
Keesokan harinya ...
" wah hari ini kita dalam pengawasan Panglima, hehehe pasti tidak di persulit seperti saat di awasi Jendral! " ujar Suzy
" Kalian berdua, push up 200x !!!" teriak Panglima dari kejauhan.
" Kau sangat bodoh Suzy, dia seorang panglima bagaimana bisa lebih baik dari Jendral!, cepat push up " bisik Tania kesal.
" Astaga, Panglima lebih menyeramkan!"
Suzy segera push up
Tania dan Suzy menyelesaikan hukumannya,
" Tantan,siapa wanita itu berjalan ke arah Panglima?" ujar Suzy menunjuk ke arah wanita yang berjalan menghampiri Panglima.
" Oh, jadi itu tunangan panglima!" gumam Tania.
" apa?,itu tunangan yang dimaksud panglima? "
" ssssstttt kecilkan suaramu, ya dia adalah wanita yang dijodohkan pada panglima!"
" Dia Cantik sekali Tantan, apa panglima tidak menyukainya?"
" Entahlah, aku tidak tahu itu!"
" Kau jangan mau di bodohi Panglima, tunangannya sangat Cantik, mana mungkin panglima tidak tertarik?"
" Aku percaya panglima menepati janjinya!"
" Hmmm, okelah okeh aku percaya padamu jika begitu"
" Aku sudah selesai kau masih kurang berapa?"
" 20 lagi!"
" semangat!!! "
Tania mengamati Panglima dari kejauhan, terlihat wanita itu sedang mencari muka pada Leon Zang.
" Leon, selamat atas penyelesaikan tugasmu!"
" Siapa kau?" tanya Leon datar
" Loe...sebentar lagi kan kita bertunangan!"
" Dasar kepala batu, bicara dengan tunangannya sangat kaku!" Ayah Leon yang datang.
" Ayah, kapan aku bertunangan?"
" Dia calon istri untukmu, dia tunanganmu!"
" Menikah saja dengannya aku tidak mau, dan kau jangan memanggil ku seperti itu, kita tidak dekat!" tegas Leon
" maafkan anak paman ini Xian-xian, dia memang begitu keras kepala!"
" Tidak apa paman, mungkin Leon belum terbiasa, Xian-xian akan berusaha membuat Leon terbiasa!"
" Mimpi saja!" ketus Leon.
" Aku ini benar-benar minta dihajar!"
" Terimakasih ayah sudah datang, Leon masih sibuk ayah juga pasti sibuk, jadi Leon tidak menghalangi ayah kembali ke perusahaan! "
berlalu pergi tanpa menganggap kehadiran Xian-xian.
Sabar Xian-xian, dia seorang Panglima wajar jika jual mahal.
dalam hati Xian-xian.
" Xian-xian, maafkan sikapnya yang kurang ajar itu!"
" Iya paman Xian-xian tidak tersinggung!" dengan senyum palsu.
" Kau memang gadis baik, paman akan mengajarinya untuk lebih baik padamu!"
" Biarkan Xian-xian berusaha untuk itu paman!"
__ADS_1
" hahah baiklah, Xian-xian memang yang terbaik, kalau begitu kita kembali !"
***Lihat saja Leon, aku tidak akan menyerah untuk mendapatkanmu, aku tidak percaya jika kau tidak bisa ku takhlukan!
dalam hati Xian-xian sangat percaya diri***.
Xian-xian dan ayah Leon pun pergi meninggalkan Distrik militer.
" Tantan apa kau tidak cemburu?" tanya Suzy
" Tidak ,untuk apa?"
" kau sungguh tidak kesal?"
" tidak ,Sudah jangan tanya lagi!, kau tidur siang saja cepat!" Tania merasa kesal.
" hihihi kau cemburu, itu hehehe oke aku tidur!"Suzy segera merebahkan tubuhnya.
Tok tok tok...
Tania segera membuka pintu kamarnya, Suzy hanya mengintip sedikit
"Panglima, ada perlu apa?"
" apa harus ada perlu jika ingin menemui calon istriku?"
" aihh, urus Dulu tunanganmu!"
huhuhu, bilangnya tidak cemburu, dasar tantan
Suzy menertawakan Sahabatnya dalam hati.
Leon menarik tangan Tantan keluar,
" Berarti aku harus mengurusmu!" ujar Leon.
" aku buka tunanganmu!"
" apa kau sedang cemburu?" Leon meringis puas.
" hih... menggemaskan sekali, ayo ikut aku!" Panglima menggandeng Tantan keluar.
" apa kita mau kemana?"
" keluar, ikut saja cepat naik!" ajak Leon yang sudah stay di atas motornya.
Tania pun menurut membonceng ,Panglima menarik tangan Tantan untuk memeluknya
" Panglima apa kau tidak malu dilihat orang?, bagaiman ada yang mengadu pada ayahmu?"
" apa kau takut?"
" tidak, aku hanya takut akan membuatnya menjadi lebih rumit!"
" Aku akan memudahkannya untukmu Tantan, apa kau tidak ingin kembali tinggal di rumahku bersama ibuku?"
" Tidak , aku harus pulang segera aku rindu pada bibiku, nanti aku akan sering mengunjungi ibu dan juga panglima!"
"Baiklah, itu bukan perkara sulit, jika aku ingin aku akan datang padamu!" Menghentikan motornya di depan toko ayah Jendral.
" apa ini toko kue ayah Jendral Petter? "
" Iya sayang, ayo kita masuk !"
" Selamat data-....Pa pa panglima "
" Ya di mana paman Anton?"
" Tuan ...tuan...tuan....!" Robin berlari masuk dengan heboh memanggil nama tuanya dengan keringat dingin.
" kau kenapa?"
" Pa, pa, pa, panglima datang tuan!"
" Apa?, anak itu datang ke sini?, sungguh mengantar nyawa, dia mau apa datang kemari?" Sambil membawa mixer di tangan nya keluar.
" Siang paman"
__ADS_1
" Apa yang kau lakukan anak nakal?, putraku sudah mendapatkan kekasih, kau datang untuk melarang hubunganya?"
" Paman, kau sungguh salah paham, aku tidak pernah menghalangi panglima untuk mendapatkan kekasih! "
" Kau ini sungguh Panglima yang Kejam, saat aku mencoba mengatur kencan buta dengan anakku berkali-kali kau mengacaukannya, itu kah yang kau maksud tidak mrnghalangi?, sini kau akan ku Mixer biar jadi lembut!" Anton mengomel tak karuan.
meskipun Panglima ini terkenal kejam,dan ditakuti tapi Panglima sangat menghormati Ayah Jendral Petter melebihi ayahnya sendiri,
pufffffft, baru aku tahu Panglima di sini tidak di hormati hihihi
dalam hati Tania menertawakan Panglima.
" Sayang, kau bisa memesan kue yang kau suka pada paman ini, dia adalah ayah Jendral Petter! " ujar Panglima lembut pada Tania.
" sa, sa, sa, yang?" Robin dan anton serempak terkejut
" Paman, aku ingin mencoba kue buatan paman, yang paling enak !"
Anton dan Robin masih dalam keadaan terkejut sampai tak mendengar perkataan Tania.
"Paman, kekasihku ingin makan kue yang paling Enak!" Leon mengulang dengan tegas.
" Ah, sudah dengar aku, tidak perlu berteriak! Robim cepat kau ambilkan kue andalan kita!"
" Baik tuan!"
" Aduh, manis sekali kamu nak, sini - sini duduk, maafkan paman sudah membuatmu takut pasti. tadi aku dengan Panglima hanya bercanda, aku sudah menganggapnya seperti anakku sendiri, itu hal biasa, jika aku ingin memukulnya karna dia suka membuat paman yang penuh dengan kasih sayang ini marah! " merubah ekspresi garang dengan imut seperti marmud.
" Paman pernah memukul panglima?"
" Tentu saja, aku sudah memukulnya berkali-kali! dengan peralatan dapurku" jawab Anton yakin.
" Panglima tidak melawan?"
" Tidak, dia tidak pernah melawa, tapi ketika aku memukulnya aku slalu rugi besar karna alat-alat dapurku yang hancur saat mengenai tubuhnya! "
" ahahahahahh, hahahahah, ahahha, paman sungguh berani memukul panglima?"
Tania tertawa puas
Panglima, aku tak menyangka kau memiliki sisi tak berkutik dihadapan Ayah Jendral.
dalam hati Tania.
" Itu karna perlatan dapur paman KW, makanya mudah rusak, kenapa Leon yang disalahkan" membela diri.
" KW kepalamu itu, dasar anak nakal, jelaskan padaku kenapa kau dan putraku bergantian membawa wanita ke sini?"
" Bukankah, itu keinginan paman?, Jendral membawa wanitanya dan aku membawa wanita ku! "
" Apa kalian sedang merencanakan sesuatu?, atau ini hanya sandiwara kalian menyewa wanita-wanita ini untuk membuatku tidak khawatir?"
" tanyakan saja pada gadis didepanmu itu paman, jika kau ingin tahu jawabanya!"
" anak manis, bagaimana kau bisa mengenal Anak nakal ini?" Anton mulai membuka sesi tanya jawab.
" 5 tahun yang lalu, kita berjanji menikah, lalu aku dikirim keluar negeri, dan sekarang Tantan kembali untuknya paman!"
" apa 5 tahun yang lalu?, apa kau bercanda nak?"
" mmmm, tidak paman, aku bersusah payah menemukanya, dan sekarang aku sudah menemukannya!"
" Tapi bukankah, ayahmu yang kaku itu sudah menjodohkanmu?"
" Biar ayahku saja yang menikahinya paman,aku sudah terikat janji dengan gadis dihadapanmu!"
***sepertinya mereka tidak sedang bersandiwara, tapi aku masih harus mengawasi mereka
dalam hati Anton.
Bersambung***...
Author
Like dan komen jangan lupa
.
__ADS_1