
" Apa?, Panglima sungguh - sungguh menikah dengan wanita ****** itu???"
" Ya kenapa nona?"
" mana boleh???"
" Kenapa?"
" Lalu bagaimana dengan ayahku?"
" Seluruh harta kekayaan Xian dalam proses penyelidikan, semua di sita tanpa sisa!"
" Apa???, apa kesalahan ayahku?, dia tidak mungkin korupsi!"
" Tuan menerima suap, dan mengeksploitasi sumber daya alam dan manusia,secara besar - besaran lalu mengekspor keluar negeri!"
" apa???, bagaimana bisa?? ibu lalu bagaimana dengan ibu??"
" Dia sudah berhasil melarikan diri 1 bulan yang lalu!"
" a, aaaa, apa?, bagaimana bisa ibu melarikan diri, sedangkan aku dan ayah dalam penjara!"
" aku tidak mengerti untuk itu!"
" lalu siapa yang akan mengeluarkan ku??"
" Maaf nona aku juga tidak bisa membantu, karna saya juga harus mencari pekerjaan lain!"
" Kau juga mau meninggalkanku??"
" Aku memiliki anak dan istri mereka juga butuh makan!"
" Kau kau....lalu dimana pengacaraku???"
" dia sudah mengundurkan diri!"
" Tidak tidak, mana boleh "
" Saya permisi nona, maaf karna tidak bisa membantu anda!"
" Tidak jangan tinggalkan aku, jangan tinggalkan aku!"
Xian - xian merasa sangat putus asa,...
di dalam hatinya sungguh tidak bisa menerima semua ini.
...----------------...
Acara pernikahan dadakan itu pun selesai...
Panglima sungguh tidak percaya jika dirinya sudah menikah dengan Tantan.
Semua orang memberikan waktu bagi pengantin baru itu.
Panglima dan Tantan merebahkan tubuh mereka di sofa.
" Sayang, kau sungguh tidak sabarkah?" tanya Panglima
" Aku tidak mau hubungan yang tidak jelas lagi, kita sudah melalui semuanya bersama, aku ingin status yang jelas lah!"
" Hahahah, apa kau sungguh bahagia dengar pernikahan yang serba mendadak dan seadanya ini, padahal aku ingin memberikan yang terbaik!"
" Puaaaaaaaaaaaassssssssss sekali!"
" Sungguh???"
" Sungguh ,sungguh ,sungguh!"
" Syukurlah jika begitu...!"
" Panglima apakah mau mandi?"
" aku kan sudah menjadi suamimu!"
" Oh ya suamiku, bagaimana apa kau ingin mandi?"
" Tentu saja istriku, sudah berapa hari aku tidak mandi, benar - benar aku memecahkan rekor muri pengantin paling bau dan kumal!"
" Heheheheh ,bagus dong itu!"
" Bagus dari mana???"
" Ya sudah mandi sana, aku akan menyiapkan baju ganti sekarang!"
" Kita mandi bersama ya!"
__ADS_1
" Waaaa tidak mau!" Tania berlari masuk.
" Hahah, begitu saja tidak berani, kenapa terburu - buru menikah?" Panglima pun segera mandi.
setelah mandi panglima benar - benar merasa sangat segar, pikiran pun menjadi sangat jernih.
saat selesai mandi Panglima tidak melihat istrinya di kamar,namun tercium aroma yang sangat lezat berasal dari dapur.
" Heh...dia benar-benar berusaha keras, menjadi istri yang baik!"
Panglima berjalan ke dapur, melihat istrinya sedang sibuk dengan dapur,
Dia terlihat benar - benar Feminim saat sedang memasak,
dalam hati Panglima,
Panglima memeluk Tania dari belakang,
" Sudah selesai mandi?, tunggu sebentar lagi selesai!"
" Hmmmm, kau benar-benar wanita multitalenta!"
" Jadi apa kau puas manikah denganku panglima?"
" Sangat puassssss, aku sangat bahagia!, sekarang kau sudah benar-benar menjadi milikku!"
" Selesai, ayo sekarang makanlah sayang, kau selama bertugas tidak makan dengan baik bukan, aku memasakan ini semua sesuai resep ibu!"
" oh ya?"
" Hmmm, katanya harus serba kambing...!"
" ibu benar-benar, ini resep yang membangkitkan gairah bukan?"
" ya benar, ibu bilang ini akan membuat tubuh panglima menjadi berstamina!"
" Ayo makan sayang!"
" Baiklah, jika aku berlebihan tenaga apa kau mau bertanggung jawab?"
" tentu saja!,cepat - cepat makan!"
Panglima pun segera menyantap masakan sang istri itu.
" hmmmmm...."
" Mantap sangat, kau sungguh-sungguh istri hebat!"
" bagus, makanlah dengan baik aku akan mandi sekarang, karna sudah lengket setelah memasak!"
Tania pun segera pergi untuk mandi,setelah mandi Tania pun segera berganti pakaian.
" Oh ini bagaimana bisa baju begini, ibu berikan kepadakku?, belahan dadaku terlihat jelas , dan ini terlalu tipis"
Tania melihat tubuhnya yang mengenakan gaun tidur di depan Kaca.
" Kau sudah sesai mandi!"
" Heiiiiii...ketuk pintu dulu sayang!" Tantan menutupi dadanya denga kedua tangan.
" Astaga, bajumu tipis sekali, apa tidak dingin?" Panglima mendekat dan memegang baju Tantan.
" Panglima, aku akan ganti!" ujar Tantan malu - malu.
namun panglima justru tertuju pada lengan tania yang terluka,
" Lukan mu belum sembuh sayang, kau menahanya saat perang bukan?"
" sudah sembuh kok, tenanglah panglima aku ini wanita kuat!"
berusaha membuat Panglima untuk tidak khawatir.
Panglima memeluk istrinya,
" Terimakasih sayang, kau benar-benar wanita yang sangat tangguh dan berani ,aku benar-benar beruntung mendapatkan hatimu!"
Wajah tania memerah karena mendengar kata-kata panglima yang sangat indah didengar untuknya.
" ini hanya luka ringan, sudah lupakah panglima dengan apa yang ku alami sebelumnya?"
" Tentu saja tidak, jika mengingat nya aku ingin sekali mencincang orang itu untuk makanan anjinggg!"
" Aku ingin dia merasakan apa yang pernah ku rasakan, betapa menyakitkan hidup namun tidak berguna!"
Tantan masih sangat menaruh dendam pada Xian-xian.
__ADS_1
" Dia akan mendapatkan balasan 1000x lipat!"
" Hmmm, aku akan lihat itu!"
" Sekarang staminaku melebihi kapasitas , rasanya tubuhku ingin meledak!" Ujar Panglima yang sudah tidak bisa menahan hasratnya.
" Oh, apa Panglima sakit???"
" Hmmmm" Panglima menggeleng kepala, Panglima mulai menciumi leher Tania.
" Aaaagg, Sayang geli...!"
Tania meronta-ronta, namun Panglima tetap tidak melepaskan
" tunggu, tunggu....!"
" Sayang, aku ingin melakukannya...!" Ujar Panglima.
" Melakukan apa ?"
" Ituuu....!"
" Apa???"
" ehem...ehemmm, membuat anak!"
" whaaaaaattttttt?"
" apa kau tidak ingin memiliki anak denganku?" Panglima menampakan wajah sedihnya.
" tidak bukan seperti itu, tapi Xian - xian suka membuat anak kenapa tidak ada anak?" ujar Tantan.
" Ya tidak tahu, bagaimana jika kita coba?"
" Eh, buat anak kok Coba - coba!"
" Hahahaha, ya sudah kita istirahat saja, kapan sidangnya akan dimulai?"
" satu minggu lagi!"
" Ya, kita bisa menikmati hari bahagia sebelum berperang lagi!" Panglima segera membopong Tania dan membawanya ke ranjang.
" Baik komandan!!"
" hmmm, panggil aku dengan mesra, aku sangat biasa dengan panggilan itu jadi tidak merasa spesial!"
" Ohhhhh suuuuuuaaaamiiiiiikuuuuuuuuuu...!"
" Nah, itu masih sangat terasa tak nyata,hehehe jika sekarang ini aku seorang suami!"
" Yeaaaaaa...kita sudah menikah!!!" Tania memeluk suaminya dengan erat, panglima pun membalas pelukan yang selalu menenangkan hati dan menghangatkan itu.
" Pelukan mu slalu membuatku tenang, terkadang juga membuatku gelisah ...!"
" Panglima, besok kita ke dokter kandungan bagaimana??"
" ha apa yang ingin kau periksakan??, aku belum melakukan apa - apa padamu sayang!"
" Bukankah kita sudah menyatu???"
" Hahahahahaha , hahahahahaah, becandamu terlalu renyah sayang!"
" heheheh, ....!" Tania merenges.
" Yo...yang sudah lihat video 21+ ,udah deh jangan sok polos lagi, aku hajar sekarang baru tahu rasa kamu!"
" Ampuuuun ampuuuuun panglima , beri aku waktu untuk menguatkan mentalku!"
" Kau sudah membunuh puluhan orang, tanpa gemetar, kenapa ditusuk olehku kau butuh menguatkan mental?"
" oh iya ya??, tapi aku sangat malu panglima"
" Aku sudah melihat semuanya loe!"
" Iya iya, tapi tetap saja malu!"
" hehehehe, iya aku masih bisa menunggu sampai urat malu mu putus!"
" eh jahat sekali!"
Tania sejenak berpikir,
**Tapi, kata Suzy aku harus membuat suamiku tergila - gila padaku, aku harus bisa membuat Panglima seperti kucing yang bermanja untuk meminta makan.
Tapi aku takut sekali, ...
__ADS_1
Tania berperang pada Batinya sendiri.
Besambung**...