DIA,SANG PANGLIMA PERANG

DIA,SANG PANGLIMA PERANG
113. Kepedulian


__ADS_3

" Ternyata, panglima sudah mengenal gadis itu 7tahun yang lalu, jadi ini adalah janji mereka?"


" Ya, Tania yang mengajaknya menikah lebih dulu!"


" Jadi selama lima tahun ini putraku menantinya!, jika dipikirkan itu hal konyol namun takdir mempertemukan mereka lagi!"


" Ya jadi kau Sudah kalah sejak awal!"


" Aku tidak mengerti, aku hanya khawatir, karna semua orang membicarakan panglima Dan Jendral yang kemana-mana bersama..., itu wajar aku khawatir dan Lu xian menawarkan perjodohan itu, jadi aku sepakat!"


"Ya aku sempat khawatir...dulu aku sangat menyukai Xian-xian dia anak yang lembut dan baik ,cantik pula...namun saat aku sakit, dia masih memikirkan hari pertunanganya sungguh aku menjadi ragu padanya!"


" Yah dia sangat menyukai putra kita, wajar itu!"


" Wajar kepalamu, jika aku mati dia pasti tetap akan mengadakan pertunangan!"


" Heiiii...apa yang kau bicarakan?"


" Aku kesal dengan menantumu itu!"


"ya ya ya...itu memang terdengar menyebalkan, tapi aku belum bisa memutuskan perjodohan ini, karna belum menemukan alasan yang tepat!"


" Aku akan membantu mencari alasannyaa!"


" Tidak perlu, biarkan mereka bersaing secara adil, jangan memperlihatkan ketidak sukaan kita pada xian-xian...agar Tania aman!"


" Ya, baik, oh ya suamiku , aku belum bercerita jika dia adalah putri teman kecilku, lihat fotoku dan seseorang disampingku,dia adalah ibu kandung Tantanku,...!"


" Ahhhh...mereka sangat mirip, garis senyumnya juga Sama, dia juga periang ya, karna dia sahabatmu pasti sama konyolnya denganmu!"


" Heheheh benar, jadi itu kenapa kau melihat tantan seperti diriku...aku dan ibunya sangat kompak dalam semua hal seperti saudara kembar!"


" Oh, aku masih berpikir jika anak kita tertukar dirumah sakit...hehehe!"


" APA???, kenapa kau berpikir seperti itu?"


" Entahlah, aku juga tidak tahu!"


" Kau sudah mendengar semuanya, dan sebaiknya kau menerima Tantan sepenuh hati, karna ini takdir yang baik bukan?"


" Ya, Tuhan mengirim putri temanmu untuk putra kita..., itu seperti mengirim copy' an temanmu pada keluaga Kita!"


" Ya, dari awal bertemu juga tidak merasa asing...aku sangat bahagia Jika dia bersamaku, rasanya seperti sahabatku tidak pernah meninggalkanku...!"


" hanya saja kenapa Xian-xian membohongiku,jika dia dari keluarga biasa?, anak itu terlalu mengerikan!"


Wahhhhh...akhirnya suamiku kembali ke jalan yang benar...hehe hehe eh...


Mari Kita bumbu i agar dia semakin memihak Tantan...


Dalam hati Maya sangat puas...


" Astaga?, itu sangat mengerikan...bisa-bisanya mengatakan keluarga perwira itu biasa !"


" Sebenarnya juga tak masalah jika dari keluarga biasa, asalkan itu Tantan !"


" woh wah wah...apa aku tidak salah dengar suamiku?"


" Uhuk...lupakan!"


Sial aku keceplosan...


Huan Zang kembali ke muka datarnya.


" Kenapa?, aku senang kau mengatakan itu, sudahlah kamu juga tidak akan diare kalau mengatakan itu!"

__ADS_1


" Haissssss...baiklah baiklah...akhirnya aku ditakhlukan lagi oleh seorang gadis nakal, satu menjadi istriku satu akan menjadi menantuku!, jika diminta jujur, aku sudah membayangkan rumah ini akan seramai apa?, jika Tania tinggal di sini, itu sangat menyenangkan!"


" Wahhhhh suamiku aku mencintaimu, apakah hari ini kamu lelah?, hari ini aku sangat senang mendengar kata-katamu!, haruskah kita olahraga ranjang?"


"Hahahahah, kau kenapa?, jika begini aku jadi takut...!"


" Bodo amat, cepat buka bajumu!"


" Tidak mau, kau tahan saja!"


" Cepatlah, jangan sampai besok muncul berita, istri memperkosa suami!"


" a hahaha hah..apa kau tidak takut kualahan karna menggodaku?"


" Tenang saja, hari ini aku yang akan bekerja keras!"


" Itu terdengar menjijikan istriku!"


" Kamu terlalu cerewet hari INI!"


" Tunggu - tunggu aku bisa membukanya sendiri, terakhir kali kau melukainya...jangan sampai masa depanmu suram karna kekasaranmu!"


" Ah, baik...aku yang akan rugi dimasa depan!"


Ya begitulah, dua orang tua itu berolahraga, seakan mereka kembali di masa - masa muda.


...----------------...


Keesokan harinya.


" Sayang, bawa anak angkat kita tinggal di sini!"


Ujar Huan Zang


" Sayang apa kau tidak keberatan?"


" heheheheh...ya mau bagaimana lagi, kau juga tidak marah berarti setuju!"


" Aku marah sebenarnya, bagaimana kau tahu aku tidak marah!"


" Itu sudah kuduga!"


" lalu apa kau biarkan dia tinggal di kediaman panglima sendiri?"


"Aku menitipkannya pada Anton!"


" Heeeee apa temanmu itu pecus mengurus anak?"


" Kau meremehkan temanku, jika itu kau aku malah tidak percaya!"


"Hah...oke masih pagi tidak usah berdebat!"


" Sayang, jika Ku ajak dia tinggal di sini, kau harus slalu tersenyum padanya, dia anak yang malang, dia mengalami masa sulit dan membuatnya menjadi penakut!"


" Apa kau mengadopsi anak yang payah?"


" Hey..!!! dia anak yang malang ,jika kita memberikan kasih sayang yang tulus dan mendidiknya menjadi dengar benar, pasti dia akan menjadi anak yang pemberani!"


" Baiklah, jika dia sudah masuk di sini harus mengikuti aturan keluarga Zang!"


" Tapi kau tidak boleh terlalu keras padanya!"


" Didikanku memang keras, siapa suruh dia masuk keluarga Zang!"


" kau...!"

__ADS_1


" Dan jangan biarkan anak buahmu dekat denganya, bisa salah terdidik nanti!"


Tua bangka ini jika diam menyebalkan, jika berbicara membuat orang naik darah...


okey sabar ,sabar....


Maya mencoba menenangkan diri.


" Kalau begitu aku berangkat kerja dulu!"


" Ya hati-hati!"


...----------------...


Paviliun Jendral Petter.


" Kau juga harus berangkat?"


" Ya...tunggulah baik-baik di rumah ya!"


" Ya suamiku...berjanjilah untuk melindungi dirimu dengan baik!"


" Ya sayang, ingatlah untuk makan teratur Dan istirahat cukup, jika Kau merasa kesepian Kau bisa pergi kerumah ayah atau tantan!"


" jangan khawatirkan aku, selesaikan tugasmu dengan baik dan cepatlah kembali!"


" Aku pasti sangat merindukanmu!"


Jendral Petter memeluk Suzy dengan erat, rasa dihatinya sangat berat karna sekarang dia memiliki seorang istri.


" Aku juga...!" tak luput dengan Suzy...dia pun sangat berat melepas kepergian suaminya bertugas.


" Aku harap saat pulang nanti aku mendapat kabar baik dari perutmu!" Jendral Petter mencium perut Suzy .


" Aku tidak bisa berjanji ,kita juga baru saja menikah, apa bisa secepat itu?"


" Hehe heh...iya sangat jika belum Ada kabar baik nanti kita bisa berusaha lagi!"


" Dasar Jendral mesummm!" wajah Suzy memerah.


Jendral Petter pun mencium bibir istrinya sangat lama...


" Oke aku pergi !" Jendral Petter pun segera berangkat untuk bertugas.


Yah....kekacauan mulai menyebar di beberapa titik, Jendral juga mendapatkan tugasnya sendiri untuk menumpas tikus - tikus yang menyebarkan kekacauan yang semakin merajalela.


Lalu bagaimana dengan tugas Panglima?


Panglima masih sibuk dengan menyusun strateginya, karna permasalahan sudah meluas ,maka Panglima harus menggunakan strategi B, dan menyusun lagi strategi yang baru, karna permasalahan yang ditangani seorang panglima sudah pasti bukan masalah yang sederhana, tanggung jawabnya besar, dia harus menyelesaikan masalah keamanan negara dengan segera dan juga harus membawa pasukannya pulang dengan selamat, maka tugas itu baru akan dianggap sukses.


" Panglima, mereka sangat ketat, mengatur keamanan mereka, kami tidak dapat menembus keamanan mereka!"


" Ya, aku sudah paham, ini bukan orang biasa...mereka sangat waspada dengan orang baru, apa pasukan kita aman?"


" Ya, kami tahu waktu untuk maju dan mundur panglima!"


" Ya Sementara kita memantau dan menanti kabar perkembanganya!"


" Baik Panglima!"


"Ya, malam ini atur pasukan untuk tetap waspada, musuh kita tidak sederhana!"


"Siap ,Laksanakan!"


Jika melihat tingkat keamanan, ini terlihat formasi sempurna...**bukan orang sembarangan, mereka ini juga pernah terdidik menjadi tentara setidaknya, Menarikk!!

__ADS_1


Dalam Hati Panglima.


Bersambung**...


__ADS_2