DIA,SANG PANGLIMA PERANG

DIA,SANG PANGLIMA PERANG
82. Ketulusan


__ADS_3

" Tania aku ingin berbicara dengan Panglima sebentar, kau istirahatlah dulu !" Ujar Julius


" Ya kakak!"


" mari Panglima kita berbicara di taman Sebentar! " ajak Julius.


Leon pun berjalan mengikuti, Julius menuju arah Taman.


" apa yang ingin anda bicarakan ?" tanya Leon.


" Tidak ada, hanya saja aku ingin tahu siapa yang sudah mencelakai adikku ini?"


" Maafkan karna penjagaanku terhadap adikmu tidak maksimal, sehingga dia menanggung derita seperti ini !"


" sudahlah, semua sudah terjadi, aku tidak ingin dia menderita lebih dari ini lagi!"


" Aku tidak akan membiarkannya!"


" Jangan sampai dia terluka lagi!, jika tidak maka kau tidak berhak memilikinya !"


" Aku akan mengingat ini kakak ipaar!"


" Dan,untuk orang yang mencelakai Tania, aku ingin kau membuatnya hidup segan mati pun tak mau!"


" Itu pasti kakak ipar, namun saat ini sebaiknya kita fokus pada Tania terlenbih dahulu...!"


" Ya ... hatinya sudah sepenuhnya menjadi milikmu, dia akan melakukan apapun yang kau minta, berilah dia semangat untuk kesembuhannya!"


" Iya, kakak...terimakasih karna sudah mempercayaiku!"


" Ok, kembalilah, aku harus kembali ke distrik!" ujar Julius berlalu pergi.


Panglima pun segera kembali ke kamar Tania.


" Kau belum istirahat sayang?"


" aku sangat penasaran dengan apa yang di katakan kak Julius padamu!"


" Tak ada, hanya obrolan kecil sayang, ayo cepat istirahat, besok terapi lagi kan kau harus memulihkan tenagamu untuk pertempuran besok bukan?"


"Panglima tidak ingin memberitahuku?"


" Itu hanya, kakak yang khawatir kepada adiknya, tenang saja ...!"


" Sungguh hanya itu?"


" Mmmm....!"


" Ya sudah kalau begitu aku istirahat, tapi Panglima jangan pergi!"


" Tidak, aku tetap di sini sayang tidurlah!"


Tania pun segera memejamkan matanya, hatinya kini sangat tenang karna kekasih hatinya berada di samping nya.


ke esokan harinya,


Leon menemani Tania terapi, Leon benar-benar menjadi kekuatan yang luar biasa untuk Tania.


" Ayo sayang, kamu hebat, kamu bisa!" Leon terus menyemangati wanitanya agar tidak patah semangat.


keringat bercucuran deras di tubuh Tania, nafas yang terengah-engah karna berusaha keras untuk menggerakan kakinya.


Leon memeluk dan mengecup kening Tania,


" Sudah cukup, besok kita coba lagi!" Leon mengerti keadaan wanitanya, yang sudah di batas kemampuanya.


" Sayang aku masih belum bisa menggerakan sedikit pun, apa artinya aku cacat permanen?"


" Jangan membicarakan hal yang tidak baik!"


" huhuhuhu, maaf aku sudah berusaha !"


" Aku tahu itu, hari ini kau sangat hebat, besok pasti lebih hebat lagi!"


" Huhuhuhu,...iya aku tidak akan patah semangat!"


" Bagus, istirahat dulu satu jam, setelah itu aku akan mengupaskan buah untukmu!"


sambil menyeka keringat pada tubuh Tania.


Di ruangan istirahat Tania.


" Ayo makan buah dulu! "


menyuapkan buah yang sudah dikupaskan untuk Tania.

__ADS_1


Tania melahap suapan dari tangan Leon...


" apa kau ingin ke suatu tempat?"


" kemana?"


" Kita tinggal di sebuah rumah kecil dipinggir pantai bagaimana? "


" tapi kan Tania masih tahap pemulihan!"


" mmm, aku akan membicarakan hal ini dengan kakakmu , di sini pasti kau sangat jenuh, kau harus merasakan udara luar untuk membuatmu lebih bersemangat lagi dalam pemulihan! "


" aku mau... lalu bagaimana dengan pengobatanya?"


" Lanjut dong...kita buat tempat yang nyaman untuk masa pemulihan mu!"


" Jadi aku melakukan pengobatan di sana?"


" mmm, ya...begitulah!"


" Tapi itu akan memakan waktu berapa lama ?"


" serahkan semuanya padaku!"


" Baik...! "


Dalam waktu 3 minggu, tempat yang dimaksudkan Leon pun selesai, semua pun tak luput berkat bantuan Bibi Gress, ...karna ini di negara orang, Leon tak bisa sesuka hati.


" Kakak, Tania akan pindah pinggiran pantai, kakak harus sering-sering mengunjungiku ya!"


ujar Tania pada Julius.


" Hmmmm, tentu saja...kau harus segera pulih!"


"kakak ipar, aku ijin untuk membawa Tania bersamaku!"


" Ya, aku akan memberikan penjagaan 24 jam pada kalian di sana,maka aku akan tenang!"


" Terimaksih kakak ipar!"


" Ya, untuk Dokter apa perlu aku yang cari yang terbaik lagi?"


" Tidak kakak, keponakan ku juga seorang dokter militer...dan dia juga dekat dengan Tantan, mungkin itu bisa memacunya untuk segera membaik!"


" Ah, baguslah aku percayakan semuanya padamu"


Panglima menggendong Tania, dan membawanya masuk ke dalam mobil, yang sudah di siapkan oleh bibi Tania.


" Bibi Gress,...! "


" Ya sayang....!"


" Bibi tidak bekerja?"


" Keponakanku akan pindahan bagaimana aku tidak mengantar?"


" Bibi terimaksih!"


" Tidak perlu itu sayang, sekarang duduk lah dipangkuan priamu dengan baik!, kita berangkat!"


mereka pun berangkat segera tanpa mbuang waktu.


" Bagaimana dengan keponakan Panglima? " Gres bertanya.


" mmm, besok pagi mungkin sudah tiba bibi!"


" Baiklah aku akan mengirim orang untuk menjemputnya, dan mengantarkan ketempat kalian!"


" maaf bibi merepotkan bibi terus...!"


" sudah semestinya karna aku bibi kalian!"


setelah 2 jam menempuh perjalanan, mereka pun sampai ditempat yang sudah dipersiapkan untuk masa pemulihan Tania.



" wah apa kita akan tinggal di sini sayang?" Tanya Tantan


" Ya, kita akan menghabiskan waktu indah di sini sampai kau benar-benar pulih!, apa kau suka?"


" Suka suka, terimakasih, aku akan bersemangat setiap hari jika suasananya seperti ini! "


" Baguslah, ayo kita masuk ke dalam!" Leon menggendong Tania .


" Bibi langsung ya...!". Gress pernah muda jadi pahamlah untuk tidak mengganggu mereka berdua.

__ADS_1


" Bibi tidak masuk ke dalam dl Bibi? "


" Tidak bye!" Segera melaju pergi...


" Bibimu sangat pengertian sayang!, Ayo kita masuk dan istirahat! "


Leon membawa Tania masuk ke dalam kamar dan menurunkan Tania di tempat tidur.


" Ayo istirahat,...!"


" Panglima terimakasih untuk semuanya!"


Tania memeluk pinggang Panglima.


" tentu, apapun yang terbaik akan ku berikan padamu!"


" uhhhh, terharu....!"


" Rewardnya...?"


" ah??? ,sini *****...muaaaaach!" Tania mencium pipi Panglima.


" kurang tulus!"


" Yang kanan, oke muuuuaccchhh!"


" kurang,....!"


" Keningnya, muuuuach, hidung muuuachhh, mata kanan muuuaach, mata kiri muuuach, bibirnya pun. emmmm....tunggu aku gosok gigi dulu!"


" astaga, nanggung amat, kenapa berhenti ?"


" tunggu ,tunggu antar aku gosok gigi dulu!" mengoyak -ngoyak tubuh Panglima.


" Kau ini tidak romantis sama sekali, moment indah pun hilang!"


" ummmmmm, aku tidak percaya diri....!"


"Aiiii, sudahlah kau istirahatlah dulu sayang, aku akan membuatkan sesuatu untukmu!"


" apa?"


" Tunggulah....!"


" Panglima, biarka Bibi Chu bersama kita di sini!"


pinta Tania.


" Baiklah, besok aku minta orang untuk menjemput bibi Chu kemari!"


" masakan Bibi Chu tidak ada duanya, aku sangat rindu!"


" iya sayang, besok ya...?"


" Oke panglima...!"


Leon pun bergegas kedapur untuk mengolah sesuatu untuk Tania.


10 menit kemudian...


" Sayang, coba kau lihat aku buatkan salad sayur untukmu sayang!"


menunjukan hasil olahanya.


" waaaaa....enak tidak ya?"


" Aggggg coba kau makan!" menyuapkan pada Tantan..


" emmmm nyam nyammmm, enak kali...!"


" Tentu siapa Dulu yang buat, oh ya sampai di mana kau bisa memasak sayang?"


" aku sudah bisa memasak banyak sayang, tapi sayang nya aku tidak bisa memasakanmu dengan keadaanku seperti ini!"


" baiklah aku akan bersabar ,sekarang habiskan ini!"


Tania dengan lahap memakan salad buah buatan Panglima.


Terimakasih Tuhan, Panglima tak mengurangi rasa sayangnya sedikit pun terhadapku...


aku benar-benar sangat bahagia.


dalam hati Tania..


**Bersambung...

__ADS_1


Author


Like dan komennya jangan lupa ya kakak**


__ADS_2