DIA,SANG PANGLIMA PERANG

DIA,SANG PANGLIMA PERANG
93 Salah Berpikir


__ADS_3

" Wah Sammy suka ayam kecap?, sepertinya ibu harus membiasakanmu makan makanan Indonesia mulai sekarang!"


" Okey!" jawab Sammy singkat.


" Ayo mei mei cepat ikut sarapan, agak siang nanti baru kau bisa ke paviliun Jendral.


" Kenapa tidak sekarang bibi?"


" Mmmm...ya pasti kakak-kakakmu sangat lelah, biarkan ada waktu untuk beristirahat!"


"Okey bibi, memei mengerti!"


" Anak pintar!" mengusap kepala memei gemas.


"Sayang, aku ada pertemuan hari ini, mungkin aku pulang agak larut malam, biar ibu dan adik-adik yang menemanimu hari ini ya!" ujar Panglima sambil merapikan baju dinasnya.


" Mmmm " Jawab Tania santai sambil mengunyah makananya.


" Ya sudah biar ibu yang menemani Tantan, kau tidak perlu khawatir soal itu!"


Maya menenangkan putranya.


" Baiklah, aku berangkat bersenang-senanglah hari ini sayang, muaaach!" Panglima mengecup kening Tania.


" Bu,aku pergi dulu tolong jaga menantumu!"


" Tenanglah!"


Panglima pun berangkat...


" Tania, ibu membuat kan mu baju baru ini model terbaru yang ibu design untukmu, lihatlah!" menunjukan hasil karyanya.


Maya sangat-sangat menyayangi Tania rasa sayangnya pun melebihi rasa sayangnya kepada putranya sendiri.


" Ibu, Tania merasa sangat bahagia, Tania benar-benar merasakan kasih sayang ibu kepada Tania, terimakasih ibu!" Tania meneteskan air matanya karna terharu, tentu saja selama ini dia tidak merasakan kasih sayang seorang ibu.


" Anakku, jangan menangis ,meskipun ibu ini bukan ibu kandungmu, tapi ibu sangat-sangat mencintaimu dan menyayangimu!" memeluk Tania dengan erat.


" iya bu ,Tania tahu...!"


"oh ya, ada hal yang penting yang belum kamu ketahui, ternyata pertemuan kita ini memang bukan hal yang kebetulan!"


" Maksudnya bu?"


" Ya kau tahu aku dan ibumu, adalah sahabat karib sejak kecil namun saat itu ibumu pindah mengikuti kakekmu keluar negeri setelah itu kami tidak lepas kontak!"


" Benarkah itu?"


" Iya, aku dan ibumu dulu suka membicarakan masa depan yang indah ,dan akan menjodohkan anak-anak kita nanti hahahah, kau sangat mirip dengannya, makanya saat pertama bertemu ibu merasa akrab dengan sorotan matamu!" sambil memandang kedua mata Tania yang terlihat sama persis dengan ibu Tania.


Tak lama air mata Maya menetes dengan deras,


" Bibi kenapa menangis!" Memei dan Sammy yamg setia menyimak perbincangan. orang dewasa dihadapannya.


" Tidak, heheh Mei mei dan Sammy sudah selesai makan?" Tanya Maya sambil mengusap air matanya.


kedua bocah itu mengangguk serempak,


" Kalian bisa bermain bersama diluar okey, tapi ingat jangan mengganggu kakak-kakakmu dulu!"


" Okey!" Kedua bocah itu segera berlari keluar dengan riang gembira.


" Ibu, apa ibu masih memiliki foto bersama ibu?"


" Ibu masih menyimpan foto kita saat di bangku SMP!" membuka Tas nya dan mengambil

__ADS_1


notes kecil, Maya membuka notes kecil yang terlihat sangat usang itu.


" Lihatlah ini ibu dan dan ibumu, hehehhe dia sama cantiknya denganmu, dia juga sangat pemberani !"


" Ini,...!" Tania meraba foto ibunya


" Lihat kalian seperti anak kembar kan,hehehe?"


" Iya, Tania sangat mirip dengan ibu saat SMP, heheheh!"


" Rupanya Takdir kita saling terikat sayang, aku lega bisa menjumpai putri sahabatku, terimakasih Tuhan!" memeluk dan mencium pipi tania dengan penuh kasih sayang.


" Tania juga sangat terkejut ibu, Tania menjadi lebih bahagia sekarang!"


" hmmmm, mulai sekarang kamu adalah anak ibu, dan tidak akan ada yang bisa menggantikan posisi mu dihati ibu dan Leon Zang, kau adalah yang paling penting bagi kami!"


" Aku sayang ibu!" memeluk manja.


" hmmmmm,gemasss sekali!" membalas pelukan Tania dengan gemas.


" Oh ya apa hanya ini foto yang ibu punya?" Tania membalik notes kecil yang masih di genggamamya.


" eh eh tunggu!" berusaha meraih kembali notes dari tangan Tania.


namun, terlihat beberapa lembaran kecil terjatuh ke lantai.


" Aduh, mampus lah aku!" Maya menepuk kepalanya


"ibu ini foto siapa!" Tania mengambil lembaran Foto yang terjatuh, Tania mengamati gambar yang ada di tanganya.


" mmmm.....!" Maya menahan tawa untuk mengatakannya.


" ini terlihat mirip dengan panglima ibu,tapi...!"


" Hehehee iya mirip !" jawab Maya meringis.


" heheheheeeh....!" Maya hanya meringis


Bagaimana aku menjelaskannya, aku akan di tertawakan menantu ku karna kelakuan ku yang tidak lazim itu...


dalam hati Maya.


" Oh apa Panglima punya Adik perempuan?"


" Heheh mana ada, panglima satu-satunya keturunan yang ada pada keluarga Zang!"


" Lalu ini siapa?, aaaa aku tahu...!"


" heheheheh!" Maya Masih meringis


" jadi ini pasti Ria!" menebak dengan penuh percaya diri.


" wkwkwkwkwk bukanlah!"


" Tunggu ibu, ibu jangan bilang jika ini Panglima ?"


" hmmmm,Itu benar sayang....aduh bagaimana ibu menjelaskannya ya?" Berpikir keras.


" Apa????, ibu ...ibu... jangan bilang...!"


" Ya benar, seperti apa yang kau pikirkan sayang, aduh itu semua kelakuan ibu saat itu...!"


belum selesai berbicara.


" Tidak benar, itu mana mungkin?, bagaimana aku bisa tidak tahu?"

__ADS_1


" tentu saja kau tidak tahu, karna itu kan masa kecil panglima!"


" Jadi apa aku yang tidak normal ibu?"


" Eh apa yang kau katakan Tantan?" Maya bingung dengan ekspresi kecewa pada Tania.


" Ibu, jadi sebenarnya panglima ini adalah wanita?" bertanya dengan sungguh-sungguh.


"Krik krik krik krikkkkkk" Maya terkejut dengan pertanyaan Tania yang diluar kendali, sampai tidak bisa menjawab sangking terkejut.


" Ibu tidak menjawab itu berarti benar!.bagaimana ini aku seorang Lesbian?" Memukul-mukul kepalanya dengan keras.


Maya tersadar dan segera menghentikan Tania yang terlihat syok berat.


"hentikan Tania, bukan bukan begitu astaga, kau salah paham!"


" ibu ini aku hampir gila!"


" Panglima pria tulen, apa kalian ini hubungan masih tahap apa sampai kau ini tidak tahu dia laki-laki tulen atau perempuan?"


" Ibu jangan mencoba menghiburku!, jadi kapan panglima mengganti kelaminnya?"


" Ah ah ah ah ah hahahhah, ah ah hahahahahahah" Maya tak kuasa menahan tawanya


Bagaimana tidak menantunya ternyata sepolos itu.


" Ibu apa ini lucu?, ini kejahatan besar ibu bagaimana ibu bisa tertawa, bagaimana jika semua orang tahu seorang panglima perang ini ternya transgender!"


" Buahahahahahahhaahaha. ah ah ah hahahahaha, astaga Tania apa kau tidak pernah bercumbu dengan putraku?, ahahahahaha"


" kenapa ibu mengalihkan. topik pembicaraan?"


Maya mengambil beberapa potongan foto yang masih terjatuh dilantai.


"Lihat ini nak...lihatlah ini semua mang Panglima putraku, dia memang mengenakan pakaian perempuan tapi dia adalah pria tulen dia punya belalai sayang tenang lah!"


" Belalai?, apa dia anak gajah ibu?"


" hahahhahah,Tantan kau ini usia berapa pikiranmu kenapa masih terlalu sederhana, baiklah ibu akan memberitahumu, ibu dulu sangat menginginkan anak perempuan sehingga ibu bisa membuatkan baju sesuai dengan designku !"


" lalu?"


" Lalu?, Ya ibu memang sengaja mendandaninya dengan pakaian wanita karna dia sangat menggemaskan saat kecil ibu berpikir andai dia itu anak perempuan!".


" Apa?, hahahahahhaha jadi ini panglima benar-benar seorang pria?, hahahahha dia memakai baju wanita ?a hahahahhahaha!"


" Nah kau baru tertawakan ?, hahahhaha dasar!"


" Maaf ibu aku terlalu berlebihan dalam berpikir, Tania jadi malu!"


" Heheheheh tak apa, kau sangat menggemaskan, ihhhhhhh....tapi ingat ya jangan memberitahu Panglima jika kau tahu tentang ini, dia bisa mencari perhitungan dengan ibu!"


" Baik ibu, aku akan diam heheheheheh, dia cantik sekali wkwkwkwk, kapan-kapan aku ingin mendandaninya ibu!"


" ahahahahaha, boleh jangan lupa foto kirim pada ibu, dia tidak akan menolak apapun yang kamu minta hehehe!"


" hihihi aku harus memikirkan caranya ibu heheheh!"


" Ibu akan mendukungmu nak, majulah!" menyemangati Tantan.


mertua dan menantu itu selalu kompak dalam mengerjai panglima.


Bersambung...


Author

__ADS_1


Panglima mungkin hari-hari mu akan sulit menghadapi 2 wanita mu ini.


__ADS_2