
Setelah cukup lama berupaya, akhirnya pintu itu pun roboh.
" Masuk...!"
mereka segera memasuki area itu dengan segera, saat semua sudah masuk, tiba-tiba saja semua menjadi sangat gelap gulita.
" kenapa tiba-tiba gelap??"
ceklek....
menyalalah lampu besar
" Apa??" semua orang Tom sangat terkejut,mereka berpikir sedang mengalami teleportase
" Di mana kita??"
" bukankah kita di hutan??"
" Kenapa kita bisa berada di tempat tertutup seperti ini??"
Grrrr grrrrr grrrr...
" Suara apa itu??"
" Hahahahah selamat datang makan malam untuk para binatang kesayangan kami!"
Rupanya ratusan orang Tom masuk dalam jebakan yang pada dasarnya itu di buat untuk menangkap hewan - hewan buas yang akan di latih .
" Sialan kita dijebak!"
Karena ratusan orang Tom terkepung oleh para pawang hewan buas, setiap orang membawa 10 ikat hewan yang terlihat sangat mengerikan, gerangan hewan yang sangat agresif memenuhi seisi tempat itu.
" Tangkap leadernya lebih dulu...!" perintah seseorang dengan tegas dan lantang.
tanpa bertanya dan mendesak, orang - orang itu segera mengambil 2 orang yang berdiri di kanan dan kiri.
" Selamat beraksi...berikan kami pertunjukan yang baik sebelum mati!" Semua yang memegang ikatan hewan - hewan itu segera melepasnya, semua hewan membabi buta menyerang orang - orang itu, mereka sekuat tenaga bergulat menyelamatkan nyawa mereka sendiri - sendiri, mereka hanya memiliki satu pilihan ,yaitu sekuat tenaga melawan.
grrrrrrgerrrrrrgerrrrrrrr...
grrrrrrgerrrrrrgerrrrrrrr...
grrrrrrgerrrrrrgerrrrrrrr...
" Tuan, tolong lepaskan anak buahku!"
" Kalian yang datang pasti sudah tahu ,jika resikonya adalah mati...!"
" tapi...!"
" Tenang, kau juga akan menyusul mereka nanti!'
Dalam hitungan menit ratusan orang Tom, sudah tergeletak tak berdaya dengan tubuh yang tercabik-cabik tak beraturan.
" Agggggggggggggg!" Leader itu berteriak dengan sangat lantang, dia tidak tahu harus bagaimana mereka baru tiba tapi sudah lenyap begitu saja dalam hitungan menit.
" Penyesalan mu tidak akan. ada artinya...tenang saja keluargamu akan menjadi mangsa berikutnya!"
" Tidak, tidak tidak, aku mohon jangan mereka tidak bersalah!' kedua orang itu berlutut memohon
" Lalu bagaimana dengan keluarga Panglima yang akan kau lenyapkan??, apa mereka bersalah??'
" Tidak...!"
" Lalu kenapa kalian bisa sampai sini??'
" Apa karena uang??, lihat uang yang kau anggap bisa memudahkan hidupmu justru menjadi petaka bagi orang -orang yang tidak bersalah!'
" Tolong ampun keluarga kami tuan...!'
" Hahahahahah di mama wajah bringas kaliam saat datang tadi??, kenapa sekarang sangat menyedihkan??'
" tolong ampuni keluarga kami akan menuruti!"
" Tunggu, nyonya kami datang, hanya dia yang bisa memberikan keputusan!"
Setelah menunggu begitu lama, Tantan pun tiba dengan Doney dan Dex.
__ADS_1
Bau amis, mayat yang berterbaran ,dilewati begitu saja oleh Tantan, sambil mengusap perutnya perlahan.
" Selamat datang nyonya Panglima!"
" Ya, apa Yesa masih hidup?"
" Masih nyonya, dia beristirahat karena mendapatkan luka yang cukup dalam!"
" Ehmmmmmm!"
" Nyonya...mereka adalah ketua dari ratusan orang ini ..!"
" Oh...apa permintaan terakhir kalian??" Ujat Tantan santai.
" Nyonya, selamatkan nyawa keluarga kami...!"
" Bukankah kalian datang untuk membunuh kami??"
" Benar,...!"
" Baiklah apa yang bisa kalian tukar dengan ku untuk keamanan keluarga kalian!'
" Nyawa kami...!"
" Hahahahaha...nyawa semut ini lebih berharga dari nyawa kalian, kalian sungguh percaya diri sekali ya?!"
" Nyonya kenapa harus meyisakan mereka??" Tanya salah seorang yang memegangi tali 2 singa di tanganya.
" Jangan membuat pihak lawan langsung terkena serangan Jantung dan mati begitu mudah!" Ujar Tantan membelai Singa yang terus mendekur .
Kenapa aku baru tahu jika Tantan lebih kejam dari hewan buas ini.
dalam hati Doney.
" Lalu apa rencanamu Tantan??" Tanya Dex
" Ayo...kau telpon tuanmu itu katakan jika kau sudah berhasil menangkap kami!"
Dex segera meraba tubuh kedua orang itu dan menemukan benda untuk berhubungan seperti HT tapi lebih tipis dan canggih.
" cepat beritahu bosmu!" memberikan benda itu pada orang Tom dan tangan Dex menjambak rambut kepala pria itu dengan kuat.
" Bos, kami sudah menangkap mer...reeeeka!"
"Huaaaahahahahahahahahahhahaa bagus ,bagus sekali.... aku ingin mendengar suara rengekan mereka hahahahaha!"
Tantan segera merebut benda yang bisa terhubung dengan Tom itu.
" Hiks hiks hiks...Tuan tolong lepaskan kami, kami tidak bersalah!'
Tantan berpura-pura merengek.
" Hahahahahahahahah...apa kau tahu jika Panglima sekarat?? hahahah sebentar lagi kami juga akan mengantar kalian nikmati saja sisa waktu kalian!'
" Apa??"
Tantan terkejut dengan perkataan Tom
Dex segera merebut dan mematikanya.
" Tenang Tantan dia hanya mengertak saja!" Doney mencoba menenangkan Tantan yang terlihat sudah berkaca-kaca.
" Tantan Jack tidak memberikan kabar itu berarti Panglima baik-baik saja...saat seperti ini jangan goyah!"
Dex juga memenangkan.
Tania mengusap air matanya,
" Katakan padaku, apa yang akan direncanakan bosmu setelah menangkap kami??"
" kami datang untuk menghabiskan semua yang bersangkutan dengan Panglima dan Jendral namun sebelum itu kalian akan menyaksikan eksekusi pada Panglima , jendral dan perwira saat itu kalian akan di bakar habis...dalam suatu tempat!"
" Hahahaha, bagus...kau... bagaimana jika itu adalah keluarga mu??, apa kau akan diam saja??"
" Itu...!"
" Sudahlah, bawa kami sekarang ke tempat di mana kalian akan mengeksekusi kami...!"
__ADS_1
" Baik...!"
" Tuan pawang aku meminta 10 pawang dan hewan-hewan buas terbaiknya!"
" Baik, kami akan berikan!"
Ketua di tempat itu segera mengaturkan beberapa orang hebatnya dan juga beberapa hewan yang cukup buas untuk di bawa ke kota.
Setelah semua sudah siap,
" Nyonya aku ikut...!" Yesa berlari tertatih-tatih
" Yesa....!"
" Nyonya bawa aku bersama anda!"
" Kau sembuhkanlah lukamu di sini!"
" Tidak tidak saya ikut...!"
" Kau akan membawa masalah lagi nanti!" Ujar Doney yang masih kesal.
" Tidak ,tidak akan....saya janji...!"
" Naiklah!!"
Tantan pun berangkat bersama kedua orang Tom itu menuju tempat yang akan di jadikan tempat pembantaian keluarga Panglima.
Sepanjang Jalan Tania hanya melamun, pikirannya terpecah pada Panglima, bagaimana keadaan Panglima ,Ayahnya dan juga Jenderal, Akankah dia bisa membantu semua terlepas dari tuduhan yang kejam itu.
" Kau, apa kau tahu banyak tentang Tom??" Tanya Tania .
" Siapa yang kau tanya??" Ujar Dex bingung.
" 2 orang ini...!"
" Kami tidak tahu,...!"
" Tetaplah bungkam, kami akan mencaritahu sendiri...tidak bisa membuka mulut kalian bukan berarti kami tidak bisa mendapatkan jawabannya!" Ujar Tantan Santai.
" Nyonya, apa kita ini tidak salah langkah??" Tanya Yesa.
" kita akan tahu salah langkah atau tidak jika sudah sampai di sana!"
" Nyonya saya jadi takut!"
" kenapa ikut??"
" Tidak bukan itu, takut jika kita terjebak lagi...!"
" Sepertinya mereka mendapatkan dukungan orang besar...baik - baik kita lihat nanti bagaimana aku membalas mereka, aku harus mengorek isi kepalanya sampai keluar, kenapa otak mereka sangat jahat?"
" Tantan kau sedang hamil...kendalikan emosimu!" Doney mengingatkan.
" Tidak bisa...mereka sangat biadab...aku akan melihat dengan mata kepalaku sendiri jika mereka mati sangat mengenaskan!"
" Iya, iya... sekarang kita masih dalam perjalanan, simpan saja dulu, kita akan pastikan mereka menderita jika sudah sampai di sana!" sahut Dex.
" Nyonya...biarkan saya yang membalaskannya, nyonya jangan mengotori tangan Nyonya sendiri...!"
" Mereka membantai orang lain yang tidak sejalan dengan mereka hanya demi keserakahan mereka!"
" Mereka itu sangat bodoh, jika semua kekayaan negeri kita di kuras habis oleh negara pemodal...lalu apa mereka akan tetap berguna??"
**Aku ingin tahu siapa orang tolol yang memberikan perlindungan pada orang -orang idiot itu.
dalam hati Tantan.
Bersambung...
Maaf karna masih belum bisa crazy up.
Like jangan medit ya besti...
kalian prostes bosen nunggu, tapi Like aja kagak mau ...
lalu Saya dapat kekuatan dari mana untuk crazy up??
__ADS_1
coba nanti cari di shoppe dulu**...