
" Apa?, tidak ada siapa pun hanya Truk pengangkut saja!"
" Lihat!!!"
Panglima melihat lagi, truk truk pengangkut itu pun berjalan,
mata Panglima mulai terbelalak terkejut, melihat semua yang ada dihadapnya
prok prok prok prok
Suara tepuk tangan mulai bertebaran,
mereka memberikan jalan untuk Panglima.
terdengar suara iringan instrumen romantis mengiringi langkah gagah Panglima menghampiri sesosok yang dia Cari - Cari, matanya tak bisa beralih,pada sesosok wanita yang menggunakan gaun putih, meskipun wajahnya tertutup, tapi panglima meyakini bahwa itu adalah kekasih hatinya
Panglima menghampiri, wanita bergaun putih itu , yang di dampingi oleh keluarga Jendral Petter.
namun langkah kaki Panglima terhenti,
" Putraku!" Huan Zang menghadang jalan Panglima.
" Ayah, ada apa?"
" ayah tidak setuju!" ujar Huan Zang.
Ekspresi Panglima berubah menjadi suram, semua orang juga mulai berbisik - bisik tidak jelas.
" Kau menghalangi jalanku!" Tegas Panglima.
" Biar saja!, kau adalah Putraku, kau harus mematuhi perintahku!"
" Ayah!!!, apa itu sulit untukmu membiarkanku menikahi orang yang aku cintai?"
Suasana menjadi sangat tegang,
" Tentu saja!"
" Kau harus menuruti ayahmu nak!" Sambung Maya yang baru muncul bersama dengan Seon.
" Ibu, tinggal satu langkah lagi untukku , kenapa ibu berubah pikiran???"
" Ini semua demi kebaikan kita semua!"
" Ibu, ada apa denganmu bukankah ibu sangat menyukai Tantanku??"
" Itu benar!"
" Lalu??, Ayah bukankah kau juga menyukaimya??"
" Benar!" jawab Huan Zang.
" Kenapa kalian menghalangiku???, lalu apa maksudnya semua ini??, kalian ingin mempermalukanku??, tak masalah aku tetap akan menikahinya!"
Panglima melanjutkan langkahnya maju.
" Berhenti, nak...kau tidak boleh berpikir seperti itu pada kami!"
" lalu harus Bagaimana Ibu???"
" Karna semua ini adalah..."
Tinnnn tiiinnnn Tinnnn suara klason mobil sangat keras.
" Panglimaaaaaaaaaaaaaaaa" Terdengar suara yang tak asing ditelinga Panglima.
Panglima menoleh kebelakang,
terlihat Tantan berdiri di mobil Jeep militer dengan gaun army yang dirancang oleh ibu Panglima sendiri, gaun itu membuat tantan terlihat sangat elegan dan tangguh,
Tania di dampingi sang ayah, yang memakai seragam gagahnya, mengapit tangan putrinya.
" Wuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuu" Semua orang berteriak kegirangan.
" Maaf nak,ini ide anak nakal itu !" Ujar Huan Zang.
" Oh GOD!" Panglima tidak bisa berkata - kata,
dia melihat ke depan.
" Oh???" Panglima terkejut melihat wajah wanita bergaun putih.
__ADS_1
" Panglima ini istriku, apa kau mau mengambilnya???" ujar Jendral Petter menahan tawanya, Suzy pun juga tertawa.
Panglima melihat ke arah Memei,
" Kau....!" mencubit gemas pipi Memei.
" Aaaaaaa AAA a...aduh sakit!"
" Siapa suruh kau berbohong!"
" Aku tidak berbohong, aku kan mengajak Kakak tampan menemui Jendral Petter dan Keluarganya!"
Panglima langsung menepuk Jidatnya,
Dia di Prank oleh satu distrik militer, ..
" Ayah kau juga ikut berakting?, ini tidak seperti dirimu???"
" Siapa yang berakting?, Ayah kan tidak salah tidak menyetujui kau merebut istri orang!"
" Astaga!" Panglima menghela nafas
" Kami merestuimu, cepat jemput calon pengantinmu, ini kejutan kami untukmu!" Ujar Huan Zang memberikan kotak Cincin pada Panglima.
Panglima, sangat terharu, memeluk sang ayah yang akhirnya membuka pintu restu padanya.
" Ayah terimakasih!" ujar Panglima.
" Tidak perlu nak, Ayah tidak bisa memberikan yang terbaik selama ini!" Huan Zang berkaca - kaca.
" Benar yang dikatakan ayah, nyatanya kini aku menjadi mempelai Pria yang sangat Kumal, Ayah aku belum mandi, belum ganti baju, lihatlah bekas darah di mana - mana!" Panglima mengomel.
" Tak apa jadilah mempelai paling tangguh di seluruh dunia!, cepat Sana!" Huan Zang mendorong Putranya maju.
Mau bagaimana lagi, mau tidak mau panglima harus terima, yang terpenting mempelai wanitanya tidak keberatan,
Panglima menghampiri Tantan, yang masih berada di mobil Jeep itu.
Panglima mengulurkan tangannya untuk membantu Tantan turun dari mobil,
" Panglima, apa kau menyukai hadiahku?" tanya Tantan percaya diri.
" Wahhhhh panglima tersenyum!'
" Itukah yang dinamakan jatuh cinta?"
" Panglima sangat terlihat bahagia, kapan kita menyusul?"
" iya membuat iri saja!"
bincang bincang pasukan Panglima.
" Suka, sangat suka!, awas saja nanti!" ujar Panglima sangat bahagia.
" Panglima, aku serahkan tanggung jawabku padamu mulai sekarang!" ujar Hatta Latif yang mencoba menahan air matanya karna dia harus melepas putri satu - satunya untuk menikah.
" Siap Laksanakan Ayah!" Panglima menjawab dengan sungguh-sungguh.
" Sayang, apa kau juga membawa penghulu ke sini?" tanya Panglima.
" Tentu, aku membawa KUA nya langsung sayang!"
" Luar biasa, idemu slalu diluar wajar, namun itulah wanita Panglima!"
Mereka berdua pun resmi menikah, meskipun semuanya secara mendadak, namun semua berjalan dengan lancar, pernikahan itu di meriahkan oleh seisi Distrik militer.
Semua orang memberikan selamat pada kedua penganti itu.
" Ria!!"
" Kak Jimmie ,apa kabar?"
" Hmm, baik...selamat untukmu juga karena akan segera menikah!" Ujar Jimmie mengulurkan tangannya.
" Terimakasih kakak, oh ya ...berapa anak kakak?"
" Heeee, istri saja aku belum punya, bagaimana bisa ada anak?"
" Oh sungguh???"
"hmmm...jika kau mau juga boleh,hahaha bercanda!"
__ADS_1
" Kakak bercandanya serem ah!'
" Iya maaf, ...lalu dimana calonmu?"
" Dia, mana bisa datang mendadak dia juga seorang perwira di negaranya, acara ini sangat mendadak!"
" Aduh, aku kalah langkah Ria, jika aku lebih dulu yang melamarmu bagaimana?apa kau tolak lagi?"
" Puffffffffffftttt....becanda terus ih!'
" Hehehehe!'
apapun yang ku lakukan selalu saja dianggapmya bercanda dalam hati Jimmie.
" Dex, coba lihat itu bos kita!"
" ya??" Dex melihat ke arah Bosnya.
" Hmmmm, rupanya bos kita bisa sangat lembut pada seorang wanita!"
" Pria pria garang itu terlihat sangat imut dihadapan wanita yang dia suka!"
" Ya benar lalu bagaimana kita yang jomblo?"
" Kau saja yang Jomblo,hehehehe"
" Hey kau punya pacar???"
" Ya hampir....maaf ya sepertinya kita akan jarang bersama!"
" Kau ini sungguh, kejam...awas saja nanti putus kau mencar - cariku!"
" Doa mu itu menyebalkan!, padahal niatku mau ku kenalkan temannya calon pacarku!'
" Oh bagus itu, aku doakan yang terbaik deh!"
" Tidak jadi aku berubah pikiran!"
" Brenggggggjekkkkk kau!"
" sudahlah ayo kita ucapkan selamat pada adik dan adik ipar kita!"
" kau sungguh berani menganggap Panglima adik ipar kita?"
" Tentu saja kita kan sangat dekat dengan pawangnya heheheheh!"
" kau keterlaluan sekali!"
" Panglima belum mencari perhitungan pada kita tahu!"
" Oh benar!"
mereka pun segera menghampiri pengantin dadakan itu.
mereka memberikan ucapan selamat pada keduanya.
" Panglima, ayo Ciuuuuuuuum, ...!" Teriak Jimmie
" Ya , cium cium cium!" Semua bersorak
" Astaga!"
" Panglima apa kau takut dengan perwira?, jangan hanya berani mencium di belakang perwira saja!" tambah Jimmie.
" Astga, mulutnya seperti cacing kepanasan!" Gumam Panglima.
Tantan menahan tawanya,
"Terkadang kita harus lebih kejam pada teman Brengjeekkkk kita, membuat malu saja!"
masih bergumam kesal.
"Panglima,...!" Panggil Tantan.
" Ya!" menoleh ke arah Tantan, Tantan langsung mencium bibir Panglima tanpa ragu.
" Uuuuuuuuuggggggggggggghhhhhhh " sorak - sorak satu distrik.
Dan kabar bahagia itu sampailah di telinga Xian - Xian.
Bersambung...
__ADS_1