DIA,SANG PANGLIMA PERANG

DIA,SANG PANGLIMA PERANG
85. Tahap pengobatan


__ADS_3

setelah sarapan dan mengobrol santai Julius pun berpamitan.


" Kakak ipar, itu siapanya kakak ipar?" tanya Ria mencoba memahami silsilah keluarga Tania.


"Tidak ada hubungan darah, namun melebihi hubungan darah" Jelas Tania.


"Kenapa?, dia tampan ya? apa dia cukup menggetarkan hatimu?"


Leon menggoda Ria yang statusnya pun slalu kandas saat berpacaran.


" kakak, apa mau aku suntik rabies?" ujar Ria kesal.


"Sadiiissssss kali....!"


"Biar saja, siapa suruh menyebalkan!"


" hmmmm biasanya yang seperti itu memang ada rasa!"


" mana ada ?, sembarangan saja !"


" aihhh, kalian baru bertemu sudah seperti kucing dan tikus!"


" Kakak ipar, kak Leon dulu yang memulainya!"


" Sayang, ayo kita masuk!, matahari sudah hampir di atas kepala!"


" Ya...!"


Leon segera menggendong pujaan hatinya itu masuk ke dalam.


"ayo Ria masuk!" ajak Tania.


" Biarkan saja dia berjemur sayang, biar tidak jamuran!"


"Pfffffffffftttttttt..." Tania menahan Tawanya.


" kakak, yang Jamuran, seluruh tubuh kakak penuh Jamur!"


Sambil mengekor masuk...


" Ria, di sana ada kamar kosong bisa kau pilih! Leon memberitahu Ria.


tanpa basa basi Ria segera menuju arah yang di maksud Leon ,langsung masuk di salah satu kamar.


"Okey, Kak Leon benar-benar keterlaluan hari ini!, Lain kali aku harus membalasnya"


sambil meletakkan barang bawaanya kemudian merebahkan tubuhnya ke tempat tidur.


hmmmm,...Nyaman sekali...istirahatlah hari ini aku, mulai besok aku akan berusaha keras untuk kakak ipar agar segera bisa berjalan lagi.


Ria segera memejamkan matanya...


Keesokan harinya,


" Relekskan saja kakak, Ria untuk tahap awal hanya akan memberikan akupuntur saja untuk membuka saraf - saraf yang tidur, jadi percayakan pada Ria kakak ya!"


"Ria juga bisa pengobatan seperti itu?"


" Ya, ini ilmu yang di turunkan kakek kami sayang, percayakan saja pada Ria, karna hanya dia yang mewarisi ilmu ini dalam keluarga kami!"


" kenapa panglima tidak mewarisi juga?"


" Jika aku mewarisi ilmu seperti ini maka aku tidak akan menjadi panglima sayang, kewajiban seorang dokter adalah menyelamatkan nyawa orang lain, Dan basic ku adalah membunuh, bisa jadi pasien tidak selamat, atau aku justru menyelamatkan penjahat, hahahah kami sudah memiliki jalannya masing-masing!"


" Benar kakak, heheh aduh jika kak Leon punya ilmu ini, senjata api pun akan di akupunturnya, ahahah!"


"Hilih garing!" ujar Leon

__ADS_1


" Biarkan saja, weekkkk...."


" ah, kalian bisa mengambil keputusan apapun dalam hidup kalian, ingin menjadi apapun yang kalian mau , aku iri sekali dengan kalian!"


" Kakak, kau bisa menjadi apapun yang kakak inginkan bukan?"


" mmm, saat sudah cacat ayahku baru membebaskanku !"


" apa yang kau bicarakan sayang, kau adalah wanitanya panglima, itu saja sudah cukup hebat bukan?, tidak sembarangan wanita bisa bersanding dengan seorang Panglima perang sayang!"


" uhuk-uhuk, Kakak Leon terlalu melebihkan diri sendiri, bagaimana bisa kakak ipar ini jatuh cinta dengan Panglima keji ini?"


" ahahahahahah" Tania tertawa terpingkal.


" Nyatanya kakak iparmu jatuh cinta pada kakak saat pandangan pertama, iyakan sayang?"


"saat itu kakak ipar masih sangat kecil, selera anak kecil memang payah, Ria pun pernah juga seperti itu!"


" Ria tutup mulutmu jangan menjadi kompor!"


" hahahahah, tapi nyatanya sampai saat ini kakakmu masih yang teristimewa untukku Ria!"


" Aihhhhh, apalah nasib seoramg jones ini...aku harus segera mencari kekasih!"


" Aku panggilkan kakak Julius saja Ria kau sangat cocok dengannya, Suzy dengan Jendral Petter, Kau dengan kak Julius bagaimana!" Leon menawarkan tawaran terbaiknya


" Tidak!!, aku tidak pernah ingin menjadi istri seorang Tentara, serasa menjadi Janda di depan mata!"


" Kau adalah dokter tentara, seharusnya tahu semua resiko menjadi istri tentara!"


" makanya aku tidak mau, aku mau cari sama-sama dokter sajalah!"


" Dokter Donie Ye ada pun!" sambung Tania


" Dia sudah seperti abangku sendiri Kakak ipar!, dia juga sudah ada seseorang yang di sukainya entah itu siapa?"


" Hmmm, benar sekali itu Ria, Jangan terlalu memilih jika memang itu sudah jodohnya ya sudah!"


" Ya itu memang benar, tapi Ria tetap tidak ingin menikah dengan abdi negara!"


" Ya kita bebas memilih apapun yang kita mau, tapi Tuhan yang menentukan Ria , jangan lupa itu!"


" Iya kak Leon...Ria mengerti!, ah kakak ipar untuk akupuntur hari ini cukup, kakak bisa isitirahat dulu!"


" Terimakasih Ria!"


" Iya sama-sama kakak, nanti Ria akan buatkan ramuan khusus untuk kakak ya!"


" hilih ramuan kusus, bergaya kau ini!"


" iya biar kelihatan keren dikitlah, sirik aja kak Leon ini!"


" Ya sudah sana pergi...aku akan menemani kakak iparmu istirahat!"


" Hilihz menyebalkan sekali, hanis manis sepah di buang!"


berlalu pergi...


" Kebiasaan sekali panglima ini suka menyuruh Ra pergi!"


' Aku ingin berdua denganmu!, bagaimana sayang apakah ada sensasi berbeda?"


" mmm, sedikit rileks ...!"


" Sinih peluk biar lebih rileks lagi...!" panglima memeluk Tania


Kini Tania bersandar manja di pelukan sang panglima.

__ADS_1


" Pelukan panglima slalu mengahangatkan, dan menghilangkan segala kegelisahan di hatiku!"


" Tentu, dengan memelukmu semua kegundahan dihatiku pun juga sirna sayang!"


" Terima kasih panglimaku tersayang karna tidak pernah lelah bersabar untuk Tania!"


"Untukmu aku tidak akan Lelah dan menyerah!"


mengecup kening Tania dengan lembut.


"Aku juga tidak akan menyerah untuk tetap berdiri disamping panglima!"


" Itu baru wanitaku,...! sambil mencubit gemas hidung Tania.


" Apa panglima benar-benar akan menjodohkan kak Julius dengan Ria?"


" apa kau tidak setuju?"


" bukan seperti itu panglima, sifat kak julius 11,12 dengan Jendral petter, meski tidak se kaku Jendral petter, tapi hatinya tidak peka sekali!"


"Oh ya, berarti hanya aku yang sangat peka ya di antara mereka?"


"kalian bertiga sama saja, hanya aku saja yang terlalu hebat bukan menjatuhkan hati panglima?"


" Ahahahah, gadis kecilku sungguh luar biasa memang, Iya kau adalah wanita terhebat yang sanggup menakhlukan hati bajaku ini!"


" Panglima, apa nenek sihir itu tidak mengikuti ke mari?"


' Siapa?, Xian-xian?"


" ya benar panglima!"


" untuk sementara dia menjaga jarak aman, dia tahu aku sudah mencurigainya, jadi dia hati-hati dalam bertindak!"


" Dia sangat cerdik sekali rupanya!"


" Benar dia tidak ceroboh!"


" Pantas saja dia bisa mempertahankan popularitasnya!"


" kita lihat saja, sampai kapan dia bisa bertahan dengan kepura-puraannya!"


" ya, Berpura-pura itu sangat melelahkan, dia termasuk bermental baja bisa berpura-pura selama itu!"


' Bukan mental baja itu namanya, itubadalah keterbelakangan mental!"


" Wah mengerikan sekali!"


' Ya, sekarang tidak usah memikirkan hal itu, kau harus fokus dalam pengobatanmu itu saja, setelah kau bisa berjalan lagi, kita akan menghadapi ombak yang lebih dasyat lagi!"


" mmm, Jalan kita masih tajam dan berliku sekali!"


" Dan bergelombang!, kita harus siap mengahadapinya!"


" Panglima apapun yang terjadi jangan pernah lepaskan genggaman tanganku!"


mengganggam erat tangan Panglima.


"Tidak akan , Ayo sekarang istirahatlah!"


Dia insan ini saling menguatkan diri, mereka sama - sama mengerti jalan mereka tidak semulus jalan tol.


Bersambung...


Author...


jangan lupa Like dan komenya kakak

__ADS_1


terima kasih


__ADS_2