
" Apa, kenapa aku di pindahkan sepihak??"
" Itu perintah Panglima!, kau akan tetap dalam tugas melatih mereka!"
" Aku tidak mau pindah regu...!"
" Tapi itu perintah Panglima!"
" Kenapa seperti itu??, apa Zero yang memintanya pada Panglima??"
" Aku tidak tahu soal itu, sebaiknya kau mengikuti perintah Panglima!"
" Ya..."
Yesa kembali ke tendanya untuk istirahat.
" Tidak aku akan ikut ke Medan pertempuran!" Gumam Yesa.
Yesa segera menyiapkan peralatan dan seragamnya, Yesa juga memilih memotong rambut panjangnya untuk menyempurnakan penyamaran.
Malam semakin larut, Yesa bergerak menyusup pada kapal perang yang akan di gunakan oleh Zero dan anak buahnya.
Yesa berhasil menyusup dan bersembunyi di gudang makanan, dia bersembunyi sampai kapal itu bergerak menuju perbatasan musuh.
Zero mengumpulkan semua pasukannya dan memerintahkan mereka berpencar di setiap sudut kapal sesuai strategi.
pasukan Zero menggunakan Kapal kombatan kapal perang bersenjata yang lazim dimiliki oleh angkatan laut yang digunakan untuk pertempuran langsung di lautan.
kapal ini dipersenjatai dengan meriam, meriam anti serangan udara, peluru kendali baik anti serangan udara, anti kapal selam, maupun terhadap sasaran di darat, torpedo, ranjau, bahkan rudal jelajah.
Selain itu juga dilengkapi dengan landasan helikopter.
Selain persenjataan, kapal ini dilengkapi dengan sistem navigasi, dilengkapi radar yang sistem dan jangkauannya lebih luas, sonar, sistem komunikasi yang menggunakan kode khusus (sandi) serta pada kapal tertentu diberi alat anti ranjau yang dinamakan kapal penyapu ranjau.
Sementara Jenderal Petter masih memantau keadaan lewat drone yang sudah dikuasainya.
" negara tetangga, sudah mulai mempersiapkan senjata lengkap... bukankah kita bisa menyerang duluan Panglima??, karena kita sudah sangat siap jauh-jauh hari!"
" aku hanya memberikan teror kecil saja pada negara tetangga, saat kita meneror, mereka akan mulai siaga dan lebih waspada di perairan, nah 2 negara yang memberikan bantuan persenjataan pada mereka ini akan ikut fokus pada teror kita, saat itu aku menyusupkan pasukan silumanku ke kedua negara ini, dan mulai menyerang dengan senjata biologi!"
" Oh astaga Panglima kau mengambil kelengahan mereka untuk penyerangan secara diam-diam!"
" Ya, saat ini pasukan silumanku sudah memasuki kawasan padat penduduk di dua negara ini...!"
__ADS_1
" secepat itu??"
" Bagaimana lagi, ada kesempatan bagus untuk menyusup tentu saja harus gercep!"
" Awasi saja, ... jika ada pergerakan lewat udara langsung serang dengan Drone - drone tak kasat mata itu!"
" Tapi apa kapal itu akan di kenali jika itu kapal negara kita??"
" Seharusnya tidak, Pasukan Zero kan bukan TNI, negara tetangga tidak akan tahu jika teror itu dari negaranya kita!"
" Tapi dari jalur perairan mereka bisa menebaknya Panglima!"
" Lalu apa gunanya kapal selam??, kapal Kombatan itu hanya akan terlihat berpatroli diperbatasan, Zero akan mengeluarkan kapal selam dan silumannya dan meneror dari dalam perairan, baru kapal siluman itu di keluarkan, karena kapal itu tidak akan terdeteksi, hanya akan terlihat seperti kapal nelayan dan tidak berbahaya! baru teror tambahan dari kapal siluman di kerahkan...mereka harus bertahan sampai anak buah silumanku kembali ke sini dengan selamat, baru mereka menghentikan teror dan kembali..!"
" Doney akan marah-marah saat tahu kau membuatnya ikut dalam upan palsu...!"
" Hahaha, biar dia ada kerjaan, karena dia bingung tidak mendapatkan pekerjaan!, seharusnya dia berpikir 2x saat berbicara, jika dia bekerja berarti anak buahku terluka, dia sangat mengharapkan anak buahku terluka!"
" Dia memang seperti itu, ... bagaimana dengan pasukanku??"
" Sudah mendapatkan penanganan, maafkan kelalaian ku Jendral!"
" Sudah terjadi, mau bagaimana lagi Panglima, yang terpenting tidak ada korban Jiwa!"
" Hem ya benar!"
Sementara itu di basecamp.
" Nyonya, nyonya pasukan musuh sudah dekat!"
Nisa membangunkan Tantan yang sedang tertidur pulas dan sangat pulas, orang lain pasti tidak akan bisa tidur di saat genting seperti ini, tapi berbeda dengan istri Panglima, dia masih bisa tidur dan makan teratur tepat waktu, dan kadang masih sempat bermain game, untuk menghilangkan rasa bosannya.
Tantan perlahan lahan membuka matanya dan meregangkan saraf ototnya perlahan.
" Hmmm, minum Nis ...!" Nisa segera mengambil botol minum di bag Tantan dan memberikan pada nyonyanya.
" Apakah masih ada makanan??"
"masih...masih ...!" mengeluarkan biskuit dan memberikan pada tantan
sambil mengumpulkan nyawanya, Tantan menikmati biskuit dengan tenang.
setelah rasa haus ,lapar dan semua nyawanya terkumpul kembali Tantan segera berdiri mengambil teropong dan melihat ke adaan sekitar.
__ADS_1
" Peganglah, kau sudah sarapan belum!??" tanya Tantan santai.
" Belum nyonya, itu di bunker ada banyak makanan biarkan mereka sedikit mengganjal perut mereka!"
" Apakah masih sempat untuk makan nyonya??"
" Harus di sempatkan walau hanya satu gigit!"
" Baik!"
Nisa pun membagikan makanan dari bunker pada ketua regu masing-masing.
dan segera kembali menemani Tantan, ternyata Tantan masih sempat menggosok gigi dan juga mencuci mukanya, berganti pakaian dan menggunakan gincu.
Nisa sungguh tak habis pikir, bahkan dirinya saja makan tergesa-gesa dan hampir tersedak malah nyonyanya sesantai itu.
" Nyonya apakah anda tetap di sini??"
" Memang mau ke mana Nisa??"
" sembunyi bukan??"
" Aku yang akan memimpin mereka bagaimana bisa aku bersembunyi!"
" tapi senjata mereka sangat besar nyonya...!"
Tantan melihat keadaan di luar dengan teropongnya, ternyata mereka sudah dekat,
Tantan memberi kode dengan jarinya, dia tahu cara mengendalikan pasukan Panglima karena Panglima yang mengajarkan semua kode-kode perintah untuk pasukannya.
pasukan di luar pun memberikan serangan pada para pasukan musuh yang tiba, membuat pasukan musuh terpecah menjadi beberapa bagian.
sebagian pasukan musuh sudah berhasil menghacurkan sebagian dinding basecamp, dan menghambur masuk, mereka tidak sadar jika semua itu adalah jebakan, karena sebelumnya mereka dengan mudah menghacurkan semua bascamp tanpa ada perlawanan, saat menuju Bascamp akhir mereka sangat terkejut dan kurang persiapan, saat ada serangan mereka terbagi dengan sembarangan dan langsung menghancurkan dinding - dinding Kokoh itu membabi buta
dan menghambur masuk tak beraturan, Tantan dan pasukan panglima sudah siap melepas jebakan untuk mereka.
dan dengan kecerobohan musuh mereka. menginjak Ranjau darat yang Tantan buat bersama dengan anak buah panglima,peledak yang ditanamkan ke dalam tanah, akan meledak ketika disentuh atau diinjak oleh sebuah kendaraan, orang, atau binatang, ranjau itu pun meledak ,
Ranjau darat itu berhasil digunakan untuk mengamankan daerah untuk membatasi pergerakan lawan .
Tantan dan Pasukan cadangan itu pun mundur dengan jarak aman, semua musuh yang menginjak ranjau pun tumbang tak beraturan, ada beberapa sebagian kecil masih tegak berdiri, Tantan memberikan komando pada regu terakhir sebagai penembak jitu yang bersembunyi menembaki sisa - sisa musuh yang masih ada.
memang pasukan Panglima tidak ada duanya, mereka hanya butuh satu kali Shoot untuk satu target dengan tepat sasaran.
__ADS_1
Saat musuh ingin melarikan diri Tantan dan pasukan Panglima yang di tempat di luar basecamp mengepung musuh sehingga tidak ada jalan lain selain mati.
Tanta tidak memegang Senjata, dia hanya memegang tangan Nisa yang memegang senjata, mengarakan tangan Nisa menuju target dan mengomando Nisa untuk menembak.