
" Jangan aku akan bekerja sama!" Budiana akhirnya menyerah.
"Pilihan yang cerdas, bawa dia keruanganku Sisanya geledah, barangkali ada sesuatu yang terlewatkan dan kurung!"
" kalian tidak bergerak sendiri, siapa yang mengendalikan kalian?"
" kami hanya bandit kecil, mana mungkin ada yang mengendalikan! "
" Budiana, kelompokmu teefasilitasi senjata berkualitas, dan bukan buatan dalam negeri!"
Dia pasti hanya menggertakan, senjata kami bahkan tidak ada label khusus.
dalam hati budiana.
" itu buatan kami sendiri!"
" kau kira kami bodoh meskipun senjatamu tidak ada tanda dan label khusus, namun dari kualitas bahan yang kau gunakan ini berasal dari negara H, apa kau membuatnya di sana?, atau memesan bahan dari sana?"
" Ya aku memessn dari sana!"
" kalau begitu tunjukan tempat pembuatan senjatamu!"
Sial orang ini sangat sulit di bohongi...
" jangan menguji batas kesabaranku, aku tidak pernah bertoleransi dan kamu pengecualian"
" Panglima, Jika kami bekerjasama dengan anda apakah anda bisa menjamin keselamatan keluarga kami?"
" kalian senang sekali diperbudak negara lain, untuk mengkhianati negara sendiri, kejahatan bukanlah profesi yang menjanjikan, dan tidak akan berakhir baik, jika kau tidak mati di tangan kami kau mati di tangan pengutusmu!, itu sudah hukum alam, hasil yang kau dapat sebesar apa pun itu tidak akan ada nikmatnya!"
" aku tak butuh perkataanmu itu, kau hanya menjawab saja kau bisa menjamin keamanan keluargaku atau tidak?"
" itu bukan perkara sulit untuk kami!"
" Jika kau tak menepati janji aku akan membunuhmu!"
" Oh aku di ancam, menakutkan sekali!, katakan di mana markas kalian, siapa yang mengendalikan kalian? "
" kami di bawah kendali Chomeng, markas kami ada di sebrang perairan sana...!"
" Cukup!, Zoo lakukan rencana B!"
" Siap laksnakan!"
" ingatlah untuk tidak mengkhianati kami!, jika sampai itu terjadi anak istrimu akan menanggungnya!, Zoo bawa dia !"
Kalian ini menjadi penjahat kenapa setengah-setengah, hmmmm...
dalam hati Leon.
Pasukan khusus panglima segera menjalankan rencana B, beberapa dari pasukan khusus menyamar menjadi bandit dan mengikuti ke markas.
markas di sebrang perairan itu, sangat penuh dengan barang-barang rampasan, dari mulai elektronik, tembaga, dll, semua barang-barang yang bernilai tinggi berjejeran di markas.
" Budiana, barang ini akan di kirim ke negara A tiga hari lagi!" ujar seseorang memberi tahu.
"Ya, aku tahu!"
" apa mereka orang baru mu?, kenapa aku terlihat asing!"
" mana ada baru, hanya perasaanmu saja itu"
" Ya bisa jadi aku juga tidak hafal, rupa-rupa anak buahmu hahah!"
" kau hanya sibuk menghitung angka aku tahu itu"
" mmm, saat barang ini akan di kirim, bos meng akan datang untuk memberikan prnghargaan padamu!"
"mmm, seharusnya itu karna aku bukan orang baru!"
" Ya pasti kau mendapat bonus besar!"
" memang nya kau tidak?"
" aku hanya budak kecil mana bisa mendapat bonus seperti mu yang sudah berkontribusi banyak!"
" Ys sudah aku ingin pergi dulu!"
Budiana pun pergi dan diikuti pasukan Leon yang sudah menyamar.
__ADS_1
" mmm, Tolong sampaikan pada Panglima untuk mrngampuni satu nyawa anak itu!"
ujar Budiana.
" itu tergantung pada Panglima! "
" Dia hanya anak yang diculik, dan dilelang dipasar gelap, dan menjadi budak di sini!"
" aku tidak bisa memutuskan!"
" kau..."
" sudah jangan berisik...aku akan bantu menyampaikan pada Panglima nanti!"
" Terimaksih! "
sebenarnya dia ini penjahat atau bukan, hatinya lemah sekali!
dalam hati Zoo.
---------------------------------------------------------------
" Tantan, apa kau baik-baik saja"
" Seperti yang kau lihat aku baik-baik saja! "
" mmmm, sepertinya ayahmu tidak menyukai seorang abdi negara menjadi pendampingmu!" ujar Suzy.
" entah lah... aku tak pernah mengerti jalan pikiranya!'
" mungkin ada alasan yang paman seperti itu!"
" apa pun alasannya aku tidak peduli!"
" hadeh. kau keras ayahmu juga keras, itu bukan hal yang baik dalam hubungan keluarga!"
" Ya suzy, lalu bagaimana urusan mu dengan Jendral? "
" bulan depan kami akan menikah!"
" apa? kau serius?"
" haih, aku yakin Jendral akan menjagamu dengan baik!"
" Aku, aku takut dia tidak bisa menyukaiku !"
" apa kau sudah menyukainya?"
" aku juga belum menyukainya, namun bagaimana pun dia akan menjadi suamiku, aku harus belajar menyukainya!"
" pasti Jendral akan melakukan hal yang sama!"
" Benar kah? "
" apa kau tidak ingat perkataan Jendral, dia mengatakan semua yang berlabel namanya akan slalu dijaga dengan baik!"
" ah, Tantan aku jadi malu!"
" Hihihi, aku sangat bahagia kau akan segera menikah! "
" ihhh Tantan... kau juga harus segera menyusul!"
" Ya doakan saja Suzy, aku rindu Panglima! "
"aku yakin Panglima juga sangat merindukanmu!"
" Mmm, ... Semoga Tuhan slalu melindunginya!"
" Aamiin..."
" Suzy aku sangat jenuh, bantu aku keluar aku ingin menemui ibu mertuaku!"
" Ah, baik aku akan meminta ijin paman, tapi apa alasanya?"
" kau bilang saja jika kau ingin mengajakku mencoba baju pernikahan atau tentang keperluan pernikahan!"
" Ya, aku tahu!, tapi apa paman ada di rumah? "
" Minta bibi Chu mengantarmu, ke ruang baca ayahku!"
__ADS_1
" tapi paman pasti akan menyuruh orangnya untuk mengawasimu!"
" Tak apa, kita akan ke butik ibu Panglima itu bukan masalah! "
" Baiklah aku akan berusaha! "
" aku mengandalkanmu Suzy!"
Di ruangan baca Hatta Latif.
" Paman, apa paman sibuk?"
" ada apa Suzy masuklah!"
" Paman, bolehkah Suzy mengajak Tantan untuk menemani Suzy untuk memilih keperluan pernikahan Suzy?"
" Dia sedang dihukum, tidak bisa keluar !"
" Tapi paman bulan depan Suzy sudah menikah, dan teman Suzy hanya Tania,saat bahagia orang yang ingin ku ajak berbagi hanya Tania!"
Benar juga, mereka berteman sudah dari kecil.
" mmm, Jangan pulang terlalu larut!"
" ya paman terimakasih!"
" Sama-sama!"
Suzy segera berlari ke kamar Tania.
" Ayo kita pergi...!" Segera menarik Tania keluar kamar.
" Yeaaaaah, tunggu aku mau membawa kan masakan yang sudah aku pelajari dengan bibi Chu untuk ibu!"
" kau memasak?" tanya Suzy tak percaya.
" Ya, panglima memintaku untuk belajar memasak!"
what?,,, aku masih ingat saat dia kecil mau ngatakan dia tidak akan menyentuh peralatan dapur, yang dia ingin kan hanya bermain dengan senjata.
apa dunia akan segera kiamat?
dalam hati Suzy.
" Sudah ayo berangkat!"
" mmm Tantan, apa kau yakin itu akan kau berikan pada mertuamu?"
aku khawatir ini akan menjadi tidak baik...
Suzy khawatir .
" tenang saja, aku cukup percaya diri dengan masakanku!"
Ya Tuhan selamat kan ibu Panglima...
" ayo kenapa kau melamun?" menarik Suzy segera masuk ke mobil.
mereka segera menuju butik Maya.
Di butik Maya...
" Selamat pagi ibu, aku sangat merindukan ibu...!'
" Tantan.....!" Sangat gembira bertemu dengan Suzy.
" siang tante,...!"
" Suzyyyyyyy... kau pasti yang membantu Tantan untuk keluar, aku sudah tahu kau dikurung ayahmu, aduh Tantan apa ayahmu menyakitimu?"
" Tidak ibu,ibu lihat apa yang ku bawa, aku memasakan makan siang untuk ibu!"
" Aduh menantuku kau benar-benar sangat perhatian!, kalau begitu ibu akan memakanya!"
Ya Tuhan, bagaimana jika ibu Panglima marah karna Tantan tidak pandai memasak?
Maya membuka bekal yang di bawa Tantan,
dan memakan bekal dari Tantan ...
Bersambung...
__ADS_1
" Author "
Like dan komen jangan lupa.