DIA,SANG PANGLIMA PERANG

DIA,SANG PANGLIMA PERANG
165. Menduga


__ADS_3

" Ayah, kenapa ayah senyum - senyum sendiri?"


" ah, tidak....apa kau ingin minum sesuatu nak?"


" Ya, ayah bolehkan aku minum, minuman bersoda?"


" Ehmmm sebentar ya nak ya!" Huan Zang mengambil ponselnya dan segera mencari info minuman bersoda.


__________________________________


Soda mengandung gula dan kalori yang tinggi, serta pemanis buatan. Kandungan-kandungan tersebut yang membuat soda menjadi minuman yang sebaiknya dibatasi, terutama pada ibu hamil. Kebiasaan mengonsumsi minuman bersoda bisa meningkatkan risiko ibu melahirkan bayi secara prematur.


____________________________________


" Eh, anakku bagaimana jika ayah buatkan jus alpukat??"


" Haa??" Tantan kebingungan.


" kau kan baru sembuh, jadi tidak baik jika meminum minuman bersoda kan nak!"


" sedikit saja ayah!"


" Tidak boleh nak,...!"


" Ah...air putih saja ayah!"


" ah, baiklah...apa kau tidak ingin jus saja?, ayah sangat pandai membuat jus!"


" Oh, baik...kalau begitu jus sirsak ya ayah!"


" Sirsak, sepertinya ayah harus ke pasar dulu membelinya, di sini apa ada sirsak??"


" tidak ada ayah!, ayah pesan gofood sajalah!"


" Tidak bisa!!!" tegas Huan yang membuat Tantan terkejut.


" Oh, maaf, ayah mengagetkanmu...maaf maaf...ini kau harus menjaga makanan dan minumanmu nak, biar ayah yang buat semuanya harus higenis, ayah akan beli buah sirsak dulu sebentar, tapi kau akan di rumah sendirian!"


" Ayah, kalau begitu jangan merepotkan ayah, seadanya saja ayah!"


" tidak repot nak!, tenanglah...!"


" Ayah, mau aku temani?"


" Tidak usah nak!, aku akan memanggil Seon dan Mei untuk menemani mu!"


" Biarkan mereka bermain ayah, aku tidak apa - apa!"


" oh okelah ayah!"


Huan Zang pun segera pergi membeli buah sirsak untuk menantu kesayangannya.


Maya dan Panglima pun kembali,


" Loh pada kemana?, kedua ayahmu?" tanya Maya yang baru datang.


" Ayahku membeli rambut nenek, dan ayah Huan membeli buah Sirsak!"


" Jadi kau di tinggal sendiri?"


" Itu tidak apa - apa ibu...oh ibu belanja banyak sekali ya?"


melihat panglima dan anak buahnya membawa banyak bahan makanan.


" Ehmmm ibu akan tinggal di sini sampai kau benar-benar pulih!"


" Ibu, jika tinggal di sini bagaimana denga seon dan ayah?"


" Tenanglah nak...rumah kita juga tidak terlalu jauh, yang penting ibu tidak kepikiran saat tidak melihatmu!"


" Ibu...maaf membuat ibu khawatir!"


"hehehe, makanya kamu harus menurut ya!"


" Ya ibu!"


" Sayang, apa kau sudah lapar?" tanya Panglima.


"belum...aku menunggu ayah membelikanku rambut nenek!"


" Rambut nenek? dari gulali?" tanya Maya

__ADS_1


" Iya bu...!"


" Ah, dimana ayahmu menemukannya?, itu sangat sulit!"


"Ayah pasti bisa menemukan rambut nenek!"


" Baiklah, jika ayahmu tidak bisa menemukan biar ibu yang membuatnya untukmu!"


" Kau rindu jajanan anak - anak?" Tanya Panglima heran.


" Heeeeee ....kau tidak boleh bertanya seperti itu Panglima !" Huan zang yang datang membawa sirsak.


" Oh ayah!, kenapa ayah?"


" Istriku, sini sebentar!" Huan Zang meminta istrinya mendekat.


Maya pun mendekat pada Huan Zang...


" Istriku, aku ragu untuk membuatkan jus sirsak, tapi dia ingin...aku takut ini akan jadi masalah!"


" Apa sayang???" Maya bingung.


" Ehmmm.... sepertinya menantu kita sedang ngidam!"


" What???"


" Jika itu benar jangan kau berikan buah sirsak!!!"


" apa itu berbahaya???"


" jika ibu hamil mengonsumsi buah sirsak di usia yang masih muda dapat berpeluang menyebabkan keguguran janin!"


" apa???"


" ah, kau ini kita pastikan dulu saja!"


" aku hampir saja mencelakai cucuku!"


"Panglima, apa yang dibicarakan ayah ibu?" Tanya Tantan.


" Entahlah, bagaimana sekarang?, apa benar - sudah sembuh?"


" Aku sudah baikan..!"


" Ya, oh ya Panglima kata ayah, kau akan berangkat ke perbatasan?"


" Ya, aku Jendral akan keperbatasan, jadi ini sebaiknya kau tetap tinggal!"


" Oh apa aku tak boleh ikut?"


" Tidak sayang!"


" Kita baru saja menikah sudah harus berpisah lagi, katanya Panglima mengambil cuti panjang?"


" Ya benar!, namun keamanan negara tetaplah nomer satu, bagaimana pun itu yang sangat penting!"


" Iya aku mengerti Panglima!"


" Bagus jika mengerti!"


" Hmmmm....!"


" Tantan sayang....!"


" oh iya ibu?"


" Nak coba kau buang air kecil di tempat ini!"


" Untuk apa ibu?"


" Ada deh, nanti juga tahu!"


" Ibu apa yang kau lakukan?" tanya Panglima.


" Nanti juga kau tahu!"


Tania pun selesai melakukan apa yang diperintahkan Maya.


" Ibu kau tidak akan aneh - anehkan?"


" Kepalamu yang aneh, sudah bawa istrimu kembali aku akan menunggu ayahmu dulu!"

__ADS_1


Panglima pun membawa istrinya kembali ke ruang tamu.


keduanya saling menatap penuh dengan kebingungan.


Tak lama, Hatta pun tiba...


" Tantan, Ayah dapat....!"


" Mana ayah?"


" Sebentar!" Hatta keluar lagi dan masih bersama 2 orang dan daganganya.


" eh???" Panglima dan Tantan nyengir terpaksa.


" Fiuhhhhh....kau tahu ayah sampai datang ke sekolah - sekolah SD untuk mencari mereka!"


" ayah, tidak juga setukang penjualnya juga ayah!"


" Ayah bingung karna ada 2 versi loh rambut nenek yang kering sama yang lembut, dari pada salah kan mending ayah bawa keduanya!"


" Ayah kan bisa beli keduanya saja kenapa bawa bapak penjualnya juga??"


" tidak apa - apalah biar sepuasnya kau makan nak!"


" Ho????" Panglima tak bisa berkata-kata.


" Ayo cepat buatkan rambut nenek untuk putriku yang paling enak dan bagus!"


kedua penjual itu segera membuat rambut nenek untuk Tantan,


" Panglima kau tidak mau?"


" Boleh yang kering saja!"


Setelah dibuatkan rambut nenek Tantan hanya memakanya sedikit saja,cuma satu cubitan kecil.


" Tantan, kenapa cuma makan sedikit???"


tanya Ayahnya.


" Ehmmm, sudah cukup ayah!"


" apa??" Hatta Latif sangat terkejut


" apa tidak enak, kau tidak suka?, biar ayah coba!" Hatta segera memakan rambut nenek sisa dari Tania tadi.


" Enak kok....ayo makan lagi nak!, ayah sudah mencarinya berjam - jam bagaimana bisa kau hanya memakan sedikit?, kasihan juga bapak-bapak ini!"


" Tapi ayah, aku sudah sangat enek !"


" ?????????" Panglima dan Ayah mertuanya bingung menggaruk kepalanya.


" Ya sudah, biar ayah saja yang makan, ayo panglima makan sedikit banyak!"


" Ah??, baik!" Panglima menurut saja pada mertuanya.


" Oh ya di mana besan?, kenapa tidak. terlihat??"


" Entah mereka sedang apa dibelakang ayah!"


" oh...ya sudah mungkin sedang membicarakan sesuatu pada ibumu!"


"aaaaagggggggggggrrrrrrhhhhhhhhhhhhhh"


Maya berteriak sangat kencang yang membuat semuanya terkejut.


" Eh ada apa?" Ujar Hatta terkejut


" ibu...!" Panglima segera berlari ke belakang untuk melihat situasinya, begitu juga dengan Hatta dan Tantan, kecuali 2 penjual itu hanya diam, mereka sebenarnya sangat takut tahu - tahu dibawa masuk ke distrik oleh ayah Tantan.


" Ibu ada apa???" Tanya Panglima yang di susul oleh Tantan dan ayahnya.


" Ibu ayah, kenapa menangis???"


tanya Tantan.


" Ah, Tantan ayo kembali, ke depan nak, mungkin ayah dan ibumu sedang ada perbedaan pendapat beri mereka waktu ,kita tidak boleh ikut campur nak!"


" Besan, ini juga harus dibicarakan dengan kalian, hiks hiks hiks!"


tegas Maya.

__ADS_1


Tania dan Ayahnya kebingungan....


__ADS_2