DIA,SANG PANGLIMA PERANG

DIA,SANG PANGLIMA PERANG
173. ACC


__ADS_3

" Tantan, kak Jimmie makanannya sudah siap, ayo makan!"


" Sudah ka, lakukan saja seperti apa yang aku katakan!"


" hmmm oke!"


" Ayo kita makan!" Ajak Tantan.


Jika cara ini berhasil, itu pasti sangat menyenangkan, penantian selama belasan tahun ini juga tidak akan sia - sia.


dalam hati Jimmie.


mereka makan bersama, dengan banyak cerita, setelah selesai makan, dan mengobati rindu masing-masing , Jimmie pun segera mengantar Ria pulang ke rumahnya.


" Kakak tidak mampir??'


" Ah, aku berjanji jik masalah ini selesai baru akan datang menemui paman dan bibi, aku juga belum membawa oleh-oleh, belum ada persiapan!" ujar Jimmie.


" Kenapa memang jika belum ada persiapan??"


" Tidak sopan saja, karna paman dan bibi sudah sangat baik padaku!"


" Mereka tidak berharap kembali kakak!"


" Aku tahu itu, namun aku juga punya ketulusan ku sendiri!"


" Ah, baiklah terserah kakak!"


" Cepat masuk dan istirahat, karna besok pasien dokter pasti banyak yang menunggu!"


" ah, aku harap, tidak banyak yang perlu di obati, hehehe, semoga semua orang di beri kesehatan!"


" Aamiin, oh ya...aku akan pergi menemui Panglima!"


" Kak Jimmie apa melibatkan diri lagi?'


" Tentu saja, panglima dan Jendral adalah sahabat terbaikku, bagaimana aku bisa diam ditengah kesulitannya!"


" itu sangat berbahaya, dan kakak belum pulih benar!"


" apa kau mengkhawatirkan ku?'


Kita lihat jawabannya, apakah sesuai prediksi Tantan dalam hati Jimmie,


" Oh, ah??, itu aku sebagai dokter kakak wajar kan merasa khawatir!"


Lahz benar saja, kenapa dia tidak jadi cenayang saja, bisa banyak menghasilkan uang .


" Oh wajar sekali, ...!"


Apa aku harus mengatakan semua sesuai perkataan Tantan??, itu justru seperti mengutuk diriku sendiri, ah sudahlah ikuti saja.


" Aku, juga tidak tahu apakah ini akan mudah atau sulit, aku harus menjaga Panglima dan Jendral, karena wanita mereka sedang mengandung anak mereka dan menunggu mereka pulang dengan selamat!"


" Apa itu, artinya kakak harus mepertaruhkan nyawa kakak??"


" Ya, mereka adalah pondasi negeri ini, jika kehilangan orang seperti ku negara tidak akan dirugikan, namun jika negara kehilangan salah satu dari mereka ,maka semua orang akan menderita!"


" Kakak, kenapa merendahkan diri sendiri seperti itu??"


" aku kan hanya orang yang tidak memiliki sertifikat baik , hehe!"


" itu di mata orang yang tidak mengenal kakak, di mata kami yang mengenal kakak, kakak adalah pahlawan di balik topeng!"


" Oh benarkah seperti itu??"

__ADS_1


" Ya, begitulah....!"


" Baiklah, aku harus segera pergi, Ria sudah bisa mengunjungi kedua kakak ipar mu itu, di saat Ria senggang!"


" Apa itu tidak akan apa - apa?"


" Jika terjadi sesuatu di sana kau hanya perlu mendengarkan Tantan!, dia bukan wanita yang lemah!"


" Tapi dia sedang mengandung, aku menjadi khawatir!"


" tidak akan terjadi apa - apa!"


" Baiklah, jika begitu kakak harus menjaga diri baik - baik diri kakak!"


" itu pasti, lagian itu tidak penting karena tidak ada yang menungguku dirumah seperti Panglima dan Jendral Petter, hehehe!"


" Kenapa kakak bilang seperti itu, kakak juga harus berjanji pulang dalam keadaan selamat tidak berkurang apapun!"


" aku tidak bisa berjanji!"


" Loe kenapa??"


" apa kau ingin aku kembali dengan selamat?"


" Ya, tentu saja!"


" Jika aku kembali dengan selamat,apa kau mau menikah denganku??"


Ha??, aku harus slalu tebal muka, untuk yang terakhir kalinya, ini jika bukan karena Tantan, aku akan menembak dengan waktu yang tepat dan dengan kejutan yang lebih baik, haaaaaa....


aku menyesal mempercayainya.


dalam Hati Jimmie.


Karna dia sudah berkali-kali ditolak Ria, padahal dia sudah menembak dengan berbagai cara romantis, tetap saja tidak mengguggah hati Ria sedikitpun.


" menikah??"


" Ya...!"


" untuk menikah aku rasa ..!"


" Jika tidak bersedia juga tidak apa - apa, hehe...aku sudah terbiasa dengan penolakanmu...!"


Yah, aku tahulah itu...aku akan menyerah saja.


" Bukan begitu kak,..."


" Ha?? lalu??"


" Baru beberapa waktu kan aku bercerai, jika kakak berjanji kembali dengan selamat, bukanya aku tidak mau, tapi beri Ria waktu 3 bulan, setelah itu kakak bisa datang pada kedua orang tua Ria !"


" Apa??, jadi???...jadiii???..."


" Ria akan berusaha menerima kakak, bisakah kakak bersabar...?"


" Jangan kau tanya tentang kesabaran, seharusnya Ria yang paling tahu bukan?"


" Ha??,benar juga tanpa Ria sadari kakak adalah orang yang paling sabar menunggu Ria belasan tahun !"


" jadi apa kau sungguh - sungguh?"


"Ria sungguh - sungguh!"


" Ahhh, Yessss!" Jimmie melompat kegirangan dia sangat bahagia dengan jawaban Ria.

__ADS_1


" Ria bisa kau menamparku??"


" Tampar??"


" Ya, aku takut jika ini hanya mimpi saja!"


" Tapi, Ria tidak tega...!"


" Sudaj tidak apa, jangankan ditampar kau memukulku dengan batu saja aku terima!"


" jangan bicara sembarangan,...!"


" Cepat lakukan,... aku akan memajamkan mataku, lakukan dengan keras ya!" pinta Jimmie.


" Baik, jika begitu sebelumnya Ria minta maaf, karna itu pasti sakit!"


" Ya , tak apa...cepat - cepat lakukan!"


Jimmie segera memejamkan matanya.


Ria berjalan mendekati Jimmie dan bersiap untuk menampar Jimmie yang sudah siap menerima tamparan itu.


Ria sangat ragu, namun dia pun akhirnya,


memeluk, Jimmie ...


" Aku tidak bisa kurang ajar dengan calon suamiku, apa begini sangat nyata?" Ujar Ria memeluk tubuh pria yang sudah di tolaknya 17x itu .


Jimmie sangat terkejut dengan apa yang dilakukan Ria, tubuhnya gemetaran karna sangking terkejut dan tak menyangka, wanita yang sudah menolaknya 17x itu memeluknya lebih dulu.


" Terimakasih Ria!" Jimmie segera membalas pelukan Ria dengan hangat,


Beginikah rasanya, dipeluk oleh wanita yang kita cintai, rasanya aliran darahku mengalir begitu cepat, jantung sangat kencang.


" Terimakasih juga karena slalu bersabar untuk Ria!"


" kesabaran ku hanya berlaku untukmu Ria!"


" Oh sungguh!"


" Ya, tentu saja...tapi kenapa aku masih merasa jika ini tidak nyata ya??"


Ria segera mencubit pipi Jimmie dengan gemas...


" Aaahh, sakit juga ya cubitan mu!"


" Biar kakak tahu jika ini semua adalah nyata!"


" Oh, benar...ah tahukah kau betapa bahagianya aku??"


" Ya, kakak terlihat sangat ceria!"


" hehehe, baiklah... sekarang Ria harus masuk, jangan biarkan angin malam masuk ke dalam tubuhmu, aku tidak bisa terima!"


" Aih, baiklah Ria masuk dulu kakak!, tolong tepati Janjimu!"


" aku akan menepati nya, selamat malam mimpi indah ya!"


" Yaz bye...kakak hati - hati di jalan ya!"


" Okey, masuklah aku akan pergi setelah kau masuk!"


Ria pun Segera masuk ke dalam, Jimmie segera berbalik, dan melompat, dan berteriak karena kegirangan.


" Wooooh....ini luar biasa, hahahahahahha...jika tahu Tantan adalah kunci dari kemudahan ini seharusnya aku meminta sarannya sejak dulu , wahhhhhhhh ini aku akan membelikan apa pun keinginan nya, sekarang aku tidak akan pelit padanya, oh dia benar-benar adikku tersayang, eh tunggu jika aku sungguh menikah dengan Ria, maka dia akan menjadi kakak iparku!, what????"

__ADS_1


Ah, apapun itu dia akan menjadi saudara kesayanganku...


Jimmie pun segera kembali dengan hati yang berbunga-bunga.


__ADS_2