DIA,SANG PANGLIMA PERANG

DIA,SANG PANGLIMA PERANG
50. Berulah


__ADS_3

" Panglima aku sudah selesai gosok gigi!"


"Hahahahaha ... aku akan sangat merindukanmu!"


Tok tok tok


"panglima, sudah siap semua saatnya berangkat!"


" Ya...!"


" Panglima jaga dirimu baik- baik! "


" Pasti sayang, kau juga !"


Panglima segera mencium Tania,


" Aku pergi sayang!"


panglima pun berlalu pergi...


Tania mengantar Panglima sampai pintu gerbang,


berat sangat namun itulah yang harus mereka jalani.


ouuuuggggg oooooggggg


"kau juga merasa sedih, karna sekarang kau harus menjagaku bukan?"


"oooouuuug ooooougggg"


" kita masuk dulu yuk mandi, kemudian kita ke tempat Jendral!"


" ooooouuug oooooouggggg"


Tantan kembali masuk dan di ikuti dengan Micel.


Paviliun Jendral Petter.


" jadi kau juga ingin tinggal di sini Tantan?, kenapa tidak aku saja yang menemanimu sampai panglima kembali, toh kita cuma sampai akhir bulan ini juga!" ujar Suzy.


" Suzy, tinggal di sana hanya membuatku semakin sedih karna semua di sana membuatku teringat Panglima! "


" Tantan, Panglima hanya pergi untuk bertugas saja, tidak meninggalkanmu!" sahut Jendral petter.


" huhuhu, Jendral kau sangat tak mengerti hati wanita! " berakting menyedihkan.


" Jendral, biarkan saja dia tinggal di sini"


" apa micel juga?" tanya Jendral petter.


" iya...!"


" astagah, apa kau bisa menjamin itu aman?"


" Micel, kau tidak boleh nakal ya,..."


" ouuug ouuuug"


" Jendral Micel sudah setuju!"


" Tapi di sini hanya ada dua kamar, yang lain untuk tempat penyimpanan senjata pribadiku, atur saja sendiri kalian tidur di mana!"


" wah, senjata Pribadi?, Panglima juga bilang kalau dia punya senjata Pribadi, aku tidak boleh menyentuh dan melihatnya, itu sangat rahasia katanya!"


" oh ya?" Jendral meyakinkan diri,


kenapa harus menyembunyikan dari Wanita nya bukan kah itu terlalu berlebihan Panglima?_


senjata seperti apa itu?


dalam hati Jendral Petter


" Iya Jendral kata Panglima aku akan pingsan jika melihat nya, itu membuatku sangat penasaran!, dan panglima menyimpan senjata Pribadi nya di dalam celananya!"


" apa?" Jendral Petter dan Suzy terkejut.


" Iya kalian terkejut kan ,sama aku juga terkrjut ,tapi aku sudah pernah memegangnya, itu sangat keras,Tapi hangat!"


" Tania apa yang kau bicarakan?" Tanya Suzy.


" aku sedang membicarakan senjata pribadi Panglima, Jendral apa kau juga menyembunyikan Senjata Pribadi mu di dalam celana?, apa juga sama kerasnya dengan senjata panglima, apa itu juga hangat?, apa itu juga sama tidak boleh ada orang yang tahu, apa kami boleh mmmmmm,mmmm"


Suzy segera membungkam mulut Tantan,

__ADS_1


Astaga Panglima, aku tidak tahu dengan kesabaran apa kau menghadapi wanitamu, jika itu aku pasti sangat tersiksa. dan sekarang aku harus menjaga dua gadis kecil ini ...


" Jendral maafkan Tantan ...sepertinya dia tidak mengerti apa yang dia bicarakan!"


" hmmm, itu karna dia wanita Panglima aku tidak bisa berbuat apa-apa!, ranjang di sini sangat kecil-kecil kalian atur sendiri saja tidur kalian!"


" Benarkah kecil?, aku terbiasa tidur di ranjang yang besar!"


" Ya sudah Tantan biar aku tidur diruang tamu saja, kau bisa memakai kamar. itu!"


sambil menunjuk sebuah ruangan.


"Aduh benar-benar kecil, apa aku perlu membawa tempat tidur Panglima ke sini?, sebaiknya aku yang tidur di ruang tamu saja!"


" Sudah tidak apa-apa Tania"


" Suzy kau bisa tidur di kamar atas aku yang akan tidur di ruang tamu!"


Waduh kenapa jadi begini?


sudahlah nanti aku cari cara lain, yang terpenting sudah mendapat ijin dulu dari Jendral.


" Terimakasih Jendral, Jendral sangat murah hati!"


" mmmm...!"


" Suzy tapi kita, tak ada kerjaan!"


" pagi ini kita bikin sarapan saja Tantan!"


" oh ya, benar aku harus pandai memasak!"


" ayooo!" mereka berdua sibuk di dapur untuk membuat sarapan.


" wah akhirnya jadi juga ,suzy kau sudah bisa memasak bermacam-macam masakan!"


" Ya itu, Ayah anton yang mengajariku semua !"


" wah ayah mertuanmu luar biasa, nanti aku akan berkunjung ke tempat ibu meminta nya untuk mengajariku memasak!"


" heheh e... kau sangat berniat untuk menjadi istri yang baik!"


" Tentu saja! "


" Ya sudah ayo kita sarapan, aku panggil Jendral dulu!"


" Suzy kenapa kau sangat berubah?"


" apanya?'


" ini bukan seperti dirimu yang dulu, kau seperti orang lain!"


" Ayah Anton yang mengajariku semua itu, ternyata juga tidak buruk, sangat menyenangkan!"


" apa kau melakukannya karna Jendral? "


" kata Ayah Anton, harus seperti ini menjadi seorang istri!"


" apa kau sudah jatuh cinta pada Jendral? "


" tidak, aku tidak jatuh cinta pada Jendral, aku hanya berusaha menjadi istri yang baik, meskipun kita menikah tidak dilandasi rasa cinta!"


" wah aku terpukau, ... semoga kalian bisa bahagia!"


" Aamiin jalani saja Tantan, kau bagaimana dengan Panglima, rintangan kalian banyak sekali, menghadapi paman Hatta juga tak mudah, belum lagi tunangan dan Ayah Panglima! "


" kita pasti bisa melewatinya!"


" Ya aku akan mendoakan yang terbaik!"


tak terasa hari mulai petang,


" Tania ayo segera tidur!"


" Ya, aku akan segera ke kamar, kau tidur di atas kan?"


" tidak aku di sini saja , di ruang tamu!"


" Tidurlah di atas, aku akan tidur sini !"Sahut Jendral Petter


sepertinya Jendral Petter sudah sedikit peduli dengan suzy.


dalam hati Tania.

__ADS_1


" tidak Jendral "


" Cepat naik!" tegas Jendral


mau tak mau Suzy pun menurut, naik ke atas, Tania dan Micel tidur di kamar bawah.


tidak bisa begini, aku harus membuat Panglima tidur di kamar atas juga.


Tania memikirkan segala cara untuk mrnyatukan mereka berdua.


" ah aku ada ide, hihihi!" Tania segera menyalakan tv dengan Volume sangat keras.


" waaaaaaaaa... lama sekali aku tidak melihat konser penyanyi Jepang ini!"


Tantan bernyanyi dengan lantang seakan hanya dia dan Micel saja yang memiliki telinga.


astaga apa yang dia lakukan? ini sudah larut malam.


tok tok tok


Jendral mengetok pintu kamar...


" Tantan bisa kau kecilkan suaranya?"


...Omoide wa iroase tatte...


...Horetahareta no naka ga ii ne...


...Kanojo no egao ga nikui ne...


...Kimi no toriko ni natte shimaeba kitto...


...Kono natsu wa juujitsu suru no motto...


...Uwasa no doriimingaaru wasurenaide...


...Demo kimochi o tsutaete shimaeba itsuka...


...Kono yume wa samete shimaudarou na...


...Aoi kage ga yureru...


Tantan semakin mengeraskan suaranya dan pura-pura tak mendengar suara Jendral Petter.


ooooouggg oooiuuuggg


" sssssstttttt, tenang saja Micel aku berani berbuat seperti ini karna aku memegang kendali Panglima, Jendral Petter tidak akan membunuhku karna kesal bukan? hihihihi" terkikik puas.


" Panglima jika gadis ini bukan wanitamu sudah pasti akan ku gantung di depan paviliun! " Jendral Petter naik ke atas dengan sangat kesal ingin marah namun tidak bisa.


tok tok tok...


tok tok tok...


pintu pun terbuka,


" Ya Jendral apa ingin makan malam?" sambil mengusap matanya karna bangun tidur.


" temanmu sudah gila karna di tinggal Panglima bertugas!" ujar Jendral Petter kesal.


" temanku?, eh tunggu siapa yang bernyanyi malam-malam? "


" Siapa lagi jika bukan Tania!"


" astaga, maafkan Tantan Jendral aku akan turun!"


" percuma dia tidak akan mendengar mu! aku sudah mengetok pintu nya dengan keras dia tidak merespon!"


Astaga apa Tantan benar-benar gila?


" kalau begitu biar saya yang tidur di ruang tamu Jendral! "


" siapa yang bisa tidur di sana dengan suaranya yang mengerikan itu?, dengan kokokan ayam saja masih merdu kokokan ayam!"


" tidak apa Jendral, aku akan menunggu sampai dia selesai bernyanyi! "


" sudah ... kau tetaplah tidur di sana aku akan di sofa!, siapa yang tahan dengan suaranya nyamuk saja langsung mati di tempat! "


Jendral Petter sangat kesal,


baiklah sepertinya hanya bisa menurut saja dengan suasana hati Jendral ssat ini, Tania kau benar-benar mencari masalah.


Bersambung...

__ADS_1


Author


Aihh Tantan kau ini benar-benar...


__ADS_2