DIA,SANG PANGLIMA PERANG

DIA,SANG PANGLIMA PERANG
268. Bagian masing -masing


__ADS_3

Sementara Jimmie sedang mengobati rindunya pada sang pujaan hati.


" Kita akan segera menikah, aku tidak mau tahu lagi soal negera ini saat ini, aku mau kita segera menikah" ujar Jimmie pada Ria.


" kau juga tidak bisa seegois itu kak..."


" sudah pokoknya sudah sesuai kesepakatan tugas selesai kita menikah!"


" hahahHahah kakak kau ini, ..."


" Kau tidak tahu jadi aku selama ini??, ditolak 27x dan diterima, setelah di terima mendapatkan tugas tiada henti dan baru berakhir ini, sulit sekali mendapatkanmu Ria!"


" jika tanpa bantuan kakak Jimiie, kita juga tidak akan hidup damai, kakak hebat..."


" oh benarkah aku hebat, ya tentu saja , aku hebat, makanya aku satu-satunya orang yang layak berdampingan denganmu!" seketika rasa kesal Jimmie hilang dengan satu pujian Ria.


" kenapa kakak tidak menjadi presiden atau Panglima saja??"


" apa??, tidak itu tidak menyenangkan, setelah kita menikah berhentilah menjadi dokter, akan ku ajak kau menikmati hidup bersamaku tanpa berpikir kau memiliki tanggung jawab..."


" tapi aku sangat menyukai profesiku!"


" Kau hanya boleh menjadi dokterku Ria!"


" tidak mau!"


" harus mau, aku bisa memberikan gaji lebih besar !"


" tidak jangan membatasi apa yang ingin aku lakukan atau kita tidak akan menikah "


" baik baik baik....aku tidak membatasimu sayang, kita harus menikah ....jangan katakan hal sembrono itu lagi apa kau tahu itu lebih mengerikan dari tertembak peluru tepat di jantung ku!"


" aku tidak percaya dengan ucapan bodohmu"


" ayolah jika aku bodoh, aku tidak akan digunakan oleh Panglima, kau ini menikahi pria Genius dan sangat tampan"


" tapi aku mendengar bahwa Jimmie ini memiliki 3 baby sugar ,lalu mau kau kemanakan Mereka??"


" siapa yang bilang???"


" Doney!"


" Dia ini sangat bocor, aku akan menjahit mulutnya lain kali"


" berarti benar??, dasar brengsek!!!"


" sayang, aku tidak menyentuh mereka??, kau bisa menemui mereka dan bertanya pada mereka langsung!!!"


" tidak mau!!"


" aku menjadikan mereka orang yang terlibat dalam pekerjaanku, mereka orang yang membantuku dalam membersihkan sidik-sidik jariku saat aku membunuh orang dalam menjalankan misi...!"


" aku tidak percaya,..."


" kau bisa bertanya pada Panglima, atau mau tes ke perjakaan??, kau bisa kan melakukannya??"


" mana ada, itulah enaknya laki-laki, mau prawan atau tidak, mana bisa....*


" Itu biasanya kan, kalau masuk kepolisian diketuk lututnya...untuk apa??"


"Tes Tersebut bertujuan untuk mengukur fungsi saraf Lumbar2-4 , normalnya lutut akan bergerak ke arah penguji. Prosedur pemeriksaan dengan mengetuk-ngetuk lutut dengan palu dimaksudkan untuk memeriksa refleks patella.


Refleks patella adalah refleks sistem saraf berupa refleks kontraksi otot di sekitar patella sehingga kaki akan terlihat seperti menendang. jika refleks patella positif/baik maka menunjukkan sistem saraf di area ekstremitas bawah termasuk baik. Pemeriksaan medis ini tidak berkaitan dengan sifat dan sikap seseorang namun lebih kepada profil kesehatannya, bukan masih perjaka atau tidak, kak Jimmie ini aneh-aneh saja!"


" Kalau begitu nanti kalau sudah menikah, bisa diteskan??, apa mau sekarang juga boleh" Jimmie memeluk Ria dari belakang.

__ADS_1


" aku tidak pernah mempermasalahkan masalalumu sayang, apa kau juga bisa begitu??"


ujar Jimmie memelik Ria dengan erat .


" Ya, maafkan aku, aku hanya terlalu cemburu..."


" bagus, itu tandanya...perasaanku sungguh terbalas..."


drrrrrt drttt...


" Hah, apalagi ini Panglima??"


" Ya, salah sambung...maaf"


" Jimmie, kau ini ... cepat datang padaku!!"


" aku sedang bersama Ria..."


" mau menikah atau tidak cepat datang sekarang!!" ancam Leon.


" hah ..."


Jimmie mematikan panggilannya,


" Aku harus pergi sayang,muach i love you " Jimmie segera pergi meninggalkan Ria untuk menghadap Panglima dari pada gagal menikah.


Di ruangan...


" Apa Panglima??, kau bisakah tidak menggangu waktuku bersama calon istriku??"


" Di mana Josh??"


" masih di ruang bawah tanah..."


" sekarang saatnya membasmi Lux's dan kawanannya!"


" Panggil Zero, biar dihabiskan eh Zero dan istrinya"


" lalu bagaimana dengab Grey???"


" biar bersama Ria, Ria juga dekat dengan Grey, Panglima berhenti melibatkanku dengan hal sepele ..."


" Sepele katamu, negara tetangga sedang dalam kekacauan, banyak sekali kapal-kapal asing memasuki perairan kita, aku merasa ini ada hubungannya dengan Lux's..."


" itu mungkin warga negara asing yang ingin menyelamatkan diri dari penderitaan..."


" Kita harus membereskan Lux's dia masih punya sumber penopang, aku khawatir dia akan mendirikan kekuatannya sendiri dan menyerang kita tanpa kita duga..."


" Baik, Panglima mau aku menyelesaikan dengan cara apa??, langsung mati, di siksa atau di berikan dia waktu menikmati hidup atau dibantai sekaligus, dibakar atau kita buat menjadi makanan ikan dilautan??"


" Tapi Panglima atas dasar kemanusiaan, bagaimana kita menolong ,jika memang benar itu warga sipil??"


ujar Jenderal Petter.


" kapan aku menikahnya ini Tuhan, kalau masalah satu selesai muncul lagi masalah baru, muncul lagi masalah lain..."Gumam Jimmie meratapi nasibnya yang tak menikah-menikah.


" Aku yang jomblo saja tidak mendramatisir " sahut Doney


" Aku tahu kau menunggu Tantan menjadi Jand...." Jimmie melirik ke arah Panglima.


Terlihat sepatu boot sudah melayang ke arahnnya.


dengan sigap Jimmi menghindari dengan selamat.


Hatta Latif menepok jidatnya, entah sepertinya hatta salah masuk generasi, saat seperti ini mereka masih bisa bercanda, dan membicarakan hal lain.

__ADS_1


" Panglima, aku tidak mengutukmu mati cepat, aku hanya bercanda saja...ayo lanjutkan ke pembicaraan awal"


" Di lempar sepatu dulu baru kau fokus!!"


" Yayaya lebih cepat lebih baik..."


" Sepertinya di antara orang - orang mu ada seorang yang menjadi pion musuh ,kau bisa mencari itu dengan cepat, karena sampai saat ini Lux's masih begitu menikmati hidup..."


" Siapa??"


" Tidak tahu bagaimana bisa seorang Jimmie bisa kecolongan..."


" baik aku akan mencari tahu sekarang!"


" Dex dan Jack, kau kembali menjaga istriku, karena Yesa sudah tidak ada...tolong kau jaga mereka, karena di distrik juga masih belum bersih dari pion, minta Istriku untuk selalu waspada!"


" Baik" dengan serempak Jack dan Dex menyanggupi.


" Jenderal kerahkan pasukanmu untuk menyisir perbatasan, untuk perbatasan perairan Zero akan melakukannya..."


"Ayah, kau sementara tetap di rumah dinas jangan kemana-mana..."


" ya..."


" aku apa, tugasnya???"


tanya Doney.


" kau akan menjadi umpan untuk Lux's ..."


" apa????"


" tidak mau membantu juga tidak apa-apa, kau bisa bergabung di laboratorium di basecamp!"


" oke aku mau, aku mau... aku mau ..."


" baik, pembagian tugas selesai, kalian bisa segera pergi..."


" Bagaimana denganmu???"tanya Jimmie


" aku bagian pengawas...ayolah...apa Panglima harus turun tangan untuk masalah sepele??"


" brengsek, lihat nanti jika aku jadi presiden, aku akan memerintahmu seenakku!"


" itu tidak mungkin terjadi...."


" huh sangat sombong,...siapa tahu, kau akan berakhir jadi tukang bakso..."


" hahahahaha....tak masalah kau akan jadi tukang cuci piringnya"


" Sudiiii...." Jimmie pun segera pergi.


begitu juga dengan yang lainnya menyusul pada tugas masing-masing.


" Nak, ayah kembali ya..."


" Ayah, sementara harus waspada, terutama untuk masalah makanan, ayah tolong sebaiknya lebih berhati-hati..."


" Apa semuanya masih rumit??"


" hanya waspada saja, ... ayah hati-hati di jalan, aku harus ketempat Zero dulu..."


" Ya nak...kau juga hati - hati...."


" Pasti ...."

__ADS_1


Hatta pun kembali ke rumah dinas, sementara Panglima menuju ke bascamp Zero.


__ADS_2