
" Abang, apa kau sudah menunggu lama?" Tanya Tantan pada Dex.
" Aku hanya suka datang lebih awal saja!" Jawab Dex tersenyum melihat adiknya baik - baik saja.
setelah semuanya masuk mereka pun segera menuju tempat tinggal Ria yang jauh dari kediaman Tantan.
" Idemu tidak buruk Tantan!" ujar Jack merasa tenang.
" Ya jika kita ini sungguh tidak ketahuan, maka mereka akan menganggap kalian masih berada di sana dengan penjagaan yang ketat!"
" Ya, itu juga tidak akan bertahan lama abang!"
" setidaknya kita bisa kabur itu sudah cukup!"
"iya benar, karena mereka akan lebih mudah memasukan. penyusup saat banyak penjaga, dan mereka akan tahu jika kami tidak ada di sana !"ujar Tantan
" betapa marahnya mereka saat tahu itu semua !"
" Iyalah... mereka tidak mengerti bahwa Panglima dan istrinya memiliki telepati yang sangat kuat!" ujar Suzy menahan tawa.
Mereka pun sampai dikediaman Ria.
" Tantan apa rumahku ini aman?"
"untuk sementara sampai panglima terbebas kan!'
" Lalu bagaimana dengan suamiku Tantan?" Suzy sangat khawatir
" Hahahahha...ya kan panglima dan Jendral satu paket!"
" Oh benar...hehehe!"
" Ya sudah ayo masuk dulu kalian ...!" Ajak Ria yang mendahului membuka pintu.
" Wah rumahmu sangat bagus Ria!" Ujar Tantan memuji.
" Ini tidak sebagus kediaman Panglima bukan?"
" Kenapa bibi baru tahu jika kau memiliki rumah sebagus ini Ria?"
" Hehehe... ini adalah hasil kerja keras Ria selama ini bibi, baru 5 bulan lalu terbeli!"
" Wah keponakan bibi memang hebat!"
" Iyalah... keponakan bibi gitulah!" Ujar Ria bergaya.
" Ria, Suzy ,ibu...kalian istirahat dulu ya, aku akan berbincang sebentar dengan Abang-abang!'
" Okelah, jangan menguras semua pikiran mu Tantan!"
" Iya ibu terimakasih sudah mengingatkan!"
Tantan dan kedua abangnya pun mulai membahas perihal untuk mengambil langkah selanjutnya.
" Bang Dex, bagaimana perkembangannya?"
" Lumayan ... !"
" Sebenarnya apa yang sedang di rencanakan Panglima?"tanya Jack pada Dex.
" Aku juga belum tahu,bos belum mendapatkan kabar terkini dari Zero!"
" Apakah ada yang salah?" Tanya Tantan.
" Zero kadang - kadang tidak bisa mengendalikan hatinya, pekerjaannya bagus hanya saja dia sering mengutamakan hatinya!"
" Oh ya??"
" Repot juga!"
" Kita tunggu saja dulu ya, baru kita bisa menyimpulkan maksud Panglima, yang penting kalian aman dulu!' Ujar Dex.
" Hmmm ... kalau begitu Tantan juga ingin istirahat karena sangat pegal pinggangku!"
" Iya - iya kau cepat istirahat!"
Tantan pun segera bergabung dengan yang lainnya untuk beristirahat.
Untuk sementara mereka di tempat tinggal Ria masih aman.
__ADS_1
...----------------...
" Apa??, ketahuan??"
" Kau mengatakan kau akan menyelesaikan tugasmu dengan baik, bagaimana bisa kau gagal??"
" Maafkan saya tuan!"
" Maaf katamu?aku paling benci kata gagal!"
" Saya kira dengan rencana yang sudah saya atur maka semua akan berjalan lancar, ternyata tidak!'
" Kau mengira?, bukankah sudah ku katakan keluarga Panglima itu tidak semudah yang kau kira !"
" Berikan saya kesempatan lagi Tuan Tom!"
" Kesempatan katamu?"
" Benar, saya baru gagal sekali...tolong berikan saya kesempatan!"
" Hahahahahahah... bukankah kesepakatannya adalah jika kau gagal maka hidupmu berakhir!'
"Tuan Tom...sabarlah semua juga perlu kesabaran!'
" Persetan!,bunuh dia dan semua keluarganya...!!'
" Tidak tuan tolong dengarkan saya sebentar!"
Dorrrr dorrrrr dorrrr...
orang itu pun di tembak di tempat,
" Keluarganya ada di lereng gunung tuan, apakah harus di bunuh?"
" Jangan sisakan satu pun dari keluarga orang yang tidak berguna!" ujar Tom
anak buah Tom pun segera pergi ke lereng gunung, namun di tengah perjalananya di hadang oleh Zero .
" Kau lagi!, bukankah urusan kita selesai?'
" Benar saat itu, untuk saat ini kita berurusan lagi...!"
" Pergilah, maka aku akan mengampuni mu!'
Set set set ...
pembunuh bayaran itu berlari dengan kilat, Zero segera menyusul dengan kecepatan yang tidak kalah cepat.
mereka saling kejar-kejaran menuju lokasi di mana keluarga yang akan di bunuh itu berada.
" Hey kau berhenti!"
teriak Zero.
"kenapa kau sangat peduli dengan orang lain, katamu kita adalah orang yang sama maka kau sudah tahu apa yang harus kau lakukan, ini adalah pekerjaanku!"
"Kau salah mengikuti orang!"
" Aku sudah menerima uang, maka aku harus mengerjakan tugasku sampai selesai, jika tidak keluargaku yang akan di bunuh habis!"
Pembunuh itu segera memasuki rumah targetnya dan menembaki semua orang yang ada di dalam ,suara tembakan dan teriakan meminta tolong terdengar di telinga Zero.
" Agggggggggggggghhh tolong...!"
dooorrrr
dorrrr
dorrrr
dorrrrr....
suara tembakan itu berlangsung cukup lama, sampai suara tembakan itu pun tidak terdengar lagi.
Pembunuh itu segera pergi,...
Zero segera turun untuk melihat situasi yang sangat mengenaskan tersebut, karna lebih dari 10 orang di bunuh dengan sekejap mata.
" Kemampuannya sangat baik ,sayang sekali jika berada di pihak lawan!" guma Zero.
__ADS_1
Zero pun segera pergi...
namun kakinya terasa berat melangkah karena ada sesuatu yang menahanya, Zero melihat ke bawah.
" terlihat seorang gadis muda yang terluka parah menahan kakinya!"
" Tuan, tolong saya!, saya ingin hidup untuk membalas dendam!" dengan suara beratnya karena menahan rasa perih.
Tanpa berpikir panjang, Zero membawa gadis itu kembali ke basecamp.
" Zero, apa lagi ini?, kau sangat gila... kemarin bayi sekarang seorang gadis ini bukan tempat penampungan orang - orang buang an!"
" Diam dan obati lukanya, apa itu parah?"
" Lumayan, dia beruntung karena pelurunya tidak masuk ke dalam!"
" Ya, rawat dia dengan baik, jika dia sudah membaik , biarkan dia yang mengurus bayi itu!"
Zero pun segera pergi menghilang...
" Oh Tuhan, bagaimana bisa dia itu menjadi pemimpin kami jika Hatinya sangat lembut?"
gumam anak buah Zero.
Zero segera melaporkan kejadian yang telah terjadi pada Panglima.
" Oh, mereka ingin menangkap istri kami ?"
"Ya benar, mereka tidak memiliki jalan selain untuk menekan anda dengan orang-orang yang anda sayangi!'
" Hmmm... mereka tidak mengenal lawannya ,namun berani mengibarkan bendera perang!"
" Namun semua aman berkat anak buah Jimmie!"
" Iya aku tahu soal itu... lalu siapa yang kau selamat kan kali ini Zero?"
" Heheh ... Panglima anda selalu tahu dengan apa yang terjadi!"
" Tentu saja karena kau adalah orang ku!"
" Aku sebenarnya tidak menyelamatkan mereka ,hanya saja ternyata masih ada yang hidup dan dia mengatakan ingin membalas dendam, heheheh!"
" Oh, bagus... barang kali dia berguna...!'
" Aku memintanya menjaga bayi yang saya bawa jika dia sudah baikan!"
" Ya, sudah cukup kau membawa orang pulang Zero...tidak semua bisa kau bawa ke sana!"
" Maafkan saya Panglima,...!"
" Tak apa, bagaimana perkembangannya?"
" Sudah ada beberapa pejabat yang mendapat panggilan dari kepolisian, dan Masyarakat masih setia memantau semua kemajuan dalam masalah ini!"
" Kalau begitu, katakan pada Jimmie...setelah selesai mengurus pasukanku, dia harus berurusan dengan beberapa hal yang besar, maka mintalah Jimmie untuk memberi tahu anak buahnya agar lebih fokus menjaga keluarga kami!"
" Baik Panglima!"
" Hmmmm, kau harus slalu memantau gerakan Tom, dan Riot!"
" Panglima, sebenarnya pembunuh bayaran Tom dia sangat berkualitas...!"
" Apa kau ingin menarik pada kita?"
" Bukan bermaksud lancang Panglima, hanya di sayangkan bakatnya sungguh tercela !"
" Kau bisa membunuhnya jika dia menolakmu untuk bergabung!"
" apa itu artinya saya boleh mengajaknya bergabung?"
" Jika dia mau ...jika tidak bunuh saja!"
" Baik Panglima terimakasih!"
" Ambilah kelemahannya untuk bernegosiasi!"
" Baik panglima,jika tidak ada hal lain saya undur diri!"
" Hanya saat kau melewati Jendral katakan padanya, semua aman!"
__ADS_1
" Siap Laksanakan Panglima!"
Zero pun segera pergi ....