
" Nona...huaaaaaaaaaaaaa...hiks hiks hiks ..."
Nisa langsung berlari memeluk Rya.
" Nisa apa yang terjadi...??"
" Nyonya...nyonya....nyonya..nona hiks hiks...!"
Rya melihat ke arah panjaga bayangan yang wajahnya sangat merah.
" Nisa, jangan pernah berkata hal buruk sepatah kata pun padaku!!"
" Hiks hiks....hiks hiks...maaf nona, ...!"
" aku mau menemui dokter dulu...!"
Rya segera pergi ke ruangan dokter Lulu.
Rya membuka pintu, terlihat wajah dokter itu menyiratkan hal tidak baik.
" Duduklah dokter...!"
" Jangan mengatakan hal buruk, aku tidak mau mendengarnya!"
" Ah, baiklah...ini tidak terlalu buruk,apa anda mau mendengarnya??"
" Ya, ..." Rya pun duduk.
" pendarahan teratasi, tapi nyonya masih belum sadarkan diri...!"
" Fuuuuuuuhhhh..." Rya sedikit lega.
" Aku akan melihatnya dokter, terimakasih sudah berupaya menyelamatkan Kakak ipar dan keponakanku!"
" Sudah tugas saya dokter..."
" Dok tolong berikan perawatan terbaik, untuk keponakan saya, saya akan fokus pada kakak Ipar untuk merawatnya!"
" nona,di sini tidak ada persediaan susu, bayi BBLR, kita tidak bisa memberikan susu sembarangan, karena Sebanyak 50 persen bayi prematur memiliki risiko kematian yang lebih tinggi akibat infeksi. 90 persen di antaranya disebabkan oleh infeksi saluran cerna!"
" Dokter kira-kira dia bisa bertahan tampan asupan berapa jam??"
" biasanya bayi baru lahir, bisa bertahan 24-48 jam, tapi kondisinya berbeda dengan bayi lahir normal, saya takut memprediksi, karena banyak sekali resikonya untuk bayi prematur"
" Saya keluar sebentar dokter!"
saat Rya keluar, ..
" Rya bagaimana ???"
" Bibi paman??"
" Huhuhu bibi paman Rya takut sekali huhuhu"
" paman bibi, bukankah istri jenderal juga baru melahirkan?"
" Tapi dia sudah di kirim ke Bascamp di perbatasan!"
" di sini tidak ada ibu susu, kita harus cari ibu susu untuk cucu kalian!"
"nona, saya akan membawa istri Jenderal kembali, tapi kemungkinan Panglima akan tahu hal ini, tapi nyonya melarang kami memberitahu keadaannya pada Panglima!"
" Laporkan saja bahwa semuanya baik, nyonya terpaksa melahirkan cepat, karena sesuatu,tapi nyonya tidak bisa menyusui dengan baik karena Asinya tidak lancar, dan butuh ibu susu...!"
ujar Maya.
" Baik...tapi Panglima tidak akan mudah percaya tanpa bukti nyonya besar!"
" Hemmm, foto saja bayinya...kau tergesa-gesa tidak bisa mengambil foto Tantan!"
" Apa kakak bisa dibohongi bibi??"
" Coba saja, kau harus senatural mungkin bicara pada putraku!"
" Ayo pergi denganku biar aku yang bicara pada putraku, minta anak buahmu segera menjemput istri Jenderal"
ujar Huan Zang.
" Tuan, tunggu ..." Ujar Nisa.
" Ada apa??"
" Nyonya pernah memberitahu saya, jika nanti dia melahirkan anak laki-laki namanya adalah Manggala Dickson ( Zang ) dan jika perempuan bernama Jessica Rin (Zang), barang kali panglima menanyakannya Tuan!"
__ADS_1
Huan sempat terkejut dengan pemikiran Nisa yang jauh sampai di sana, tapi itu benar.
" Terimakasih!" Huan dan penjaga bayangan pun segera pergi ke kota dan anak buah panggil yang lain segera pergi dengan Armada darurat, menuju ke bascamp perbatasan .
" Nisa , Kembalilah ke bunker mereka bisa kembali ke sini, Grey juga membutuhkanmu!" ujar Rya.
" Tapi nona..."
" Disini sudah ada bibi dan aku, kau punya tanggung jawab merawat Grey!"
" Baik terimakasih nona...!" dengan berat hati
Nisa menuju ke bunker, memberitahu semua untuk kembali ke tempat tinggal masing-masing.
di antara dari mereka kebanyakan orang-orang seperti nisa, yang di selamatkan oleh anak buah Zero.
mereka di berikan kamar untuk tinggal seperti rumah Susun.
Sementara Nisa segera membawa Grey kembali ke paviliun milik Zero, untuk beristirahat.
Rya menunggu Tantan selama 24 jam dan Maya di temani oleh dokter menjaga Manggala Dickson.
Di Bascamp perbatasan.
" Nyonya Jendral... istri Panglima melahirkan Prematur, tapi istri Panglima masih belum sadar, dan anak panglima membutuhkan ibu susu...!"
" Apa??, tantan kenapa lagi??"
"saya kurang paham, ketua hanya memerintahkan saya untuk menjemput anda ke bascamp Zero!"
" Mana bukti kau orang Panglima??" sahut Anton yang sedang menimang cucunya.
anak buah itu segera mengeluarkan token perintah berlambang Singa .
" Ayo bawa kami ke sana!" ujar Anton percaya
" Baik!"
mereka menggunakan Helikopter untuk menuju ke bascamp Zero.
Helikopter itu terdeteksi bergerak di layar Panglima karena itu armada darurat.
" Ada apa??, mereka menggunakan armada darurat tampa pemberitahuan??" gumam Leon penasaran, apalagi armada itu menuju Bascamp perbatasan dan kembali lagi ke bascamp Zero.
tanya Jendral heran.
" Apakah ada laporan dari anak buahmu??"
" tidak ada, ini juga agak aneh sekali...tidak ada laporan satu hari lebih!"
" apa yang terjadi di sana??, dari kemarin aku merasa sangat gelisah tak menentu, sebenarnya kenapa??, ketua pasukan bayanganku juga tidak melapor secara langsung!"
Petter dan Leon merasa ada yang mengganjal,
namun tak lama, ketua pasukan bayangannya tiba bersama ayahnya
" Kau, ayah???"
Panglima terkejut.
" Anakku selamat kau sudah menjadi seorang Ayah, hahahahhahahahah" memeluk putranya dengan bangga.
" Apa apaan ayah, Bukankah masih satu bulan lagi??"
" Karena sesuatu istrimu harus melahirkan Prematur untunglah keduanya selamat, huhuhu kau memiliki Putra yang tampan"
" Anakku laki-laki??"
" Ya, sungguh??, bagaimana dengan istriku, mana apa ayah melihat gambarnya??"
" Iya iya ini, tapi Saat itu Tantan sedang di berganti masak aku foto, aku hanya sempat mengambil gambar putramu, lihat "
menunjukkan
" Waha selamat Panglima kau juga sudah menjadi seorang ayah!"
Panglima pun berkaca - kaca melihat putranya sudah lahir.
" Ayah apa Tantan baik-baik saja??"
" Ya, baik...!"
" kenapa kalian tidak memberitahu ku??"
__ADS_1
" Maaf panglima, anda bisa menghukum saya, tapi itu perintah Nyonya!"
" lalu ada apa kenapa dengan armada darurat??"
" hei anak bodoh, bayimu prematur, dia butuh ibu susu, tantan belum bisa menyusui kata dokter ASI-nya tidak lancar, Rya meminta anak buahmu membawa Istri Jendral, ku harap Jenderal tidak keberatan!"
" Oh begitu paman, tidak apa-apa...Susy pasti sangat senang bisa membantu sahabatnya!"
"kalau Tantan baik-baik saja pasti dia sudah memberi nama putraku kan ayah??"
" Sudah...!"
" Siapa???"
" Manggala Dickson "
Panglima langsung tersenyum bahagia, berarti istrinya sudah baik-baik saja.
" Sudah Ayah mau kembali, ayah mau menemani menantu dan Cucuku dulu, cepat selesaikan konfliknya, aku datang agar kau tidak menghukum anak buahmu!, dan agar kau percaya dengan kenyataannya!"
" ya ayah ...!"
Huan dan ketua bayangan itu segera kembali.
" Petter, kenapa rasanya ayahku sedang berbohong???"
" Panglima, kita sedang di situasi tidak baik, itu mungkin kau ikut terbawa perasaan sulit, jadi kita fokus dan percaya kan semua pada keluargamu tentang istrimu!"
" hah, baiklah..."
Panglima pun kembali fokus pada pekerjaannya meskipun di hatinya terasa sangat tidak enak .
" mereka sudah terkecoh..."
" sepertinya Zero akan sedikit kesulitan Panglima!"
" Aku yakin dia bisa bertahan...!"
" lalu bagaimana dengan orang???"
" sudah berhasil menyebar senjata biologi, sedang kembali ke perbatasan, yang terpenting masyarakat kita sudah dapat vaksin!, jadi aman"
Di lautan perbatasan.
" Bos kita di kepung... ternyata perahu-perahu kecil itu pasukan pertahanan laut mereka!"
" Ha???, sialan...kibarkan bendera Negara M"
"Baik!"
" Hei Zero, kenapa ini?? semua kapal-kapal kecil mengepung kita??"
ujar Doney.
" benar, gunakan rompi ini Don...kau tidak boleh terluka!"
Doney mendengarkan perintah Zero, bagaimana pun dia harus hidup untuk menyelamatkan orang lain.
Bloooooooooorrrrrr...
bloooooooooorrrrrr...
" Sial mereka mulai menyerang dengan meriam, Don apa kau membawa senjata biologi??"
" tidak, ini senjata kimia yang terbawa!"
" Bawa sini!"
" Tapi!, ini bisa membunuh orang tidak bersalah...!"
" Aku tidak bisa membiarkan kalian mati di sini!" tegas. Zero.
dengan terpaksa Doney memberikan senjata kimia itu.
" Zero ini berbahaya, bukankah ini akan membuat kita terang-terangan mengajak perang bagaimana jika mereka langsung menyerang kota!"
" Kau lihat kita pakai bendera negara M"
" Ah sial apa mereka akan terkecoh??"
" keadaannya sedang kacau, banyak musuh dalam selimut, lagian negara M juga bagian dari musuh kita!"
" Kau benar-benar !"
__ADS_1
Zero meraih senjata kimia itu dan menggunakannya hanya seperempat dosis saja, kemudian Zero menggunakan senjata andalannya yaitu Drone lebah, menaruhkan senjata kimia itu di drone san segera menyebarkan ke titik musuh.