DIA,SANG PANGLIMA PERANG

DIA,SANG PANGLIMA PERANG
250. Sesuka hati


__ADS_3

" Nisa percayalah padaku, aku tahu apa yang harus saya lakukan!"


Tantan memberikan teropongnya pada Nisa.


" Awasi...adakah hal mencurigakan lainnya!"


" Baik!" Nisa melakukan perintah Tantan, sementara Tantan sibuk dengan laptopnya.


" Nisa, kita memiliki suami yang luar biasa, tapi bukan berarti kita aman, seberapa hebat suami kita ,kita harus kuat berdiri dikaki kita sendiri, bergantung itu sesuatu yang pasti mengecewakan, karena kita tidak bisa menentukan takdir kita!"


" Ya Nyonya, saya hanya mengkhawatirkan anda dan kandungan anda!"


" Ibu mertuaku mendesignkan baju yang aman untuk bayiku, di sini ada bantalan yang cukup aman, anti peluru juga...!"


" benarkah??"


" Ya ...untuk apa aku berbohong... Panglima juga tahu aku melakukans sesuatu sesuai dengan kemampuanku, aku tidak akan menjadi bebannya, aku harap kau juga begitu!"


Nisa menunduk, dia menyadari bahwa dia masih sangat lemah.


" Jangan bersedih kau masih muda, tenang saja...kau akan cemerlang pada masanya!"


" Nyonya, apa orang - orang di bunker itu aman nyonya??"


" Aman, aku sudah mencobanya dengan Panglima jauh-jauh hari...!"


" Syukurlah...!"


" Ya, apakah ada pergerakan??"


" Masih belum nyonya...!"


" Oh duduklah istirahat...lihat dari sini saja...!"


" apa ini nyonya??"


" Ini Drone berukuran sebesar lebah, ini buatan Zero loe Nisa...aku hanya butuh mengendalikannya dari Laptop, Drone ini baru sempurna dan aku pertama yang mencobanya!"


" Nyonya anda tidak bercanda??"


" Kau belum mengenal suamimu sepenuhnya, di masa depan kau jangan mencoba selingkuh, nanti kau akan ketahuan hahaha!"


" Nyonya, anda masih bisa tertawa??"


" apa aku harus menangis Nisa?, itu tidak akan berguna, tidak akan mengubah apapun...!"


" Benar...!"


" Ya, kau harus paham itu...lihat, ini kita bisa memantau bunker - bunker yang ada, mereka sangat patuh tidak keluar sama sekali, ...!"


" Nyonya, anda bisa melihat situasi dengN Drone, kenapa masih menggunakan teropong??"


" kau tahu kenapa aku harus naik di puncak tinggi ini?"


" Tidak"


" untuk melancarkan Signal, di sini yang paling kuat untuk alat penguat signal!"

__ADS_1


" Bagaimana jika signal anda terlacak??"


" Aman nisa, drone itu juga tidak akan terlacak!"


" Lihat, Bascamp yang sudah hancur ini, mereka sangat gegabah!"


" lalu bagaimana kita akan tinggal selanjutnya nyonya jika semua di musnahkan??"


" Kita akan pindah ke kota Nisa, setelah semua aman, sementara memang kita harus berpindah - pindah ..!"


" lalu tidak akan ada bascamp tersembunyi lagi??"


" Ada, Panglima sudah membangun Basecamp di perbatasan negara, ...itu lebih baik dari bascamp ini!"


" Panglima sangat cekatan nyonya, pantas sekali dengan gelarnya!"


" Kau mengaggumi suamiku kan??, semua orang mengagguminya!'


" Ya, tapi sekarang saya lebih mengaggumi anda, bisakah saya seperti anda suatu hari nanti nyonya??"


" Tergantung tekatmu, basicmu standar tapi asal tekadmu sangat besar itu tidak masalah, kau bisa melebih aku!"


" Sungguh nyonya??"


" Ya...ehmmmm...Nisa tolong ambilkan minum dan makanan perutku lapar hehe, itu di ransel!"


Nisa segera berdiri dan mengambil ransel nyonyanya dan mengambil botol minum dan juga ubi-ubian.


" Apa anda tak masalah makan ini nyonya??"


" ini nyonya, saya suapi anda fokus saja dengan laptop anda!"


" Terimakasih Nisa...kau pengertian!"


Dengan telaten Nisa menyuapkan sedikit - sedikit ubi ke mulut Tantan.


" Jangan menatapku seperti itu, kasihan Zero nanti jika kau jatuh hati padaku !" ujar Tantan sedikit tersenyum.


" Heheh, saya sangat mengaggumi anda nyonya, bagaimana bisa anda sesempurna ini...??, saya sedang mencari sisi buruk anda tapi tidak ketemu!"


" Hahahaha...jika kau ingin tahu, tanya Panglima, dia yang paling tahu tentangku!"


" Mana berani nyonya...!"


" Hahahah, Panglima tidak semenakutkan yang terlihat Nisa, oh ya kau bisa kembali ke bunker Nis, aku bermalam di sini, Mereka sampai ke sini mungkin masih sekitar 7 harian lagi , barangkali Grey membutuhkanmu!"


" Tidak nyonya saya akan menemani anda, untuk Grey dia aman bersama nona Ria!"


" Kalau begitu, kau tidur dulu Nis...!"


" Tidak, saya akan terjaga untuk anda nyonya, bagaimana bisa saya tidur sementara anda terjaga??"


" Hahaha, ok...Nisa, mendekatlah...kau tahu cara memakai benda ini kan??"


" Tahu Nyonya!"


" Ehmmm, Drone ini akan otomatis mengikuti mereka...kau lihat dengan jelas...??"

__ADS_1


" Ya itu sangat jelas, mereka memiliki alat penghancur yang luar biasa nyonya...!"


" Kau tetap memantau ... !" Tantan segera mengambil posisi miring untuk memejamkan matanya, rumah pohon itu cukup nyaman untuknya beristirahat dan beraktifitas.


...----------------...


" Panglima, 3 Basecamp sudah di hancurkan rata tak tersisa!"


" Apakah ada yang terluka?"


" Aman, nyonya memerintahkan mantan ajudan itu untuk mengajak mereka bertransmigrans...!"


" Ehmmm...bagus...apakah ada pergerakan lain selain di sana??"


" Tidak ada, mereka terlihat gegabah ...!"


" Pantau terus, terutama istriku, dia suka berbuat sesuka hati, kau pastikan menjaganya tetap aman dengan jarak aman, biarkan dia berbuat semaunya, ...!"


" Saya hanya merasa miris saat nyonya memanjat menara kayu yang anda buat...!"


" Kau takut dia jatuh??"


" Ya itu sangat tinggi , Panglima apa nyonya benar-benar hamil??, dia sangat lincah untuk ibu hamil, berlari melompat memajat!"


"hahahaha Dia sejak kecil sangat lincah, begitulah istriku, cepatlah kembali...jangan sampai dia terluka!"


" Saya yakin nyonya tidak akan terluka oleh musuh, hanya saja, nyonya sangat ceroboh, beberapa kali dia hampir jatuh, karena suka berlari dan melompat, jujur panglima saya menjadi tertekan dengan ulah nyonya yang sembrono, setiap kali nyonya bergerak, saya hampir mati berdiri dibuatnya!"


Panglima hanya tersenyum tipis,


" Itu tugasmu, pokoknya kau harus membuatnya aman,tidak tergores sedikit pun, dan jangan sampai dia tahu keberadaanmu, dia tidak suka diawasi!"


" Ah, baik Panglima, kalau begitu saya kembali....!"


" Ya...!'


bawahan itu pun segera pergi, Panglima hanya menggeleng kepala.


"aku di sini tidak ada waktu bermain, dia malah bermain dengan hal-hal yang disukainya...oh istriku!"


" Panglima....!'


" Apa Doney???"


" Senjata kimianya sudah di kirim ke Bascamp perbatasan, ada 15 macam senjata yang sudah ada penawarnya!"


" Ehmmm, Minta mereka membuat penawarnya dalam jumlah yang sangat besar!"


" Panglima, apakah kita sungguh akan menggunakan senjata kimia??, itu juga akan membuat negara kita terkena dampaknya!"


" Kita lihat langkah pihak lawan dulu, kita akan suplai semua rumah sakit di negara kita dengan penawar ini, tapi itu biarkan ayah mertua yang berdiskusi dengan pihak-pihak rumah sakit!"


" Tapi kau akan menyakiti penduduk di negara lain yang tidak bersalah!"


" Warga sipil??, Doney, ... jika sudah seperti ini memang rakyat akan menjadi korbannya, aku tidak bisa menyelamatkan seluruh manusia di muka bumi ini Doney, bahkan kau yang seorang dokter tugasmu menyelamatkan nyawa orang, juga tidak bisa menyelamatkan semua nyawa pasienmu!, apalagi aku yang menjadi mesin pembunuh saat negaraku di bawah perlindungan ku di usik!"


Doney terdiam, dia berharap tidak terjadi perang,tapi keadaannya sudah terlanjur tegang.

__ADS_1


__ADS_2