
Di perbatasan...
negara K dan S tiba , lalu disusul oleh negara V dan juga P.
untuk negara tetangga masih belum terlihat.
Para perwakilan dari negara itu di berikan fasilitas baik, untuk istirahat dan makan.
" bos, negara sebelah sepertinya tidak akan datang!"
" Ya sudah bukan kita yang rugi, dia mencoba merajuk di saat sulit...!"
" Jadi kita tetap lanjutkan??"
" Tentu saja, negara tetangga itu hanya wadah saja, paman ayo kita mulai saja, lebih cepat lebih baik bukan??"
" Ya, aku ikut saja...!"
Akhirnya mereka mu memulai pertemuan itu,
Jimmie memberikan para wakil untuk mengeluhkan apa yang ingin mereka keluhkan.
Setelah Jimmie mendengarkan semua keluhan perwakilan negara S dan K.
" Tidak mengurangi rasa hormat saya kepada para perwakilan negara masing-masing, saya sebagai juru bicara di sini , ingin mengatakan sebenarnya team medis kita terbatas..."
" apa kami jauh-jauh ke sini hanya akan ditolak!" sahut perwakilan negara K.
"Apa itu lucu??, mempermainkan kami??"
" Bisakah saya menyelesaikan pembicaraan saya??" tanya Jimmie menahan emosi.
" Jika team medis kalian terbatas, bagaimana kalian akan membantu menangani??"
" iya, hah... sebenarnya kami sudah curiga pasti negaramu lah yang membuat senjata biologis, karena hanya negara ini yang masih belum berdampak!"
" kalian ini sebenarnya meminta bantuan atau ingin menuduh kami?? ,jika berbicara tolong sertakan bukti, jika tidak itu adalah kejahatan besar!'
__ADS_1
" Memang kami tidak ada bukti sekarang, kalian sangat mengerikan rupanya!"
" Saya akan mencontohkan pada kalian berbicara itu harus dengan bukti, seperti negeri kalian ini yang mencoba menjajah negara kami dengan begitu licik !"balas Jimmie.
" Hei tutup mulutmu, apanya menjajah hahaha negara ini apa bagusnya??, orang - orangnya lemah semua , dan bodoh!!"
" Kau..."
Brakkkkkk...
Jimmie menendang meja di depannya sampai terbelah menjadi 2.
" katakan sekali lagi, siapa yang lemah????"
tegas Jimmie.
" Tuan, tuan tenanglah..." Perwakilan dari negara V mencoba menenangkan Jimi dan 2 perwakilan yang menjadi huru hara.
" Tidak tuan, dia sangat kasar, jika ingin meminta bantuan apakah wajar seperti ini??"
" Bagaimana bisa , kalian lemah aku juga heran, kenapa kami di kirim ke sini!'
" Apa yang anda bicara tuan Jubir, anda mengarang cerita yang bagus!" ujar Negara K.
" Ya tak masalah, ini adalah bicara dengan bukti, jika kalian tidak mau mengakui juga tidak masalah, berarti urusan kita sampai di sini, ..."
" Tunggu tuan, kita harus menyelesaikannya!" ujar negara P yang masih berharap.
" Kita akan bicarakan lain kali saja, untuk saat ini kami sedang tidak dalam mood baik!"
Jimmie memberikan kode pada Jack untuk segera memberi signal pada Panglima.
Pertemuan hari itu tidak membuah kan hasil, namun mereka tidak langsung kembali , karena memang tidak mudah keluar masuk negara, karena masih pandemik seperti ini, mereka juga harus pulang dengan hasil yang baik.
" Bagaimana ini??, apa kita harus pulang dengan kegagalan??"
" aku tidak tahu, malas berbicara dengan orang seperti mereka!"
__ADS_1
" tapi sepertinya memang kita tidak bisa meremehkan negara ini , lihat Jubirnya saja sangat sekuat itu, sekali tendang meja itu terbelah, apalagi orang - orang dibelakangnya itu...!"
" Kalian berdua seharusnya, berbicara dengan baik, di mana-mana itu jika butuh bantuan juga harus dengan baik, tidak seperti kalian ini!" Ujar perwakilan P.
" Benar, bukti itu cukup membuat mata kita terbuka, negara kalian memiliki ambisi sangat besar!" Sambung negara V.
" Kalian mentang- mentang sudah di acc belagu,...itu semua tidak bisa di jadikan bukti!"
" Ya sudah terserah, kalian saja..."
Drrrrtt drrrrtttt
ponsel mereka berdering bersama,
" Ya haloo...!"
" Bagaimana negosiasinya??"
" Kami belum, mendapatkan kesepakatan!"
" Bodoh, bagaimana bisa kau lihat dampaknya semakin parah, sekarang team medis kita juga semuanya terserang, lalu siapa yang akan menangani ini??"
" Apa??"
kedua perwakilan itu saling memandang karena keduanya mendapat informasi yang sama dari negara masing-masing.
" Apapun yang tawarkan kalian setujui saja,jika tidak kita semua akan habisssss!!!"
tuttttttttttttt...
Panggilan pun berakhir...
" Bagaimana ini?? apa kita akan menjatuhkan harga diri kita??"
" Kalian lihat, negara kalian yang mengalami dampak terparah, sampai garda terdepan saja sudah tumbang...!!!"
" Kalian jangan angkuh, dampaknya cukup mengerikan...banyak orang tua dan anak-anak terlantar...dan berjatuhan korban Jiwa...sudah tidak ada team medis lagi , kami tidak bisa membantu karena hanya team medis negara ini yang memiliki alat dan bahan - bahan penawarnya...!"
__ADS_1
Kedua perwakilan itu berpikir cukup keras untuk meredakan ego keangkuhan mereka .