
" Istriku, sungguh aku tidak tahu...." Petter masih membela dirinya.
Karena sebenarnya memang Petter juga tidak tahu apa-apa ,dia hanya mengikuti perintah Panglima saja, jika tahu anak istrinya dalam bahaya dia juga tidak akan membiarkan anak istrinya tinggal di distrik militer.
tapi, karena keduanya adalah sahabat, Suzy percaya pada argumen sahabatnya juga.
keduanya babak belur dipukuli dengan batang sapu oleh Maya, saat batang sapu sudah patah, maya berhenti memukuli.
" Sial kau Panglima, kau menempatkan istri dan anakku dalam bahaya, dan sekarang kau mengajak aku menanggungnya, kau memang kejam!" ujar Petter sangat kesal.
" Karna hanya itu yang bisa membuat musuh masuk dalam jebakan, kau dan Zero bisa menyelesaikan tugas kalian, begitu juga dengan Jimmie, jika tidak seperti itu, saat ini kita masih dalam siaga perang, sekarang semuanya sudah selesai..."
" Sialan, memalukan sekali kita belur di hajar seorang istri ...ini sangat mengerikan"
" hah, sudahlah...kita sudah bisa hidup damai sekarang Jenderal..."
" Hidup damai bagaimana?, aku sudah kehilangan kepercayaan istriku, kau bilang itu hidup damai..."
" Sudahlah, kita kan bisa membuat istri kita malakukan genjatan senjata di atas ranjang..."
" Hah, ...kau ini memang suami yang kejam Panglima..."
" Ah, aku percaya dengan istriku..."
" Sudahlah, kapan kita boleh masuk ini??"
"tidak tahu, istriku paling lama jika dia sedang marah..."
setelah mereka menunggu 2 jam di luar, mereka merasakan lapar dan haus tapi tidak boleh masuk samapai pukul 12 Siang.
" Sepertinya istrimu juga balas dendam denganku!" ujar Petter.
" Apa kau pernah menyinggungnya.?"
" dulu, saat dia ikut latihan militer...aku memberikan dia hukuman, extra bersama istriku..."
__ADS_1
" hahahaha, begitulah wanita ,dia akan mengingat semua hal yang menyakitkan meskipun itu sudan terkubur dalam dan bertahun-tahun lamanya..."
" Hemmm, aku rindu pada Bara..."
" Kau kira aku tidak rindu pada Gala???"
" Hemmm, rasanya berbeda setelah memiliki anak, jika merindukan istri aku bisa menahannya, tapi sekarang aku memiliki Bara, aku tidak kuasa menahan rinduku untuk tidak bertemu dengannya, aku cepat - cepat kembali hanya untuk segera memeluk putraku, malah aku ikut di ospek oleh istrimu!"
" Aku juga seorang ayah, aku merindukan keduanya, tapi istriku ini adalah orang pendendam, aku melupakan itu...hahah..."
Terlihat mobil Jeep memasuki pekarangan rumah Panglima, Itu tidak asing karena itu adalah mobil orang yang keduanya kenal.
" Oh astaga...kakak eon dan Jendral kalian kenapa??"
Ria yang segera turun dari mobil dan segera menghampiri keduanya.
" Hahahahahahah, hahahahahahaha, hahahahhhahahaha" Jimmie turun dari mobil dan menertawai keduanya.
" Hahahahahahahha, tak ku sangka dalam seumur hidupku, baru kali ini aku bisa melihat kalian babak belur seperti ini, hahahahahahahajahahajajajaj...aku tahu Tan tan memang luar biasa..."
" Diam kau Bangggsaaatttt!" ujar Panglima kesal.
" Sayang, kau ini tega sekali menertawai kakakku" ujar Ria
" Dia juga sangat senang menyiksaku sayang, ya begitulah karma itu ada hahahaahaha" Jimmie terlihat sangat bahagia melihat Panglima babak belur seperti itu.
"Apa yang kalian lakukan di sini??"
" Kami mau memberikan undangan bahagia kami, aku pulang langsung menyelesaikan semuanya, hehehe...aku akan segera menikah..." ujar Jimmie sangat berbunga - bunga.
" Kau yakin, kau akan menikah...??"
" ya, meskipun kau mengatakan akan pwrang dunia, aku akan menikah... iya kan sayang.." ujar Jimmie sangat percaya diri.
" Cepat masuklah sana aku malas melihat wajahmu yang menyebalkan itu!" ujar Leon.
__ADS_1
" ok ok..."
" Kakak aku akan membujuk kakak ipar agar kakak boleh masuk, dan aku akan mengobati kakak..."
" Sayang jangan suka ikut campur urusan orang, itu tidak baik" bujuk Jimmie.
" Ria, jika kau mendapatkan calon yang sangat kejam pada saudaramu sebaiknya kau urungkan menikah"
" Hei Panglima Kau ini keterlaluan...."
" Ayo masuk dulu ...." Ria menarik Jimmie masuk.
" Hei siapa yang datang lihat itu...." Maya sangat senang melihat keponakannya itu datang .
" Bibi kasihan kak Leon dan Jendral..."
" Biarkan saja, dia berani menempatkan kami dalam bahaya..." ujar Maya.
" tapi mereka kan sudah mendapatkan hukuman mereka..."
" Kau tanyalah pada kakak iparmu, bolehkan kakakmu itu mengusaikan hukumannya!"
" kak tolong maafkan kakak Eon..."
" hah, bawalah dia masuk dan makan, tolong obati dia juga tapi tidak boleh mendekat padaku dulu aku masih sangat kesal padanya..."
" Ya benar, panglima harus di beri pelajaran agar tidak seenaknya,kasihan kan Bara dan gala..."
Jimmie menjadi kompor, karna lewat Tantan lah Jimmie baru bisa membalas dendam.
" Ya, aku masih sangat kesal...."
**Hihihihi, hanya Tantan yang bisa membalaskan dendamku selama ini, aku harus terus membumbui , agar tantan menghukum Panglima lebih lama, emangnya enak tidak bisa memeluk dan menggendong Anaknya, aku juga begitu dengan Ria selama ini heheheeheh..
dalam hati Jimmie.
__ADS_1
" Kak Jimmie ini lah ..." Ria segera keluar memberitahu keduanya untuk masuk di obati dan makan, tapi tidak boleh menyentuh anak mereka.
Melihat Petter dan Leon masuk, Tantan segera mengajak Suzy membawa anak-anak mereka masuk ke kamar.