DIA,SANG PANGLIMA PERANG

DIA,SANG PANGLIMA PERANG
73. Tidak saling mengerti


__ADS_3

" Aromamu aku menyukainya!" gumam Jendral Petter menghirup dalam-dalam aroma tubuh Suzy.


Suzy terdiam, seluruh tubuhnya gemetaran, Suzy jadi teringat kejadian saat itu, saat dia dilecehkan para preman yang menculiknya.


Jendral Petter menyadari tubuh Suzy yang ketakutan, Jendral Petter membelai rambutnya dan mengecup kening Suzy dengan penuh kasih sayang.


" Maaf membuatmu takut, aku tidak akan menggodamu lagi!"


mendengar perkataan Jendral Petter membuat hati Suzy sedikit lebih tenang.


namun tetap saja tubuhnya gemetaran...


Jendral Petter mendekapnya erat,


" akan ku beritahu kan satu hal padamu, apa kau ingin mendengarnya?"


" mm... a, apa itu Jendral? "


" Relax saja, kau saat ini bersama calon suamimu, kenapa kau ketakutan?, meskipun terjadi sesuatu pada kita saat ini ,aku juga tidak akan lari dari tanggung jawabku, namun itu tidak akan terjadi sebelum kita menikah, apa kau masih takut padaku?"


Suzy menggeleng kepala, tubuhnya kini mulai rilex dalam dekapan sang Jendral.


"apa yang ingin kau katakan Jendral?"


" mmm, dengarkan baik-baik ya!"


" Ya...!" jawab Suzy menurut.


" Mulai saat, ini aku menyadari perasaanku!"


" Maksud Jendral? "


" Suzy,... Mulai hari ini Aku Jendral Petter, sudah jatuh hati padamu! " tegas Jendral Petter mengutarajan isi hatinya.


" Apa?" Suzy terkejut


Ya Tuhan Apa ini hanya ilusiku?, apa aku terlalu kelelahan?, sampai aku berhalusinasi seperti ini.


dalam hati Suzy.


Suzy masih tida percaya dengan pendengarannya, yang dia pikir dia salah mendengarnya.


" Jendral apa Suzy salah dengar?, atau Suzy sedang berhalusinasi?" dengan wajah kebingungan.


Wanita ini sedang memasang eskpresi apa?


Jendral Petter mendekat ditelinga Suzy .


" Aku sudah Jatuh hati padamu!" bisik Jendral Petter.


Dag Dig Dug ....


Jantung Suzy berdebar-debar tak karuan.


namun Suzy masih meragukannya,


" Apa kau mendengarnya? "


"De, de,dengar Jendral, tapi Suzy masih belum percaya!"


" Aku akan membuatmu percaya!" Jendral Petter langsung mencium bibir mungil, wanita yang sudah membuatnya jatuh hati itu.


Suzy sangat terkejut dengan Ciuman dadakan dari sang Jendral, matanya terbelalak, sangking terkejutnya.


Namun Suzy belum ada reaksi, antara percaya da tidak percaya.


Jendral Petter segera menekan kepala Suzy dan menciumnya lebih dalam, sehingga membuat Suzy sulit untuk bernafas.


" apa kau percaya?"


Astaga bibirnya lembut sekali, rasanya berciuman ternyata seperti ini.


dalam hati Jendral Petter.


" Je,jendral, kau menciumku?"

__ADS_1


" Iya, kenapa?, kau kan akan menjadi istriku, selebihnya nanti saja setelah kita menikah!"


" Apa?"


" apa mau lagi?"


Jendral mendekat lagi pada Suzy.


"tu,tu,tunggu Jendral!" menahan tubuh Jendral untuk mendekat padanya.


"Ya?"


" Jendral Jatuh Cinta atau Jatuh hati?" Tanya Suzy.


"Jatuh Cinta atau jatuh hati?" Jendral berpikir lagi


"mmmmm...?"


" Jatuh hati dan jatuh cinta itu apa berbeda?" tanya Jendral dengan tampang polosnya, karna untuk hal seperti ini Jendral Petter sangat polos.


" Jendral, apa Jendral bercanda?"


" Mana ada, kapan aku bercanda?"


" Jendral saja tidak tahu perbedaan Jatuh hati dan jatuh Cinta!"


" Lalu apa kau tahu?"


"Kalau jatuh hati, perasaan itu cenderung hanya rasa ketertarikan terhadap seseorang. Entah karena fisiknya menarik, penampilannya, atau statusnya sebagai orang yang hebat. Hal semacam itu bisa bikin orang jatuh hati,” Suzy menerangkan. 


" Lalu Jatuh Cinta? "


“Sementara jatuh cinta, kadar perasaannya lebih dalam lagi. Orang yang jatuh cinta tak sekadar tertarik dengan fisik dan penampilan saja, melainkan sudah ada keterlibatan emosional. Orang yang jatuh cinta sudah membangun dan melibatkan koneksi antar-individu,” Jelas Suzy.


Jadi seperti itu?,


berarti saat ini aku tidak sedang Jatuh hati, Aku sudah jatuh Cinta padanya, karna apapun tentang dia aku tak peduli, aku hanya ingin selalu bersamanya ,menjaganya, sampai akhir hayatku.


dalam Hati Jendral Petter meyakinkan diri.


" Paham!"


" Lalu ?"


" Ku rasa aku salah, aku tidak jatuh hati padamu!"


" Aku tahu, mungkin Jendral hanya terbawa suasana saja, aku tidak akan perhitungan Pada Jendral! " Bergeser mengambil Jaral.


" sepertinya aku sangat yakin jika aku sudah Jatuh Cinta padamu!" mendekat pada Suzy lagi.


" Apa?, Jendral jangan bercanda!"


" Siap yang bercanda, jangan membuatku marah, kau sudah menjelaskannya, kau kira aku tidak paham?"


" Takutnya...!"


" Apa?, aku sudah mengatakannya aku Jatuh Cinta padamu, kenapa tidak percaya! " berbicara dengan sangat kesal penuh emosi.


Sungguhkah?


dalam hati Suzy masih sukit untuk percaya.


" Jendral kau akan mngganggu penghuni kamar lain!, jika teriak sekencang itu!"


" Biar saja, kau meragukan perkataan seorang Jendral!, itu membuat harga diriku ternodai!"


Jadi Jendral benar-benar serius dengan ucapanya?


" Maaf Jendral, bukan makasud Suzy melukai harga diri Jendral! "


" Sudahlah, tidur saja, aku sedang tidak dalam mood baik!"


Apa Jendral marah?


Suzy kebingungan sendiri

__ADS_1


" Jendral,...! "


" aku akan tidur di sofa!"dengan wajah yang sudah tidak bersahabat.


Menyebalkan sekali, dia meragukan isi hatiku ,


anak nakal seperti ini memang harus dihukum,


lihat saja nanti.


Jendral Petter segera merebahkan tubuhnya, di sofa.


Jendral Petter, temperamennya buruk sekali, tadi barusan sangat baik, sekarang tiba-tiba marah,


sungguh tidak jelas, aku saja tidak perhitungan kau mengambil Ciuaman pertamaku, menyebalkan.


Suzy pun juga segera menenggelamkan tubuh di dalam selimut.


keesokan harinya...


" Jendral sudah bangu?" Tanya Suzy yang baru bangun dan melihat Jendral sudah rapi sambil menikmati secangkir teh dihadapanya.


" Mmmm..." Sikap Jendral Petter kembali dingin kepada Suzy, karna masih sangat kesal.


Ada apa dengannya?,


kadang lembut, kadang baik, kdadang dingin,


entah temperamenya sungguh tidak beraturan.


Suzy segera bangkit dari tempat tidur dan segera masuk ke kamar mandi.


setelah selasai mandi.


"Jendral, apa sudah sarapan?"


" sudah...!"


" Apa?, tumben sekali tidak membawakanku sarapan?"


" aku tidak tahu seleramu!" Jawab Jendral Cuek.


hissss, dasar Petter...menyebalkan, jadi dia marah padaku...sudahlah, aku pergi cari sarapan sendiri, memang aku tak bisa apa, beli sendiri,


Suzy mengomel dulu hati.


Suzy segera keluar untuk mencari sarapan sendiri, dia sangat kesal pada Jendral Petter, yang berubah menjadi dingin.


" Aku kan hanya memastikan agar dia tidak salah memahami, kenapa dia malah marah?"


sambil berjalan tak tentu arah karna kesal.


setelah jauh berjalan tanpa sadar,....


" Sial, dimana aku?"


melihat sekeliling, jalan yang sangat sepi tak ada kendaraan yang lewat atau seorang pun.


Mampus kau Suzy yang buta arah...


huhuhu aku di mana?


"Ponsel,...!" Suzy meraba sakunya namun tidak menemukan ponselnya.


"Mampus kau Suzy...mampus, tenang, tenang , aku hanya tinggal untuk berbalik arah kan untuk kembali?" Gumam Suzy segera berbalik arah, dan segera mempercepat jalannya.


sementara di hotel,...


" Kemana dia sudah hampir siang dia tidak kembali, apa langsung ke rumah sakit?,Baiklah aku marah kau juga ikut marah, kalau begitu aku juga tidak akan peduli, beraninya kau tak mempercayai ucapanku, wanita itu menyebalkan sekali!"


Gumam Jendral Petter sambil melihat dari luar Jendela.


Bersambung...


Author...

__ADS_1


Aduh suzy tampaknya sudah mulai berulah lagi dirimu ya...


__ADS_2