DIA,SANG PANGLIMA PERANG

DIA,SANG PANGLIMA PERANG
139.Serangan Balik


__ADS_3

" Sial kenapa kau menyerangku?" Tania terluka sayatan dibagian lengan kanan.


Jack masih menahan diri, karna Tania menggaruk pantatnya sekali.


Astaga, anak itu benar - benar menggaruk pantat dong?


dalam hati Jack.


" Kau membawa orang lain kemari, suruh dia keluar sekarang!!!"


Tania menggaruk pantatnya tiga kali,


Aihhh...semua sesuai dugaan Tantan, untung aku juga mengambil plankat dari anak tadi.


Jack segera, keluar dan melempar Plankatnya.


" Luxio!" ujar Jack


" Kapten Petrus???"


" Sudah begini, kita sudah membuang waktu 4 harian di sini, kau ketua di sini, dan kami juga dengan ketua kami, dia ingin bertemu denganmu!"


" Baik,kapten!!!" Orang yang disebut ketua itu mengikuti petrus atau Jack.


" Maaf sudah melukaimu!"


" Tak apa, namamu, bold?"


" Ya...!"


Jack mengikat lengan Tania dengan Kain,


" Kau jangan banyak bergerak!"


" Tak apa ini hanya luka kecil!"


" Hmm mm"


mereka pun bergegas pergi, membawa Bold pada Panglima, mereka memang sudah memang menjalankan sesuai rencana Tania.


" Ketua kami sudah membawanya!" Ujar Tantan.


" Kau ketua di sini??" Tanya seseorang yang berdiri membelakangi.


" Ya, benar!!"


" kumpulkan anak buahmu sekarang ini!, ditempat kalian biasa berkumpul!"


"Sesekarang??"


" Ya, memang apa perintah yang kau dapat sebelum kami datang!"


" Kami harus melenyapkan panglima!!!"


" apa kalian akan melenyapkannya?"


" kami masih dilema, maafkan kami biar bagaimana pun Panglima sangat menjaga kami selama ini!"


" Lalu, kau akan bagaimana?"


" jika kami yang mati dimedan perang itu tidak masalah!, jika hanya keluarga kami yang dibantai pun juga kami masih bertahan!, tapi mereka akan membantai bangsa kami hingga habis!!"


" Apa??" Semua terkejut!!"


" Kenapa terkejut!, bukankah kalian dibawah kendali Luxian?, semua ini dibawah kendalinya, dia adalah orang paling kaya di negara kita, dia yang memanfaatkan sumber daya alam dan manusia untuk di Eksport keluar, besar - besaran, dia menyalah gunakan kekuasaan!"


" Apa katamu?" seseorang yang membelakangi itu pun berbalik.


" Pang,panglima???, panglima tolong bunuh saya!, saya pantas mati!!, tapi tolong ampuni rekan - rekan kami!"


" kita bahas itu nanti, sekarang katakan kalian diberi waktu berapa hari untuk membunuhku?"


" 7 hari, jika dalam 7 hari kami gagal maka akan di lakukan pembantaian dari wilayah timur!"


" Biadab...!!!" Panglima mengepalkan tangan dengan geram.

__ADS_1


" Lalu bagaimana ini?" tanya Jack bingung.


" sebentar, Bold setelah membunuhku, apa kau pikir dia akan menepati janjinya?" Tanya Panglima.


Bold terkejut dengan pertanyaan Panglima.


" Aku sangat bodoh, tidak berpikir panjang, namun mereka menangkap kelemahan kami, kami memiliki putra - putri, mereka juga mengancam, akan menjual putra - putri kami untuk dijual organnya!"


" Bajingannnn!!" Tantan sangat emosi mendengarnya.


" Ini sudah kelewat batas!" Dex tak habis pikir


" Bold katakan padaku, selain dibawah kendali Panglima, dimana lagi mereka mengendalikan penghianat!!??"


" Pasukan Jendral Petter!, Saat ini Jendral Petter dalam bahaya, setelah kita mendengar kabar Jendral gagal di medan pertempuran, kami harus segera melenyapkan Panglima!"


" Kejam...!!"


" Panglima, bagaimana ini?" Tania sangat khawatir


" Tenanglah, Jimmie pasti sudah tahu keadaannya di sana!, dia tidak akan mengecewakan kita!"


" Tapi tunggu, berarti disekitar sini sudah disiapkan pasukan untuk menyerang kita jika kalian gagal menjalankan misi?" Tanya Tania.


" Ya markas kita sebenarnya sudah dikepung 1500 orang, bersenjata!"


" Namun mereka hanya mengendalikan kita untuk mencari informasi!"


" Jadi jika tidak ada yang memberi informasi keluar, mereka tidak tahu kegiatan kita?"


" Benar!"


Tania berpikir sejenak,


" Begini saja, salah satu dari abang harus menemui Jendral Petter, kita hanya memiliki waktu 3 hari, jadi temukan penghianat dalam pasukan Jendral Petter, dan buatlah kabar bahwa Jendral Petter sudah gugur, abang harus bisa menyelesaikannya dalam wantu 1 hari, setelah satu hari lewat, maka kabarkan bahwa panglima, juga gugur di medan perang!"


" Hei kau merusak reputasi Panglima dan Jendral !" ujar Dex.


" Kita tidak bisa melawan dengan perang abang Karna taruhanya adalah bangsa dan anak - abak yang tidak berdosa!, dan dengan cara ini kita bisa membuat pasukan Panglima dan Jendral tetap utuh!"


yang kita hadapi adalah orang yang sangat tidak manusiawi, mereka tidak akan membiarkan saksi mata itu hidup!, karna hanya orang mati yang bisa menyimpan rahasia!!" ujar Dex.


" itu masalah sepele!" ujar Tantan santai


" Sepele???" semuanya serempak, hanya Panglima yang diam, seakan panglima slalu setuju dengan rencana Tania.


" hmm, mereka ada 1500 orang, bersenjata , mereka tahu pasukan elite panglima tidak akan mudah dihadapi, 1 pasukan elite itu sebanding dengan 120 prajurit biasa,itu sebabnya mereka membawa banyak orang!, mereka hanya bisa mengepung dan menyerang tanpa strategi!"


" Tunggu sayang, kita juga tidak tahu mereka bagian dari militer atau orang yang dididik menjadi mliliter!"


Bold terkejut dengan panggilan, Panglima pada Kapten John.


" Hei bold!, kau tahu asal usul mereka tidak?" tanya Tantan


" Ah???, tahu tahu, mereka hanya rakyat biasa yang dilatih selama 3 bulan dengan senjata!"


" Nah, peluang kita 70% menang tanpa korban!"


" Lalu apa rencanamu selanjutnya Sayang???"


Apa?, jadi...Kapten John kekasih gelap Panglima?, kabarnya Panglima sangat mengistimewakan tungananya sampai membiarkanya tinggal di paviliunnya, Bagaimana nasib tunangannya jika tahu panglima memiliki pria gelap disampingnya?,


Bold bertanya - Tanya dalam hati.


" Sebentar aku berpikir dulu, berapa pasukan Jendral Petter Panglima?'


" 700 !"


" Kita tidak tahu ada berapa penghianat di sana!" Tania menggaruk kepala sampai Wignya terlepas, dan terurailah rambut panjangnya.


" Apa??? wa wa wa nita???" Bold terkejut.


" Sssssttttt....jangan teriak!!" Tantan Memakai Wignya dengan segera


Bold segera membungkam mulutnya.

__ADS_1


Panglima memperhatikan lengan Tantan yang terluka.


" Darah???, siapa yang melukaimu?"


Mampus, mati itu bukankah Tunangan Panglima ,dan aku melukainya.


" Tadi, sedikit ceroboh, hehehe tidak ada yang melukaiku panglima tenanglah!"


" Jack ambilkan p3k!" pinta Panglima.


" Oh tidak ini luka kecil, abaikan saja kita harus.menyusun rencana!"


" Ini Panglima!" Jack memberikan kotak P3k pada Panglima.


" kau memikirkannya sembari aku membalutnya!"


Panglima mendudukan Tania dan segera mengobati lengan Tantan.


" Oke, oke! Tania menurut


" Jika ini terluka karna orang, aku akan membuatnya cacat!" Gumam Panglima


Bold yang mendengar nya menelan ludah, ucapan panglima memang tidak pernah main - main.


" Ini karna aku yang tidak hati - hati"


Tunangan Panglima kenapa menutupi kesalahanku, padahal sudah tahu aku penghianat ,kenapa masih menyelamatkanku?


Bold benar - benar merasa bersalah


Jack yang mengerti kejadian itu juga diam, karna adiknya tidak memperhitungkanya, maka dia juga tidak masalah.


" Kalau begitu, kita tidak bisa mengandalkan pasukan Jendral Petter ya!"


" Pasukanku tidak pernah mengandalkan bantuan orang lain!" tegas Panglima sambil fokus membalut lengan tantan.


" Oh, mudah ini mudah!"


" Semudah apa itu sayang?" Tanya Panglima


Sebenarnya Panglima juga memiliki 1000 macam strategi, dalam menghadapi kekacauan dalam Medan pertempuran, namun kali ini dia sangat ingin melibatkan Tantan.


" Kita gunakan cara yang sama hehehehe!"


" Cara yang sama?"


" Ya, kita masukan penyusup pada mereka, ceritakan tentang kekejaman Panglima dan pasukan setianya yang sangat mengerikan!, buat mereka merasa down, aku yakin kekuatan mereka hanya berpegang dalam senjata, mereka pasti memiliki mental yang lemah!"


" Lalu?, kita tidak jadi menyebarkan berita kematian Panglima?"


" Tetaplah!, setelah mereka mendengar kabar Jendral ,panglima dan pasukan setianya gugur, mereka pasti akan sangat bersemangat, dan akan bergegas menyerang dengan meremehkan pihak kita!, saat mereka dalam perjalanan kemari sebarkan lagi kabar bahwa itu hanya rumor, mereka pasti akan kocar - Kacir sendiri!"


" Lalu?"tanya Jack lebih lanjut


" Lalu aku tidak tahu strategi mengatur pasukan, itu urusan Panglima lah!"


" Hahahahahahahahha!" Panglima tertawa keras.


" Okey, terimakasih Kapten John!"


" Ya sama - sama!"


" Mudah saja, aku akan membagi pasukanku menjadi 4 bagian kita akan mengepung dari segala arah, kau Bold!!"


" Ya Panglima?"


" mereka berada berapa jauh dari markas kita?"


" mereka ada dibalik Bukit itu, dan masih ke dalam sekitar 1kilometer!"


" Jadi aku akan menempatkan, pasukan pertama, setelah 300 meter dari bukit dan pasukan kedua ketiga akan menyerang dari sisi kanan dan kiri, aku akan berjaga dengan beberapa orang saja di titik menghadap musuh!"


**Aku tidak menyangka tunangan Panglima begitu sangat hebat


dalam Hati Bold merasa kagum.

__ADS_1


Bersambung**.


__ADS_2