
" Wah, Tania Selamat ya ,hihi kita drum band bersama ya hihihi!" Ujar suzy yang sangat senang mendengar sahabatnya hamil.
" terimakasih Suzy, aku sendiri juga masih belum percaya!"
" Iya aku saat tahu aku hamil juga tidak percaya, baru sampai perutku mulai membesar aku baru mempercayai jika memang ada kehidupan di dalam perut ku!"
" ih, aku tidak sabar melihat perutku buncit seperti perutmu!"
" Sabarlah, ... dan nikmati prosesnya!"
" Ehmm....tapi sayangnya Panglima akan berangkat ke perbatasan!"
" ini pilihan kita menjadi istri TNI bukan? kita adalah nomer kesekian, aku juga merasakan ngidam yang tak karuan saat Jenderal masih bertugas, apalagi mendapat kabar Jenderal gugur, ah syukurlah itu hanya Hoax...hemmm kita harus kuat Tantan!"
" Hmmm, iya Suzy...!"
" Jenderal bahkan sudah berangkat kemarin!"
" Oh iyakah???"
" Hemmm, kita kan adalah wanita kuat yang terpilih!"
" Kau benar...aku sebenarnya ingin ikut dengan panglima!"
" Ikut kepalamu, kau tidak boleh ikut kau harus tetap menjaga calon bayimu di rumah!"
" Ah, kau galak sekali Suzy, ibu hamil tidak boleh emosian loe!"
" Yayaya, kau membuatku khawatir, bagaimana bisa kau dulu ikut ke medan perang, jika Jendral tidak cerita maka aku tidak Kan tahu soal itu!"
" Oh, Jendral baru memberitahumu?"
" Ehmmm, dia mengatakan kau ini sangat berbahaya!"
" Oh ya, wah Jendral ternyata sangat julid ya di belakang!"
" Hahahah, iya sangat julid dia menceritakan peperangan itu penuh dengan emosi, tapi Jenderal sangat salut padamu, katanya kau memang layak di sebut wanitanya Panglima!"
" oh ya kalau begitu ayo kita menyusul suami kita!"
" Tantan!!!, kau ini ....! aku tahu kau ini memiliki kemampuan luar biasa, tapi aku berbeda denganmu aku ini lemah, aku hanya akan menjadi beban untuk Jendral!"
" Hehehe, aku hanya bercanda Suzy!"
" Seharusnya aku kuat sepertimu ya?, jadi aku juga layak menjadi istri seorang Jenderal!"
" Apa ada yang mengatakan kau tidak layak menjadi istri Jenderal?"
" Ya, saat itu tetangga belakang mengatakan Suzy, kau itu terlalu feminim menjadi istri Jenderal, dia mengatakan pasti aku menggunakan cara tidak baik untuk mendapatkan Jendral!"
" Owahhhhh, apa dia tidak pernah gosok gigi??? mendengarnya saja sangat bau busuk sekali mulutnya!'
" Ha?, haahahha kau tidak boleh begitu Tantan!"
" La, itu pasti juga wanita yang mengatakan hal seperti itu!"
" Iyaz benar dia wanita!"
" Benarkah??, wah itu pasti wanita yang terabaikan oleh Jenderal!"
"Beritahu aku yang mana orangnya ,mari kita beri pelajaran!"
" tidak perlu Tantan, kita tidak usah mengurusi orang yang tidak penting, aku juga sangat mengerti aku seharusnya tidak layak menjadi istri Jenderal!"
" Kau sangat layak, bagaimana bisa kau merendahkan dirimu sendiri Suzy!, aku tidak terima!"
__ADS_1
" Aku saja terima hehehe, jangan di ambil pusing untuk hal seperti itu Tantan, meski aku banyak kekurangan, Jenderal tidak pernah menuntutku, dia sangat sabar dan melengkapi semua kekuranganku!"
" Itu,baru Suzy ku...kau ini meski sering ceroboh, ...kau sangat baik hati dan kau sebenarnya sangat lembut, pasti karna itulah Jenderal memilihmu!"
" Heheheh, kau dan Panglima terlihat sangat sempurna Tantan, jika kalian bersama, sungguh tidak ada celah sekecil apapun!"
" Oh, Istri Jendral sangat pandai membual ternyata ya!" Sahut Panglima yang datang .
" Sungguh, aku tidak membual!" suzy menegaskan
" Hahah, terimakasih atas pujiannya Suzy, setelah menjadi istri Jenderal kau lebih penurut sekarang ya?!"
" Ah, panglima bisa saja, heheheh!" Merasa tersanjung.
" Sayang, beberapa hari ini aku akan sibuk persiapan bertugas, apa tidak apa - apa?"
" Tidak apa-apa Panglima!"
" Tenanglah, aku akan menyisakan waktu untuk kita sebelum aku berangkat!"
" Ya haruslah, panglima!" sambung Suzy.
" Oh kalian di sini toh...ayo kita makan malam bersama, ibu sudah selesai memasak!"ujar Maya mengajak anak - anaknya makan.
mereka segera menuju ruang makan.
......................
" Ria, apa kau free malam ini ?"
" iya bu, ada apa?"
" ini kau antarkan makanan untuk nak Jimmie!"
" Hah...??, aku?"
" ibu, tapi...!"
" Bagaimana bisa aku melahirkan anak yang tidak tahu balas budi ini!"
"Iya, ibu Ria akan antar makanan ini pada kak Jimmie!"
" Kau harus memastikan di habis memakannya!"
" Ya, aku pergi sekarang!"
Ria pun segera pergi ke rumah sakit...
Di rumah sakit, Jimmie sedang berolah raga di dalam ruangannya.
" Bos, kenapa kau harus berlama - lama di rumah sakit?, kau saja pernah terluka lebih parah dari saja kau sudah bisa berlarian setelah operasi!" Ujar Dekz merasa heran.
" Diamlah, aku ingin beristirahat saja!"
" Ah, Panglima akan segera bertugas, apakah ada yang bisa kami bantu?"
" Kalian jaga saja Si Tantan jangan sampai menyusul ke Panglima, awas saja jika kalian tidak bisa menjaganya!"
" Bos, apa kau juga menyayangi Tantan?"
" Ah, siapa yang tidak menyayanginya?, kalian berdua saja juga takhluk padanya, pokoknya aku tidak mau tahu, jangan sampai Tantan datang ke tempat Panglima bertugas!"
" Ya, apalagi kita akan memiliki keponakan, hihihi!'
Tok tok ...
__ADS_1
" Kak Jimmie, aku masuk ya!"
Jimmie sangat terkejut, dan segera melompat ke atas ranjang, dan berakting tak berdaya.
Haduh, Bos bilang saja kamu sedang mencoba memasuki celah, kecil...astaga apa dia ini beneran bos Jimmie, ah.....
dalam hati Deks.
" Hai, Ria....selamat malam, apa mau memberikan Bos ??"
" Tidak, aku tidak ada jadwal hari ini!"
" Oh, lalu?'
" Aku di minta ibuku mengantar makanan untuk Kak Jimmie, dan kebetulan sekali kak Dekz di sini, bisa tolong suapi kak Jimmi?"
Deks melirik ke arah Jimmie, dan dia mengerti maksud kode mata bosnya itu .
" Ah, maaf Ria...aku baru saja mendapatkan tugas lanjutan, hehehe kau kan sedang tidak ada jadwal, bisakah berbaik hati menyuapi bos?"
" akuuuuu???"
" Iya, bagaimana pun , bos terluka demi melindungi mu!, Bos aku pergi sekarang, lekaslah membaik!"
" Oke!"
Deks pun pergi,
" Letakan saja Ria, jangan merepotkan dirimu!, nanti aku makan sendiri, lagian kedua tanganku tidak terluka!"
" Tapi kau tidak boleh banyak bergerak!"
" Hanya gerakan kecil tidak akan membuat lukanya terbuka!"
Aku bahkan sudah berolahraga...
dalam hati Jimmie.
" Sebagai Dokter, aku juga tidak akan bisa membiarkan pasien terluka, ibu membuat ini untukmu ayo cepat buka mulut kakak!"
" Aggghhh!" Jimmie membuka mulutnya.
Jimmie sangat bahagia untuk pertama kali, dirinya disuapi oleh Ria, meskipun Ria masih melakukannya dengan terpaksa, bagi Jimmie itu sudah sangat cukup.
" Pintar, sekarang minum obatnya, agar luka kakak cepat tertutup!"
Jimmie pun menurut meminum obat,
" Hmmm, apa masih ada yang tidak nyaman?"
" Tidak, aku sudah baik, ...!"
" Syukurlah jika begitu, mungkin seminggu lagi kakak sudah boleh pulang, meskipun sudah boleh pulang bukan berarti kakak, sudah bisa beraktivitas berat, kakak harus tetap istirahat sampai benar-benar sembuh!"
" Baik dokter, terimakasih!"
" hmmm, Jika begitu Ria pulang dulu, karena hanya hari ini Ria bisa beristirahat!"
" Baik, selamat beristirahat Ria, sampaikan terimakasih ku pada bibi ya!"
" Oke, kakak juga cepat istirahat!, bye...!"
Ria pun segera kembali pulang,...
Sabar Jimmie, usaha tidak akan mengkhianati hasil, ...
__ADS_1
dalam hati Jimmie sambil memejamkan matanya.