DIA,SANG PANGLIMA PERANG

DIA,SANG PANGLIMA PERANG
62. Kepedulian


__ADS_3

" Jendral, carilah wanita yang baik yang cocok untuk mendapingimu!"


" apa yang kau katakan? "


" Suzy merasa ini tidak baik,Suzy sudah tidak memiliki kepercayaab diri lagi!"


" Atas dasar apa kau memerintahku sesuka hatimu!!" Meletakan mangkok di meja.


" Bukan begitu maksudnya , mana berani Suzy!"


" lalu?, berikan alasan yang jelas atas apa yang kau katakan!"


sudah mulai marah.


" Suzy sudah dilecehkan, mana pantas untuk menjadi istri seorang Jendral! "


apa? Alasan bodoh apa yang dikatakan anak ini,?


seharusnya aku senang bukan jika kita tidak menikah? kenapa aku malah marah?


dalam hati Jendral Petter.


" kau tidak memiliki kualifikasi untuk memutuskan pantas atau tidaknya, siapa kau lancang sekali, bukankah kau yang bersedia menikah denganku?, sekarang kau mau mencampakkanku dengan alasan tidak berbobot!, jika tahu begini biarkan saja ayahku memukulku sampai mati!, kau sungguh berani membuatku kehilangan harga diri!" mengomel tak karuan.


" ma,ma,ma,maaf Suzy tidak akan menguliangi lagi Jendral! "


" Sebaiknya kau tahu posisimu!"


" baik, baik, aku tahu aku tahu!" Ketakutan.


Enak saja kau ini, mau lari dari ku?


heh.... jangan bermimpiii!!!!!


" Jika kau tahu sekarang habiskan makananmu!"


memberikan mangkok pada Suzy.


aduh, aduh, aku kan berniat baik untuknya kenapa, dia malah marah, aku tidak mengerti jalan pikiranya, mengerikan sekali...


suzy segera menghabiskan makanananya.


"sudah habis, minum obatnya!"


" Baik!, Jendral apa setelah ini aku boleh melihat Tania? "


"Tidak ,tunggu sampai kau benar-benar pulih!"


" oh, baik!"


Menurut sajalah...


 


"Jendral Panglima sudah tiba, namun Panglima mengalami tusukan di bagian perut, dia harus beristirahat 2 minggu untuk pemulihannya!"


ujar Ferry melapor.


" jangan mengatakan apapun tentang wanitanya dulu!"


"Baik!!"


Jendral Petter pun segera menuju paviliun Panglima.


" Panglima, apa anda baik?"


" Tentu saja, hanya luka kecil saja!, terimaksih karna sudah menyelamatkan Tania!"


" sama - sama Panglima!"


" apa dia masih dikurung ayahnya?"


"mmmm ,itu..."


" Panglima, apa kau baik-baik saja?, apa itu sakit?"


datanglah tiba-tiba Xian-xian tanpa permisi.


" Siapa yang mengijinkanmu menyentuhku?"


" maaf, tapi Xian-xian sangat khawatir...!"


" Aku tidak butuh kekhawatiranmu, pulanglah!"

__ADS_1


" Nona, kau mengganggu istirahat Panglima, sebaiknya anda pulang, untuk kesehatan Panglima! " ujar Petter yang sangat kesal dengan kepura-puraannya.


" Siapa kau berani memerintahku, Panglima adalah tunanganku, dia saja tidak menyuruhku pulang, kenapa kau mengaturku!"


" Keluar dari sini, kau membuat lukaku semakin buruk!" Tegas Leon.


" Kau dengar itu nona?" sambung Leon.


" hisssssssss...." Xian-xian pun pergi dengan sangat kesal.


His,,, menyebalkan, sudahlah yang terpenting


aku sudah melenyapkan gadis itu.


dalam hati Xian-xian .


" Jendral, apa kau memiki dendam pribadi dengan nya, rasanya bukan seperti Jendral yang aku kenal!"


" hanya sangat kesal pada wanita mengerikan seperti dia!" jawab Petter penuh dengan kau bencian.


" katakan padaku, apa yang terjadi, penculika itu pasti wanita tadi yang mengendalikan, katakan detailnya sekarang!! "Sudah tidak sabar.


" Jadi panglima sudah tahu?"


" Aku tahu, dia akan membuat perhitungan dengan Tantaku, hanya saja kenapa Tantanku tidak menekan tombolnya saat dalam bahaya!"


" Panglima, wanita itu sungguh kejam, sebenarnya aku juga tidak ingin memberitahumu sekarang karna ke adaanmu, tapi!"


" tak apa katakan!"


" wanita itu menyewa preman untuk menculik Tania dan suzy, untuk dibunuh!"


" Apa???, ah.....!"


" Panglima Sebaiknya jangan banyak bergerak!"


" Lanjut kan! "


" Maafkan saya yang datang terlambat untuk menyelamatkan Tania!"


" apa yang terjadi pada Tania? "


" Tania koma Panglima, dan Suzy sudah hampir diperkosa, Tantan mati-matian melindungimu Suzy sampai tak berdaya! "


" Tenanglah Panglima, saat ini dokater sudah memberikan perawatan terbaik!"


" Tenang kepala mu, wanita ku terbaring di rumah sakit bagaimana aku bisa tenang!" Segers beranjak untuk pergi dengan sekuat tenaga menahan lukanya.


" Panglima, jangan dipaksakan!"


" Diamlah aku hanya ingin bertemu Tania!"


" Leon!!, berhenti! apa yang kau lakukan?"


" Ibu, Tania koma, ibu masih bertanya apa yang aku lakukan?, aku ingin berada di sampingnya! ".


" kau benar-benar tidak berguna!" Memapah kembali ke tempat tidur.


" Ibu, Tania membutuhkanku!"


" Aku tahu kau sangat mengkhawatirkan Tania, tapi keadaannya sedang tidak seperti yang kau pikirkan! "


" Apa?, aku hanya ingim melihatnya ibu!"


" Diam, kau hanya bisa melihat Tania ketika kau sudah pulih benar!"


" Tapi bu,...!"


" Tidak ada tapi-tapian, Ayahnya sedang menunggunya 24jam, ayahnya begitu kolot, jika kau tahu kau ini kekasihnya namun tidak becus melindunginya, apa itu akan membuat hubunganmu dengan Tania mulus?"


" Ibu, Leon benar-benar tak bisa melindungi Tania!"


air matanya keluar tanpa di sadari.


" Itu semua karna wanita Keji itu, dia harus merasakan bagaimana ada di posisi Tania dan Suzy!"


" Masukan saja ke penjara!" ujar Leon kesal.


" Kau jangan memandang remeh Xian-xian, dia bertindak sangat bersih tidak meninggalan jejak sedikit pun!"


" Aku akan membalasnya 70x lipat lebih menyakitkan !" Leon mengepalkan tanganya karna sangat marah namun tak bisa berbuat apa-apa.


" Panglima ,biar aku akan membalaskan pada Xian-xian!"

__ADS_1


" kau tidak bisa membalas dengan terang-terangan, kalian fokuslah pada wanita kalian karna mereka butuh perlindungan kalian, masalah wanita ini ibu punya cara sendiri untuk membalas dendam! "


" Tante, aku percaya tante pasti bisa, terimaksih Tante!" ujar Petter.


" Ibu, aku juga ingin membalasnya!"


" Kau seorang laki-laki jangan sampai membalas pada perempuan, itu menurunkan derajat seorang pria!, biarkan ibu yang menghabisinya, memangnya hanya dia yang bisa pura-pura baik!"


" Baik ibu, aku serahkan padamu!"


" Bagus, kau istirahatlah, ibu akan selalu mengunjungi Tania dan memberitahumu perkembanganya padamu!


" Terimaksih ibu!"


" Tidak perlu, ibu melakukannya juga karna ibu sangat menyayangi Tania!"


" Baik!"


" Ibu membawa sup, kau makan dan minum obat kemudian istirahatlah! , ibu ke tempat Tantan dulu!"


" Ya bu....!"


" Panglima apa Panglima perlu sesuatu? "


" Tidak, Jendral di mana Micel, apa saat itu Tantan tidak membawa Micel?"


" Micel di kurung di kediaman perwira, karna beberapa kali mikel menyerang Tuan Hatta!"


" itu ayah Tantan pasti menyakiti Tantan di hadapan Micel!"


" mana ku tahu Panglima, ...tapi ayahnya sama kolotnya dengan ayahmu!"


" aku ingin sekali melihat Tantan, kau harus membantuku!"


" Ya,aku akan membantu...!"


" malam ini!"


" apa? malam ini?"


" Ya!, kau harus membantuku!" Kerasal kepala.


" aihhhh ya sudah mau bagaimana lagi, tunggu aku nanti datang menjemputmu!"


" Terimakasih Jendral Petter! "


"mmmm, sama-sama!"


****************


" Jendral ayah Tantan sudah kembali, sekarang tinggal Bibi Chu saja yang menunggu!"


" Baiklah, Trimakasih!"


mematikan panggilan.


Astaga, aku harus membuat kekacauan sedikit di Yonif 413 untuk membuat Tuan Latif ke sana.


dalam hati Jendral Petter.


" kita pikirkan akibatnya nanti saja, aku harus segera membawa Panglima ke rumah sakit militer!"


sampaiLah Leon dan Petter di rumah sakit.


" Panglima jangan buru-buru, perhatikan lukamu!" mengingatkan Panglima.


" Dimana Tania?" tidak peduli yang lain selain Tania.


" Di ruang ICU!"


Leon mempercepat jalannya menuju ruang ICU.


" Bibi selamat malam!" Sapa Jendral Petter sopan.


" Malam Jendral! " sapa balik Bibi Chu.


Leon langsung masuk saja tanpa basa basi.


Bersambung...


Author...


Oh Leon... ngeyel banget sih!

__ADS_1


__ADS_2