
" Ini bagaimana memasang bulu matanya?"
sambil membaca petunjuk yang ada.
"Lalu jepitan mata ini apa fungsinya?,Bagaimana bisa menempelkan bulu mata ini ke mata panglima?" Bergumam sendiri sambil membaca dan memahami.
"Apa kau akan memasang bulu mata menggelikan itu padaku?"
tanya Panglima agak merinding melihat bulu mata ditangan Tania.
" Boleh ya boleh ya?" memohon dengan sangat menggemaskan.
" Haaaaaaa...terserah kau saja!" pasrah
Tania mencari-cari Lem khusus untuk bulu mata di semua kantong belanjaannya,namun tidak menemukan nya .
Haduh, bukanya tadi beli satu set?, di mana lem bulu nya?, atau terbawa di barang belanjaan Suzy ya?,
tapi aku takut mengganggu jika harus ke sana.
ah, aku ingat ada lem di laci panglima.
Tania bergegas menuju kamar panglima.
Tania membuka laci dan mengambil lem yang berada di laci kemudian segera kembali pada panglima.
"Panglima pejamkan matamu!" pinta Tania girang.
panglima menuruti permintaan sang kekasih, apapun itu yang penting kekasih hatinya senang , dia rela menekan harga diri dan martabatnya dihadapan wanita yang dicintainya itu, asalkan wanitanya bahagia.
Tania segera mengoleskan lem dan memasang kan bulu mata pada panglima.
"Eh tunggu sepertinya tidak perlu memejamkan mata, tapi sudah terlanjur coba buka matamu Panglima!" pinta Tania, mengambil handphone nya dan mengambil gambar Panglima yang sangat cantik itu.
cepat ambil gambar sebelum panglima membuka mata.
dalam hati Tania
Tania berhasil mengambil beberapa gambar panglima yang sangat sempurna.
Aku kirim pada ibu langsung heheheh....
segera mengirim tanpa Ragu.
" Sayang...!" Panggil panglima.
" Iya sayang sudah bisa membuka mata, bukankah dari tadi aku sudah menyuruhmu membuka mata!" sambil asyik memandangi hasil karyanya di dalam ponsel.
Ah ibu memuji kepandaian ku, heheheh seperti nya ibu sangat puas dengan ide cemerlang ku.
" Sayang!!!" dengan nada panik.
" Iya sayang ada apa?, kenapa kau tidak membuka matamu?"
" Bukanya tidak membuka mata, tapi mataku tidak bisa terbuka!" meraba- raba
" Apa????" terkejut dan berusaha membuka paksa mata panglima.
" Ah ah ah.ahhhhhhh! " teriak panglima kesakitan.
" Aduh kenapa begini?, aku akan mencoba lebih pelan!"
" ahhh...jangan dipaksa!"
Dua bawahan panglima di Luar...
" Itu panglima kesakitan,apa ada penyusup?"
" kau gila siapa yang ingin menyusup, ke paviliun panglima?, ini sepertinya nyonya kita sangat kuat...!"
" Apa maksudmu?"
" uhukkkk... sudah kita jaga di gerbang saja jangan mengganggu kemesraan panglima dengan nyonya kita!" menggeret paksa.
" apa ? kita kan tidak mengintip?"
" Husst... semoga kita segera mendapat kabar baik!"
begitulah perbincangan bawahan panglima antara otak mesum dan otak polos.
kembali ke dalam...
" Sayang apa yang kau pakai untuk memasang bulu mata ini?" sudah mulai kesal.
" Pakai Lem...!" jawab dengan santai.
__ADS_1
" Lem macam apa?"
" itu lem yang ada di laci panglima!"
" Apa???, apa kau ingin membuatku buta?!!"
" mana mungkin, aku pikir itu tak akan berpengaruh dengan kulit!"
" Itu lem Alteco...sayang apa kau ini membalas dendam padaku ?"
" tidak tidak sungguh aku juga tidak tahu jika lem itu akan membuat kulit lengket!"
" Astaga lalu bagaimana?" Tania baru mulai panik..
" Cepat cariiii di google...cara mengatasinya!" dengan nada tegas dan kesal.
Tania segera mencari petunjuk lewat dewa internet ya itu mbah google.
" Sayang aku tahu tunggu sebentar!"
Tania segera ke dapur mengambil baskom cukup besar kemudian mengisi bascom dengan air hangat lalu mencampurkanya dengan sabun....
Tania dengan buru-buru membawa baskom itu kehadapan panglima dengan wajah paniknya.
" Panglima cepat rendam wajahmu pada baskom ini sekitar 10 menit!"
Panglima menurut ,Tania membantu menenggelamkan kepala panglima kedalam baskom berisi air itu.
" Panglima maaf tidak sopan!"
Benar-benar anak nakal ini tidak bisa tidak membuat masalah,Hanya dia seorang yang benar-benar memegang kepalaku seperti ini.
menggerutu dalam hati...
Mampus lah Tania kau benar-benar dalam masalah...kau main-main dengan panglima..
dalam hati mengkhawatirkan diri sendiri.
Tania fokus melihat jarum jam panjang...
" Panglima masih kurang 5 menit lagi apa masih bisa bertahan?"
Panglima mengangkat jempolnya memberikan kode bahwa dia baik-baik saja
untuk seorang panglima menahan napas 10 menit itu tidaklah sulit...
Panglima segera mengangkat kepalanya dan langsung membuka matanya.
" Ah..ah.. ahh...pedih!"
Panglima merasa sangat pedih saat membuka mata
Tania segera menarik panglima ke dapur dan segera menghidukan kran di wastafel.
" Cepat cuci dengan air mengalir!" mendorong kepala panglima ke arah Kran air yang mengalir...
Hebat, Benar-benar hebat anak ini paling bisa sembarangan memainkan kepala seorang panglima,
panglima masih menahan diri untuk tidak marah.
"Panglima Tania sungguh tidak ada niat!" Segera menyelamatkan diri.
" Apa aku bisa percaya?"
Tania segera berlari mengambil handuk dan memberikan kepada panglima.
" Panglima pasti percaya niat hati Tania yang sesungguhnya!" percaya diri.
Panglima mengambil handuk ditangan Tania segera mengeringkan wajahnya...
" Niat hati sesungguhnya adalah kau ingin membalas dendam karna latihan!" kesal.
" Panglima!" Segera menempel dengan sigap ke tubuh panglima dengan wajah menggemaskan nya.
" Apalagi??" kesal...
" Sungguh maafkan Tania, Tania bersalah karna sangat ceroboh, dan lagi sudah seenaknya sendiri pada tubuh berharga panglima ini!"
" Haiiiissss...!" menghela nafas berat
Dasar, anak nakal...bagaimana pun tidak bisa marah, meskipun dia sudah menginjak-injak harga diriku ini...
tak punya pilihan lain, karna Cinta Panglima lebih besar dari apapun untuk Tania.
Panglima menertawakan dirinya dalam hati, karna sudah dibodohi wanita di depan ya itu.
__ADS_1
" Ini untuk pertama dan terakhir!, aku tidak ingin membantumu untuk hal semacam ini!"
" Siap,laksanakan!!"
dengan sigap memberi hormat .
panglima segera berjalan menuju ruang tamu, Tania mengikuti langkah panglima dari belakang...
melihat make up dan lem alteco di meja panglima manjadi agak kesal lagi.
" Memang harus diberi pelajaran!" Gumam panglima yang menghentikan langkanya dan langsung membalikan badanya.
"ehnmmm" Tania terbelalak.
Karna panglima secara kilat mencium bibirnya dengan tekanan penuh...
panglima melepas ciumanya...
"Pang...ehmmm" belum sempat berbicara panglima sudah mencium Tania dengan penuh Tenaga yang membuat Tania gelagapan
Panglima melakukan nya berkali-kali sampai Tania terlihat sangat kesulitan bernafas .
" Gadis nakal harus dihukum!" mendorong tubuh Tania diatas Sofa.
Panglima menindih tubuh mungil Tantan itu, dan mencium wanitanya berkali-kali sampai tak sadar tangan ya sudah melepaskan baju Tania.
Panglima segera menghentikannya
melihat wajah Tania ketakutan namun tak berdaya.
" Maaf!" Panglima merangkap kan baju Tania kembali, Dan memeluk Tania dengan rasa bersalah.
" Aku khilaf sayang, maafkan aku!"
" Panglima, kali ini kau sedikit menakutkan ku!" ujar Tantan dengan nada lemas.
" Tidak akan lagi, sungguh...aku akan bersabar sampai saat itu sungguh!"
" kenapa panglima sangat kasar menciumku?" bertanya dengan polosnya.
Aiiiihhhh...
panglima menghela nafasnya.
otak anak ini kenapa sangat minim pengetahuannya ?
aku sangat bernafsu, makanya sangat kasar...
hadeh...
dalam hati panglima.
" maaf ya, aku terbawa emosi!"
" iya, tak apa... mungkin sangat kesal karna ulah Tania tadi kan?" salah tangkap pada point penting.
" iya sangat kesal!"
" Iya maaf Panglima... bibir Tania lecet sudah cukup bukan menebus kesalahan Tania?" merintih perih
Panglima kembali memeluk wanitanya penuh dengan kasih sayang.
Cara berpikir mu ini membuatku khawatir,
" Sayang, untuk kedepannya jangan terlalu berprasangka baik pada orang di sekelilingmu!, jika itu ibu dan Suzy kau boleh melakukanya, untuk orang lain dan termasuk aku kau harus waspada!"
" Panglima bagaimana bisa, aku waspada padamu, kau adalah orang yang paling tidak menginginkan ku terluka!"
" Okey, okey...aku senang kau mengatakan itu, karna aku akan bertanggungjawab atas semua kebahagiaanku!"
" Ya aku percaya!"
" Mmm...tapi ingatlah untuk waspada pada orang-orang yang tidak kau kenal, jangan beri kendor pada mereka yang sudah menyakitimu, balas sampai habis!"
" Aku akan memabalas perlakuan mereka!"
" Yang utama adalah kau harus bisa melindungi dirimu sendiri!"
" Paham!"
" Ingatlah ini, orang yang hanya bergantung pada orang lain dia akan menemukan titik kehancuranya, hanya menjadikan diri lebih kuat dan mengandalkan diri sendiri yang akan bertahan sampai akhir!, mengerti?"
" Mengerti!"
" Baiklah, hari ini kita istirahat, besok kita akan memulai latihan berat lagi!"
__ADS_1
Tania pun menurut...
Bersambung...