DIA,SANG PANGLIMA PERANG

DIA,SANG PANGLIMA PERANG
181. Pembunuh juga manusia


__ADS_3

Panglima masih tersenyum sambil menggeleng kepala.


Jendral Petter memang teman sejati,...


dalam hati Panglima.


...----------------...


sudah mulai beredarlah nama - nama tentang penerimaan dana segar,


Tikus - tikus berdasi yang semakin meresahkan,


Entah dari mana tikus-tikus ini berasal, mereka memakan hak kita, tanpa tanggung-tanggung, jika tikus ini dibiarkan duduk berkuasa, maka kami rakyat kecil akan semakin sengsara,


berikut adalah daftar acak tikus-tikus berdasi yang merugikan bagi negara.


1. Yondai


2. kayoshi


3. Tom


4. Jery


5. Wekly


6. Riot


7.wanto


8. Jajak


9. Tut


10.Gan


blablablabla....


mari kita bersatu memerangi hama yang meresahkan.


Artikel itu sudah mulai memasuki tranding tertinggi di pencarian media social.


mereka yang tercantum namanya sudah mulai gusar, yang tidak terlibat segera mendatangi kantor polisi untuk meminta pemantauan dalam perusahaan mereka dan keuangan mereka menyeluruh.


Sementara yang terlibat, sudah mulai mencari perisai untuk menutupi kebusukan mereka.


" Bos, nama anda tercantum dalam artikel itu!'


" Cari siapa yang menyebarkan dan membuat artikel itu!"


" Baik!'


" bukankah buktinya sudah kita rampas??, kenapa masih ada yang menyebar berita seperti ini, rupanya Panglima ini tidak mudah dihadapi!"


" Ya Tuan Tom... saya akan mencoba mencari tahu penerbit artikel itu lebih dulu!'


" Cari dan segera lapor!'


" Baik!" anak buah itu pun segera mengerjakan tugasnya.


" Padahal sedikit lagi kita bisa membuat tuduhan kepada Panglima agar bisa dieksekusi!"


" Tuan, ada yang ingin melapor pada anda!"


" bawa ke sini!"


" Siang Tuan, ...!"


" Oh kau... bagaimana? ,apa Jendral Petter menyetujui kerjasamanya?"


" Tidak tuan,,,dia menolakku mentah-mentah"


" Katanya itu masalah kecil bagimu bagaimana kau gagal?'


" Maafkan saya tuan!"


" Kau dan keluarga mu sudah menikmati hidup layak dan enak, uang banyak, tapi gagal dalam tugas yang kau katakan mudah itu, kau mempermainkanku??"


" Mana berani tuan!'

__ADS_1


" Lalu kenapa gagal??"


" Saya akan mencobanya lagi,Tuan!"


" Hahaha...kau kira kau bisa berhasil untuk kedua kalinya?!"


" Saya akan berusaha meyakinkannya!"


" Hahahahahaha...tidak akan!, maka pergilah dengan tenang!"


" Apa??"


" Bunuh dia, kemudian keluarganya, tanpa sisa!"


perintah Tom.


" Tuan, tuan ampuni saya, saya berjanji akan menjadi orang berguna untuk anda!"


meronta-ronta.


namun Tom malah tersenyum dengan bahagia tanpa mengucap apapun.


Iblis,,, dia sungguh iblis... sungguh benar ucapan Jendral Petter, aku sungguh bodoh, keluarga ku ikut hancur bersamaku,... sekarang aku tidak bisa maju atau pun mundur ...


namun penyesalan tinggal penyesalan,semua sudah sangat terlambat, dia pun di bunuh beserta keluarganya tak tersisa.


Zero menyaksikan pembunuhan dan pembantaian dari salah satu oknum yang tersesat itu secara tersembunyi.


" Mengerikan sekali, betapa kotornya harta itu sampai membawa keluarga dalam kesengsaraan!" Gumam Zero melihat satu persatu keluarga oknum penghianat itu dibantai.


" Oeeeekkk...oeeeeekkkk...!"


" Baaaajjiingaaannn bayi pun tidak dilepaskan!" Zero Segera turun menyelamatkan bayi yang hendak di tembak dibagian kepalanya.


" Siapa kau???"


" apa kau akan membunuh bayi ini?"


" Semua tak tersisa!, itu perintah tuanku!"


" kita sama-sama seorang bawahan!, katakanlah pada tuanmu kau sudah membantai habis semuanya,aku juga akan melepaskan mu, makan kita tidak ada urusan apapun!"


" Hanya orang mati yang akan percaya kata-kata mu!"


" Siapa kau sebenarnya?"


" Lepaskan bayi ini, maka urusan kita selesai!"


" Bawalah pergi!"


pembunuh itu pun menyerah, melepaskan Zero dan bayi itu .


pembunuh juga manusia ya gengs....


setelah membawa pergi jauh dari tempat pembantaian, Zero baru tersadar


oh sial apa yang aku lakukan? aku membuat masalah untuk diriku sendiri. dalam hati Zero.


" Ueeeeek ueeeeeekkk ueeeeekkkk!"


" Bagaimana ini, bagaimana ini?" Zero kebingungan karna bayi itu terus - terus menangis, terpaksa bayi itu dibawa ke bascamp oleh Zero dan membuat semua satu basecamp heboh dengan suara bayi itu.


" hey siapa yang melahirkan bayi?, apakah di antara kita ada kaum perempuan?"


" Iya ,aku juga mendengar nya!"


" Di sana di kamar Zero!'


mereka pun berbondong-bondong menyerbu kamar Zero.


tok tok tok..


" Zero....buka pintunya!"


Zero pun membuka pintu kamarnya dengan segera sambil menggendong bayi tersebut.


" Hei kau melahirkan?'


" Melahirkan kepalamu!"

__ADS_1


" Itu bayi siapa??"


" Ini bayi dari orang yang aku awasi, mereka di bantai satu keluarga, dan aku menyelamatkan nya!'


" Zero kau gila, di basecamp tidak ada wanita bagaimana bisa kau merawat bayi itu?'


" iya benar, kita sangat sibuk sekali, kenapa kau malah menyelamatkan nya, biarkan saja dia dibunuh mereka bisa berkumpul bersama satu keluarga!"


" hey, kau sangat tidak manusiawi berkata begitu!'


" Tapi memang sebaiknya bayi itu mati, dari pada dia tahu jika dia adalah yatim piatu!'


" Hah, kalian benar- benar kejam..., aku akan merawatnya sendiri!"


" Karena bayi itu selamat, ya sudah kita rawat bersama, siapa tahu dia menjadi anak yang hebat!"


" Kita kan setiap detik mendapatkan tugas kita tidak bisa merawatnya!'


" bawa ke panti asuhan sana!"


" Tidak, tidak boleh!, di sana belum tentu aman!"


" sudah, kita pikirkan bagaimana bayi ini agar diam, dari tadi menangis terus... memusingkan sekali!'


Akhirnya mereka berkumpul dan mencari tahu lewat internet cara - cara merawat bayi.


mereka pun berbagi tugas ada yang membeli susu, dan perlengkapan bayi, kemudian ada yang mengurus bayi itu, mereka bergiliran menjaga bayi itu dengan jadwal yang sudah di sepakati.


akhirnya urusan mengurus bayi sudah terkendali, saatnya Zero melanjutkan misinya.


Zero melaporkan semua kejadian yang terjadi diluaran Kepada Panglima.


" Panglima, oknum itu sudah di bantai beserta satu keluarga!'


" sudah pilihannya!"


" Untuk perkembangan dari dampak artikel itu sudah mulai membuahkan hasil, Dex sudah menyabotase pemindahan itu!'


" Bagus...kenapa kau terlihat sangat lunglai?'


" Ah, ini karna saya....emmmmm....!"


" apa yang kau sembunyikan dariku Zero?"


" Sebenarnya, saya menyelamatkan bayi yang akan di bantai oleh mereka!'


" Oh sungguh ada bayi??'


" ya, maafkan saya Panglima!"


" Tidak, aku akan marah jika kau tidak menyelamatkan nya, aku juga akan menjadi seorang ayah Zero, terimakasih kau sudah menyelamatkan bayi itu!, lalu di mana bayi itu sekarang?"


" Di basecamp panglima!"


" Basecamp?,siapa yang akan merawatnya di sana?"


" awalnya semua rekan keberatan, namun akhirnya kami sepakat merawat bayi itu bergilir!'


" Bagus, katakan pada mereka ,jika aku memerintahkan mereka untuk menjaga dan mengasihi bayi itu, jangan sampai sakit,dan kelaparan, jika itu terjadi itu sama saja kalian gagal dalam misi!"


" Baik Panglima, saya akan sampaikan!"


" Sementara biarkan dia di sana, jika sudah semua terkendali kita akan mencarikan orang tua yang baik untuknya!"


" Baik panglima, apakah tugas saya selanjutnya?"


" sementara tetap memantau pergerakan musuh, jadi yang sangat hiperaktif adalah Tom?"


" Benar Panglima,...!"


" Cari tahu tentang dia dan keluarganya,jika mendapat kan maka segera laporkan!"


" Baik panglima, adakah yang lain?"


" tidak kau bisa pergi sekarang!'


Zero pun pergi.


Jadi Tom ini siapa?, kenapa dia dangan kejam?

__ADS_1


Dan beraninya dia menargetkanku.


dalam hati Leon Zang .


__ADS_2