
Sementara Dex dan Jack sibuk membuat artikel itu tetap hangat di perbincangkan dalam masyarakat.
" berapa orang yang terlibat dalam kasus penyuapan ?" tanya Jack.
" hmmm...banyak sekali hampir 70% para pejabat ini terlibat, penyuapan, mereka suka sekali menyebar uang mereka ke bank - bank asing, ini sih memudahkan pekerjaanku!" ujar Dex fokus pada layarnya.
" Gila, mereka sungguh serakah, lalu apa kau bisa mengatasi orang sebanyak itu?"
"aku sudah membuat perusahaan bodong sebanyak 15 perusahaan yang mencari investasi, dan membuka koperasi swasta hehehhe simpan pinjam, kita akan menyebarkan brosur kepada target maka mereka akan datang sendiri!"
" ha?? baiklah ...mari kita lihat bagaimana ikan - ikan besar itu masuk ke dalam jaringmu!'
" Jika mereka terperangkap maka tidak akan bisa selamat!"
" tapi untuk ikan yang paling besar aku rasa dia tidak tertarik dengan jebakanmu!"
" Bukankah Panglima memiliki Zero?, dia pasti bisa mengatasi ikan yang sangat besar itu!"
" oh ya benar, hanya saja anak itu kadang-kadang tidak logis!"
" Tapi dia adalah orang kepercayaan Panglima!"
' Hmmm semoga saja dimudahkan!"
" Ya, kau coba pantau keadaan adik kita Jack!"
" Oke aku pergi dulu sekalian ingin melihat kehebohan masyarakat!" Jack pun segera pergi.
Jack segera pergi ke kediaman Perwira, saat dia sampai terlihat ada beberapa orang mencurigakan yang sedang mengawasi kediaman itu dengan jarak aman.
" Hmmm, mereka ini dari mana?, kenapa bersembunyi sangat rapi?" Gumam Jack.
Jack tidak turun dari mobil, dia tetap berada di dalam mobil mengamati gerak - gerik mereka.
Jack mengambil ponselnya dan menelpon Tantan.
" Abang ada apa?"
" Apa yang sedang kau lakukan?"
" Aku sedang berbincang dengan ibu, Ria dan Suzy!"
" Apa ada hal aneh di rumah?"
" Aneh,??? aku rasa tidak...semua baik-baik saja abang!"
" Kalau begitu jangan keluar dulu sebelum aku datang!"
" Tidak, kami tidak keluar!'
" Katakan pada calon nyonya ku, untuk tidak keluar juga!"
" Hahahaha, baiklah!"
panggilan pun berakhir
" Oh sial...mereka ingin menghabisi orang di dalam sekaligus!"
Jack, melihat ada orang yang dengan sangat hati-hati menaiki atap menyiram sesuatu dengan perlahan dari atap.
Jack menelphone Tasya lagi,
" Apa lagi abang?"
" sepertinya ada yang ingin membakar rumahmu dari atap!"
" apa para penjaga tidak sadar dengan gerakan mereka?"
" Ya itu aneh sekali, penjagamu hanya diam di tempat tidak bergerak!"
" Ada berapa orang di luar?"
" hmmm, yang terlihat mata...7 orang!"
__ADS_1
" sepertinya mereka hanya ingin memancing kami untuk berlarian keluar dan menangkap kami, sebab jika Mereka yang masuk ke dalam itu akan sangat sulit, karena mereka tidak tahu situasi di dalam!"
" oh adikku, kau sangat tenang di saat dalam bahaya!"
" Abang, sorotilah mereka dengan lampu jarak jauhmu dan bunyi kan klakson terus menerus sampai para tetangga keluar!"
" Tetanggamu lumayan jauh jaraknya apa itu berfungsi?"
" Lakukan saja, jika tidak berfungsi setidaknya membuat mereka seakan tertangkap basah dan lari!"
Jack segera memainkan lampu jarak jauhnya menyoroti arah rumah tantan dan menekan klakson terus menerus.
Dalam hitungan menit orang - orang itu sudah menghilang tanpa jejak.
" Kediaman ini sudah tidak aman lagi!"
Jack segera berlari menerobos masuk kedalam
rumah Perwira.
" Tantan, Tantan!!!" panggil Jack sangat khawatir.
" Ya abang??, kenapa begitu panik?"
" Oh, syukurlah...lalu di mana yang lain?"
" Di belakangmu!"
Jack segera menengok kebelakang , ternyata semua dalam keadaan baik-baik saja.
" Untung saja Dex meminta ku untuk melihat kalian!"
" Hei apa yang terjadi ?, apa yang kau bicarakan?" Maya tak mengerti.
" Tantan apa kau tidak memberitahu yang lain?"
" untuk apa?, mereka akan khawatir dan itu justru akan menjadi masalah besar karena mereka panik abang!'
" Benar juga, kediaman ini sudah tidak aman!"
" Mereka sepertinya terkena hipnotis...!"
" Oh, sepertinya kita harus pindah lagi!" Gumam Tantan berpikir.
" Tantan, sebenarnya ada apa?"
Maya mencoba meminta penjelasan.
" Ibu, tidak ada masalah besar hanya saja kita harus pindah dari sini!"
" Apa kita sudah ketahuan?" Tanya Suzy.
" Hemmmm aku bisa menebak, mereka gagal menargetkan seseorang kemudian mencoba menangkap kita untuk menekan panglima dan Jendral!"
" Kakak ipar kita harus bagaimana ?"
Ria menjadi cemas.
" Ria, apa kau memiliki tempat tinggal lain selain tempat yang ditinggali orang tua mu?
" Tentu saja, apa kalian akan tinggal dikediaman ku?"
" Ya, asalkan itu jauh dari tempat ini!"
" Nyonya, biarkan saya tinggal di sini!' Sambung bibi Chu
" Tidak, biarkan tempat ini ditinggali para penjaga saja...!'
" Tapi mereka sudah kena hipnotis!' Sahut Ria.
" Itu tidak akan berjalan lama mereka seharusnya akan segera sadar!"
" Benar juga lalu kapan kita akan pergi?, apa kita bisa membawa mesin jahit dan peralatannya?" Tanya Maya yang terlihat sangat berharap.
__ADS_1
" Bisa, bisa, bisa...!" Tantan menyahut dengan samangat.
" Apa yang kau pikirkan Tantan?"
" Hehehe.... Abang karena kita sudah ketahuan dan merasa sangat terancam, jika orang normal pasti akan membuat penjagaan semakin ketat!"
" Ya itu benar, apa kau tidak jadi pindah?, hanya menambah kan personil untuk penjagaan?"
" Pindah dong, hanya saja...itu kita akan ketahuan jika pindah begitu saja, aku yakin ada beberapa orang mengawasi kita selama 24 jam!"
" Ya benar, lalu?'
" maka aku harus menelphone ayahku untuk mengirimkan banyak personil menggunakan truk mengangkut prajurit secara bergilir bergantian, saat bergantian kita ikut dalam truk pengangkut dengan menyamar menjadi prajurit!"
" Baiklah aku percaya padamu Tantan!"
Hari ke -3 Tantan dan yang lainnya memakai seragam prajurit,
" Hahahahahahahahah, Suzy sepertinya kita akan ketahuan karna perutmu!' ujar Tantan meledek.
" Lalu bagaimana Tantan?"
" Tenang ibu sudah memikirkan nya semalaman dengan Tantan!'
sambil menyerahkan baju pada Suzy.
Suzy segera memakai baju yang diberikan Maya,
" Hahahahah, apa ini perutku seperti ransel!"
" Ya Tantan meminta ibu mendesignnya seragam yang terlihat seperti membawa ransel!"
" Tapi ini, kenapa bagian depan seperti bagian belakang?"
' Memang, kau harus berjalan mundur, gunakan topi dan kacamata di Belakang kepala, dan berjalan mundur nanti aku akan menggandengmu!'
" Lalu bagaimana naik ke atas truknya?"
" percaya saja padaku!, nanti kita akan memudahkan mu!'
" Baiklah aku percaya padamu!" ujar Suzy.
setelah mereka selesai berseragam mereka segera berbaris.
Jack memimpin dan Tantan ada di barisan kedua , lalu Suzy baru yang lainnya,
Saat mendekati truk pengangkut Jack segera memasang tubuhnya sebagai pijakan Tantan segera naik, kemudian Tantan menarik Suzy dengan posisi menjaga keseimbangan dan Jack menaikkan tubuhnya,
Suzy mendarat dengan sukses.
setelah semua masuk, dan perlengkapan yang sudah di packing itu pun masuk ke dalam truk pengangkut.
"untung mesinnya bisa dilipat heheheh!' Maya merasa lega.
"jika sudah ayo berangkat?"
" Apa kita akan seperti ini? sampai ke rumahku?' Tannya Ria.
" kita akan berganti saat sampai di asrama militer Ria!"
" Oh ya??'
" Ya, itu lebih aman!"
" siapa tahu mereka mengikuti truk kita , harus lebih waspada!"
" Benar juga!"
Dan sampailah mereka ke asrama militer mereka segera turun lalu berganti busana dan berganti mobil yang sudah di siapkan oleh Dex.
Dex sudah menanti mereka dengan mobil besar bawaannya.
Bersambung....
__ADS_1
maaf ya baru update karena sibuk sekali bestieee...
Ayo Likenya jangan lupa ya.