DIA,SANG PANGLIMA PERANG

DIA,SANG PANGLIMA PERANG
55. Penyelesaian


__ADS_3

" Tu tu an Nyonya itu di luar !" ujar bibi Tin.


" ada apa bi?" Tanya Jesica.


" diluar banyak sekali orang membawa hantaran!"


" apa???"


Firasatku kenapa sangat tidak enak...


dalam hati Jendral Petter.


Semua segera keluar karna penasaran, kecuali Jendral Petter, karna feelingnya jika itu perbuatan ayahnya.


" Wah ... hebat sekali ... Jendral kau menyiapkan pasukanmu untuk membawakan hantaran kemari?"


" Apa?"Jendral Petter terkejut.


" Aduh Jendral meskipun kau sangat kaku tapi ini membuktikan bahwa kau sangat mencintai putriku!"


Ayah, ini memalukan sekali, kau meminta pasukan elitku membawakan sebuah hantaran?


Jendral dibuat kes slalu oleh sang ayah.


" Calon besan, dengan tanpa mengurangi rasa hormat saya selaku, Ayah dari Petter dengan tulus untuk meminang putri anda!"


Jesiaca dan Luis sangat tersentuh dengan kejutan yang ada.


" Besan -besan tentu kami setuju, ayo masuk,masuk!"


" Tunggu dulu besan, masih ada satu dua pertunjukan Yel-yel untuk putri anda dari pasukan Elite putraku! "


" wah boleh!" ujar Jesica girang.


pasukan Elite segera menyanyikan lagu Yeal-yeal dengan nada dangdut melayu.


pasukan Elite yang terkenal akan kegaranganya, saat itu kehilangan ke Elite nya.


memalukan benar-benar memalukan, dimana wibawa kalian ini, lihat saja bagaimana aku bisa menghukum kalian


" kerja bagus kaliam ayo ... letakan semua hantaran di dalam dan kaliak boleh kembali duluan!" ujar Anton.


" Aduh-aduh banyak sekali tuan...!"


" ini tidak banyak, hanya sedikit!" ujar Anton.


" kami menerimanya besan, ayo duduk dulu kita harus langsung bicarakan tanggal pernikahannya!"


Jendral Petter masih kesal karna Ayahnya.


atas dasar apa ayahku bisa memimpin pasukanku untuk mengantar hantaran kemari, memalukan.


" Besan, bisakah bulam depan pernikahanya?" ujar Anton.


" apa?" Jendral Petter dan Suzy terkejut.


" Boleh bulan ini pun juga boleh besan!"


ujar Jesica.


" Iya besan, lebih cepat lebih baik!" Sambung Luis.


" Aduh, besan ini orang yang sangat berpikiran terbuka, tapi sebaiknya bulan depan saja, biar kami bisa memberikan acara pernikahan yang terbaik untuk Suzy!"


" Baik besan, kami akan mengabari tanggalnya secepatnya!"


" oke, deal... untuk urusan lainya kami yang akan menanggungnya, pihak perempuan tinggal hadir saja dalam pernikahan!"


" Wah, pihak pria benar-benar bertanggung jawab sepenuhnya, suatu kehormatan untuk kami!"

__ADS_1


Suzy dan Jendral Petter pasrah saja dengan keadaan, bagaimana pun mereka sudah sepakat untuk masa nikah cepat atau lambat itu juga akan terjadi.


setelah mengobrol lama dengan keluarga Suzy, Jendral Petter dan Anton pun undur diri dari kediaman Suzy.


"Ayah kau berani sekali membawa pasukanku keluar!"


" apa kau tidak terima jika pasukanmu juga tunduk dengan perintah ayah?"


" ayah itu terlalu berlebihan dan memalukan!"


" kau ini sangat tidak ada sisi romantis, itu adalah betuk ketulusan, bagaimana bisa itu berlebihan!, kau itu sangat kuno!"


" Ya sudah terserah ayah!" Anton memang tidak bisa mengalahkan ayahnya.


********


" Lapor panglima,..."


" Ya katakan!"


" Dari laporan yang saya terima, dari regu A nona dibawa paksa pulang oleh ayahnya!"


" apa?"


" Benar panglima! karna ayah nona mengira jika nona berhubungan dengan Jendral"


"Apalagi yang kau tahu?"


" Sesuai laporan yang ada, nona hampir dikirim ke Jepang namun Jendral Petter dan ayahnya datang untuk menjelaskan kesalahpahaman yang ada!"


" Lalu?"


"untuk saat ini Nona aman di kediaman nya!"


" untuk saat ini memang itu yang terbaik untuknya!, tetap minta mereka untuk mengawasi nona, dan laporkan apapun yang terjadi!"


" Siap laksanakan!"


" Dan bagaimana keadaan jalan-jalan di tengah hutan?"


" Jalan di tengah hutan masih sangat rawan tuan, banyak sopir- sopir truk banyak meregang nyawa karna mempertahankan barang-barangnya, dan para bandit-bandit ini yang semakin meraja lela!"


" sudah berapa korban yang jatuh?"


" Sudah 70 nyawa melayang Panglima! "


" Kita harus telusuri sampai ke akarnya, suruh beberapaa dari kita untuk menyamar menjadi sopir yang menghantar barang melewati jalan tengah hutan itu!, sisipkan beberapa pasukan yang juga dengan menyamar, saat para bandit-bandit itu menyerang sergap habis jangan sampai ada yang melarikan diri, bawa ke markas !"


" Siap laksanakan! "


" ingat, amati semua pergerakan, jangan sampai kebobolan, jika dirasa tak mampu menyergap semua lebih baik kalian mundur dulu!, karna jika sampai ada yang terlewati kita akan sulit menumpas sampai ke akarnya karna mereka pasti akan waspada!"


" Siap!"


" ingat, lindungi nyawa kalian dengan baik!"


" Siap laksanakan!"


Para pasukan khusus Panglima mulai bergerak sesuai arahan panglima.


Selama 3hari 3 malam mereka memulai pergerakannya...pasukan sudah siap dengan penyamaranya, 2x mereka mundur, dan kali terakhirnya mereka dapat membekuk semua kawanan bandit yang beroprasi malam itu tanpa tersisa dan membawanya ke markas.


" Lapor Panglima, kami berhasil membekuk 170 kawanan bandit tanpa tersisa!"


" Kerja bagus, apa mereka semua hidup?"


" Tidak, 10 orang terpaksa kami tembak mati karna melukai beberapa pasukan kita!"


" Apakah ada korban jiwa dalam pasukan kita?"

__ADS_1


" Tidak Panglima, hanya 7 orang terluka parah, karna mendapat sebatan parang namun sudah


ditangani pihak medis!"


" mayat bandit itu lenyapkan tanpa jejak dihadapan kawanan bandit yang masih hidup!"


" siap laksanakan! "


" Jika mereka sudah melihat, mayat kawananya di lenyapkan, panggil aku segera!"


" siap laksanakan Panglima!"


setelah melakukan apa yang diperintahkan,


panglima pun segera menuju para kawanan bandit di tahan.


" Woooo orang sebanyak ini kawanan penjahat semua!" ujar Leon mengamati satu persatu kawanan bandit-bandit itu.


" Katakan padaku, di mana markas kalian?"


tak ada yang menjawab...


Leon mengamati salah satu dadi mereka,


" kau, kau pasti yang memimpin kawananmu katakan padaku, semuanya makan kalian akan selamat! "


" percuma nanti pasti kita juga akan mati!, cuiiiih!"


" buuuuuoookkk, sembarangan dengan Panglima! "


" Cukup, biar aku yang tangani!" Panglima menghentikan anak buahnya.


" jika kau membantu kami itu berati kalian membantu mengamankan negara, kami tidak akan membunuh kalian, tapi jika tidak ingin bekerja sama kalian tahu, nasib kalian tidak akan berbeda dengan kawan kalian yang mati!, nama pun tidak akan pulang! mengerti? "


" Apa jamaninannya jika kami tidak akan mati!"


" Yooo, Untuk menelusuri identitas kalian itu bukan hal sulit di jaman ini, menelusuri informasi keluarga kalian juga tidak sulit, apa yang sulit untuk kami, aku bukan orang yang toleransi,namun aku memepertimbangkan semua demi kedamaian negara! "


" Hanya menggertak saja kau pikir kami percaya!"


" Zoo...lakukan!" perintah Panglima.


Cekrek,...


" Budiana, umur 40tahun,blablablabla..memiliki satu istri dan orang anak , tinggal di pekan baru, istrimu saat ini sedang mengandunh anak ke 3 dengan usia kandungan 7 bulan!, laporan selesai! "


" apa alat apa itu kenapa bisa begitu detail?"


" tidak penting untukmu tahu itu, yang terpenting adalah, mau bekerjasama atau nyawa keluagamu akan terancam!"


" apa kalian seorang abdi negara menggunakan orang yang tidak bersalah untuk mengancam?"


" Lalu bagaimana dengan nyawa para korban-korban yang kau ambil, tanpa memikirkan perasaan istri dan anaknya yang juga menunggu mereka untuk pulang?"


" Cuiiih itu adalah resiko pekerjaannya...!"


" ah, benar!, kalau begitu pekerjaanmu ini juga memiliki resiko terhadap orang-orang yang kau sayangi di rumah!"


" bagaimana bisa?, kami tidak melukai istri dan anak mereka!"


" tapi kau membunuh, tulang punggung mereka!"


" itu bukan masalah besar , istrinya masih bisa nggantikannya untuk mencari nafkah!"


" baik lah aku akan membunuhmu biar istrimu yang hamil tua itu menggantikanmu mencari nafkah!, Zooo tembak tepat di kepala!"


" Laksanakan! "


Bersambung....

__ADS_1


Author


Aduh mampus nggak tuh...


__ADS_2