
" Jangan tolong , jangan, Tantan aku mohon bangun tolong aku!" Suzy benar-benar hampir putus asa.
" Temanmu sudah mau mati kau malah memohon padanya, dia mana mungkin membantumu dengan keadaan seperti itu ?"
" kalau begitu bunuh aku juga!"
" hahahaha ,iya aku akan membunuhmu, tapi aku mau main dulu, tidak nikmat bermain-main dengan mayat!"
mulai meraba tubuh Suzy...
" Ja, ja ,jangan!"Suara Suzy sudah melemah.
" Mati kau!!!"
" Broookkkk!!!"
" Tantan,....!" Suzy terkejut
" Kau berani menyentuh temanku, mati saja kau!"mencoba berdiri tegak dam Menyerang dengan sisa kekuatanya.
" aggggggggghhhhhh ,eeergggggg"
Preman itu segera mencekik Tania dengan satu tanganya.
" Kau matilah dengan tenang!"
" Jangan, jangan, ampuni temanku, aku akan menurut lepaskan Tania tolong!" Suzy segera memeluk kaki preman itu untuk memohon melepaskan Tania.
" Berhubung kau ini sangat setia kawan maka aku akan mengampuni temanmu, lepaskan sisa pakaianmu!"
melepaskan Tania yang sudah mulai tak sadarkan diri.
Suzy perlahan membuka sisa baju yang menempel pada tubuhnya, dengan gemetaran.
setelah ini aku lebih baik mati, hidup hanya akan menanggung tubuh kotor ini, Jendral maaf aku tidak bisa menjaga kesucianku untuk mu, kau tidak perlu terpaksa menikahiku ,lagian aku tidak akan hidup setelah ini.
dalam hati Suzy pasrah.
" Astaga tubuhmu sangat indah, kenapa tidak dari tadi saja menurut!"
tangannya sudah memulai...
" Keparat, jangan sampai kau menyentuh sehelai saja bagian dari wanitaku!" terdengar suara berat yang tak asing di telinga Suzy.
" Jendral kau datang, hiks hiks!"
" Maafkan aku karna terlambat Suzy!" membuka seragamnya. dan melemparkan ke arah Suzy, untuk menutupi tubuh suzy yang sudah setengah telanjang.
" Siapa kau berani menerobos gudang ku ini, dan merusak kesenanganku?, mati saja!"
Maju menyerang.
" Kau beraninya menyentuh wanitaku, dan melukai wanita Panglima, aku harus mengirimu ke neraka sekarang!"
Entah siapa yang kalian singgung, kenapa sampai berbuat sejauh ini.
" hahahahha, kau ini hanya sendirian berani masuk ke dalam markasku, sungguh cari mati, tidakkah kau lihat tulang-tulang manusia di luar sana, itu salah satunya adalah seorang polisi!,hahahahah "
" Benar aku datang juga untuk membalaskan dendam mereka padamu!"
mereka berduel satu sama lain, tanpa senjata.
" Sudah main-mainnya?, saatnya serius!" ujar preman itu mengeluarkan pistol dari pinggangnya.
"tidak Jangan tembak Jendral ,aku mohon!" ujar Suzy memohon.
" Tenang saja setelah kekasihmu ini mati, aku akan mengirimu untuknya hahahahah!"
" Tidak jangannnnnn!"
" Doooooooorrrrrrrrrrr!"
" Tidaaaaaaaaaaaakkkkkkkkkkkkk!"
" Apa?" Terkejut.
__ADS_1
" Kau kira aku datang seorang diri?, tentu saja tidak aku datang bersama pasukan eliteku!"
"aghhh, anak buahku akan datang me me ngulitimu!""
brrriioooooooookkkkkkkkk
preman itu jatuh karna tertembak tepat di jantungnya dari belakang,oleh senapan anak buah Jendral.
" Jendral, anak buahnya sudah mati ditangan kami!"
ujar Fery datang melapor.
" Kau dengar itu bukan?"
menginjak preman itu dengan sangat kuat.
" Aku membantumu mati lebih cepat! "
ujar Jendral tanpa belas kasih,
Jendral berjalan menghampiri suzy yang masih gemetar ketakutan.
" Jendral Tantan hiks hiks!" ujar Suzy menangis.
" Fery, angkat Tania kita ke rumah sakit sekarang!"
"Siap Jendral!"
" Sisanya cari, lapor polisi, segera cari barang bukti, mereka bekerja untuk siapa?jangan sampai melewatkan sesuatu yang penting!"
" Laksanakan Jendral! "
Jendral Petter segera menggendong Suzy dan segera membawanya keluar dari Hutan.
Di dalam mobil...
" Kenapa sampai seperti ini? "
gumam Jendral Petter melihat ke arah Tantan, yang sudah terluka parah dan tak sadarkan diri, kemudian melihat ke arah wanita yang tertidur dipangkuannya denga. kerut eajah yang sangat ketakutan.
maaf Suzy aku tidak bisa melindungimu dengan,baik, setelah ini tidak akan ada yang bisa menyakitimu lagi.
Dalam hati Jendral Petter penuh dengan amarah.
Di rumah sakit.
" Bagaimana dok dengan mereka?"
" Untuk, Pasien bernama Tania Latif, mengalami koma karna lukanya cukup serius, masih harus memeriksanya bertahap,untuk pasien bernama Suzy, tidak ada yang serius, hanya mengalami trauma berat, untuk yang lain baik-baik saja, untuk sementara biarkan dia beristirahat!"
" Baik dok! terimaksih!, Astaga Tantan aku harus bagaimana mengatakan pada Panglima yang masih menjalankan Tugasnya?"
" Petter dimana menantuku?"
" Tante, Tantan di ICU karna masih koma!"
" Apa?, bagaimana ini bisa terjadi, hiks hiks hiks anak malang, lalu bagaimana dengan Suzy?"
" kata dokter Suzy masih mengalami trauma berat, masih istirahat!"
" kasihan, kau harus menjaganya dengan baik Petter, kau sudah mengabari keluarganya kan?"
" sudah tante, mereka dalam perjalanan ke sini bersama ayah!"
" mmm, aku akan menjaga menantuku, apa ayahnya sudah tahu?"
" Belum tante, saya bingung untuk menyampaikannya!"
" Ya sudah biar aku yang mrngabarinya!, dan lagi siapa yang mencelakai apa sudah di urus?"
" Sudah tante, memang tidak ada bukti kuat, karna dia sangat bermain bersih,namun kejadian ini terjadi setelah pulang dari butik Tante, dan yang bersinggungan dengan mereka hanya satu orang itu, tante pasti sudah tahu!"
" Wanita jalang itu benar-benar kejam sekali!, lihat saja bagaimana putraku menghabisimu nanti!"
" untunglah panglima memberikan gelang yang bisa dideteksi pada Tania, kami dapat menemukannya dengan mudah, meskipun sedikit terlambat!"
__ADS_1
" semua terjadi bukan berdasarkan keinginan kita,
tapi dendam ini harus dibalaskan, dan biarkan dia merasakan apa yang dirasakan Tantanku! hiks hiks hiks, ya sudah aku ingin melihat ke adaan Tantanku dulu!"
Maya berjalan menuju ruang ICU, dan masuk untuk melihat keadaan Tantan.
" hiks hiks hiks, anak malang... maafkan ibu yang tidak. bisa melindungimu, hiks hiks, Tantan ayo kau harus bangun, jangan menakuti ibu sayang, ibu sudah sangat menyayangimu hiks hiks, dan saat ini bahkan putraku tak ada di sini hiks hiks!"
Maya benar-benar merasa sedih dengan apa yang menimpa menantu kesayanganya itu.
aku harus memberitahu ayah nya terlebih dulu.
dalam hati Maya.
Kediaman Hatta Latif.
" Tuanku, tuanku, nona, nona masuk rumah sakit! "
" apa??? di mana?"
" rumah sakit di perbatasan kota tuan!"
" Bibi ayo ke sana!"
" Baik!"
Hatta Latif dan bibi Chu segera menuju rumah sakit pinggiran kota.
sampailah mereka di rumah sakit tersebut,
" Di mana putriku?"
" Dia. di dalam, hanya satu orang yang boleh masuk!" ujar maya .
Hatta Latif segera masuk ke dalam,
melihat putrinya terbaring tak berdaya, air matanya mengalir deras.
Hatinya mulai meradang, selama ini dia sangat keras terhadap putrinya, itu karna sangat ingin melindungi putrinya agar tidak terluka, sekarang putri satu-satunya terluka parah dihadapanya, itu menjadi pukulan keras untuk Hatta Latif.
Dia sangat menyayangi dan mencintai putrinya hanya saja caranya terlalu ekstream.
Hatta Latif pun keluar...
" Kenapa bisa seperti ini?"
" Mereka berdua dihadang preman saat kembali dari butik saya!"
"Bagaimana keadaan Suzy?"
" Kata Jendral Petter , Suzy mengalami trauma berat!"
" Lalu anda siapa?"
mmmm, aku harus mengatakan apa?,
takutnya dia tidak terima jika saat ini aku mengatakan ibu mertuanya.
dalam hati Maya.
" Saya orang dekat yang juga menyayangi Tantan!"
" Apakah, Kasus ini sudah ditangani?"
" Sudah tuan, Jendral sudah menghabisi kawanan preman itu tak tersisa!"
"apa itu murni preman atau suruhan orang?"
" mmm, sampai di sini tak ada bukti mereka suruhan orang!"
sudahlah, biar putraku yang membalaskannya,
jika perwira ini tahu, yang sebenarnya,hubungan Tantan dan Leon pasti akan sangat sulit, kelihatan sekali calon besanku ini keras seperti baja.
dalam hati maya.
__ADS_1
Bersambung...