
" Kalian ini bukan anak kecil, kenapa ribut seperti anak kecil dan membuat nyonya terluka??"
" Dia ini tidak tahu masalah kedokteran tapi sok tahu!" ujar Doney yang biasanya kalem di hadapan Dex sangat kekanakan.
Tantan yang di dalam kamar pun merasa heran dengan mereka.
" Aku panggil dokter lain saja, kau kembalilah!" tegas Dex.
" Tidak mau, aku akan menjaga Tantan dengan baik di sini!"
" Kalian ribut saja terus, Tuan Dex...kenapa marah begitu?'
" Dia mau mengambil darah adikku yang sedang hamil, pasti dia ingin menjadikan Tantan,malpraktek!"
" Mana ada malpraktek!"
" Tuan Dex, itu darah yang di ambil hanya sedikit kenapa terlalu khawatir??"
" Benar, hanya sedikit...memangnya aku mau mengambil satu kantong??"
" memangnya tidak satu kantong??"
" ya tidaklah, kepalamu sungguh tidak sehat!"
" Oh.... begitu aku tidak tahu!"
" Makanya jangan sok tahu!"
" Sudahlah Tuan dokter bisa lanjut periksa nyonya??"
" Ehmm...baik!" Doney mengikuti Yesa masuk ke kamar untuk melanjutkan pemeriksaannya
setelah mengambil sempel darah Tantan,
" Ehmmm...kenapa HB mu cuma 8, banyak konsumsi jambu merah, hati ayam, atau sari kurma, tapi di sini kau tidak bisa mendapatkan sari kurma, itu yang paling cepat Untuk menaikan HB!"
" Ya kan masih ada jambu merah!"
" Ya,... konsumsi yang ada dulu ya!"
" Hmm, kakak kenapa kau dengan Dex seperti kucing dan anjing??"
" Oh...saat aku baru praktek dan dia adalah orang yang aku rawat, aku salah memberikan dia dosis ,dia hampir mati hehehe...!"
" Pantas saja dia sangat dendam pada kakak!"
" Hahah, iya...tapi kita tidak saling membenci!"
" Hahahah bagaimana bisa kakak begitu ceroboh?"
"Ah... benar, karena sebelum magang aku slalu bekerja di dampingi ahli Farmasi, jadi saat aku lupa ,bagian Farmasi mengoreksi resep yang akan di berikan pada pasien, jadi aman, namun saat magang, rumah sakit tidak menggunakan jasa Farmasi, hanya perawat saja jadi saat menangani Dex saat itu aku salah mengingat dosis karena pasien benar -benar banyak...!"
" Wah Dia hampir mati karena kakak salah ingat, pantas saja dia sangat mudah marah!"
" Hehehe...Ya, tapi tenang saja karena kesalahan itu aku mencari 2 orang Farmasi untuk slalu mendampingiku di mana pun aku ditugaskan!"
" Oh, jadi sekarang aman ya??"
" Aamaan, makannya aku di tarik oleh Jendral Petter menjadi dokter pribadinya!"
" Hehehehehhe....!"
" Oh ya Tantan, bolehkah aku jujur padamu??"
" Apa itu kak??"
" Sebenarnya saat pertama bertemu denganmu di rumah sakit militer saat itu aku menyukaimu, aku berniat mengejarmu pelan - pelan!"
" Tuan apa anda tidak tahu jika nyonyaku sudah menikah???" tegas Yesa kesal.
Dokter ini memang tidak waras, mentang-mentang Panglima di penjara dia berani menggoda Nyonya.
dalam hati Yesa.
" Tentu saj aku tahu, aku hanya ingin mengutarakan isi hatiku saja yang selama ini aku pendam!"
" Kakak, kau tidak bercanda kan??"
__ADS_1
" Tentu saja tidak, aku hanya ingin mengeluarkan isi hatiku saja padamu, aku tidak mengharapkan apa-apa hanya saja aku biar merasa lega karena terlalu lama memendamnya!"
" Kakak aku tidak bisa berkata apapun untukmu!" Ujar Tantan.
" Tidak perlu, aku hanya ingin kau tahu saja, sudah cukup, saat itu Panglima mencarimu saat kau mandi, di ruanganku, jadi aku tahu jika orang yang di cari oleh panglima adalah dirimu, jadi aku sudah tahu harus apa saat itu heheh, tolong tetaplah bersikap biasa saja ya padaku, anggap saja aku tidak pernah mengatakannya!"
" Kakak, maafkan Tantan ya, Tantan hanya bisa mendoakan agar kakak mendapatkan seseorang yang lebih baik dari Tantan suatu hari nanti...!"
" Aamiin, terimakasih Tantan... nanti akan ada orang yang mengantarkan vitamin untukmu, mulai sekarang aku akan merawatmu dengan baik, nona Yesa jika ada apa-apa segera panggil saya ya, saya berada 2kilo dari sini ke arah timur!"
" Ya dokter terimakasih!"
" Di sana tempat apa kakak??"
" Oh tempat latihan para pemula... sebenarnya aku di tempatkan jauh dari sini namun karena ada seseorang memanggilku, jadi aku bergantian dengan dokter yang berjaga di bascamp pemula karna dekat denganmu!"
" Oh begitu baik....!"
" Baiklah aku ke sana dulu ya!"
" Ya kak...!"
Doney pun segera keluar ruangan.
" Bagaimana keadaannya??"
" Hb nya sangat rendah, aku akan mengatur orang dapur untuk membuatkan makanan yang bisa mempercepat menaikan hb nya!"
" Ehmmmm...!"
" Jangan biarkan dia kelelahan, selanjutnya tanggung jawabmu!, nanti akan ada orang mengantar vitamin untuknya, kau tidak perlu khawatir aku juga bukan dokter magang lagi!'
" Yayayya...maaf....!"
" Aku ke basecamp dulu, ...!"
" Ya....!"
Doney pun segera ke basecamp pemula, Dex masih tetap stay di depan layar menunggu kabar baik dari bosnya.
setelah lama menunggu akhirnya ada pesan masuk.
" Ha??? kenapa bisa begitu??, Tantan apakah kau tidur??"
"tidak bang, ada apa??"
Tantan datang mendekati Dex yang terlihat bingung.
" Lihatlah....pesan dari bos!, 3 pulau beradar itu tidak berpenghuni!"
"Apa???"
Tantan juga sangat terkejut.
" Bagaimana Nyonya waktu kita tinggal 13 hari lagi...!"
" Ehmm...tenang - tenang...!"
Tantan melihat lihat kembali gambar - gambar pulau yang berada dihadapannya.
" Oh sial, mereka memang tidak bodoh...itu memang untuk mengecoh kita bukan??, mereka tahu kita pasti akan menggunakan radar untuk melacak!"
" Jadi...???"
" kita haru cepat menemukan tempat itu sebelum mereka memindahkannya!"
" Nyonya apa gerak-gerik kita terbaca oleh musuh??"
" Bisa jadi begitu, bisa jadi juga memang mereka menyiapkan 3 pulau beradar ini untuk mengantisipasi gerakan kita!"
" Wah, musuh sepertinya belajar banyak dari kesalahan dari pemilik hotel sebelumnya!" ujar Dex
" ah...benar!"
" Nyonya lalu apa yang harus kita lakukan??"
" apa??, aku masih kesal sampek malas berpikir lagi, huh....!"
__ADS_1
" Tapi. nyonya...."
" Hei Yesa tolong tenanglah, kau terlalu panik... membuatku semakin sulit berpikir!"
" Maaf maaf...!"
" Tenanglah Yesa, kita tunggu nyonyamu sejenak!"
" Huft mereka sungguh mengajakku main-main, lihat saja aku akan membuat kalian menangis sampai air mata kalian kering!" ujar Tantan kesal
" ah, itu Jack datang.... bagaimana Jack keadaan panglima??"
" Abang....kau sudah datang???"
" Ya....!" Jack duduk sejenak mengistirahatkan diri mengambil nafas dan menghembuskannya perlahan.
" Abang apa ada kabar buruk??"
Tantan menebak dari raut wajah Jack yang berusaha bicara namun seakan tertunda.
" Kita tidak bisa bersantai lagi Tantan, mereka ingin mempercepat jadwal eksekusi...!"
ujar Jack.
" Hah???, mana bisa main ubah-ubah... bagaimana bisa???" Tantan terkejut.
" Ya, Panglima, Jendral dan Ayahmu mendapat perlakuan tidak baik, mereka di siksa dan tidak di obati...!" Jack menyampaikan dengan mata berkaca-kaca.
" apa???, mereka sudah menjatuhi hukuman, mati, tapi masih menyiksa??" Tantan mengepalkan tangannya hatinya terasa tersayat, isi kepalanya terbakar kemurkaan.
" Tantan, jangan terbawa emosi...tenangkan pikiranmu...rileks agar kita bisa segera menyelamatkan Panglima, ayahmu dan Jendral!"
" Benar,Tantan... Panglima memintaku untuk mengatakan padamu jika kau tidak boleh terpancing emosi, jika kau emosi kita akan kalah, jika kalah maka kita akan kehilangan segalanya!"
" Oh...tidak berguna, aku tidak berguna!" Tantan memukul - mukul kepalanya kesal .
" Hentikan Nyonya...tolong jangan begini!" Yesa memegangi kedua tangan Tantan.
" Sudah, aku tahu caranya...!" Ujar Tantan tiba-tiba.
" Cepat berikan perintah pada kami!"
ujar Dex serius.
" Abang minta Zero mengomando semua anak buahnya berpencar mendatangi 27 pulau itu dengan sembunyi-sembunyi, mereka hanya bertugas untuk menunggu saja...!"
" Abang Jack...kita harus memancing para idiot itu keluar !"
" Bagaimana caranya??"
" Semua korban yang kita selamatkan dari Tom, bawa mereka ke kota untuk menjadi saksi agar kita bisa meminta memori banding !"
" Saksi a de charge??"
" Ya, saksi yang diajukan oleh terdakwa dalam rangka melakukan pembelaan atas dakwaan yang ditujukan pada dirinya!" ujar Tantan.
" Baiklah, karna dari bagian korban yang selamat ada seorang kuasa hukum ,apa itu bisa membantu??"
" Apa ada kuasa hukum??"
" Ya ada, mereka juga bisa membalikkan keadaan yang ada!" ujar Jack
" Bagus...!"
" Tapi keselamatan mereka akan terancam jika tidak memberikan perlindungan 3 lapis!"
" Apa kita tidak cukup orang untuk mengamankan mereka??"
" Adalah...orang pedalaman di sini akan menjaga mereka 3 sampai 4 lapis, dari terlihat sampai tidak terlihat!"
" Bagus...bagus...Abang kau bisa lakukan itu kan??"
" Serahkan padaku, aku akan mengajak mereka bekerjasama!, aku pergi sekarang!" Jack pun segera pergi.
" Nyonya, lalu bagaimana dengan orang - orang yang anda tugaskan di pulau ?"
" Mereka hanya harus menunggu sampai abang Jack, bisa meminta memori banding, maka mereka akan keluar sendiri dari pulau itu, saat itu kita akan menangkap ikan dalam Tambak!"
__ADS_1
Dex tersenyum, mendengar ucapan Tantan, begitu juga dengan Yesa, Yesa merasa sangat tenang sekarang,selagi nyonyanya ada.