
" Leon, apa kau akan ke negara F segera?"
" Belum bu,..masih ada beberapa urusan yang harus Leon tangani dulu!"
" Baiklah, kau istirahatlah ibu akan memasakan makanan untukmu dan Sammy! " segera menuju dapur.
Sammy masih duduk dipangkuan Leon, dengan wajah yang terlihat takut.
" Apa kau senang di sini?" tanya Leon mencoba untuk memberikan kesan ramah pada Sammy.
" Sen senang!" jawab Sammy ragu.
" Kakak, ....kakak...kakak...!" Terdengar teriakan melengking yang tak asing di telinga Leon, siapa lagi kalau bukan Meimei.
" haha, Meimei...apa kau harus teriak sekencang itu?, aku tidak tuli!"
" kakak, kau akhirnya kembali, aku sangat rindu...!" ikut menempel di tubuh Leon.
" Sebenarnya kau ini adik siapa?" Ujar Jendral Petter.
" Aku adik kakak tua dan kakak panglima, iyakan Sammy, atau kita tukaran saja, kau jadi adik kakak tua itu!"
menunjuk ke arah Jendral Petter.
Sammy hanya diam , karna takut jika dia salah menjawab dan membuat kakaknya tidak senang, meskipun Jendral Petter lah yang menemukannya.
" kau jangan mempersulit Sammy, dia sudah menjadi adik Panglima itu sudah sangat baik untuknya!"
" Hai, aku cuma bercanda kakak tua memang tidak asyik!" meimei kesal.
" hmmm, apa yang kalian ributkan sih?, Sammu dan Meimei adalah adik kami berdua, karna aku dan Jendral juga sudah seperti saudara!"
" Nah itu, baru benar! " sambung Jendral Petter.
" Jendral bagaimana kabar Suzy?, apakah sudah ada kemajuan?"
"Suzy baik Panglima, Ya kami sudah masuk dalam proses saling memahami satu sama lain!"
" Bagus sekali, ku harap kau menjaganya dengan baik!"
" Tentu saja Panglima, aku akan melindungi nya!"
tak lama mereka mengobrol, Maya pun sudah selesai memasak.
" Oh, ada Jendral dan Meimei...ayo makan bersama sekalian, tante memasak banyak!" ujar Maya ramah.
sambil menata semua menu yang di masainya ke meja makan satu persatu.
" Sammy kita bantu ibumu yuk!" Ajak Meimei
mereka berdua segera turun dari pangkuan Panglima.
" Tante aku bantu! " ujar Meimei.
" Wah baiknya, kalian bawa Yang mudah-mudah saja ya!"
setelah semua siap mereka pun makan bersama, setelah selesai mereka mengobrol bersama di ruang tamu.
" Permisi,..."
semuanya menoleh ke arah pintu, ternyata Xian-xian yang datang, namun tak ada yang menyambut Xian-xian mereka kembali asing mengobrol dengan topik yang ada.
Xian-xian berjalan masuk, perlahan
" wah, bahas apa kayaknya seru sekali!" ujar Xian-xian ramah.
" Tante girang, siapa yang mempersilahkan kau masuk kemari?" ujar Meimei kesal.
__ADS_1
" aku?, aku tunangan Panglima kenapa tidak boleh?"
" Kalau tante girang tunangan Panglima aku istrinya!" sambil menempel memeluk Panglima.
"pfffffttt...!" Maya menahan tawanya melihat gaya Meimei yang sangat protek.
"aduh adik kecil, kau lucu sekali!" ujar Xian-xian tersenyum
meskipun dalam hati ingin sekali mencubit Meimei sampai menangis.
" Oh ini tante girang ya?" ujar Sammy.
" siapa tante girang, aduh bagaimana bisa kalian memanggilku tante girang?"
" Ya tante sangat jahat, dan genit!" jawab Meimei.
" Ahahahahahahahahahahah" Panglima tertawa.
" pfffffffffft....!" Maya dan Jendral Petter menahan tawanya.
" Panglima apa yang panglima tertawakan?"
" tak ada, sepertinya anak-anak kurang menyukaimu, kau bisa pulang!"
" Panglima aku ke sini untuk menemuimu, selamat Panglima karna telah menyelesaikan tugas dengan baik!"
" Ya trimaksih! "
" Silahkan pulang kak, kan sudah mengucapkan selamat, kami tidak punya jamuan disini! "
" hahahah, Mei kau pandai sekali bicara, pantas saja Anton sangat menyukaimu!" Ujar Maya gemas.
" Tante kenapa malah tidak menasehati dia?, dia sangat tidak sopan terhadap orang yang lebih tua!"
" Xian-xian, mereka hanya anak kecil, sebaiknya jangan kau ambil hati!"
" hmmm, baik tante, Xian-xian tidak ambil hati!"
" Apa aku di usir?"
" Ya, aku tidak suka melihatmu!, sebaiknya kau segera pulang!"
" apa?, Panglima apakah sungguh Xian-xian tidak ada kesempatan untuk menunjukan ketulusan Xian-xian? "
" Tidak,...!"
" Kenapa? "
" aku tidak menyukaimu, dan itu tidak akan pernah! "
" tapi aku sudah mengorbankan semuanya untuk Panglima! "
" apa yang kau korbakan?"
" Semua waktu ku, aku sudah lama menunggu Panglima! "
" Aku tidak pernah meminta itu!"
" tapi aku melakukan semua untukmu Panglima!"
"Sammy dan Meimei ikut kakak ke lapangan utara yuk kita lihat-lihat senjata perang!" ujar Jendral Petter yang ingin memberi ruang untuk Panglima dan Xian-xian.
" ah, ibu mau mencuci piring juga!" Beranjak ke dapur.
kini hanya tinggal mereka berdua di ruang tamu.
" sudah pulanglah!"
__ADS_1
" Panglima, lagian wanitamu juga sudah tidak di sini bukan?, aku akan menggantikannya !"
" kau tahu dia tidak di sini?, apa kau tahu dia dimana?, aku sedang mencarinya!" ujar Panglima berpura-pura.
" oh?, apa? aku juga tidak tahu Panglima, aku hanya melihat dia sudah tidak bersamamu lagi di sini!"
" ah, aku kira kau tahu, kalau kau sampai tahu, aku akan mencurigaimu mulai sekarang! "
"ma ma mana mungkin Xian-xian tahu, ...!" mulai takut dengab sorotan tajam Panglima.
" Ya sudah karna kau tidak memiliki informasi tentangnya, maka kau silahkan pulang!"
" Panglima sudah berapa kali kau mengusirku?"
" sudah berapa kali juga aku memperingatkanmu?"
" aku masih akan berusaha untuk mendapatkan cintamu Panglima, semakin kau menyuruhku pergi, aku akan semakin bersemangat!"
" Tidak tahu malu, semakin kau bersemangat, semakin aku jijik kepadamu!"
Sial dia memang benar-benar tidak bisa digoyahkan
dalam hati Xian-xian.
" Terserah, pokoknya aku tidak akan menyerah!" Beranjak pergi meninggalkan paviliun Panglima.
Panglima mengambil ponselnya dan segera mengomando anak buahnya untuk mengikuti Xian-xian.
Maya yang menguping dari dapur, segera keluar saat tahu Xian-xian pergi.
" Wah dia benar-benar menjijikan sekali!" ujar Maya.
" Hmmmm, pilihan ayah sangat payah!"
" hehebehe, sudahlah jangan membahas orang menyebalkan itu !"
" Ibu minggu depan aku ke negara F!"
" Oh ya?, lalu bagaimana dengan Xian-xian?, dia pasti saat ini akan mencari cara untuk melukai Tania bukan?"
" Ya bu,... tapi Leon ada , dia tidak akan bisa melukai Tania sedikit pun! "
" Baiklah, ibu percaya padamu, ibu ikut ya?"
" Jangan, ibu tetap di sini dengan Sammy, aku akan ke sana sendiri! "
" Ya sudah kalau begitu... Tania pasti juga sangat merindukanmu, selesai kan segera apa yang ingin kau selesaikan setelah itu kau harus berada di sampingnya sampai dia benar-benar sembuh!"
" ibu tenang saja ya!"
***********************
" menyebalkan, bagaimana bisa Panglima tidak melihat ku sedikit pun, wanita itu pun mungkin sudah cacat, kenapa Panglima masih mencarinya, ini tidak adil!"
prang...pryarrrr...
Xian-xian melempari semua barang nya karna kesal dan tidak terima.
" Jika Cacat pun tidak cukup, membuatmu dilupakan Panglima, maka kau harus mati Tania!" Gumam Xian-xian sangat geram.
Aku harus memikirkan cara untuk melenyapkan Tania segera, bagaimana pun Tania kau harus mati.
Xian-xian benar-benar dianggap sepele oleh Panglima, dan dia berpikir itu semua karna Tania karna semenjak kehadiran Tania Panglima menjadi sangat dingin dari sebelumnya.
Bersambung...
Author
__ADS_1
Like dan komen jangan lupa..
terima ksih