DIA,SANG PANGLIMA PERANG

DIA,SANG PANGLIMA PERANG
99. Pelatih Keras


__ADS_3

" Saatnya bangun kekasihku, Ingat untuk lebih keras melatih dirimu, karna musuh masih tidur kau harus lebih awal menyiapkan kekuatanmu!"


Panglima membangunkan Tania dengan paksa.


" Panglima 5 menit lagi ya!"


"hmmm, Aku dengar dulu kau sangat rajin saat menjalankan misimu untuk mencari seseorang, lalu kemana sekarang?"


"Ya kan sudah ketemu, aku tidak perlu khawatir lagi sekarang!"


Astaga memang benar kata orang, jika belum dapat dia akan mengejar mati-matian setelah dapat maka sudah tak seberharga saat diperjuangkan.


dalam hati panglima kesal.


" Anak nakal bangun!" Panglima mendudukkan Tania paksa.


" Huhuhu hari masih gelap. Panglima!"


merengek manja.


" Saat ini aku tidak bisa memanjakan mu!" langsung membopong Tania keluar dari paviliun menuju tempat latihan.


" Lihat, pagi buta panglima sudah bersemangat sekali dengan tunangan ya!"


" hmmm...mereka kenapa begitu terbuka bermesraan di ruangan terbuka?"


" Tak apa, semenjak ada nona itu Panglima tidak terlalu keras kepada kita, hanya nona itu yang bisa membuat panglima sedikit berbelas kasih!"


" Hmmmm, benar tugas kita menjaga nona itu dengan baik, jadi harapan kita hanya ada pada nona panglima!"


" Iya jangan sampai terjadi apa-apa pada nona panglima...jika tidak kita akan berakhir!"


perbincangan pasukan bayangan yang di tugaskan Panglima untuk menjaga keamanan Tania.


Di sisi lain juga ada beberapa orang yang juga menjaga diam-diam, dari orang-orang suruhan perwira.


(Ayah Tania)


kembali pada panglima dan Tania.


" Hei bangun kenapa masih tidur,karna kau tidak mau bangun maka aku akan memberimu pelajaran!".


Panglima melempar Tania ke dalam kolam renang tanpa berbelas kasih.


wajahnya sangat dingin tak berperasaan.


" Uwaaaaaaaa... tolong... aku tidak bisa berenang tolong!" Tania teriak teriak tak karuan.


Namun panglima tak bergerak, hanya melihat wanitanya yang teriak-teriak tak jelas meminta pertolongan.


"Tolong ...tolong aku akan mati....!"


Panglima hanya melihat saja masih Acuh...


saat kesadaran Tania belum penuh,


Apa?,kenapa dia hanya diam tidak mengkhawatirkan ku?, apa dia ingin membunuhku?


dalam hati Tania


Dan akhirnya kesadaran Tania pun sudah penuh,


Sial aku tidak boleh mati, aku harus tetap hidup!, ini akan konyol jika aku mati tenggelam karna tak bisa berenang!


Tekatnya berubah menjadi kekuatan dalam dirinya.

__ADS_1


**Aku harus tunjukan pada panglima, Jika aku tidak lemah aku mampu melindungi diriku sendiri...


tapi tunggu sepertinya ada yang salah...?


Tania berpikir keras**...


" Apa nyawamu sudah menyatu?" Tanya Panglima.


" Oh....?" Tania melihat pada Tubuhnya...


wajahnya memerah karna malu...


" Jika kau saja bisa berdiri tegak di dalam kolam apa aku harus menyelamatkan mu?" tanya panglima tegas tanpa garis senyum diwajahnya.


Sial ini sungguh memalukan dan menyebalkan, bukankah semalam dia sangat lembut?, kenapa wajahnya sekarang tidak ada kelembutan sama sekali?


Tania masih bertanya dalam Hati


" Panglima, apa aku melakukan kesalahan?" tanya Tania


" Tidak!"


" Lalu kenapa kau tidak sehangat biasanya?"


merasa kecewa.


" Karna saat ini kau adalah orang yang ku Latih untuk menjadi kuat!"


" Mmm...apa perlu semanakutkan itu?"


"Sinih...!" Panglima mengulurkan tangannya untuk menolong Tania keluar dari kolam renang.


" Hmmm Dingin sekali...!" Tubuh Tania pun menggigil.


" Sayang, saat ini aku pelatihmu, jadi Sekarang bergegaslah ke kamar mandi untuk mandi dan berganti pakaian lalu kita mulai latihan!!"


memberikan handuk dan pakaian pada Tania dengan senyumannya.


" Baik!" Tania kembali merasakan kehangatan panglima.


Baiklah aku akan berlatih keras lagi, agar bisa menjaga diriku , dan tidak membuatnya khawatir saat jauh dari ku, aku adalah wanitanya aku harus kuat .


Tania kembali bersemangat, hatinya membara karna memang pasti setelah panglima pergi bertugas, musuh pasti akan bertindak, dan ini saatnya pembalasan atas apa yang pernah di alaminya selama ini.


Tania pun selesai , dan segera menemui Panglima dengan sigap seperti saat pertama dulu dia sangat bersemangat latihan hanya untuk mencari pria yang di ajaknya menikah, kini pria itu sudah ada dihadapannya...


waktu berlalu begitu cepat, meskipun perjalanan kisahnya dengan panglima penuh dengan ombak dahsyat, Tania akan bersikeras berdiri kokoh slalu di samping panglima, dia akan menunjukan ,bahwa hanya dia yang pantas bersanding dengan Sang Panglima Perang.


" Panglima, saya siap!" Ujar Tania tegas.


" Lari 50x putaran!" perintah panglima tegas.


" Apa?" Tania terkejut


" 100 kali!!!" tambah panglima tanpa ekspresi.


" Siap!!!" Tania sudah paham bahwa saat berlatih tidak akan bisa tawar menawar dengan sang panglima.


Sial, dia sungguh kejam sekali, tidak pandang bulu ketiak sama sekali, aih...


Tania berlari sekuat tenaganya,


Panglima masih berdiri tegap dengan wajah Garangnya,melihat wanitanya berusaha keras untuk bertahan.


Hmmm...ayo sayang aku ingin tahu seberapa hebat kemampuanmu bertahan dalam tekanan!

__ADS_1


dalam hati Panglima.


satu jam kemudian...


Astaga, kakiku sangat lemas...


benar-benar Panglima kejam ,aku padahal baru bisa berjalan dia sudah memintaku berlari 100x putaran...aku sudah tidak kuat, dan masih 50x putaran lagi.


Tania sudah mulai lemas, dia beberapa kali terjatuh, bangkit lagi terjatuh bangkit lagi.


namun itu tak membuat hati Panglima tergerak untuk menolong dan memberikannya keringanan.


" Panglima, aku sudah tidak sanggup!, kau bisa menghukumku nanti,aku hanya ingin istirahat kaki sudah tidak kuat berdiri, haduh apakah aku akan lumpuh lagi?, Oh Tuhan kejam sekali dunia ini, aku hanya makhluk tak berdaya, bagaimana bisa aku diperlakukan seperti ini?" merasa tertindas.


" Istirahat, 10menit, setelah itu lanjut lagi!" menghampiri Tania dan membenarkan kaki tania agar lurus.


" Apa?, sepuluh menit? saat sekolah dulu istirahat untuk makan saja 15 menit,bagaimana bisa hanya 10 menit untuk memulihkan tenaga?"


" 5 menit, lalu lanjut!"


" Ya setuju 10 menit tadi aku hanya curhat saja!" mencari aman.


Aduh, pasti anak buahnya dulu sangat kesal padanya...


dalam hati Tania.


" Panglima,apa waktu 2 minggu cukup membuat Tania kuat?"


" Hehe...sepertinya kau sangat lemah!" meremehkan dengan sengaja.


Sial dia meremehkan ku...akan ku tunjukan kekuatan ku yang sesungguhnya..


" Baik, Lihat aku akan berlari sekarang menyelesaikan 50 x putaran lagi!" berdiri dan segera berlari.


Panglima tersenyum puas , melihat wanitanya kembali bersemangat.


**Hmmmm...


ini baru wanitaku, sayang jika segala penghinaan bisa dijadikan sebuah kekuatan untuk menjadi versi yang terbaik, kenapa harus di masukan hati...?


Orang - orang hebat itu tidak tercipta dari sebuah sanjungan atau kehidupan yang nyaman, mereka ada karna sebuah tekanan berat!...


namun semua kembali lagi pada mental masing-masing setiap orang...


dan aku tahu, hanya dirimu yang mampu menahan semua tekanan untuk tetap berdiri kokoh di samping ku.


dalam hati Panglima**...


setelah satu jam berlalu...


" Panglima...panglima...hah hah hah!" Tania menghampiri panglima terengah-engah.


" Lihat aku bisa menyelesaikan..."


"brukkkkkkk!"


" Sayang....!"


bersambung....


Author


wah apa yang terjadi?


aduh ketemu hari rabu lagi ya...

__ADS_1


__ADS_2