
ke esokan harinya Jendral Petter dan Anton segera datang ke rumah Suzy untuk membicarakan perihal pernikahan yang ingin di agendakan di bulan depan.
" Kita ikut saja, untuk tanggalnya di bulan depan!" Ujar Anton pada besannya.
" Iya, iya Besan...secepatnya saja kita tentukan sekarang saja, Jadi bagaimana jika pertengahan di bulan depan?" ujar ayah Suzy.
"Acc ,ayah Acc...!" ujar Jendral Petter tak sabaran.
" Melihat putraku yang tak sabaran, setuju sekali Besan, untuk tanggal kira-kira, tanggal berapa?"
" Tanggal 15 saja bagaimana?" Ibu Suzy menyambung.
" Setuju Mommy...!"Jendral Petter rupanya sudah sangat tidak sabaran.
" Hihihi memiliki menantu seorang tentara memang sangat berenergic...!" ujar ibu Suzy.
" Hahaha iya benar, jadi bagaimana Suzy?" Anton meyakinkan Suzy.
Suzy hanya tersenyum malu-malu...
" Haih, malu-malu, ya pasti mau...!"ujar Ayah Suzy.
" Baiklah, karna sudah deal seperti itu semoga, dilancarkan semuamya sampai hari H!"
" ya Aamiin...aamiin semoga lancar!"
***********
" Wah, Suzy dan panglima benar-benar ada kemajuan ya!" Tania pun mendengar kabar bahagia itu
"Iya,...Jendral Petter benar-benar sudah jatuh hati pada sahabatmu!" ujar panglima
" Ya aku sangat bahagia, Jadi harus datang pada saat mereka menikah!"
" Tentu saja, aiiiih aku juga ingin segera menikahimu sayang...!"
" Iya, semoga kita bisa segera menyusul.mereka , aamiin!"
" Aamiin..."
" Ria kau jaga sebentar kakakmu aku kebelakang dulu!" ujar panglima
" Ya, ayo kakak ipar kau harus berusaha lebih keras lagi , semangat!" Ria memberikan semangat pada Tania.
" terimakasih, tentu saja aku harus semangat untuk hari penting sahabatku!"
" Ya kakak,ayo kakak bisa!"
" Ya, Ria tidak keluar dengan kakak Julius?"
" ah?, kenapa kakak ipar bertanya seperti itu?"
Ria malu-malu.
" hanya bertanya saja, barangkali Ria ada ingin membeli sesuatu?, siapa lagi yang bisa menemani selain kan Julius?"
" Ah, ya sebenarnya Ria ada ingin membeli, sesuatu di sini, hehehe tapi menunggu waktu babang Julius senggang dulu!"
"Oh... hubungi saja diwaktu seperti ini kakak senggang"
" benarkah?"
" Coba saja jika tidak percaya, Ria jika ingin tahu waktu senggang kakakku, itu sekitar jam 2 siang sampai jam 9 malam dihari senin sampai kamis di hari lain dia bebas!" Ujar Tania memberi tahu jadwal Julius.
" Wahz kakak ipar hapal sekali dengan jadwal babang julius!"
" hehehe dia kan kakak aku!, kau hubungi saja sekarang!"
tanpa basa-basi Ria segera menghubungi Julius sambil senyam senyum sendiri dengan ponselnya.
" Lahz kenapa itu anak mojok senyam senyum sendiri?' Panglima yang datang membawakan makan untuk Tania.
__ADS_1
" hehehe, dia sedang menelphone kak Julius!"
" Astaga, wajah seperti jika dia bilang tidak bucin sungguh munafik hha"
" Hihuhi, mereka kan baru mengenal sayang, hehehe"
" Iya, ya sudah ayo sekarang sayangku makanlah, aku buatkan yang special untukmu, ayo aggggg!"
" Wah terimakasih sayang, aemmmm...!"
Tania melahap makanan yang disuapkan oleh Panglima.
" Kakak ipar, kakak leon Ria pergi dulu ya!" segera belari keluar dengan gembira.
" Astaga bahagia sekali dia?" Panglima menggeleng kepala.
" Sudah tak apa, biarkan dia bahagia!"
" Ya, dia terlihat sangat berbunga-bunga, aku juga ikut bahagia!" Ujar panglima.
Dari hari itu Tania, berusaha keras untuk bisa berjalan, dan sampai mendekati hari pernikahan sahabatnya, Leon memutuskan membawa Tania kembali ke tanah air dan juga Ria.
" Babang, maaf sudah terlalu sering merepotkan babang, terimakasih babang untuk waktunya selama Ria di sini!"
" Apa kau bermaksud mengucapkan selamat tinggal dan tidak bertemu lagi?' Ujae Julius.
" Ah, mana mungkin seperti itu babang!"
" Lalu?"
" Ya babang, nanti jika ada waktu senggang, kita berjumpa lagi ya!"
"Nah begitu baru benar, Dedek, hati-hati dan semoga selamat sampai tujuan!, Babang sesekali akan ambil cuti untuk menemui dedek!"
" okey, yang udah punya dedek, hanya akan menemui dedeknya rupanya!" ujar Tania menggoda.
" maksudnya kalian berdua okey!"
" Tidak sayang, tidak ini sudah kewajiban kami sebagai keluarga, hati-hati ya sayang!"
"Iya bibi, ...!"
"Bibi Chu , Panglima, tolong Jaga tania untuk kami ya!"
" baik tuan nyonya!" Jawab bibi Chu.
" Tentu saja paman dan bibi, terimakasih untuk segalanya!, kalau begitu kami pamit dulu '
mereka berempat pun kembali ke Tanah air.
******
" Panglima membawa Tania kembali?"
" Ya nona!"
' Bagaimana keadaan Tania?"
' keseluruhan, sepertinya sudah sangat membaik, hanya saja?"
" Hanya saja apa?"
" Dia dusuk dikursi roda!"
'Ahahahahahah, apa? ahahahahahah kursi roda?, jadi panglima membawa pulang orang cacat?"
"mmmm sepertinya begitu!"
" hahahahahah...bagaimana bisa dia membandingkan dirinya dengan diriku?, heheheheh hanya orang cacat saja,ingin menjadi istri seorang panglima!"
Baiklah, tunggu aku Tania...kau sungguh masih punya muka untuk kembali maka aku akan memberitahukan tempatmu yang sebenarnya.
__ADS_1
dalam hati Xian-xian.
Di paviliun Panglima.
" Taniaaaaaaaaaaaaaaaa, aku rindu padamuuuu!" Suzy memeluk erat sahabatnya itu sambil berlinang air mata.
" Suzy aku juga sangat rindu selamat ya, akhirnya kalian akan menikah!"
Jendral Petter hanya melambaikan tangan saja pada Tania, namun dengan wajah yang sangat ramah dan senyum lebarnya.
" iya Tania terimakasih!"
" Suzy gantian aku juga rindu pada menantuku!" ujar Maya yang sudah sangat rindu pada menantunya.
" Tantanku sayang, hiks hiks hiks...syukurlah kau sudah lebih baik sekarang, kau juga semakin cantik, huhuhu ibu sangat rindu padamu, maafkan ibu tidak bisa menjaga Tantan setiap waktu! "
"ibu jangan bicara seperti itu, ibu sangat baik pada Tantan, Tantan juga sangat merindukan ibu"
mereka saling melepas rindu satu sama lain,
" Haduh ibu, biar kami masuk dulu lah...nanti di sambung lagi di dalam!" ujar panglima
" Yayayay, kita masuk dulu!, di dalam ada Sammy dan Meimei...!" ujar Maya memberitahu.
"ha?, siapa itu?"
" Masuk dulu nanti kau juga tahu!"
" Ayo, Meimei dan Sammy beri salam pada kak Tantan!" pinta Maya.
" Wah ini kakak Tantan?, cantik sekali kayak boneka!" ujar Meimei kagum dengan kecantikan Tania.
'Ayo Sammm, beri salam pada kakak iparmu!" pinta panglima pada Sammy
" Haloo kakak, salam kenal!" ujar Sammy yang terlihat kaku.
" hahahah, dia sama dengan kakaknya kaku sekali, ini adalah Sammy, anak yang ibu adopsi dari negara F, tania pasti sudah mendengarnya bukan?'
" Iya, ibu dan yang ini pasti adik Jendral petter kan menunjuk Meimei!"
" Benar kak, aku adalah adek kakak tua ini, heheh!" menunjuk ke arah Jendral Petter dengan bangga.
" kakak tua?, heheheheh kalian sangat dekat pasti ya, oh iya Mei mei terimakasih sudah membantu kakak menjaga panglima saat kakak tidak disampingmya!"
" itu sudah sewajarnya karna memang nenek lampir itu sangat tidak cocok dengan kakak panglima, sekarang Meimei mengerti kenapa kakak panglima sangat setia pada Kakak tantan, kakak memang sangat cantik ,baik dan tidak sombong, kalian sangat cocok!" ujar Meimei layaknya orang dewasa.
' haiius anak kecil tahu apa kau ini ha?" Jendral Petter mencubit gemas pipi Meimei
' aaaaaaaah sakit kakak tua!"
" siapa suruh kau menggemaskan, ayolah bergayalah sesuai usiamu, kau ini sangat banyak gaya!" ujar Jendral gemas
" kakak ipar tolong Meimei!"
' Sayang, lepaskanz biarkan saja dia hanya mengutarakan pendapatanya tidak ada yang salah!' ujar Suzy membela
' Hahahahahahhaha, aduh- aduh kalian lucu sekali sih?, oh iya dimana keponakan ibu?"
maya menanyakan keberadaan Ria.
' Dia lelah jadi langsunng pulang ke rumahnya ibu!"
" oh, begitu Ya sudah kalau begitu kalian bersantailah ibu akan membuat makanan untuk kalian!" ujar maya bergegas ke dapur.
mereka pun melepas rindu dan bercerita banyak hal bersama.
Bersambung...
Author...
terimaksih slalu sabar menanti...
__ADS_1