
" Sayang, aku sudah mendapat jalan ke tempat ini, tapi tingkat keamanannya sudah di atas 10, jadi jika listrik padam, keamanan tetap menyala!"
" Oh, begitu??"
" Ehmmm, begitu... kita harus melewati sensor sebelum masuk ke dalam!"
" pasti di dalam ke amanannya lebih tinggi!"
" Itu dia, ...!"
" aku pelajari lagi dulu tentang sistem keamanan 10!"
" Aku juga ingin tahu!" Tania mendekat.
mereka mencoba mempelajari bersama tentang Scurity scorecard 10 itu namun mereka tidak bisa menemukan titik lemah dari keamanan itu, pada dasarnya ilmu IT mereka tidak bagus.
" Ooohhh...gila...ini lebih sulit dari melumpuhkan penjagaan lawan !" Panglima menggaruk kepala.
" Aku malah tidak mengerti sekali panglima, tapi panglima...kau membayar kamar ini dengan mastercard, apa tidak ketahuan?"
" Ya tidaklah, kan kita banyak identitas!"
" Wooooooo???, enak sekali ya TNI!"
" Enak, apa tidak ya??, enak jadi suamimu lah!"
" Aiiihhh, preeetttt..oh tunggu Panglima aku tahu, Abang Dex bukannya Cyber scurity?"
" Dia sedang di Manokwari loe...!"
" Coba, aku hubungi dulu!"
" Ya cobalah!"
Tania mencoba menghubungi Dex yang menjalankan tugasnya di manokwari.
" tidak bisa...!, eh tunggu aku diberi abang jam kamarin saat selesai berlatih!"
" Jam??"
" sebentar, aku menaruhnya bersama hadiah ayah mertua!" Tania membuka kopernya, dan mengambil bag kecil yang slalu dibawa kemana - mana.
" Ini , abang bilang ini bukan jam biasa,apa bisa digunakan?"
memberikan pada panglima.
" oh, hanya kau yang bisa membukanya!"
" aku?"
" Ya,...!"
" Ini seperti HT, namun hanya satu saluran, coba itu ada Fingernya, jadi jari yang mana yang dia buat?"
" ha??, abang tidak memberitahu ku!"
" ya sudah coba saja satu - satu semua jarimu!"
Tantan menempelkan satu - satu jarinya ke jam tangan itu, namun tidak ada respon dari jam tangan itu.
" tidak ada yang cocok dengan jariku!"
" Dex ini juga lucu, masak tidak memberitahu sandinya?"
" Tunggu, tolong pegang dengan benar panglima!"
" ini, ...ini...kau mau apa?"
Tania mengangkat kakinya,dan menggunakan jempol kakinya untuk dicoba.
" Mana ada begit...ooooh terbuka...!"
" Kurang ajar, bagaimana bisa dia menggunakan sidik jari jempolku?"
" Pfffttttt...hahaha, kau bisa kirim pesan suara padanya, nanti pasti dia akan menghubungimu!"
Tania pun segera mengirimkan pesan suara pada Dex ...
" Bang Dex sangat kreatif ya, ....?"
" Hmmm, dia juga pembuat keamanan sistem, kenapa aku lupa ya?"
" hmmm,....kenapa belum menghubungi Tania??"
" Sabar, ditunggu saja!"
drrrtrrr drrrrrt.....
" Nah, telpon....!"
__ADS_1
" Abang, ....oiiii!"
" Wah kau juga genius ya, bagaimana bisa kau tahu jika menggunakan sidik jempol kakimu?"
" Ih, kurang hajar kau...aku mencoba seluruh jariku!"
" Bagus jadi, apa kau sudah melewati malam pertama??"
" Pertanyaan macam apa ini??"
Panglima mengambil ponsel Tania,
" Dex, jangan menggoda istriku ayo cepat bantu aku memecahkan keamanan hotel ini!"
" Oh, panglima maaf..., baik langsung tolong kirimkan alamat dan nama hotelnya??"
" Ya akan ku kirim!"
" Oke!"
" Lihatlah itu alamatnya!"
" Baik nanti saya hubungi lagi panglima!"
" ok!"
panggilan pun berakhir...
Tania dan Panglima saling memandang,
" Apa??"
" Istriku sangat cantik!"
" ahhhz bisa - bisanya menggombal di saat begini!"
" Saat sekolah, ada berapa pria yang menyukaimu?"
" Saat aku di sini , tidak ada yang menyukaiku, teman laki-laki ku tidak pernah memandang ku sebagai wanita!"
" Puffffffffffftttt....., masuk akal juga, karna kau tangguh seperti pria!"
" benar, jadi mereka justru takut, bukan suka!"
" Hahahahahaha, lalu saat di luar negeri?"
" Sama sekali???"
" Sama sekali, haaaaa....begitulah menderitanya aku di luar negeri, aku slalu bertanya dalam hati, pria yang menyelamatkan ku bagaimana kabarnya?, bagaimana rupanya sekarang?, sudah berapa kali pacaran?, masih ingatkah dengan aku?, masih ingatkah dengan janji kita?"
" Apa kau tidak pernah melupakan aku sedikit atau pun sebentar saja untuk melihat pria lain?"
" Tidak pernah, selama kita berpisah, setiap malam aku slalu bermimpi tentang janji kita, namun aku tidak ingat wajahmu!, lalu bagaimana dengan panglima?"
" Aku masih mengingat wajahmu, selama kita berpisah...kau meninggalkan dua benda padaku, mana mungkin aku bisa lupa!, dan aku slalu mencari tahu kabarmu!"
Tania menggenggam tangan Leon, dan menciumi tangan suaminya.
" Terima kasih, sudah menunggu!"
" Terimakasih juga karna tidak pernah melupakan ku!"
Teletubbies, berpelukan,
" Panglima, aku sangat bahagia...aku mencintaimu, aku mencintaimu sangatttttt!"
" Hmmmmm...kau pikir aku tidak tahu?, tanpa kau ucapkan aku juga bisa merasakannya!"
" Oh ya???" Tania menggigit pundak Panglima sekuat tenaga
" tidak sakit!"
" Aaaaaiiggggg" Panglima membalas menggigit pundak tantan namun pelan.
" aagggghhhh...!"
Terjadi aksi gigit gigitan, dari pundak ke leher, ke pipi, ke telinga, ke hidung..mereka saling menggigit .
" Stooooppp...!" Tania membungkam mulut panglima.
" mmmmm???"
Panglima Bingung.
" Ehnmm, Panglima...kenapa ketika kau gigit tubuhku terasa aneh, seperti tersengat listrik, lalu terasa, geli, terasa, panas, lalu jantung ku sangat berdebar kencang!"
" Ah???, kenapa itu yang??"panglima juga bingung.
" Iya, kenapa ??, aku takut terkena penyakit jantung!"
__ADS_1
" kalau begitu kita ke rumah sakit sekarang!, ayo kita periksa!!"
" tidak - tidak, aku takut...aku takut!"
" Jangan takut aku akan menemanimu!"
" Aku takut jika benar - benar punya penyakit jantung!"
" Sebentar, kita cari tahu dulu ya gejalamu pada internet, jika kau takut ke rumah sakit!"
" Yayayaya...!" Tania sangat cemas.
Apakah setelah aku merasa bahagia, Tuhan akan mengambil nyawaku dengan segera?
dalam hati Tania.
" Pfffffffftttttt...hhahahahah!" Panglima tertawa
" ?????"
ada apa dengan panglima? apa dia sangat bahagia aku sakit jantung.
" Panglima kau kenapa?, aku sangat takut ,tapi kau sangat bahagia??"
" Gejalanya memang mirip dengan penyakit jantung!"
" Tidak, jadi aku punya penyakit jantung??, itu hidupku tidak akan lama lagi?"
" pfffffffftttttt....hahahahah, hahahahah, hahahahaa!"
" Panglima, bagaimana bisa kau sangat bahagia?, apa kau sebenarnya tidak mencintaiku?"
" Pfffffffftttt, maaf maaf...tapi istriku sangat lugu dan menggemaskan, hahahaha, aduh perut'ku kram!"
" apa - apa sebenarnya aku kenapa?"
" Kau tahu sayang yang kau rasakan itu adalah bergairah, itu tanda yang normal bukan sebagai seorang wanita, kenapa jadi ke jantung??"
" Jadi sejak awal panglima mempermainkan ku?"
" Hahahahaha, aku juga harus berakting sedikit agar istri ku menjadi sangat menggemaskan!"
mencubit kedua pipi tantan gemas.
Tania memukul dada panglima kesal,...
" Mau lanjut tidak?"
" Tidak, hentikan!" Tania merajuk.
"Lagian sudah setengah permainan malah, kau hentikan!, aku jadi pusing jika hasratku tidak tersalurkan!"
" Minum obat pusing saja sana!"
" Astaga, bedalah!"
" samalah!"
" Aihh, sebelum aku menjadi suami mu setiap dekat denganmu, aku slalu menahan diri untuk menahan semua hasrat yang meledak - ledak, sekarang sudah menikah aku juga harus menahanya lagi, awalnya aku juga sudah berpikir panjang menunggumu siap, kita kan sudah melakukannya, bagaimana bisa aku bisa menahannya lagi jika sudah tahu rasanya??, aih ini tidak adil!"
" Kenapa panglima mengomel?"
" Sayang ayoooo, aku akan lembut janji!!"
" Tidak mungkin semalam panglima sangat kejam?"
" Coba dulu lah,...ayolah sayang...!"
" Panglima, wajahmu memerah!"
" Jangan pedulikan wajahku, ayo lakukan tugasmu!"
" Tututunggu aku akan membukannya sendiri!"
" Lama!!"
Kreeeeeeekkkkkkkkkkkkk....
" Kau janji akan lembut, kau malah merobek bajuku!"
" Maaf,....!"
" Aaggghhhhhh...pelanlah!"
Panglima membungkam mulut Tania agar tidak cerewet m
" Hmmmmm, hgmmmmm!"
Ya begitulah....masih di titik kejayaan yang panjang, selamat encok ya Tantan.
__ADS_1