
" Sayang,...emmmmaaach, bangun... matahari sudah mau tenggelam lagi loe!"
Panglima menciumi wajah istrinya.
" Aku lapar....!"
" Hahahaha, aduh aku sangat tidak pengertian ya?, aku akan pesankan makanan untuk istriku, mau makan apa sayang?"
" Buatkan sup ayamnya ibu!"
" Ha???"
" siapa yang tahu resepnya ibu sayang?"
" Pokoknya mau sup ibu!"
" Ah iya iya...tunggu sebentar!"
Panglima pun keluar kamar dan turun ke lobi.
Panglima mengambil ponselnya dan segera menghubungi ibunya
" Haloo!"
" Dasar anak kurang ajar, kau membawa menantuku kemana?"
" bu, kami sedang honeymoon lah, ...!"
" Apa kau sudah berhasil membuka brangkas menantuku?"
" Uhuk, ibu pertanyaan macam apa ini?"
" katakan sudah atau belum?!!"
" Sudah, sudah sudah!"
" Sungguh??, serius??"
" iya ibu!"
" Waaaaaaaaaaaaaaaaas itu baru putraku, ah akhirnya aku merasa sangat lega!"
" Ibu, bisakah kita tidak membahas itu dulu?"
" Iya iya, bagaimana?, kau pasti butuh bantuan ibu!"
" Ya Istriku ingin sup ayam buatan ibu!"
" Kalian di mana, ibu akan ke sana!"
" kami di perbatasan kota ibu,istriku keburu pingsan menunggu ibu!"
" ah, kasihan sekali menantuku itu ya!"
" hmmm, ibu bisa tuliskan resepnya?, biar koki di sini yang membuat kan sup untuk Tania!"
" Ya, sudah...ibu akan menirimkan resepnya, menantuku harus makan yang bergizi, siapa tahu saat ini cucuku sedang berkembang !"
" Ibu, tidak secepat itu, baru semalam Leon melakukannya!"
" Ya kan tidak tahu ,bisa saja jadi!"
" iya ibu, cepat kirimkan resepnya menantumu sudah kelaparan!"
" Ah, baiklah - baiklah!"
Panggilan pun berakhir Maya segera mengirim resep sup nya pada Panglima, dan segera Panglima meminta pelayan hotel menyediakan makanan sesuai resep yang tertulis.
" Sayang, tunggu ya!"
" Ya, ...!"
" Apa kau mau mandi?"
" Tidak, aku mau makan dulu!, aku tidak ada tenaga sama sekali sayang!"
" kalau begitu aku akan membasuh tubuhmu ya?"
" Hmmm....!"
Penglima mengambil air di gayung dan kemudian mengambil kanebo di dalam tasnya
" Kau membawa kanebo??"
" hehehe ini paling praktis untuk dipakai di perjalanan jauh!"
" Ah, kau samakan aku seperti body motor?"
" Tentu tidak, ini baru kok sayang, ini kan praktis cepat kering dan mudah menyerap...!" Panglima segera membasuh tubuh istrinya dengan penuh kelembutan.
" Panglima, apa senjata rahasiamu itu?, yang tumpul tapi bisa menusuk ke dalam!"
" Puffffffffffftttt!"
" kenapa tertawa?"
" ah, bukankah kau suka?"
" ah???, ya suka...oh jadi itu kenapa Xian - xian suka menjadi babii panggang! sakit juga tapi enak!"
" Astaga, tapi kau bukan babii panggang, kau istriku sayang !"
"aku juga tidak mengatakan aku ini babii panggang!"
__ADS_1
" Kau sudah lebih enakan?"
" Ya, sedikit segar... panglima kau membuatku berdarah, kau tidak merasa bersalah?"
" ah???, iya maafkan aku sayang membuatmu terluka, tapi sekali ini saja kok pasti berdarahnya!"
" iya aku juga tahu, Suzy sudah menjelaskan semua padaku!"
" Oh, baguslah temanmu sangat mengerti kegelisahan seorang suami , ya sering-seringlah bertanya pada Suzy ya!"
" Ada apa denganmu Panglima, kau terlihat lebih fresh, dan berseri - seri?"
" Itu karna asupan dari istriku sangat mencukupi jadi begini ,kau harus sering - sering melayani suamimu akan suami mu terlihat berseri - seri!"
" Tunggulah Panglima kita beri jarak dulu, aku masih kesakitan tapi aku tahan!"
" Ah, baiklah...ayo pakai bajumu...dulu... sekarang kau bahkan tidak malu - malu lagi ya?"
" Ya, bagian mana lagi yang belum Panglima sentuh dan lihat?"
" Benar juga, tapi kau semakin galak ya?"
" Hmmm, Panglima!" Tania memeluk suaminya .
" Apa ?"
" Lain kali lakukan dengan lembutlah!"
" Ah, baiklah...akan aku coba lain kali, kau sepertinya juga menantikannya!"
" Iya tapi nanti kalau ngilunya sudah hilang!"
" Siap Kapten!!!"
" Hmmm, duduklah di sofa, kau menonton tv saja dulu, sambil menunggu makanannya datang, aku akan memanggil layanan kamar dulu untuk membersihkan tempat tidur!"
" Tapi aku masih lemas sayang!"
" tenang kakiku adalah kakimu!" Panglima menggendong istrinya dan mendudukkan nya di sofa.
" Apa kau ingin sesuatu selain sup ayam?"
" Jus Mangga!"
" Ok kapten!,tunggulah dengan tenang , aku akan menambah pesanannya sekalian aku mau keluar dulu sebentar!"
segera keluar kamar
" Wah, ini kah yang di maksud Suzy kita bisa mengendalikan suami kita?, tidak buruk menyuruh - nyuruh seorang Panglima!, hihihi"
" Tapi, itu benar - benar sakit, dan Panglima sangat kuat, dan lagi sangat kasar!, tapi itu bersensasi!" Tania terngiang - ngiang oleh kejadian Semalam.
" Rasanya kenapa buluku merinding ya jika mengingat semalam?, aduh apa ac nya mati kenapa tiba-tiba panas!"
Beberapa menit kemudian, Panglima kembali...
" Apa makanannya belum datang?"
" hmmm...!" Tania mengangguk.
" hotel apaan ini buat makanan saja lama!" Panglima sangat kesal.
ting tong ting tong...
Panglima segera membuka pintu,
" kenapa lama sekali?, istriku sudah kelaparan, apa ini pelayanan VIP??"
" Maaf tuan ,karna ada kendala di dapur tadi!"
" Hah, cepat bawa masuk!!"
" Baik!"
" Kalau begitu, saya permisi ...!"
"Ya, ayo sayang cepat makan, biar tubuhmu kembali bertenaga!"
" Ya,...wah ini baunya seperti sup ibu!" Tania bersemangat untuk memakannya.
" Bagaimana rasanya??"
" Lumayan meski nggak seenak buatan ibu!"
"iya nanti kalau pulang ibu akan memasak yang lebih enak!"
" Benar, maaf sayang pasti membuatmu repot ya?"
" Tidak, apapun itu jika mampu,tidak ada yang repot untukmu!"
" Hmmm,...!" Tania menunjukan jempolnya pada panglima.
" Oh panglima apa kau tidak makan?"
" Tadi sudah beli roti saat keluar!"
" sini sayang kau juga harus makan!"
" Untukmu sayang, makanlah aku nanti aku akan mengatur rencana dulu, karna malam ini kita harus segera menyelesaikan misi kita!"
" Oke!" Tania melanjutkan makannya, sementara Panglima sibuk dengan Ponsel dan sebuah kertas.
...----------------...
__ADS_1
Ditempat Jimmie menjalankan misi.
" Kak, ini vitamin untukmu!, makanlah agar kau tidak mudah tertular, dan pakai masker kesehatan ini!"
" ah, terimakasih Ria, kau slalu baik ya...pada semua orang?"
" Siapa yang baik, kakak kalau sakit semua kacau nantu!"
" Memang sudah kacau!"
" Semoga kakak, bisa membuat Desa ini menjadi seperti semula!"
" Memangnya aku dewa apa?, aku kan manusia biasa, sama seperti mereka, aku tidak suka seseorang berharap lebih padaku!"
" Kakak kan Genius, kenapa kakak tidak masuk militer?"
" Kasihan nanti kakak Eonnmu malah menjadi wakil panglima!"
" Haaaaa Daebak...itu masuk akal...!"
" Kau istirahatlah Ria, mumpung bisa istirahat!"
" Iya, ini juga istirahat!"
" apa kau sudah makan?"
" Tadi sudah makan roti!"
" Hmmm, makanlah...kau sendiri harus menjaga ke sehatanmu!"
memberikan buah - buahan pada Ria.
" Terimakasih kak, kakak slalu baik pada Ria, padahal Ria sudah menolak kakak beberapa kali!"
" Pria sejati, harus slalu berlapang dadalah, untuk kebahagiaan orang yang di sukainya!"
" Memang kakak masih menyukai Ria?"
" sudah aku coba, memberi kesempatan pada wanita - wanita yang mendekati ku, tapi mereka tidak bertahan lama !, hehehe..."
" Kenapa?"
" Aku merasa mereka tidak pernah tulus denganku!"
" Dari mana kakak tahu?"
" Ya, mereka hanya butuh uang saja, dan aku tubuh mereka heheeh itu hanya seperti simbiosis mutualisme!"
" Wah kakak...sudah berapa wanita bersamamu?"
" Lupa, aku hanya menjadi sugar Daddy mereka saja!"
" Wah, kakak pasti mengencani gadis - gadis muda!"
" Ya, rata - rata anak SMA!"
" Astaga kakak, kenapa dengan anak SMA mereka harus sekolah!"
" Anak jaman sekarang kan suka mengutamakan gengsinya, mereka mau melakukan apapun untuk memenuhi gengsinya!"
" hmmm, miris sekali ya dengan anak jaman sekarang?"
" Maka dari itu, Ria adalah 1 dari sekian ribu yang paling berbeda!"
" aihhhh, bodo amat...!"
" Hahahaha....tapi aku sudah tidak seperti itu lagi, karena aku tidak menemukan kebahagiaan di situ!"
" Lalu sekarang?"
" Tidak ada, aku memutuskan untuk tidak berhubungan dengan wanita lagi!"
" Omo..!, kakak suka laki - laki?"
" Heyyyy kepalamu!, mana boleh kau berpikir seperti itu!"
" Hahahahahahah, kata - kata kakak membuatku ambigu!"
" Hemmm...dasar...jika ada kesempatan aku tetap akan mengejarmu sih!"
" Tidak ,tidak ada...aku sebentar lagi menikah...hehehe...tidak ada kesempatan untukmu!"
" Iya,iya ... jika nanti kau tidak bahagia,kau harus mencariku!"
" kakak, kau membuatku takut!"
" Hahahahah, maaf aku bercanda!"
" Huh, tidak lucuuu!"
" Maaf ya, ...!"
" iya kakak, aku juga bercanda...!"
" dokter, dokter, ada pasien lagi tapi tempatnya penuh!"
" Oh, dirikan tenda lagilah!, kami sudah meminta dikirimkan tenda lagi harus menunggu 2 hari!"
" Pakai tenda kita cepat!"
"oke, oke...!"
mereka segera bergerak cepat, untuk menangani pasien yang baru datang.
__ADS_1