
Dokter Donie pun tiba...
" periksa dia cepat!" pinta Jendral petter.
Donie segera memeriksa Suzy yang terlihat sangat lemas tak berdaya.
" Bagaimana apa yang terjadi?" tanya Jendral panik
" Gejala demam berdarah, apa kau alergi obat?" tanya Donie setelah memastikan sakit pada Suzy.
" Ya, ..." jawab Suzy lirih.
" mmmm, baiklah !"
" apanya yang baiklah, bagaimana dia bisa membaik jika tidak meminum obat!"
" Jendral kau harus menjamin makanan yang harus dia konsumsi, untuk pemulihanya, aku akan menuliskan apa saja yang harus dia konsumsi!"
" yang benar saja apa tidak perlu meminum obat?"
" hmmmm, apa Jendral meragukanku?"
" ok, tuliskan saja!, biarkan dia istirahat, ayo keluar!"
Donie dan Jendral petter pun keluar.
" Apa dia tidak perlu di rawat di rumah sakit? "
" Jendral kau sangat mengkhawatirkannya?"
" mana ada!"
" kau benar-benar mengijikannya tinggal di sini, itu bukan seperti Jendral! "
" jangan banyak omong kosong, yang membuatnya tinggal itu bukannya kau, cepat tulis apa saja yang harus aku berikan padanya!"
" hahaha, Jendral cobalah menurunkan tingkat ke angkuhanmu satu persen saja, jika begini wanita tidak akan tahan!"
" sudah ceramahnya?"
" Haiiiis,, ini kau bisa buatkan makanan ini, sampai dia benar-benar pulih, dia adalah pasien jangan terlalu kejam!"
"kau tidak perlu mengajariku, Terimaksih kau boleh pulang!"
" Astaga, bahkan kau tidak mengijikanku untuk duduk sebentar, kau sangat kejam Jendral! "
" kau pasti belum sarapan, aku tidak ingin kau telat untuk itu , meskipun kau seorang dokter kau harus menjaga pola makanmu!"
" baiklah aku mengerti, aku tidak akan mengganggu!, Aku pergi Jendral! " Donie pun segera pergi.
Jendral petter membaca catatab Donie
" Sial bagaimana bisa, dia menulis seperti ini?,dia kira aku bisa membaca tulisannya yang luar biasa ini apa?"
sambil mengambil ponselnya.
" apa kau mengujiku?, aku tidak tahu apa yang kau tulis!!!"
" astaga, bisakah tidak teriak?,aku akan mengirimnya lewat pesan!"
mematikan telphon karna kesal.
tak lama pesan pun terkirim, Jendral petter segera membukanya.
Jendral bisa membuatkan jus jambu merah, untuk menaikan trombositnya, ****jus apel, jus kiwi, membuat kan sup kepiting, blablablabla****...
"astga, ini makanan untuk pasien atau untuk restorant bintang lima?"
Sudahlah, aku akan minta ayah untuk membuatkannya.
" Hallo, Ayah...!"
" tumben menelphoneku pagi-pagi, apa yang kau inginkan?"
" Ayah, Suzy sedang sakit, namun dia alergi dengan obat!"
" apa?, sakit?, apa yang di butuhkan ayah segera ke sana!"
" Aku akan mengirimkan pesan pada ayah!"
" Cepat kirim!"
Jendral segera mematikan panggilan nya dan segera mengirimkan pesan pada ayahnya.
" apa, sebenarnya siapa anakmu kenapa, mendengar dia sakit kau lebih panik!" gumam Jendral petter.
Setengah jam kemudian.
" mana - dimana menantuku?"
__ADS_1
Jendral petter segera keluar,
" ayah dia sedang tertidur, apa semuanya sudah ada?"
" aku akan memasakannya kau jaga saja dia!"
Berlalu kedapur membawa bahan-bahan yang di butuhkan.
Jendral petter menurut, menjaga suzy di sampingnya.
" Kau bangunkan dia pelan- pelan dan suapi dia, setelah itu biarkan istirahat kembali aku sudah memasakan untuknya kau tinggal menghangatkannya saat dia akan makan!, Besok ayah akan ke sini lagi!"
pergi begitu saja,
" Suzy, ...ayo makan sup ini dulu, lalu minum jus nya dan kau bisa istirahat kembali!"
Jendral petter membantu Suzy untuk duduk lalu menyuapinya dengan hati-hati dan bersabar.
" Jendral maaf merepotkanmu!"
" mmm, istirahat lah agar lekas membaik dan tidak merepotkanku lagi!"
Suzy mengangguk,
Ting tong ting tong...
" Jendral, Jendral buka pintu!" Terdengar suara Tania dari luar pintu.
pintu pun terbuka lebar,
" Jendral, apa suzy tidak di sini ,lalu dimana?"
" Dia di sini, dia sakit!"
" apa?, dimana dia sekarang? "
" di kamar bawah!"
Tania segera berlari menuju kamar yang dimaksud Jendral petter.
" Jendral kenapa kau membuatnya sakit?"
" bagaimana itu aku. dia terkena gejala DB, Panglima kau sungguh keterlaluan!"
" ah, aku kira kau menghukumnya lagi!"
" jika tidak bersalah tidak akan aku hukum, bagaimana kalian tega sekali mengusirnya dari paviliun Panglima? "
"Astaga, masak tidak kalian cegah?, ini akan merepotkan ku Panglima!"
" Anggap saja aku meminta tolong padamu Jendral, dia adalah sahabat Tantan, tolong ya!"
"Panglima, sebenarnya saya tidak terbiasa tinggal dengan orang lain, namun karna Panglima yang meminta, Ya sudah...lagi pula juga tak lama!"
" mmmm, bagus dan terimaksih! "
" Jendral,keadaan Suzy bagaimana?, dia tidur!" ujar Tania yang keluar dari ruangan.
" setidaknya tidak separah tadi, sudah lebih baik, setelah makan, biarkan dia istirahat!"
" baik, baik, kalau begitu Tantan merepotkan Jendral untuk menjaga Sazy!"
" Ya, mau bagaimana lagi dia tinggal di sini, mau tak mau aku yang harus mengurusnya!"
" Jendral orang yang hangat, hahaha!" ujar Leon.
" Ya Jendral benar-benar baik!"
"Ya sudah, aku akan memberimu cuti sampai suzy sembuh, urusan yang lain biar aku tangani, sayang ayo kita kembali!"
beranjak pergi.
" Oh baik, Jendral terimaksih ya!" mengikuti Leon.
Apa-apan ini, kenapa jadi begini?
Ya sudahlah, dia juga hanya gadis lemah, jika aku menolaknya, itu di luar naluri...
" Petter, sejak kapan kau memiliki Naluri?" Gumam petter yang heran pada diri sendiri.
sepanjang hari jendral Petter menjaga Suzy dengan baik, dan setiap satu jam sekali Ayah Jendral petter menelphone untuk menanyakan keadaan Suzy, dan setiap pagi datang untuk memasakan untuk Suzy.
" Dia masih tidur?, Ya sudah biarkan saja, jangaj di bangunkan, biarkan dia istirahat. jika sudah bangun segera siapkan dia makan!"
" mmmm, baik ayah!"
" Ayah pulang dulu, jika dia sudah membaik ajak ke toko!"
" untuk apa?"
__ADS_1
" Bawa saja!, awas kau tidak membawanya!"
" Ya ayah!"
hihihi putraku sedikit penurut sekarang...
dalam hati Anton merasa senang.
Kenapa hidup gadis ini enak sekali?, berasa seperti di hotel bingtan 10 saja mendapat pelayanan terbaik sekali,
sabar Petter dia pasien.
pukul 08.30, Suzy terbangun, dan meregangkan ototnya.
"Sudah bangun nona besar?" ujar Jendral Petter yang duduk di sampingnya.
" ohhh astaga ,Jendral kenapa di sini?"
" jika aku tidak di sini ,siapa yang merawatmu?"
" ah,maaf Jendral suzy merepotkan Jendral lagi!"
" kau sudah baikan, cepat cuci muka lalu sarapan!, aku akan menyiapkannya untukmu!"
" Siap lakasanakan!" segera beranjak
Wah, Jendral Petter luar biasa, dia sangat sabar merawatku, aku baru tahu itu...
aku harus membalas kebaikan Jendral.
dalam hati Suzy sambil bersenandung Ria, 3 hari dia terbaring sakit, dan kini tubuhnya sudah terasa lebih baik.
" Jendral aku sudah siap, sarapan!" Teriak Suzy menunggu di meja makan.
Bagus, sunnguh gadis yang tidak memiliki sungkan sama sekali.
Jendral Petter menggeleng kepala.
Jendral Petter tidak pernah berurusan dengan wanita, sekalinya dia berurusan pun dengan wanita, dan itu Suzy ,wanita yang super sekali untuknya.
" Apa kau ini sedang direstoran?"
" mmmm, maaf Jendral, aku sudah sangat lapar!"
" Orang lapar, masih mempunyai tenaga untuk berteriak sekeras itu ya?"
" mmm ,maaf!"
" lupakan cepat makan!"
" Baik, Jendral tidak sarapan?"
" kau makan saja dulu!"
" Tidak, Jendral duduklah, ayo makan bersama aku akan meyuapimu!"
" Tidak, kau pasien aku tidak mau tertular penyakitmu!"
Apa dia gila mau menyuapiku?
dalam hati Petter.
" ah. baiklah aku makan sendiri, apa Jendral yang memasaknya?"
" Ayah, ku yang memasakan untuk mu!, aku tidak bisa memasak!"
" wah, paman sangat baik, aku akan berterimaksih padanya hari ini, Jendral nanti antar aku ke sana boleh?"
" Kau kira aku supirmu?"
" Baik, aku akan. ke sana sendiri! "
" sudah kau makan saja dulu, jangan banyak bicara, nanti aku antar!"
" Trimaksih Jendral, ah Jendral apa libur?"
" kau kira aku di sini karna siapa?, masih bertanya!"
berlalu pergi karna di buat kesal.
" aihhh. temperamennya buruk sekali, aku hanya bertanya kenapa galak sekali!"
***mmmm...tapi dia merawatku beberapa hari ini dengan baik, dia tidak buruk juga, aku akan memasakkan sesuatu untuk Jendral dan Paman nanti.
dalam hati Suzy***.
Bersambung...
Author
__ADS_1
Like dan komen jangan lupa...