DIA,SANG PANGLIMA PERANG

DIA,SANG PANGLIMA PERANG
136. Mengenang kembali


__ADS_3

Hari berganti pagi...


" Sayang, bangun...bukankah kau Ingin berkontribusi dalam urusanku?"


" 5 menit lagi ya...!"


Panglima hanya menggeleng kepala, sambil membereskan barang - barang Tantan.


Tingtong...


Panglima segera membuka pintu,


" Panglima mari berangkat!" Dex dan Jack sudah siap.


Panglima melihat ke arah Tantan, yang masih tertidur nyenyak.


" Kalian bawakan barang - barangku dan milik Tantan, tolong ya !"


" Baik!!"


tanpa banyak Bertanya Jack dan Dex segera membawakan tas milik panglima dan Tantan.


Panglima mendudukan, Tania yang masih sangat pulas dan penuh air liur dipipinya dan segera menggendongnya dibelakang.


" pegangan yang erat ,jika tidak kau akan jatuh dari ketinggian!"


Tantan yang setengah sadar, segera berpegangan erat.


Jack dan Dex tersenyum, ...


mereka pun segera keluar dari penginapan.


" Panglima, saya akan carikan kendaraan umum, ...!"


" tidak perlu , kita jalan saja...!"


" Oh baik...!"


" Lihat, kita tertolong karna Tantan, jika bukan karna Tantan, bukankah kita sudah pulang dengan satu kaki?" bisik Jack pada Dex.


" Hmm, ...benar...!, Dia sangat penting dihati Panglima!"


" Bukan hal buruk memiliki adik sepertinya!"


" ya..dia bisa menakhlukan hati siapa pun tak terkecuali!"


" Dia memang anak yang sangat menyenangkan, wajar sekali panglima benar - benar menempatkannya dengan khusus dihatinya!"


" melihat Tantan bahagia aku juga sangat bahagia!"


" Ya, semoga mereka slalu bahagia dalam lindungan Tuhan!"


Sinar matahari yang mulai meninggi, membuat mata Tantan merasa silau, Tantan pun perlahan membuka matanya.


Dia terkejut, karna sudah berada diluar, dan digendongan Panglima.


Astaga, bagaimana bisa aku tidak bangun?


" Heh...kau sudah bangun?, apa punggungku senyaman tempat tidur?" tanya Panglima yang taahu jika Tantan sudah bangun.


" hihihihi, muuuaaach" Tantan mencium pipi Panglima dengan girang.


Panglima hanya tersenyum, dan tetap menggendong Tania melanjutkan perjalanannya.


" Seperti nya, kita akan menjadi asap...ya?" ujar Jack pada Dex.


" anggap saja kita sedang menjadi pemeran figuran dalam drama, Action dan percintaan!'


" Masuklah, okey anggap saja Live streaming!'


" Panglima, rasanya aku pernah mengalami hal seperti ini!" ujar Tantan mengeratkan pegangannya.


" Haiiiii, kita sedang mengulangi adegan, 8tahun yang lalu, aku menggendongmu seperti ini, berjalan dipinggiran hutan, perbedaanya langit saat itu Gelap, dan dulu kau masih ringan, sekarang kau sangat berat hehehehe, saat itu kau juga tertidur pulas dipunggungku dengan banyak air liur, hahahaha!"Panglima bercerita sambil terpingkal - pingkal.


" Kau lihat itu, kau dengar itu?.apa panglima sedang tertawa???" Tanya Dex yang terkejut.


" Ini kejadian langka seperti gerhana Bulan, hanya terjadi 2,5 tahun sekali!" Ya mereka berdua baru melihat Panglima tertawa lepas.

__ADS_1


kembali pada percakapan panglima dan Tantan.


" oh ya??, aku melupakan itu!' Tania tidak mengingatnya.


" kau melupakannya?"


" Aku hanya ingat, panglima menggendongku,setelah itu aku bangun, aku sudah di luar negeri!"


" hmm, terakhir aku mencaritahumu juga tahunya kau keluar negeri, tapi aku juga tidak tahu jika malam itu juga ayahmu langsung mengirimmu keluar negeri!"


" Oh Panglima mencariku juga??'


"Ya, tentu saja...setelah hari itu aku tidak bisa melupakan gadis kecil yang mengajakku menikah!"


" oh ya?.Apa kau slalu mencariku?"


" Ya...kau tahu tidak,saat aku menembakan pistolmu untuk memberitahu keberadaan kita ,aku sangat ragu!"


" Ragu?"


" Ya, aku terhanyut dalam janjimu, aku takut kau mengingkari janjimu!, aku berpikir ingin sedikit lebih lama menikmati waktu bersamamu, namun aku teringat orang tuamu, aku segera menembakan pistol itu, Dan saat kita naik helikopter, aku berharap kau bangun untuk melihatku lebih jelas agar kau mengingatku,Tapi siapa yang tahu kau benar - benar bisa tidur nyenyak setelah kejadian mengerikan itu!"


" Kikikiki..!" Tania hanya terkikik.


" Aku menepati Janjikan ?" ujar Tantan.


" Ya...!"


" Tapi apa yang akan Panglima lakukan jika aku lupa dan tidak menepati Janji??, pasti menikahi Xian ya??"


" Mana ada, jika kau lupa maka aku akan datang menagih Janji!, enak saja kau mau mencampakkanku!!"


" Bakakkakkakak, sungguh begitu?"


" Ya, tanyalah Jendral Petter dia adalah orang yang mencari tahu informasi tentangmu!'


" Oh ya?"


" Hmmm,betapa senangnya aku mendengarmu tiba ditanah air dan aku segera mencarimu yang saat itu sedang berada dirumah sakit militer!'


"Ohya aku ingat!!, kau sungguh menerobos masuk ruangan dokter Dony!, dasar tukang intip!!'


" Bagaimana lagi aku lupa dengan pakaianku!"


" Dasar ceroboh, pertemuan pertama kita, aku disuguhkan pemandangan yang epic!, hahah untunglah hanya aku yang Melihat!, iyakan??"


" Untung Saja itu panglima, ya!, jika orang lain itu tidak adil untuk panglima!"


" Setelah kejadian itu aku memeriksa seluruh ruangan Dony,adakah CCTV / camera tersembunyi!, syukurlah tidak ada!"


" Panglima, ternyata aku cantik sejak lahir ya?"


" Hahah, kepedean kau sekarang!'


" Iya, nyatanya panglima jatuh cinta padaku diumur belia..heheheheh"


" Bukan karna parasmu saja, kau adalah gadis kecil yang sangat tangguh!, itu poin pentingnya, dan kelebihanmu adalah membuat orang disekitarmu bahagia"


" Oh benarkah aku sehebat itu?"


" hahahahah....Tidak!'


" Huuu menyebalkan, tapi Panglima di sini udaranya sangat bersih ya?" Tania merentangkan kedua tangannya dan menghirup udara dalam - dalam.


" Eh, eh eh....!"


Tania hampir terjatuh kebelakang.


Jack dan Dex segera menangkap Tantan dengan sigap.


" Heiiii...kau bukan anak kecil lagi!" ujar Jack lirih.


" tenanglah Jack dia nyawanya 9!" Sahut panglima.


" Panglima , aku akan Turun" Tania pun turun dari gendongan Panglima.


" Waaaah....sangat segar dan sepi, enak sekali bisa lari - lari!" Tania berlari dengan kegirangan mendahului yang lainnya.

__ADS_1


" Dasar....!, kalian ayo Lari!" ujar Panglima pada Jack dan Dex, dengan berlari.


Mereka berlari sampai ke jalan besar...


" Panglima, kita ganti costum sekerang?" tanya Dex.


" Ya, 200 meter lagi ada pom bensin, kita bisa banti di sana!"


" Siap!!!"


Tania dan Panglima berjalan bergandengan tangan, seakan Dunia hanya milik berdua saja, yang lain cuma mampir.


sampailah mereka di pom, dan mereka bergegas berganti pakaian militer lalu melanjutkan perjalanan mereka kembali menuju markas.


" Panglima, ini pertama kali aku naik tranportasi umum, berapa jam kita sampai ketujuan?"


tanya Tantan


" 3 Jam, kau bisa tidur dulu, nanti jika sampai aku bangunkan!"


" Baiklah, aku sedikit mengantuk setelah perjalanan tadi?, oh...Panglima kenapa kau melihatku seperti itu??"


" Tidak, kau tampan juga saat menjadi pria, hahah!"


" Tentu saja...jika aku terlahir menjadi seorang pria, sudah pasti seluruh wanita tergila-gila padaku!" Tania sangat percaya diri.


" haaaaiiiiih, percaya dirimu sangat tinggi!"


" Hihihi panglima takut tersaingi ya??"


" Mana ada!"


" Panglima, selain aku dan Xian - xian adakah wanita lain, yang mendambakanmu?"


" Ibu!"


" Eh bukan keluarga!"


" entahlah, yang jelas wanita di sampingku ini, satu - satunya yang ku tahu mendambakanku dengan sungguh - sungguh!"


" Aaaaaaaaa....aku malu!" memukul dada panglima dengan manja.


" Pffffffftttttt!"


" Kenapa??"


" Lihatlah ekspresi orang - orang melihat kita!"


Tania Memperhatikan sekitarnya,


" Wah, Jiwa netizen mereka sangat tajam, apakah mereka iri dengan kita?" membalas lirikan pada orang - orang disekitanya.


" Bukan iri, kau lupa, kau ini sedang menyamar menjadi pria sayang!"


" Oh ya aku lupa, pasti mereka mengira kita homo!" Tania malu menutupi mukanya.


" Hahahah, abaikan!" Panglima menarik Tania kedalam peluknya.


" Panglima, APA kau tidak malu?, nanti repotasimu ternodai!"


" Hahahahahahah, kenapa, karna aku sangat tahu jika kau adalah wanita tulen heheheh!"


" Heiii...panglima kau sangat mesum!"


wajah Tantan sangat merah.


" oh, tentu saja jika itu dirimu, maka aku akan slalu mesum!, karna aku adalah pria Normal!"


Jack menyiku lengan Dex...


" Hmm, iya aku tahu kita hanya bawang goreng saja jadi bisa apa??" ujar Dex lirih.


" Pelengkap dong...?"


" Sudah kita nikmati perjalanan kita saja, setelah turun dari bus kita akan sangat sibuk!'


" Okeylah...!"

__ADS_1


mereka mencoba menikmati perjalanan yang lumayan panjang.


Bersambung...


__ADS_2