
" ah, Di sana...!" Jack kembali menembakan ke arah Cctv dengan jarak yang lumayan.
" Untunglah Pistol ini tidak gagal produk ..!" gumam Jack.
Dia melanjutkan langkahnya hati-hati dan pasti, karena terlalu sunyi Jack harus meringankan langkahnya dan mengatur nafasnya agar tidak membuat suara.
Rumah itu tetap menyala walau tidak di huni, mungkin memang itu bertujuan untuk mengelabui para maling untuk menargetkan Villa itu.
Jack mengitari rumah 2 lantai itu mencari celah yang aman untuk masuk, barang kali, penjaganya ,menempati rumah majikannya saat tidak ada.
Ternyata bagian jendela dapur terbuka, Jack memeriksa dengan teliti, setelah di rasa aman Jack segera masuk ke dalam dan berjalan menepel pada dinding menuju ruangan lain.
Benar saja terdengar suara Tv menyala, dengan hati - hati Jack melihat keruang tamu yang lumayan luas,
" ah, ah...kamu nakal..."
" Sialan, katanya tempat ini tidak ada yang menjaga...!"
mendengar suara yang memanaskan telinganya itu, Jack segera keruangan lain.
Dia melihat tangga, dan segera menapaki tangan itu dengan perlahan.
di lantai 2 sangat sepi, lampu di lantai 2 cukup remang, banyak kamar di lantai itu,
" Di mana kamar anak Josh??" mata Jack terus mencari di setia pintu tidak ada tanda kepemilikan di pintu kamar.
terpaksa Jack harus menggeledah satu-satu 5 kamar di atas.
Jack menempelkan telinganya di pintu, apakah ada aktivitas di dalam, lalu mengitip di lubang kunci jika di rasa aman Jack akan membuka pintunya.
" Apa ini, ini bukan kamar pribadi...ini seperti penginapan atau motel!" gumam Jack
Jack pun segera keluar dan memeriksa kamar lain sampai habis.
namun semua kamar sama tidak seperti kamar pribadi.
Jack pun memutuskan untuk turun, namun saat akan menuruni tangga terdengar langkah kaki menaiki tangga.
Jack segera bersembunyi
" Pak apa di sini aman??"
" Tenang saja aman kok tuan nona, hehehehe ...!"
" Boleh kami lihat kamarnya, kenapa tidak di lantai bawah saja kami sebenarnya malas menaiki tangga...!"
" Maaf untuk di bawah itu kamar pribadi hehehe...kami hanya menyewakan bagian atas saja...!"
"oh....!"
" Ini....apakah tuan nona cocok.???"
" Wah cukup luas, dan semua fasilitasnya cukup memuaskan!"
" Hehehe, jadi apakah berminat tinggal??"
__ADS_1
" Ya berapa perharinya??"
" Hanya 300ribu saja kok ....!"
" Kami coba 1 hari dulu saja...jika kami nyaman kami akan tambah...!"
mereka bertransaksi dengan lancar tanpa mereka ketahui jika sepasang mata memperhatikan mereka
" selamat beristirahat...!"
sepasang kekasih ilegal itu pun memasuki kamar yang dipilihnya.
Sepertinya mereka memindahkan kamar pribadi di lantai bawah
dalam hati Jack.
" Tunggu sepasang insan itu masuk dari mana??, jika dari depan, kenapa Panglima tidak memperingatiku?? Gumam Jack bertanya - tanya
Jack berlari ke arah balkon, melihat ke luar di tempat Panglima menunggu di balik semak-semak.
" Masih aman..di halaman depan tidak ada motor atau mobil, dan gerbang masih tertutup rapat!"
sepertinya penjaga Villa Josh membuat penginapan Ilegal, heheheh orang bawah saja sudah berani menyalah gunakan wewenangnya.
Jack tersenyum remeh.
Jack pun segera turun ke bawah,
" Jadi jika tempat ini menjadi penginapan ilegal maka Cctvnya pasti tidak berfungsi!"
" Hemmm sudah pasti kamar pintu kecil itu untuk pembantu...dan 2 kamar pintu besar itu pasti milik Josh dan putrinya!"
entah itu putrinya sendiri yang pindah ke bawah atau sengaja di pindahkan dengan lancang oleh penjaganya.
Ruang tamu masih terang benderang, Tv masih menyala, suara gemericik air yang meluap-luap dari kamar mandi terdengar jelas.
" Sungguh, manusia lalai bagaimana bisa dia menjadi penjaga dan di percaya...!"
Tapi Jack tidak mau ambil pusing untuk itu dia harus segera menyelesaikan misinya agar segera keluar dari tempat sialan itu, tempat para manusia memadu cinta tanpa ikatan pasti.
Tv memang menyala, namun tidak ada yang melihatnya,
"sungguh orang - orang merugi...!"
" Siapa anda??"
Ternyata dari arah dapur penjaga Villa muncul di belakang Jack.
" Ahahaha...Maaf pak apa benar di sini menyewakan kamar??"
" Dari mana anda tahu??" dengan wajah penuh kecurigaan penjaga Villa itu memperhatikan Jack dari ujung rambut sampai ujung kaki.
" Ehmm jadi bukan ya??, padahal tadi teman saya bilang dia berada di sini, saya di minta masuk lewat situ !"
Menunjuk Dapur
__ADS_1
" Teman??"
" Ya pak, teman saya pakai jaket hitam, dan pacarnya pakai jaket coklat muda rambutnye sepundak!"
Penjaga itu mencoba mengingat kembali pakaian tamunya.
sepertinya dia temannya sepasang kekasih tadi yang baru masuk.
" Tapi kamarnya sudah penuh...tidak ada kamar lagi...!" jawab penjaga itu ketus
" Oh, saya bisa tidur di mana saja pak, mengenai bayaran, saya bisa bayar 3kali lipat kok, saya hanya butuh beberapa jam saja, untuk istirahat, setelah itu saya harus lanjut perjalanan lagi...!"
" Ha???"
" Sebentar, ...!" Jack mengambil uang di sakunya, karena dia ingat dia membawa satu juta di sakunya.
" Ah ini uangnya pak...berapa sewanya??"
" 300!"
" ah ini satu juta, ambil semua saya hanya butuh istirahat beberapa jam saja pak, nanti saya segera angkat kaki!"
Penjaga itu segera mengambil uang dari tangan Jack.
" ehmmm....tapi kau tidak boleh membawa apapun, di sini masih ada 2 kamar, itu kamarku dan putriku, ...!'
" Apakah yang atas sudah penuh??'
" Ya sudah ada yang memboking secara online!"
" Ah, baiklah....tapi baiknya saya di kamar siapa??"
" Sini saja...milik putriku!" membukakan pintu
" Aku akan mencoba kamarnya , bila tidak nyaman aku akan berganti di kamar sebelah!"
" Baik, tapi tolong jangan mengambil apapun...!"
" Tunggu, lalu putrimu tidur di mana??"
" Ah dia sedang kuliah di luar kota, jadi tenanglah tuan!"
" Ehmmm baiklah!!" Jack segera masuk ke kamar yang sebelah kiri.
Jack mengamati semua terlihat cukup rapi dan tertata, baiklah ini kamar anak perempuan Josh berarti Jack segera mengambil sarung tangannya, dan membuka lemari yang ada di sana, sejenak Jack berpikir barang apa yang harus di bawanya.
"Ah, aku tahu... terpaksa mengambil ini...!
untuk option lain apa ya??"
sambil mencari-cari.
Setelah dapat, dan yakin Jack keluar untuk pindah kamar, karena tidak ada orang Jack pun segera masuk, benar saja kamar luas itu milik Josh karna banyak sekali jas jas tertata sangat rapi, tanpa membuang waktu Jack segera mencari barang milik istri Josh.
setelah dapat Josh segera pergi melalui dapur, karena Jack penasaran dari mana tamu-tamunya masuk, Jack berjalan terus menuju taman belakang, ternyata di sana ada lahan kosong, dan ada tembok yang sengaja di jebol, jadi tamu itu memarkir di lahan kosong dan melewati tembok jebol itu.
__ADS_1
Jack segera berlari ke jalan dan menghampiri mobil Panglima yang berada di balik semak.