
" Yes berhasil!" ujar Leon sangat girang.
" Kau terlihat sangat bahagia Panglima!"
Leon memeluk Tania dengan erat,
" Aihhh, waktu kita lebih efisien sekarang, mereka juga bisa memulai kedekatannya!"
" apa kau yakin ini akan berhasil?"
" itu juga tergantung pada Jendral petter!'
" aiiih, Jendral itu sama teganya denganmu, tidak ada sisi lembutnya sama sekali, aku tidak yakin jika itu berhasil!"
" Nyatanya Suzy tidak pernah membantahnya!"
" Suzy, adalah orang yang slalu memikirkan, keamanan dan kenyamananya, itu adalah trik bertahan hidupnya!"
" Kita lihat. saja nanti, sekarang kita nikmati waktu kita berdua!"
" apa yang ingin kau lakukan!"
" hanya ingin berbaring dan memelukmu, mendengarkan ceritamu selama 5tahun sebelum bertemu denganku kembali!"
" Mmm, panjang ceritanya, saat kita keluar dari hutan, aku berharap setelah hari itu aku bisa mencarimu, dan mengucapkan terimaksih lalu akan slalu menemuimu setiap hari setelah pulang sekolah,namun kenyataan sangat jauh dari harapan, saat aku terbangun aku sudah dirumah kakek!"
" wah, ayahmu saat itu juga mengirimu ke tempat kakekmu?"
" mmm, aku merengek pada kakek untuk pulang!"
" lalu apa kakekmu memulangkanmu?"
" Tidak, Kakek memiliki seribu cara membujukku untuk slalu tetap tinggal?"
" wah... kakekmu sepertinya yang paling memahamimu!"
" Ya, kakek mengijinkan aku bermain - main dengan senjata, memperkenalkanku dengan anak temannya, yang hampir setiap hari menemaniku bermain dan berlatih!"
" siapa dia, laki-laki atau perempuan?'
" dia laki-laki!"
" apa jadi selama kita tidak bertemu kau asyik bermain dengan laki-laki? "
" heiii apa yang kau pikirkan, dia sudah seperti kakak untukku, slalu menjagaku, dia juga seorang perwira muda di negaranya, kau berlebihan dalam berpikir?"
" apa benar dia hanya seorang kakak dihatimu?"
" Tentu saja, aku juga slalu mengatakan padanya bahwa aku sudah memiliki orang yang akan aku nikahi di masa depan!"
" oh, itu bagus sekali kau memang wanita ku!" mengecup pipi Tania dengan gemas.
" Kau kenapa sangat cemburuan, jelas-jelas aku berusaha keras mencarimu, apa tidak cukup membuktikan bahwa hanya dirimu satu-satunya yang ingin ku nikahi!"
" katakan sekali lagi!" menghadapkan Tania pada dirinya.
" Aku hanya akan menikahi Panglima perang yang sudah menyelamatkan hidupku!" mengatakan dengan tulus.
" Tania, Kau harus memegang kata-katamu, kau hanya millikku!"
adegan Kissing pun terjadi, keduanya terhanyut dalam suasana yang dalam.
" Tunggu, hentikan tanganmu Panglima!"
Leon melihat tanganya yang sudah berada di dada Tania.
" Ouhh, aku kira itu tadi squishy, hehehe empuk sekali!" seolah tidak bersalah.
" Panglima kau keterlaluan sekali!!"
" aku pria normal, itu wajar lagi pula aku tidak akan lari dari tanggung jawab "
" Menyebalkan sekali, kau mengatakan itu squishy? apa Panglima sangat suka bermain squishy? "
" mana mungkin aku bermain squishy! "
" tapi kenapa kau bisa tahu sqishy itu empuk?"
" Ria sangat menyukai benda aneh, itu dia slalu meminta ku membelikan banyak benda aneh itu setiap ulang tahunya!"
" semoga yang kau katakan itu benar, atau jangan -jangan Panglima memiliki kebiasaan aneh dengan benda itu! "
__ADS_1
" Kau berpikir buruk sekali pada calon suamimu ini?, aku memang tidak pernah bersentuhan dengan wanita, tapi aku bisa mengendalikan diriku,jika tidak kau sudah habis ku makan saat ini!"
"apa benar-benar bisa di percaya?"
" tentu saja, aku mencintaimu aku adalah pria yang berpikir jernih, menjaga dirimu dan nama baikmu adalah tanggung jawabku!"
" Aku sungguh tidak salah memilih suami, semoga panglima bisa menepati janji!"
" tentu saja, kenapa kau slalu memanggilku panglima, panggil saja aku Leon atau yang lebih mesra!"
" aku harus membiasakan diri disini dengan sebutan panglima, aku akan di sini juga anak didik meski tidak resmi!"
" Baiklah, panggil saja sesukamu, Tapi sayang, menghadapi ayahku tidaklah mudah, dan juga wanita pilihanya itu, apa kau mau menghadapi mereka bersama-sama apapun yang terjadi nanti?, tadinya aku sengaja sedikit lebih lama berniat untuk tidak memberitahumu dulu siapa aku, aku berniat untuk menyelesaikan masalah ini dulu, dan setelah itu aku baru mengatakan pada mu, dan jalan kita bersama itu tidak sulit untukmu!"
" Panglima, Aku bukanlah wanita lemah,aku adalah wanitamu mana mungkin wanitamu mudah ditindas!"
" mmm, benar sekali, siapa yang berani menindas wanitaku!"
" Mari kita hadapi semua bersama-sama, menghadapi ayahku juga bukan perkara mudah, apa Panglima juga tidak akan menyerah?"
" Aku Panglima Perang, tidak akan pernah menyerah dengan ke adaan!"
" Terimaksih, hatiku sangat tenang saat bersamamu!"
" begitu juga denganku, jangan pernah kau melepaskan tanganku!"
" mmm tentu, Panglima aku sudah mengantuk !"
" Tidurlah, biarkan aku memelukmu dan menjagamu!"
" mmmmm"
Tania pun mulai terlelap.
Aku tidak akan mebiarkan siapa pun melukai mu Tania.
Memeluk Tania dengan erat,...
Bunyi sirine pun berbunyi, saatnya para prajurit untuk segera memulai aktivitasnya.
Di paviliun Jendral
Jendral petter sudah sangat rapi dan bersiap untuk segera ke lapangan.
Jendral bergegas ke lapangan, seperti biasanya, untuk melatih para anak didik.
" Tania di mana temanmu?"
" ah?" Tania bingung dengan pertanyaan Jendral petter.
Aku harus menjawab apa?, bukankah Suzy pindah ke paviliun Jendral?, jika aku menjawab seperti itu pasti akan menimbulkan masalah, dengan pemikiran orang-orang, tapi kenapa Jendral menanyakan Suzy?, apa suzy tidak diterima Jendral, lalu dia kemana?
dalam hati Tania bingung.
" Kenapa kau diam saja?"
" eh, anu anu, ...!"
" wah, dua orang ini kenapa sering sekali membuat masalah, mereka ini berniat tidak sih ikut latihan!"
" Iya benar, aku lihat mereka juga tidak tinggal asrama!"
" lalu mereka berdua tinggal dimana?"
" mereka slalu membuat keributan, mungkin di berikan tempat khusus sendiri!"
" itu masuk akal juga, mereka menyebalkan sekali!"
" iya setiap hari mencari masalah!, apa ingin mencari perhatian Jendral! menjijikan sekali!"
bincang-bincang anak didik lain.
"Semuanya Diam!!!, tidak ada yang menyuruh kalian membuka mulut!!" Tegas Jendral petter.
Semua pun segera menutup mulutnya dengan rapat.
" Jendral apa kau melupakan sesuatu?" Ujar Leon yang datang .
" Apa itu panglima?"
Leon mendekati Jendral petter
__ADS_1
" bukankah, ada yang tinggal di paviliun mu?" bisik Leon pada Jendral petter.
Astaga, hal yang mengganjal itu adalah Suzy, kenapa aku melewatkannya!
" Panglima, tolong ambil alih sebentar, aku akan mengurus sesuatu!"
Segers kembali ke paviliun.
Berani sekali, dia ini sudah tinggal di paviliun ku tapi tidak mentaati aturan, nyalinya sungguh besar!
Jendral Petter sudah sangat marah, dan segera menerobos ke kamar Suzy.
" Suzy, kau ini sungguh Tebal muka, Ya!"
terlihat Suzy masih meringkuk di ranjang berselimut tebal.
Astaga dia masih enak-enak tidur!
Jendral petter menarik selimutnya dan berteriak keras.
" apa kau di sini hanya untuk makan dan tidur?"
namun Suzy masih meringkuk mengabaikan Jendral petter.
Jendral petter segera menarik Suzy untuk bangun.
" Jendral,...! "
" kenapa kau masih tidur, cepat bangun! ,Eh kenapa dengan mu?"
terlihat Suzy sangat lemah tak berdaya, Jendral petter memegang wajah Suzy untuk mnegecek suhu tubuhnya.
" Kau demam!, aku panggil Donie sekarang!"
Jendral petter segera menghubungi dokternya,
dan terlihat Suzy sudah antara sadar dan tidak sadar.
" Donie, ke paviliun sekarang! "
segera mengakhiri panggilannya.
" tunggu bertahanlah, Dokter segera datang!, lepaskan pakaiamu!"
" apa?"
" Kau demam tinggi, kenakan pakaian tipis, dan jangan memakai selimut tebal!"
" oooh, ya!" Berusah melepaskan pakaian tanpa ragu-ragu.
Susy hanya tinggal mengenakan pakain dalamnya yang tipis .
astaga, dia patuh sekali, tubuhnya benar-benar putih dan bersih. Ya Tuhan apa yang aku pikirakan.
mengalihkan pikiranya dengan segera.
Jendral petter segera keluar kamar,
tak lama Jendral kembali membawa kain tipis dan merangkapkan ke tubuh Suzy.
"Kenakan ini dan berbaringlah, Donie akan segera datang!"
" Trimaksih Jendral! "
" Mmm, jadilah anak baik ,aku akan mengambil air untuk mengompres mu!"
Sambil menunggu Donie, Jendral petter memberikan pertolongan pertama untuk Suzy, mngopresnya, dan mengecek suhu tubuhnya.
***Saat sakit seperti ini membuat orang tidak tega saja, benar-benar seperti anak kecil.
dalam hati Jendral Petter.
Bersambung...
author
pingin banget Crazy up tapi kayaknya belum banyak yang baca novel ini ya.
boleh minta tolong rekomendasikan novel ini agar banyak yang baca, dan memberikan dukungan.
karna dukungan kalian sangat berarti untuk Author.
__ADS_1
Terimaksih kesayangan - kesayangan Author***.