
" Ayah, kenapa ayah senyum - senyum sendiri?"
" ah, tidak....apa kau ingin minum sesuatu nak?"
" Ya, ayah bolehkan aku minum, minuman bersoda?"
" Ehmmm sebentar ya nak ya!" Huan Zang mengambil ponselnya dan segera mencari info minuman bersoda.
__________________________________
Soda mengandung gula dan kalori yang tinggi, serta pemanis buatan. Kandungan-kandungan tersebut yang membuat soda menjadi minuman yang sebaiknya dibatasi, terutama pada ibu hamil. Kebiasaan mengonsumsi minuman bersoda bisa meningkatkan risiko ibu melahirkan bayi secara prematur.
____________________________________
" Eh, anakku bagaimana jika ayah buatkan jus alpukat??"
" Haa??" Tantan kebingungan.
" kau kan baru sembuh, jadi tidak baik jika meminum minuman bersoda kan nak!"
" sedikit saja ayah!"
" Tidak boleh nak,...!"
" Ah...air putih saja ayah!"
" ah, baiklah...apa kau tidak ingin jus saja?, ayah sangat pandai membuat jus!"
" Oh, baik...kalau begitu jus sirsak ya ayah!"
" Sirsak, sepertinya ayah harus ke pasar dulu membelinya, di sini apa ada sirsak??"
" tidak ada ayah!, ayah pesan gofood sajalah!"
" Tidak bisa!!!" tegas Huan yang membuat Tantan terkejut.
" Oh, maaf, ayah mengagetkanmu...maaf maaf...ini kau harus menjaga makanan dan minumanmu nak, biar ayah yang buat semuanya harus higenis, ayah akan beli buah sirsak dulu sebentar, tapi kau akan di rumah sendirian!"
" Ayah, kalau begitu jangan merepotkan ayah, seadanya saja ayah!"
" tidak repot nak!, tenanglah...!"
" Ayah, mau aku temani?"
" Tidak usah nak!, aku akan memanggil Seon dan Mei untuk menemani mu!"
" Biarkan mereka bermain ayah, aku tidak apa - apa!"
" oh okelah ayah!"
Huan Zang pun segera pergi membeli buah sirsak untuk menantu kesayangannya.
Maya dan Panglima pun kembali,
" Loh pada kemana?, kedua ayahmu?" tanya Maya yang baru datang.
" Ayahku membeli rambut nenek, dan ayah Huan membeli buah Sirsak!"
" Jadi kau di tinggal sendiri?"
" Itu tidak apa - apa ibu...oh ibu belanja banyak sekali ya?"
melihat panglima dan anak buahnya membawa banyak bahan makanan.
" Ehmmm ibu akan tinggal di sini sampai kau benar-benar pulih!"
" Ibu, jika tinggal di sini bagaimana denga seon dan ayah?"
" Tenanglah nak...rumah kita juga tidak terlalu jauh, yang penting ibu tidak kepikiran saat tidak melihatmu!"
" Ibu...maaf membuat ibu khawatir!"
"hehehe, makanya kamu harus menurut ya!"
" Ya ibu!"
" Sayang, apa kau sudah lapar?" tanya Panglima.
"belum...aku menunggu ayah membelikanku rambut nenek!"
" Rambut nenek? dari gulali?" tanya Maya
__ADS_1
" Iya bu...!"
" Ah, dimana ayahmu menemukannya?, itu sangat sulit!"
"Ayah pasti bisa menemukan rambut nenek!"
" Baiklah, jika ayahmu tidak bisa menemukan biar ibu yang membuatnya untukmu!"
" Kau rindu jajanan anak - anak?" Tanya Panglima heran.
" Heeeeee ....kau tidak boleh bertanya seperti itu Panglima !" Huan zang yang datang membawa sirsak.
" Oh ayah!, kenapa ayah?"
" Istriku, sini sebentar!" Huan Zang meminta istrinya mendekat.
Maya pun mendekat pada Huan Zang...
" Istriku, aku ragu untuk membuatkan jus sirsak, tapi dia ingin...aku takut ini akan jadi masalah!"
" Apa sayang???" Maya bingung.
" Ehmmm.... sepertinya menantu kita sedang ngidam!"
" What???"
" Jika itu benar jangan kau berikan buah sirsak!!!"
" apa itu berbahaya???"
" jika ibu hamil mengonsumsi buah sirsak di usia yang masih muda dapat berpeluang menyebabkan keguguran janin!"
" apa???"
" ah, kau ini kita pastikan dulu saja!"
" aku hampir saja mencelakai cucuku!"
"Panglima, apa yang dibicarakan ayah ibu?" Tanya Tantan.
" Entahlah, bagaimana sekarang?, apa benar - sudah sembuh?"
" Aku sudah baikan..!"
" Ya, oh ya Panglima kata ayah, kau akan berangkat ke perbatasan?"
" Ya, aku Jendral akan keperbatasan, jadi ini sebaiknya kau tetap tinggal!"
" Oh apa aku tak boleh ikut?"
" Tidak sayang!"
" Kita baru saja menikah sudah harus berpisah lagi, katanya Panglima mengambil cuti panjang?"
" Ya benar!, namun keamanan negara tetaplah nomer satu, bagaimana pun itu yang sangat penting!"
" Iya aku mengerti Panglima!"
" Bagus jika mengerti!"
" Hmmmm....!"
" Tantan sayang....!"
" oh iya ibu?"
" Nak coba kau buang air kecil di tempat ini!"
" Untuk apa ibu?"
" Ada deh, nanti juga tahu!"
" Ibu apa yang kau lakukan?" tanya Panglima.
" Nanti juga kau tahu!"
Tania pun selesai melakukan apa yang diperintahkan Maya.
" Ibu kau tidak akan aneh - anehkan?"
" Kepalamu yang aneh, sudah bawa istrimu kembali aku akan menunggu ayahmu dulu!"
__ADS_1
Panglima pun membawa istrinya kembali ke ruang tamu.
keduanya saling menatap penuh dengan kebingungan.
Tak lama, Hatta pun tiba...
" Tantan, Ayah dapat....!"
" Mana ayah?"
" Sebentar!" Hatta keluar lagi dan masih bersama 2 orang dan daganganya.
" eh???" Panglima dan Tantan nyengir terpaksa.
" Fiuhhhhh....kau tahu ayah sampai datang ke sekolah - sekolah SD untuk mencari mereka!"
" ayah, tidak juga setukang penjualnya juga ayah!"
" Ayah bingung karna ada 2 versi loh rambut nenek yang kering sama yang lembut, dari pada salah kan mending ayah bawa keduanya!"
" Ayah kan bisa beli keduanya saja kenapa bawa bapak penjualnya juga??"
" tidak apa - apalah biar sepuasnya kau makan nak!"
" Ho????" Panglima tak bisa berkata-kata.
" Ayo cepat buatkan rambut nenek untuk putriku yang paling enak dan bagus!"
kedua penjual itu segera membuat rambut nenek untuk Tantan,
" Panglima kau tidak mau?"
" Boleh yang kering saja!"
Setelah dibuatkan rambut nenek Tantan hanya memakanya sedikit saja,cuma satu cubitan kecil.
" Tantan, kenapa cuma makan sedikit???"
tanya Ayahnya.
" Ehmmm, sudah cukup ayah!"
" apa??" Hatta Latif sangat terkejut
" apa tidak enak, kau tidak suka?, biar ayah coba!" Hatta segera memakan rambut nenek sisa dari Tania tadi.
" Enak kok....ayo makan lagi nak!, ayah sudah mencarinya berjam - jam bagaimana bisa kau hanya memakan sedikit?, kasihan juga bapak-bapak ini!"
" Tapi ayah, aku sudah sangat enek !"
" ?????????" Panglima dan Ayah mertuanya bingung menggaruk kepalanya.
" Ya sudah, biar ayah saja yang makan, ayo panglima makan sedikit banyak!"
" Ah??, baik!" Panglima menurut saja pada mertuanya.
" Oh ya di mana besan?, kenapa tidak. terlihat??"
" Entah mereka sedang apa dibelakang ayah!"
" oh...ya sudah mungkin sedang membicarakan sesuatu pada ibumu!"
"aaaaagggggggggggrrrrrrhhhhhhhhhhhhhh"
Maya berteriak sangat kencang yang membuat semuanya terkejut.
" Eh ada apa?" Ujar Hatta terkejut
" ibu...!" Panglima segera berlari ke belakang untuk melihat situasinya, begitu juga dengan Hatta dan Tantan, kecuali 2 penjual itu hanya diam, mereka sebenarnya sangat takut tahu - tahu dibawa masuk ke distrik oleh ayah Tantan.
" Ibu ada apa???" Tanya Panglima yang di susul oleh Tantan dan ayahnya.
" Ibu ayah, kenapa menangis???"
tanya Tantan.
" Ah, Tantan ayo kembali, ke depan nak, mungkin ayah dan ibumu sedang ada perbedaan pendapat beri mereka waktu ,kita tidak boleh ikut campur nak!"
" Besan, ini juga harus dibicarakan dengan kalian, hiks hiks hiks!"
tegas Maya.
__ADS_1
Tania dan Ayahnya kebingungan....