
" babang - babang, bagaimana?, kenapa belum ada kabar baik?"
" Hemmm...sepertinya memang ada yang membuatnya tertunda!" ujar Jack
" Lalu bagaimana dengan Paman Huan?, katamu paman menghadapi berbagai serangan yang tidak bisa dihindarkan!"
" Iya, mereka akan jatuh dalam dekat - dekat ini!"
" apa kalian tidak bisa membantu?"
" bukan tidak bisa ....!" sahut Dex.
" Lalu??"
" itu lebih baik, dari pada kita membantunya!"
" Apa ucapan abang Dex bisa di percaya?"
" Tantan, yang dikatakan Dex benar!, itu lebih baik...karna jika kita membantunya, kita akan semakin membuat pihak lawan semakin kejam!"
" Biarkan dia puas dengan upayanya yang sedikit!, maka dia tidak akan bertindak lebih kejam lagi!"
" itu sangat pengecut sekali!"
" Heiiiii, kita harus tahu kapan harus maju dan kapan harus mundur!, kau kira Tuan besar itu tidak bisa melawan??, jangan meremehkan Ayah panglima!!!"
" Lalu?"
" Dengan dia jatuh dia bisa melindungi orang - orangnya!!!"
" benar, berapa banyak karyawan yang hidup bergantung pada perusahaan itu??,jika dia melawan itu akan melibatkan karyawannya , jika dia menerimanya paling tidak hanya akan ada pengalihan kepemilikan!, karyawan Tuan besar masih tetap bisa bekerja!"
" Lalu bagaimana jika semua karyawannya di pecat oleh pemimpin yang baru?"
" hiiiiiih sudah ku bilang jangan meremehkan ayah panglima!!!" Jack mencubit gemas pipi tantan.
" Aku bukan meremehkan aku sangat khawatir!"
" Tenanglah, aku sudah meminta keluargaku untuk membantu!" Dex menenangkan Tania.
" Ya, tenang saja...Keluarga Dex tidak banyak yang tahu, namun cukup menakutkan!"
" Okey, aku sedikit tenang!"
" Ya kau seharusnya mengkhawatirkan diri sendiri!"
" abang ajari aku cara bertarung, menggunakan pedang, atau panah!"
" Ciiikk, ini bukan tahun 1762 Tantan!, kau tidak bisa membawa pedang panjang kemana - mana!, kau akan ditangkap!" ujar dex gemas.
Jack memegangi kepala Tantan,
" Dia tidak demam, apa tamparan xian xian membuat otakmu geser??"
" hiiiiiih menyebalkan!!!"
" Apa kita perlu melakukan pemeriksaan bagian isi kepala?" tanya Jack.
" aku bersungguh - sungguh, Panglima mengajari Tantan ketahanan Fisik, namun tidak serius mengajari senjata, dia hanya memberikan teori - teori saja!"
" Panglima jelas tahu tentangmu, itu sudah pasti demi kebaikan mu!" Jack menghibur Tantan yang terlihat kecewa.
" Jack, Tantan juga harus mempraktikannya!, tak masalah kita mengajarinya, namun juga tidak dengan pedang dan panah juga Tantan, kita sudah memasuki era modern!, namun juga tidak ada salahnya belajar pedang dan panah!"
" Yeaaa Abang Dex paling mengerti!"
__ADS_1
" haiiii...aku merasa takut melatihnya, Panglima pasti memiliki alasan kuat kenapa tidak melatihnya dengan sungguh -sungguh!"
"Ayolah Jack!, ini demi kebaikan Adik kita!, kita memang bisa berada di dekatnya 24 jam, namun tidak menutup kemungkinan kita lalai!"
" Adik, kami akan melatihmu benar - benar sungguh akan melatihmu dengan sangat keras!, tapi tetaplah berlagak seperti biasa, jangan membuat musuh meningkatkan kekuatanya untuk menyerangmu!" Jack menasehati Tantan.
" Lalu apa gunanya aku berlatih keras??"
" ada semua ada gunanya, jangan pernah menunjukkan kekuatanmu jika tidak benar - benar terdesak!"
" apa aku harus menunggu diambang kematian terlebih dahulu baru boleh bertindak!"
" Kau harus mengingat itu dan berjanji pada abang!" Dex menekankan.
" Hmmm...kunci kita untuk benar - benar menang adalah ketika lawan kita meremehkan kita!" sambung Jack.
" Baik Tantan berjanji!"
" Bagus ini kesempatan kita untuk melatihmu sementara persidangan di tunda!"
" Oh ya Tantan!, kita tidak usah berhubungan dengan keluarga panglima dulu!, apapun yang terjadi!, aku sudah membicarakan ini dengan keluarga panglima, dan mereka memang merencanakan hal yang sama !"
"Kenapa kalian memutuskan semua tanpa persetujuanku?"
" abang sudah menyelidikinya, Luxian ini sangat menakutkan, meskipun abang tidak bisa mengetahui rencananya,jelas semua yang berhubungan dengan putrinya akan terkena imbasnya!, sementara ini Luxian belum mendapatkan informasi tentangmu!"
" Aihhhh....apa aku harus bersembunyi seperti pengecut?"
" Bisakah kau tidak menyimpulkan semua semudah itu?" Jack mulai kesal.
" Kita tidak akan menyembunyikanmu, namun kami akan menutup akses informasi tentangmu!"
" Lalu apa yang harus kulakukan?"
" Seperti keinginanmu!"
" berlatih bertarung!"
" baiklah!, jika begitu lakukan sekarang!"
" istirahatlah!, besok pagi buta kita mulai!"
" yayayyayaya!" Tantan menurut dan segera masuk ke kamarnya.
" Jack, jangan beritahu apa yang kita ta hu Pada Tantan!"
" hmm...tak ku sangka panglima malah sudah menyusupkan orangnya di kediaman Luxian!, dan ternyata juga ada mata - mata didekat panglima!, itu kenapa orang panglima menghubungi kita, karna dia akan ketahuan jika memberitahu panglima sendiri!"
" ya benar, aku sudah mengirim pesan pada Bos, namun sepertinya belum terbaca!"
" Bos, sedang menyelesaikan misi dengan Jendral, dia tidak akan membaca pesanmu!"
" lalu kita harus bagaimana??"
" kita kan hanya menjalankan tugas saja, terlepas dari itu bukan pekerjaan kita!, fokus pada Tantan saja!, panglima bukan orang lemah!"
" Tapi musuhnya berada satu perahu dengannya,ini sudah jelas, pasti dia lawan yang Imbang dengan Panglima!"
" Pasukan panglima mana ada yang lemah Jack!"
" Jika hanya satu sampai 5 orang Panglima masih bisa mengatasi sendiri!"
" Jack Nyawa Panglima dalam bahaya!!"
klonteng....
__ADS_1
Suara barang jatuh...
" Siapa?" Jack dan Dex segera berlari ke arah suara tersebut.
" Tantan....!" Dex dan Jack serempak.
" a, a, a, apa yang terjadi pada Panglima?" Tantan tergagap sekujur tubuhnya gemetaran.
" Aisssssshhhh, ceeekkkkkkk!"
Jack sangat kesal untuk menjawab.
"Jack , sabar...Tantan kenapa kau tidak tidur malah menguping?"
" Adik, kau sudah mendengarnya jangan pernah lakukan hal bodoh!, kau harus percaya pada panglima!" sambung Jack mencoba menenangkan Tantan.
Tania menggeleng kepala
" Tidak, tidak...bisa saja setengah dari pasukan panglima adalah pengkhianat, itu tidak akan mudah untuk panglima menghadapi anak buahnya sendiri!"
" Tania, tenanglah...jika seperti ini kau tidak akan bisa membantu panglima!" Dex mengusap kepala Tantan.
Tania menjatuhkan tubuhnya ke Lantai...
"Adik, apa yang terjadi?" Dex dan Jack terkejut.
"Abang, ku mohon...latih aku menjadi lebih kuat dan hebat Ku mohon...!"
Tania bersimpuh memohon pada kedua abangnya.
"Aisssssssh, berdirilah...besok selama 2minggu kita latihan keras kau tidak boleh mengeluh!" Jack segera pergi
" Tantan ayo berdiri...masuk dan istirahatlah besok kita mulai latihan seperti yang kau minta!" Dex membantu Tania berdiri, dan memapahnya masuk ke kamar.
" Abang, maaf membuat kalian khawatir!"
" Tak apa , kami akan memikirkan caranya, cepatlah tidur!"
Dex pun segera menyusul Jack,
Di halaman belakang,
" Apa kita benar - benar akan melatihnya Dex?"
" mau Bagaimana lagi kita sudah berjanji!, dia juga sudah mendengar kabar Panglima, aku yakin dia tidak akan diam!"
"hmm mm...ini masalah besar, kita akan habis jika Panglima tahu!"
" Tak apa, yang penting Tantan akan baik - baik saja!"
" Lalu apa rencanamu?"
" Kata orang panglima, persidangan itu paling tidak akan di tunda paling lama 3 bulan, aku yakin Luxian berencana menargetkan panglima lebih dahulu baru menghabiskan keluarganya!"
" hmm...kira - kira Tantan butuh waktu berapa lama untuk bisa menguasai senjata?"
" lihat tekadnya sangat besar, paling lama satu bulan!"
" Bagaimana jika lebih?, dan Luxian mempercepat rencananya?"
" kita harus mengurung Tantan dan bertindak sendiri!"
" mulai Fokus melatih Tantan Dengan sungguh - sungguh!, dan menunggu kabar lagi dari orang Panglima!"
" hmm"
__ADS_1
mereka sangat dilema, namun mau bagaimana lagi?, itu keputusan yang paling aman.
Bersambung...