DIA,SANG PANGLIMA PERANG

DIA,SANG PANGLIMA PERANG
111. Tersentuh


__ADS_3

Tok tok tok....


" Masuklah!"


" Yo paman...apa kau sibuk?"


" Siapa pamanmu?"


" Heheheh, Suamiku bagaiamana penampilan menantuku itu?"


" Masih biasa saja...!" menjawab dengan datar.


Rubah tua ini, memang sangat menyebalkan, apakah dia akan mati jika memuji sedikit saja tentang Tantanku?


Maya menjadi jengkel.


Maya berbalik, membawa secangkir kopinya,


" Apa kopi itu untukku?"


"Tidak jadi!!!" segera keluar dari ruang baca Huan zang dengan sangat kesal.


Aku belum sempat mengejeknya,dia sudah membuatku sangat jengkel.


huffffttt....


Maya segera kembali masuk ke dalam kamarnya...


Di ruang baca...


" Hahahaha a hahaha hah" Huan Zang tertawa sangat puas.


istriku, sama sekali tidak berubah,


dalam hati Huan Zang


...****************...


" Ibu, apa ini sudah cukup?"


" Cukup sayang, ayo kita antar ke perusahaan, rubah tua itu!"


drrrrrrrt drrrrrrt drrrrrt


" Ya halo, oke me Sana!"


Maya menutup telphonenya


" Hmmmm, Ibu ada hal penting, di butik...apa kau tak apa mengantar itu pada rubah tua itu sendiri?"


" Tak apa ibu....!"


" Bagus!!!, jangan takut padanya, dia bukan orang jahat meski dia itu bicaranya datar dan wajahnya juga datar, dia 11 12 dengan panglima!, kamu cukup tebal muka saja padanya mengerti?"


" Itu, cukup mendebarkan ibu hehe baiklah aku akan membuat paman untuk bisa menerimaku!"


" aku sangat percaya padamu, supirku akan mengantarmu, ibu akan mengendarai mobil sendiri ke butik!"


" ibu hati-hati ya?"


" ya sayang, jangan lupa kabari ibu jika sudah sampai!"


" siap IBU!"


...----------------...


Di Perusahaan Zang.


"Paman, ini pertama kalinya Tania datang keperusahaan, Tania harus pergi kemana Paman?"


"Nona turun dulu, saya akan memarkir Mobil dulu ,nanti saya antar bertemu tuan!"


" Baik Paman!"


Tania pun Turun dari mobil dan berjalan menuju pintu utama perusahaan.

__ADS_1


Tuan besar rupanya Sudah ditakhlukan oleh gadis ini, baru beberapa hari mengatakan untuk saya slalu dekat untuknya,sekarang beliau malah meminta supir lain untuk mengantarnya ke perusahaan dan saya di minta untuk mengantar Nona ini selamat sampai perusahaan.


dalam hati Ziii.


Beberapa menit kemudian.


"Nona, di sebelah sini!"


membukakan pintu ruangan dan mempersilahkan Tania masuk.


" Tuan, Nona sudah Tiba!"


" Masuklah!" terlihat Huan zang sedang duduk di Sofa panjang dengan secangkir teh ditanganya.


" ayo mana masakanmu ini, sudah waktuku makan sing!"dengan ekspresi datarnya


Tania berjalan dengan percaya diri menghapiri Huan yang duduk itu.


" Paman,selamat siang...tentu saja Tantan sudah menyiapkan banyak makanan pedas untuk Paman, porsinya cukup banyak, bagaimana jika Paman sopir juga ikut makan bersama?"


" Ah,nona saya akan makan dikantin seperti biasa!"


" Oh???, kenapa?, Kita makan bersama saja biar suasananya menyenangkan!"


" Saya tidak berani Nona!"


"Ah???" Tania memandang ke arah Huan Zang penuh dengan harap.


Apa?, maksudnya dengan tatapan anak ini padaku?


aiiissss anak ini ....


dalam hati Huan Zang


" Zii, duduk makan!"


" Maaf tuan, ini sepertinya tidak pantas!"


"Paman,bukankah itu perintah dari Paman Huan?"


Zie segera duduk.


"Nah, saatnya Kita makan, ini aku sendiri yang membuatnya ,jika tidak sesuai selera mohon dimaklumi ya!"


Tania membuka semua bekal yang dibawanya


" Nah siap, paman Huan nasinya segini cukup?"


" Ya!"


" Okey, lauknya ambil sendiri!, memberikan piring berisi nasi pada Huan Zang.


" Paman Zii apa ini cukup?"


" Ya cukup Nona!"


" Oke...paman Zi juga ambil sendiri ya, aku juga akan ambil bagianku!"


Tania terlihat sangat bahagia,senyum ceria diwajahnya tidak bisa disembunyikan,


" Paman ,apa enak?"


" Mayan tidak buruk!"


" Wahhhh....syukurlah, hehehe aku sangat takut jika paman tidak menyukainya!, hehehe rasanya sangat menyenangkan makan bersama seperti ini, paman Zie...apa paman Zi juga menyukai masakanku?"


" ah, ya...!"


" Syukurlah, he hehe hehe dari semenjak ibuku tiada, aku tidak pernah makan bersama lagi dengan ayah, sampai baru akhir-akhir ini Tantan baru makan bersama beliau, he hehe cukup terlambat, namun itu lebih bail!" dengan senyuman cerianya.


mendengar cerita Tania, membuat hati Huan Zang tersentuh.


"Bisakah kau datang mengirimi ku makan siang setiap hari?" ujar Huan Zang , yang juga merasa sangat nyaman makan siang bertiga bersama, dia sangat mendambakan anak perempuan, dan kehadiran tania membuatnya terasa hangat, seperti melihat putrinya sendiri tersenyum ceria.


Andai saja aku juga memiliki putri sepertinya,

__ADS_1


Rupanya aku sudah kalah...


anak ini sangat pandai mengambil hati orang lain.


dalam hati Huan Zang.


" Ah?, sungguh itu tidak bercandakan paman?"


" Tentu saja....!, tapi tidak setiap hari juga, jika kau senggang saja!'


" Oke paman....aku sangat senang mendapat tugas ini!"


" Ah,hmmm saya sudah selesai makan,terimakasih tuan dan Nona!, saya pamit ada perlu mendadak!" segera menghilang dengan sekejap.


" Oh, paman apa yang terjadi pada paman Zi?"


"hahahahah, aku lupa...dia tidak bisa makan pedas sepertinya dia akan menderita,bolak-balik ke toilet!"


" astaga,... aku akan membelikan obat sakit perut pada paman Ziii!"


" Tidak usah kami Ada klinik di perusahaan, kau lanjutkan saja makan mu!"


" oh oke!"


" Nona maaf kau tidak boleh masuk, jika belum ada janji dengan tuan Huan!"


" aku adalah calon menantunya, kenapa harus membuat ja'nji?"


Xian-xian pun menerobos masuk,


" Paman, aku datang...."


" Nona, ah.... Tuan maaf saya tidak bisa menjalankan tugas dengan benar!"


" tak apa kau boleh pergi ,Xian-xian Kau tak boleh seperti ini lain kali ya!"


" Oh, baik paman sedang makan siang dengan siapa?"


" Hai kakak selamat siang...!" Sapa Tania tersenyum pada Xian-xian.


" Kau...kau wanita ******!, apa ?, bagaimana bisa bisa dia masuk?"


" Ah, saya mengantar makan siang untuk paman kakak, apa kakak sudah makan?, sini gabung !,masih banyak kok !"


" Diam kau!, paman aku akan bantu memanggil security untuk mengusirnya,Kau ini sungguh tak tahu malu ya?"


" Xian-xian tenanglah, ini aku yang memintanya!"


" paman jangan, sampai tertipu olehnya, dia bukan wanita baik-baik"


" xian -xian, aku tidak bisa membenci anak ini...


dia tidak saperti yang kau Katakan!"


" Paman dia ini wanita Siluman, dia hanya pura--pura baik!"


" Cukup!!!, kau pulang saja...aku salah menilaimu selama ini,aku pikir kau anak yang penuh pertimbangan, ternyata tidak!"


Ahhhh....menyebalkan sekali, aku terlalu terbawa emosi...


tidak aku harus menjaga perilakuku agar tidak kalah DengN ****** ini.


" Ah, maafkan aku paman ,aku terbawa emosi, ah kalau begitu maafkan Xian-xian...Ah Tania maafkan aku ya!"


" Tak apa!" jawab Tania tanpa melihat ke arah Xian-Xian.


" Xian - Xian sangat baik...kalau begiti sini...gabung!" ajak Huan Zang semangat.


" Oh paman,aku teringat ada janji dengan temanku, aku duluan ya, ...!" pergi dengan Tergesa.


Hati Xian-xian sangat jengkel, dia mencoba menahan amarahnya yang sudah hampir memunjcak.


**Wanita ***** ini sungguh memiliki Siasat yang tinggi ,aku sudah meremehkannya!


dalam hati Xian - Xian kesal.

__ADS_1


bersambung***...


__ADS_2