
Mereka pun berbelanja bersama di Mall, Maya dengan semangat memilihkan baju - baju yang sangat sexy - sexy untuk Suzy.
terlihat Tantan terdiam melihat calon ibu mertuanya sibuk memilihkan pakaian. untuk Suzy saja.
Maya pun menyadari ekspresi wajah Tantan.
" Sayang, kau jangan pakai pakaian sexy dulu ya di hadapan putraku, heheheh saat ini yang wajib mengenakan pakaian Sexy Suzy dulu !, hehehehe"
Tania tersenyum,
" Iya Ibu...!"
" Nanti kalau kamu sudah menikah dengan Putraku, aku akan membuatkannya khusus untukmu!" Bisik Maya pada Tania.
Tania tersipu malu....
Anak ini tersipu malu, sebenarnya paham maksud aku tidak sih...?
dalam hati Maya.
"Aduh Bibi ini banyak sekali?" Suzy mengeluh.
" Sayang, kau harus slalu terlihat menarik, kau harus slalu tampil beda setiap harinya, kau kan sudah sangat cantik, tubuhmu juga sangat sexy, kau harus memperlihatkan kelebihanmu itu pada suamimu!"
" ih...iya bibi...!" menurut
" Ya sudah sekarang kita ke salon langganan Bibi, Ayo Tantan ibu juga harus merubah penampilanmu, kau pasti selama masa pemulihan tidak sempat memanjakan diri,jadi kita akan memanjakan diri kita dan merubah penampilan kita agar makin menarik di hadapan pasangan kita!"
" Ibu, berarti ibu akan kembali ke kediaman Zang?"
" Ya, benar...aku harus mengendalikan pria bodoh itu, memang tidak mudah karna dia bukan orang yang mudah berubah pikiran, tapi ibu akan coba untuk membuatnya merubah pikirannya!" penuh dengan semangat.
" Ibu terimakasih, ...!" Tantan sangat terharu.
" Tidak perlu sayang , ini demi kalian anak-anaku, ayo sekarang kita ke salon!"
mereka bertiga pergi untuk memanjakan diri, Maya meminta salon langganan nya itu untuk mengubah penampilan Suzy dan Tania yang masih berdandan polos ala - ala anak SMA, meski Suzy ini juga pandai berdandan namun itu masih terlihat lugu di mata Maya.
" Tolong rubah kedua anak-anakku ini menjadi wanita yang menggoda!" pinta Maya
Setelah menunggu berjam- jam selesailah mereka si permak dari gadis lugu menjadi wanita menawan hati para laki-laki.
" Nyonya, sudah selesai...!"
" Oh mana mereka aku mau lihat!" tak sabaran
"Ibu, ini terlalu Feminim...!" Ujar Tantan yang tidak terbiasa
" Uwahhhhhhhhh, menantumu aduh aduh, Lihat nanti apa yang akan dilakukan putraku padamu,melihatmu yang seperti ini?" terpesona dengan kecantikan Tania yang berbeda tapi masih lugu.
" Bibi, ini bagaimana?" Suzy justru terlihat sangat puas dengan penampilannya yangs sekarang.
" awuuuuuyyyuuuuu Suzy aduh benar-benar nyonya Jendral Petter...aihhhhh kalian sangat menawan, pantas saja Jendral dan panglima yang sangat kaku itu langsung mengejar kalian mati-matian...sempurna ,sempurna, ingat Nyonya Jendral...sampai dirumah kau harus apa?"
__ADS_1
" Iya, Bibi...!"
" Suzy panggil aku ibu, Jendral Petter sudah seperti anakku sendiri, kau juga anakku!"
" Yeaaa kita punya ibu mertua yang sama Suzy!" Tania kegirangan.
" Ya ibu terimakasih...!" Suzy pun sangat bahagia.
" sama sama sayang, oh...tak terasa waktu sudah petang ,kita benar-benar menghabiskan waktu di luar, aduh Sammy dan Meimei makan apa?, astaga ayo pulang!" khawatir
" Bibi....!" Terdengar seseorang memanggil
Maya pun menoleh ke arah suara yang memanggilnya.
"Xian-Xian....?" terkejut
Tania dan Suzy pun juga terkejut dan saling memandang.
" Bibi kita bertemu di sini?" menyapa dengan manis seakan tidak terjadi apa-apa
Maya masih terdiam.
" Oh di sini ada Tania dan juga Nyonya Jendral!"
" Xian-Xian kami buru-buru... sampai Jumpa!"
" Bibi tunggu, Xian-Xian hanya ingin meminta maaf pada Bibi, Suzy dan Tania!" dengan lembut.
" Itu bukan hal yang mudah untuk kau perbaiki dengan kata maaf Xian-Xian, pergilah kami tidak ingin melihatmu!"
dalam hati Xian-Xian.
" Bibi....!" Xian - Xian langsung berlutut dihadapan Maya ,Tania, dan Suzy
" Hey apa yang kau lakukan, berdiri!" tegas Maya.
wanita ini sungguh gila, bagaimana bisa aku hampir menjadikannya menantuku
dalam hati Maya sangat kesal.
" Tidak Bibi, ini semua salah Xian-Xian karna buta akan cinta...membuat Xian-Xian memperlakukan panglima di pesta pernikahan Jendral dan Suzy, dan juga hampir membuat Tania di hujat semua tamu undangan, Xian-Xian mengaku salah, sekarang Xian-Xian akan menyerah, dan mendoakan kebahagiaan panglima dan Tania!"
Tania mendekati Xian-Xian dan memapah Xian-Xian untuk berdiri.
" Sudah tidak apa itu sudah berlalu, terimakasih atas doamu, kami sudah memaafkanmu!"
ujar Tania penuh dengan lemah lembut.
" Tania bagaimana bisa kau memaafkan ya?!!!" Suzy sangat kesal.
" Tak apa, ibu Suzy kita pulang saja yuk Mei dan Saamy sudah menunggu!"
" Baik, dengar Tania sangat baik padamu, tidak jahat seperti mu!" Ujar maya kesal
" terimakasih Tania, ...!" dengan nada merendah.
mereka bertiga bergegas pergi meninggalkan Xian-Xian dengan segera.
__ADS_1
" Tantan , apa -apaan ?, mudah sekali kau ini ditipu dengannya dia pasti merencanakan sesuatu!" ujar Suzy yang sangat kesal.
"Tenang Suzy, aku hanya mengikuti permainannya saja!" tersenyum tenang.
" Bagus jadi kau tidak benar-benar memaafkan nya!"
" Dia sudah membuatku hampir kehilangan hidupku ,saat itu aku sangat menderita Suzy, dia juga harus tahu rasanya menjadi aku saat itu!"
" Menantuku...kau sungguh tidak berperasaan hehehehehe!" tertawa jahat.
" ibu, Tania juga tidak mau ada korban selanjutnya, dia sangat kejam!"
" Iya sayang ibu akan mendukungmu sayangku kita akan bersatu melawan wanita iblis itu, hanya saja kita tidak bisa melakukanya terang-terangan mengingat dia adalah anak orang penting dikota F!"
" Tantan juga anak orang penting juga ibu!" sahut Suzy...
" Iya tetapi menantuku ini tidak gila pamor, dia sangat sederhana...!"
" Hehehe ibu, Panglima sangat pencemburu, jika aku terkenal, itu akan membuat hubungan kita semakin tidak mudah!"
" Yayaya benar putraku bahkan menitipkan Anjing kesayangannya ke pelatihan anjing, karna tidak ingin kau membagi kasih sayangmu pada Donal setiap harinya hahahah !"
" Hihihi Panglima sungguh terlalu !" Suzy menertawakan Tania.
" Suzy, kau menertawakan ku, apa kau tidak lihat Jendral Petter?, itu 11 12 loe dengan Panglima?"
" Hahahahah iya benar Suzy kau juga harus memperhatikan suamimu itu, lihat nanti malam jika kau sukses melakukanya, hihihihihi!" Maya terkikik .
" Ibu, tapi Jendral sangat lembut dan pengertian aku sampai heran dia Jendral atau bukan?" sambil Fokus menyetir.
" Hehehehe apa kau lupa 2 pengawal dibelakang sayang?"
" Aihhhhhhh.....benar juga !"
" Hahahahahah aduh Jendral sangat menjaga Suzy ku aku jadi terharu!" Tania meledek dengan puas...
" kalian memang wanita hebat, bisa menakhlukan jomblo tua dan karatan itu luar biasa!" Maya sangat bangga
" Hahahahahhaha" mereka tertawa bersama
Sampailah mereka di paviliun Panglima,
terlihat Meimei berlari ke menghampiri Maya ,Tania dan Suzy.
" Mei?, apa sudah makan?" tanya Maya
" Sudah Bibi, tadi mei dan Sammy masak mie instan!"
" ouh...syukurlah, lalu di mana Sammy?"
" Dia mengeluh perutnya sakit bibi, dia di ruang tamu!"
" Apa ?"
mereka buru-Buru masuk ke dalam ...
bersambung...
__ADS_1