
" Pak Bi, bagaimana kelanjutannya??"
" Apa belum ada yang menemukan Josh?"
" Belum, ...!"
" sebelum Cctv di amankan, apa kalian mengeceknya dulu??"
" Tidak, kami langsung menghapus semua rekaman 1 bulan berjalan!"
" kalian yakin tidak ada siapa pun di sana??"
" tidak ada...!"
" Bagaimana dokter yang di kirim pada Panglima?"
" Sampai sekarang menghilang tanpa jejak!"
" Apa?"
" Kami sudah mencoba menghubungi dan memantau di kediamannya namun tidak terlihat batang hidungnya sama sekali!"
"Coba kau mencari orang dalam di rumah sakit itu, bagaimana ke adaan Panglima yang sebenarnya!"
" Baik pak!, lalu bagaimana dengan pertanyaan masyarakat tentang keberadaan Jendral dan Perwira tua itu??"
" Kita katakan, kita tidak tahu apapun, mereka sudah di bebaskan, soal di mana mereka kita hanya perlu pura-pura tidak tahu...!"
" Baik pak...!"
...----------------...
" Panglima, ini rekaman Cctv dari mobil kita, apa yang harus kita lakukan dengan ini??"
" beningkan gambarnya,jangan lupa di zoom agar lebih jelas kejadian saat itu, gunakan akun palsu untuk menyebar gunakan ponsel baru lalu buang...!"
" Baik Panglima...!"
" Dan lagi komando Jimmie untuk mengeluarkan keluargaku dari sana, tidak boleh ada yang kehilangan satu nyawa pun , baik itu keluarga ku atau pun penjaga ku!"
" Sayang, apa setelah keluargamu bebas, kau mau keluar??"
"saat Keluarga ku bebas' maka ayah mertua dan Jendral akan menjadi kelamahanku...jadi kita harus lebih hati-hati ...!"
" Di mana mereka menyembunyikan Jenderal dan ayah??"
" Ehm....tidak tahu sayang, tapi aku akan mencaritahunya, mereka masih aman karena mereka masih berguna untuk Bi...!"
" aku harap semua cepat selesai!"
" Semua pasti akan segera berhasil...!"
...----------------...
Jimmie yang mendapat perintah untuk menyelamatkan keluarga panglima pun segera membuat rencana, setelah cukup lama Jimmie dan anak buahnya memantau, akhirnya mereka akan mulai bergerak.
Jimmie dan orangnya sudah menemui titik celah untuk masuk, karena memantau dari kamera tersembunyi yang mereka kenakan.
Jimmie mengomando perlahan beberapa orangnya untuk menyusup ke dalam sementara Jimmie dan sebagian lainnya memancing penjaga luar untuk terpecah belah fokusnya .
"Tembak 2 penjaga pintu itu...!"
perintah Jimmie.
" Doorrr dooorrrrr...!"
kedua penjaga pintu itu jatuh dan membuat semua penjaga yang lain muncul.
" Siapa kalian keluar??"
teriak salah seorang penjaga, anak buah Jimmie pun berhasil menyusup.
" Bos, langkah satu sukses...!"
" sementara bersembunyi dulu!"
dan anak buah yang lain sukses naik ke atap dan membawa kamera , seperti tongkat golf lalu menjulurkan ke bawah untuk melihat situasi di dalam gubuk tersebut.
Kamera itu langsung terhubung pada laptop Jimmie,
" Putar sisi kanan!"
terlihat di dalam cukup banyak penjaga yang standby.
" Lemparkan granat asap di ruangan sisi kanan, masuk dan tembak mereka semua...!"
mereka segera melaksanakan perintah Jimmie, semua penjaga kalang kabut, ada yang terjatuh dan berusaha menahan nafas.
Anak buah Jimmie segera menembaki penjaga yang sedang mencoba keluar dari ruangan itu.
Penjaga itu segera membuka pintu gudang,
" Tuan Dex , bawa keluarga Panglima lewat sisi kanan, cepat...jangan lupa tahan nafas sampai keluar dari jendela itu...!"
" Sebelah, di sebelah...!" Ujar Dex menunjuk ruangan sebelah, Dex segera membawa ayah ibu panglima keluar melompat jendela.
" Paman bibi, namun saat hendak melompat ternyata 2 penjaga menghadangnya dengan pistol.
__ADS_1
Dex segera menendang 2 penjaga itu,
" Paman, bibi cepat lari.... keluar!"
" Ria, Ria....!" Teriak Maya Karna keponakan nya berada di tempat berbeda dengannya.
" Lari...!" teriak dex
" Bokk, bolkk..!".
" Dooorrrrr...!"
" Aaaggghhh....!"
" Sayang cepat berdiri, dan lari semua akan baik - baik saja...!"
Huan zang segera menggandeng istrinya dan menariknya berlari dengan kencang.
" Ria, Ria ...!"
" Jimiie akan menolongnya ,kita hanya akan membuat mereka kerepotan jika tidak lari!" Ujar Huan Zang terengah-engah
Dex bergelut dengan 2 penjaga, Dex setengah mati berusaha mengalahkan keduanya dengan kakinya yang sudah tertembak.
" Oh sialan...aku tidak akan membiarkan kalian mengejar mereka..." Dex yang terjatuh dia atas penjaga yang sudah tumbang segera meraih pistol yang ada di pinggang penjaga itu lalu menembak kedua orang yang berusaha mengejar Maya dan Huan.
" Dorrrr dorrrr....!"
" Serbu ke dalam...!" perintah Jimmie...
gubuk itu di serbu oleh penjaga bayangan ,
" Tuan Dex. anda terluka...?"
" Cepat selamatkan yang lain, aku tidak apa - apa....!"
" Baik...!"
Penjaga yang berjaga seketika di habiskan dengan sekejab oleh tentara bayangan milik Panglima di bawah komando Jimmie.
" Bos, penjaga selamat, tuan dex selamat, ibu dan ayah Panglima sudah berlari jauh dari gubuk!"
" Bagus...!"
" Tapi kami tidak menemukan dokter perempuan!"
" Apa??" Jimmie sangat terkejut
" Ya, namun ada satu ruangan yang tidak bisa di buka...!"
Jimmie pun segera turun dan berlari menuju gubuk tua itu.
" Ria, dimana kau??, aku tidak akan membiarkanmu terluka!"
" Bos...!" panggil Dex sambil berjalan terpincang-pincang.
". Dex, cepat tinggalkan tempat ini!"
" Bos Ria ada di ruangan itu...!" tunjuk Dex Pada ruangan berpintu besi, yang terkunci sangat rapat.
" Aku akan mengurusnya cepat bawa yang lain pergi...bawa ke tempat Tantan...!"
" Baik Bos, hati - hati...!"
" Okey,...!"
Dengan beberapa anak buah Panglima Jimiie berusaha mencari tahu siapa saja di dalam ruangan itu dan ada jebakan apa saja di dalam sana.
" Bos...nona Dokter di dalam...!"
" Apa ada orang lain??"
" Tidak ada....!"
" Cepat dobrak pintunya...!"
" Baikkk....!"
mereka segera mendobrak pintu besi itu dengan segala cara, setelah 2 jam mengupayakan akhirnya pintu itu terbuka.
Terlihat Ria duduk terdiam di kursi sambil menangis.
" Ria, apa kau terluka??" Jimmie perlahan menghampiri
" Pergi cepat pergi...jangan hiraukan aku!"
" Apa maksudmu??, aku datang untuk menyelamatkanmu!"
" Jangan melangkah maju, kalian huhuhuk cepat pergi cepat... hukhukhuk...!"
Jimmie sangat merasa janggal dengan kemarahan Ria, sampai Jimmie sadar tangan Ria menggenggam sebuah benda.
" Ria tenang, jangan menangis...!"
" Huhuhuhu...aku mohon pergilah dari sini bawa semua orangmu menjauh dariku!"
" Kalian tinggalkan kami...!" tegas Jimmy
__ADS_1
" Tapi bos!"
" Ini perintah!"
" Bos...!"
" Kalian cepat berkumpul dengan yang lain...!"
" kami akan tetap di sini...!"
" Ria, kau tidak boleh gugup tenang...jangan sampai benda itu bergeser 5 inci dari tanganmu!"
" Huhuhuhu...ayah ibu maafkan Ria, Ria sangat mencintai kalian, huhuhuhu ayah Ibu Ria akan slalu mencintai kalian, ....!"
" Ria, apa kau mencintaiku??" tanya Jimmie
" Ya ,kakak aku mencintaimu, huhu...maafkan aku ,maafkan aku... karena terlambat untuk memahamimu, huhu aku sangat mencintaimu!" ujar Ria tak henti menangis.
" Baik... sekarang akan baik - baik saja!" Jimmie meraih tangan Ria yang memegang bom tangan itu.
" Tidak kakak...jangan ...!"
" Jangan goyah.... dengarkan perintahku...kita akan selamat...!"
" Huhuhuhu....tidak biarkan Ria saja pergilah bersama orang mu!"
" Tidak kita semua akan selamat percaya padaku!"
" huhuhuhu...!"
" Kalian pergi siapkan apa yang perlu di siapkan, aku akan menangani ini!"
" Baik...!" orang Jimmie pun segera mematuhi perintah Jimmie.
" Kakak kau juga pergi...aku tidak akan menyalahkan siapapun, ini adalah takdir Ria, tolong jaga keluarga Ria di masa depan hihihi...!"
" Bicaralah yang baik, sekarang tenangkan dirimu Ria... bukankah kau berjanji akan menikah denganku?"
" Huhuhu maaf aku harus mengingkari janji..!"
"Aku tidak akan membiarkannya, sekarang dengarkan aku, lakukan dengan cepat dan lembut aku akan menghitung saat hitungan tiga angkat kelingking kirimu...!"
" Huhuhuh...!"
" kau harus percaya...!"
" 1..2...!"
" Tidak jangan....!"
" Ayolah...aku jamin kita akan selamat selama kau mendengarkan perintahku!"
" Huhuhu baik!"
" 1...2...3....!" Ria mengangkat kelingking kirinya Jimiie segera menggantikan kelingkingnya di tempat dengan cepat dan tepat
" bagus pintar, sekarang kelingking kananmu, 1...2...3...!"
Ria mendengarkan intruksi Jimmie dengan patuh, sampai di bagian akhir yaitu ibu jari sebelah kanan.
" sekarang ini harus cepat Hitungan 2 kau harus mengangkat dan berlari sekencang mungkin...!"
" Huhuh...tidak...tidak kakak...aku akan tetap di sini...!"
" Apa kau bodoh??, jika kau di sini aku akan mati...untuk saat ini jangan membebaniku apa kau dengar??" Jimmie sadikit marah.
" Huhuhu...!"
" Jangan menangis...kita tidak punya banyak waktu...aku hitung ,ingat di hitungan kedua kau harus segera mengangkatnya dan lari sebanyak 20 langkah lalu tiarap!"
" Huhuhuhu....!"
" Ria...jangan menangis!!"
" Kakak....!"
" 1......!"
" 1....2...!" Ria segera melepas jarinya
" Lari!" teriak Jimmie.
" Aghhhh huhuhuhuhu....!"
dengan kaki gemetaran Ria berusaha untuk berlari, beberapa kali Ria terjatuh dan bangkit terjatuh dan bangkit....sampai terdengar
suara ledakan yang sangat dasyat...
Blllluuuuuuuuuiiirrrrrrrrrrrrrrrrr...
ledakkan itu membuat tubuh Ria terpental,
Ria segera merangkak melihat ke belakang.
" aagggh tidaaaaaaaaaakkkkkkkkk...!" teriak Ria sekuat tenaga sampai akhir dia tak sadarkan diri.
bersambung.....
__ADS_1