DIA,SANG PANGLIMA PERANG

DIA,SANG PANGLIMA PERANG
222. Si Anjiing yang lebih beruntung


__ADS_3

Akhirnya mobil Jack berhenti di kediaman Panglima.


" Mikel ini rumah kita ...!" ujar Panglima yang tersenyum mengembang, tempat ini penuh kenangan bersama Mikel dan juga istrinya.


Panglima dan Mikel pun masuk ke dalam,


namun Mikel buru-buru menuju halaman samping, di mana di sana tersapat kolam renang, ternyata Doney benar-benar menikmati hidupnya menjadi sebagai seorang Panglima, dia sedang bersantai di pinggir kolam dengan kursi panjang,di sampingnya terdapat banyak cemilan dan jus, Doney juga masih sempat untuk merawat wajahnya dengan masker dan irisan mentimun di matanya.


"Bagus sekali Doney... sepertinya kau tahu untuk menikmati hidup dikala peperangan!"


gumam Panglima lirih


" Pang...!"


"Ssssssstttt....!"


Yesa yang datang membawa Sunblok di tanganya terkejut melihat kedatangan Panglima dan anjing besar yang berada di depan Panglima.


" Apa dia suka memerintahmu??" tanya Panglima pada Yesa.


Yesa mengangguk,


" berikan padaku....!"


Yesa memberikan Sunblock pada Panglima,


" Ikut aku Yesa...!"


Yesa mengikuti langkah Panglima, dan segera menjaga jarak saat melihat Mikel yang terlalu sinis memandangnya, sementara Jack tetap menunggu di dalam mobil saja.


" Tuan dokter, Ini sunbloknya...!" Ujar Yesa Lirih.


" Oh bagus bantu mengoles pada punggungku, aku sangat mengantuk..." Doney berbalik sambil melepas sesuatu yang menempel pada wajahnya, matanya masih tertutup.


Panglima segera memencet Sunblok di tangannya ke tubuh Doney yang hanya memakai celana boxer itu.


Panglima dan Mikel saling menatap, hanya dengan bahasa mata saja Mikel mengangkat 2 kaki depannya dan meletakkan di punggung Doney, dengan gerakan memijit-mijit kecil dan menggoyang-goyangkan ekornya


" Wah tanganmu sangat gemuk ternyata, tolong lebih di tekan!"


Panglima dan. Mikel kembali bertatap muka, Panglima memperlihatkan senyum jahatnya, Mikel mengangkat satu kakinya dan mengeluarkan cakar tajam tebal dan kuat dengan gerakan sama dan lebih di tekan Cakar kuat itu menggores tubuh Doney.


" Aaagggghhhhhhhhhhhhhhhhhhhh....berhenti, apa yang kau lakukan Yesa!!" Teriak Doney kesakitan.


Yesa hanya diam tak beraksi.


" Hei Yesa...kenapa kau di sana??" melihat Yesa berdiri jauh dari dirinya di sisi kanan.


" Lalu???" Doney dengan perlahan menengok ke arah kirinya


Betapa terkejutnya Doney, melihat Mikel yang meringis menunjukkan Gigi- gigi tajamnya dengan mata seperti Mikel sedang berkata.


( Heheh mau lari kemana kau??)


Doney hanya bisa meringis palsu pada Mikel, dia tidak bisa gegabah jika tidak tubuhnya bisa terpisah - pisah.


" Hehehehehehe ...hehehehehhe...hehehehehe..." Doney mencoba untuk terkekeh ringan dengan sangat munafik,

__ADS_1


" Hehehehe, Panglima bisakah kita bicara baik-baik, heheheheh hallooo mikel!" senyum renyah yang sangat getir itu membuat Mikel menggertak giginya.


" Panglima ampunnnnn....!"


teriak Doney memohon.


" Mikel cukup...!" Mikel pun segera menjauh dari Doney.


" Oh syukurlah... sebaiknya Panglima mengirimku kembali ke markas, dari pada berhadapan dengan Mikel..!" ujar Doney merasa lega karena Mikel melepasnya.


" Doney, sepertinya kau sangat menikmati peranmu...!"


" Panglima, aku dan Yesa kan sedang berperan menjadi dirimu dan Tantan, kita hanya berakting dengan totalitas!"


Panglima memegang tulang hidungnya yang tinggi itu sambil menggeleng keheranan.


" Maaf Panglima, apa ada hal penting??" Tanya Yesa.


" Ya benar, ....aku ke sini karena ada hal penting tapi tak ku sangka ada orang yang bahkan hidupnya bisa lebih santai dari istriku...!"


" Ogh...maafkan saya Panglima tapi, saya harus tetap tampan dan menarik hihi...iya kan mikel!"


Mikel mengangkat satu kakinya dan menunjukkan cakarnya.


" Ahahaha tidak aku hanya bercanda Mikel heheheh...!"


" Kau periksa Mikel dengan baik ,cepat aku akan membawa Mikel pada Tantan...!"


" Apa??, Panglima...saya bukan dokter hewan...!" sambil melirik ke arah Mikel yang terlihat begitu menyeramkan.


" Mikel...ada daging segar...!"


" Baik - baik aku periksa,aku ganti baju dulu..!"


Karena tidak ada pilihan untuk Doney, maju kena mundur pun kena.


Doney berlari masuk ke dalam,


" Yesa, apa kau merindukan keluargamu??" Tanya Panglima.


" Ya Panglima, namun ini hal biasa saya tahu resiko pekerjaan saya...!"


" Hmmm, lihat ini...!" Panglima menunjukkan ponselnya pada Yesa.


Mata Yesa berkaca - kaca melihat kakak iparnya yang seumuran dengannya tersenyum bahagia bersama keponaknnya yang kini tumbuh dengan baik.


" Terimakasih Panglima, meskipun hanya Foto itu sudah mengobati rasa rindunya, semakin besar dia semakin mirip dengan kakakku!"


" Hemmmm, melihat mereka aku jadi tidak sabar untuk menimang anakku!" Ujar Panglima tersenyum,


Panglima yang jarang sekali tersenyum dan tertawa memang akhir-akhir sering menampakkan gigi putihnya.


" Ah, pasti dia akan sangat mirip dengan anda Panglima,untuk Fisik 60% anda 40 % Nyonya, jika sifatnya mungkin kebalikan dari itu, aku melihat keponakanku juga seperti itu jika aku perhatikan!"


" Benarkah??, aku senang mendengarnya...!"


" Ya, Panglima bolehkah saya minta gambar itu untuk saya??"

__ADS_1


" Oh tentu...,nanti biar Jack mengirimkan padamu!"


" Baiklah... terimakasih Panglima!"


" Ehmmm...!"


" Panglima aku sudah siap....!"


Terlihat, Doney menggunakan tameng yang cukup berlebihan dia menggunakan helm, dan menggunakan rompi anti peluru dia memakai baju berlapis entah di dalamnya itu ada apa, yang terlihat sangat menggembung, sepatu but besi, dan sarung tangan berlapis.


" Damn...apa dia tahu , jika sekarang dia kehilangan jati dirinya??" gumam Panglima


" pufffft...." Yesa menahan tawa dia baru tahu jika Doney yang terlihat berwibawa biasanya, kini menjadi seperti pemain opera .


Melihat Doney berpakaian tidak Lazim Mikel menjadi tak terkendali, Mikel menggonggong sangat keras, dan meronta-ronta ingin lepas dan menerkam Doney yang sungguh tidak berakal sehat.


" Doney, sepertinya kau yang menawarkan diri, cepat ganti pakaianmu, atau ucapakan kata-kata terakhirmu!" Tegas Panglima dengan lantang, Panglima kualahan memegang rantai Mikel yang berubah menjadi garang.


Doney tanpa bicara segera berbalik dan berlari secepatnya .


" Mikel, hentikan itu atau aku akan menghukummu!" tegas Panglima yang sudah tidak sanggup memegang rantainya.


Panglima mengeluarkan pistol di pinggangnya, dan menembakan pistolnya di lantai dekat kaki Mikel, seketika Mikel kicep dan duduk dengan muka memelas.


" Ah kau semakin liar...jika kau tidak patuh kau tidak akan bertemu dengan istriku lagi...!"


" Aaaaaaaagggggg..." Suara Mikel terdengar sangat lirih, seakan menyesali perbuatannya.


Doney datang dengan pakaian dokternya, penampilannya kali ini sangat waras.


" Mikel, diam dan patuh...ikuti perintahnya!" tegas Panglima sambil menunjukkan pistolnya pada Mikel.


Doney mengumpulkan keberaniannya penuh.


" Mikel, buka mulut mu....!"


Mikel menurut.


" Mikel, pinjam telingamu"


Mikel benar - benar menurut pada perintah Doney, memeriksa keseluruhan pada Mikel.


" Dia sangat sehat Panglima, sepertinya dia makan minum teratur dan minum vitamin yang cukup...!"


" Bagus, Mikel cepat mandi...!" pinta Panglima, Mikel segera terjun ke dalam kolam dia berenang dengan riang memutari kolam cukup lama.


Oh tidak, aku 2 hari ini menunggu kolam ini penuh,aku belum sempat berenang, sudah di dului Mikel.


Doney merasa sedih .


" Yesa, kau tolong ambilka. shampo, sisir , pengering rambut, handuk, semua dan minyak wangi Mikel di kamarnya.


" Baik Panglima...!"


Yesa ingat ada satu ruangan, bertuliskan nama Mikel, Yesa hanya tidak menyangka jika Mikel itu adalah seekor anjiing.


" Oh astaga, bagaimana bisa anjiing mendapatkan ruanganya yang begitu sempurna, perlengkapan mandinya saja lebih banyak dariku, oh aku iri sekali dengan anjiing Itu hidupnya sangat bahagi!" gumam Yesa segera mengambil semua yang dikatakan Panglima dan segera membawanya pada Panglima.

__ADS_1


Yesa dan Doney saling memandang, karena nasibnya tak seberuntung anjiing Kesayangan Panglima.


__ADS_2