-diam di jaganya malah di srobot orang biadab, hatinya di buru dendam yang luar biasa, tapi aku juga tidak tahu apa yang terjadi di sana, sebaiknya minta orangmu untuk mencarinya, untuk kembali lebih dulu!"
" Apa kau serius dengan ucapanmu??"
" Ehmmm, apa aku ini sukaa berbohong?"
" Ya,...!"
" Sialan, pokoknya Zero harus cepat di susul, kita harus tahu apa yang sebenarnya terjadi lebih dulu, baru kita bisa mengatur rencana!"
__ADS_1
" Kalau begitu, cepat lacak keberadaannya, kita ke sana??"
" Kita???"
"iyalah!"
" Leon kau kejam sekali, aku baru datang loe...kok sudah langsung di suruh pergi lagi??"
" Cerewet!, cepat!!"
".Hah, aku sudah rindu Ria, biarkan aku bertemu dengannya sebentar!"
" Tidak!"
" Hah, menyebalkan!". Jimmie mau tidak mau menuruti perintah Leon.
tak butuh waktu lama Jimmie segera menemukan keberadaan Zero.
" Cus...!" Panglima dan Jimmie pun segera pergi menyusul Zero.
...----------------...
Sementara Ria yang merawat Nisa dan Keluarga Josh di buat menangis
Anak dan Istri Josh, sudah terjatuh dalam trauma yang sangat dalam, mereka tidak mau berbicara, sulit untuk makan, ibu dan anak itu , hanya suka melamun, terkadang menangis, menjerit, kadang juga ketakutan.
Sementara Nisa masih lemah, dia masih belum sadar, karena memang sangat parah, milik Nisa itu sampai robek ,harus mendapatkan perawatan ekstra.
Ria merasa sangat kasihan dengan Nisa, padahal sebelum berangkat, dia terlihat sangat bahagia, dan sangat ceria, dia menjalankan misi pertama bersama Zero, meskipun umurnya masih sangat muda, Nisa sangat telaten dan bertanggung jawab dengan apa yang di tugaskannya, seperti saat merawat bayi yang di selamatkan Zero, Nisa merawat bayi itu seperti layaknya seorang ibu.
saat akan pergi menjalankan misi, Nisa menyempatkan untuk memeluk, menyuapi, mencium.
sambi berkata..
" Grey, kakak akan membalaskan dendammu, kakak akan memastikan mereka menderita sebelum akhirnya menyusul keluarga kita ke alam baka, Grey tidak boleh rewel ya, kakak akan segera kembali dan kita akan hidup tenang!"
Ucapan Nisa yang tersimpan di ingatan Ria, membuat dadanya sesak, dan meneteskan air mata yang sangat deras.
" Bagaimana bisa, kau dan Grey memiliki nasib yang sama, hingga kau bertekad untuk membalaskan dendam, anak baik, aku berharap kau akan baik-baik setelah membaik!" gumam Ria lirih.
air matanya tak berhenti keluar, Ria meletakkan Grey yang tertidur di samping Nisa yang masih tak sadarkan diri.
" Grey, lihat mama kecilmu Grey, jika kau sudah dewasa kau harus menjaganya, dia begitu sangat menyayangimu!"
" Ehmm...kalian pasti memiliki bahu yang kuat, sampai Tuhan memberikan kalian cobaan yang dasyat..."
" Oeeeeeeeeeekkkkkkk" Grey tiba-tiba menangis , Ria segera menggendong bayi yang belum genap 1 tahun itu.
" Oh sayang, cup...cup...cup...." Ria membawa Grey keluar untuk menenangkan bayi itu.
" Anak baik, anak kuat, cup cup cup...semoga mama kecilmu cepat membaik dan bisa kembali bermain bersamamu!"
Ria sudah mencoba menenangkan bayi itu, dengan segala upaya, namun.Grey tidak berhenti menangis....
" Astaga, kenapa kau malah demam,...!" Ria segera membawa Grey ke IGD.
Ria segera mengambil alatnya
__ADS_1