DIA,SANG PANGLIMA PERANG

DIA,SANG PANGLIMA PERANG
79. Pulang


__ADS_3

" Tuan perwira ... Nona Tania di bawa ke rumah sakit Militer oleh nyonya Gres di negara F "


" Apa?, Jadi di bawa oleh Perwira Julius pasti,apa hubungan mereka?"


" untuk itu kami tidak bisa mencari tahu, karna sudah memasuki inti keamanan negara!"


" mmmm, biar lah kakakku sedang melindungan saat ini, jadi saat ini ada yang mengincar putriku. jadi ini adalah kejahatan yang direncanakan, cari tahu sampai tuntas siapa yang berani menyentuh putriku! "


" Siap Tuan!"


berlalu pergi


Aku baru tahu jika aku sungguh bukan ayah yang baik, aku tak bisa melindungi putriku dengan sangat baik, tapi tenanglah nak, ayah akan membelasnya bertubi,-tubi, maaf jika ayah terlambat menyadari semua itu.


penyesalan, hanya tinggal penyesalan, yang saat ini Hatta rasakan.


satu bulan berlalu Tania masih berjuang untuk kesembuhannya.


Dan Leon masih berjuang agar bisa menyelesaikan tugasnya dengan baik dan segera kembali ke sisi Tania.


" Kaa aaak, ...!" Panggil Tania lirih dan berat mengeluarkan suaranya.


" Iya Tania, kau sudah banyak kemajuan ,ayo berjuang lebih keras lagi!" Julius slalu menyemangati Tania.


" ma..maa..kaa..sih!"


" Sama-sama, kita bukan orang lain!, ingatlah untuk segera pulih, lalu kita akan membalas dendam pada orang yang membuatmu begini !"


Tania menggeleng Tidak setuju.


" Kenapa?"


Tania menggeleng lagi....


" Ya sudah jika tidak mau. sekarang kau istirahat dan aku harus kembali bekerja!"


" mmm ...!" Tania mengangguk menurut.


Tania selalu melatih dirinya dengan keras untuk bisa segera berbicara, selama 3 minggu, dirinya semakin pesat dalam pemulihan berbicara nya, sampai akhirnya dia benar-benar bisa berbicara dengan lancar. namun dia masih belum bisa berjalan.


" Jangan memasang wajah seperti itu! "


tegas Julius.


" kakak, apa Tania seumur hidup harus berada di kursi roda?"


" mana ada, kau pasti bisa berjalan lagi, kau hanya perlu untuk keras dalam penyembuhanmu!"


" Kakak huhuhu, kakak aku merindukan kakak, huhuhu maaf saat seperti ini Tantan merepotkan mu!"


" Jangan bicara omong kosong lagi, sambil melatih otak dan mulutmu masih sinkron atau tidak sekarang cerita kan semua pada kakak! "


"Tania harus cerita dari mana?"


" Setelah kakek meninggal bagaimana kau melewati hari-harimu?"


" mmm, setelah kakek meninggal aku tidak tinggal di rumah ayah ku, intinya aku sudah menemukan orang yang aku cari dan dia juga masih menungguku, dan akhrinya kami bersama!"


" Lalu bagaimana bisa begini?, apa yang terjadi padamu?"


" Dia memiliki calon tunangan dari pilihan Ayahnya, dan wanita itu ternyata sangat terobsesi pada panglima, Panglima lebih mengakui ku dari pada wanita itu, kami sempat cekcok dan setelsh itu kami pulang dihadang, oleh kawanan preman dan membawaku dan sahabatku ke tengah huntan, tamanku hampir dilecehkan oleh mereka, dan karna aku melawan jadi aku dihajar sampai hampir mati!"


" Dimana kekasihmu saat kau dalam bahaya!"


" Dia sedang bertugas, aku sudah diberinya gelang, jika dalam bahaya, aku hanya tinggal menekan pada tombol kecil di gelang tersebut, ahhh gelangku?"


"ini aku kembalikan , bibi Gress yang memberikannya padaku, untuk dikembalikan padamu, dan menyampaikan, bahwa priamu sudah menjagamu selama kau tak sadarkan diri sampai kau bangun, sayang dia harus segera kembali menjalankan tugas !"


melihat gelang pemberian Leon air mata Tantan berderai.

__ADS_1


" hei kenapa menangis?, bukankah pria pilihanmu sangat baik?"


" hikhikhikk benar dia sangat baik dan perhatian,dia pasti sangat sedih saat aku tak sadarkan diri...!"


" dia seorang panglima kau tak usah mengkhawatirkan perasaannya dia pria sejati bisa mengendalikan hati!"


" Hmmm benar juga,...!"


" Jadi yang menyakitimu adalah calon tunangan Panglima itu?, tapi siapa wanita yang menagantarmu sampai sini kemarin?"


" Dia adalah ibu Panglima! "


" Oh, jadi kau sudah menjalin hubungan baik dengan ibu panglima!"


" Jadi permasalahannya pada ayah Panglima pasti!"


" Benar kakak!"


" Tania apa kau benar-benar mencintai Panglima mu?"


" Ya...kenapa kakak bertanya seperti itu?"


" Melihat permasalahanya akan rumit!, Jika aku menebak alurnya itu !"


" Kenapa kakak?"


" Jadi, apa pekerjaan ayah panglima?"


" Memiliki perusahaan yang berpengaruh di negara kami kakak!"


" Apa dia anak tunggal? "


" Iya kak!"


"Dengarkan kakak, Dia adalah anak tunggal dari keluarganya, jadi konflik dalam keluarganya sangat besar, jika kau masuk maka keadaan akan menekan pada panglimamu!"


" apa yang akan terjadi padanya?"


" Apa?" Tania terkejut


" Ya, jika mendengar dari ceritamu dia orang yang cukup keras kepala!"


" Aku tetap akan mencintai nya kakak!"


" Baik, kakak akan jelaskan tapi ini hanya sebuah tebakan saja!"


" Ya kak, katakan !"


" Dia seharusnya menjadi pewaris satu-satunya dikeluarganya, namun dia malah mengabdikan dirinya pada negara, jelas pasti ayahnya pasti tidak menyetujui sebelumnya, jika dia masuk militer!"


***Hmmm benar juga ,panglima masuk karna dia sangat setia pada Jendral Petter.


dalam hati Tania***.


" Ya, maybe kakak!"


"Nah, ayahnya menjodohkannya, nanti ada saatnya dia akan diberikan pilihan oleh ayahnya, memilihmu tapi meninggalkan jabatanya, dan menjadi pewaris keluarganya, atau dia tetap menjadi seorang panglima namun menikah dengan wanita yang dijodohkan itu!"


Tania terdiam,


***Bagaimana bisa serumit ini?


maafkan Tania Panglima jika hanya akan membuatmu kesulitan.


Tania merasa sangat sedih***.


" Apa maksud kakak aku harus mundur dari semuanya?"


" tidak aku tidak akan menyarankan apapun, semua keputusanmu kakak akan mendukung apa pun itu!"

__ADS_1


" lalu Tantan harus bagaimana kakak?"


" Biarkan Dia memilih, dengan pilihanya sendiri, dia seorang panglima, kau hanya cukup tenang dan percaya pada keputusanya!"


" pilihanya sangat berat kakak! "


Julius mengusap rambut tantan Lembut.


" Ini hanya sebuah tebakan, semoga saja tidak seperti itu!"


" aamiin...aku akan percaya dengan pilihanya jika itu terjadi!"


" Bagus...sekerang kau bisa istirahat Tantan!"


" mmmmm"


Tania, merebahkan tubuhnya di tempat tidur...


pikiranya melayang jauh, ...


Panglima, apa kau dalam keadaan baik?


dapatkah kau menyelesaikan tugasmu dengan baik?


Semoga Tuhan slalu melindungi mu...


dalam hati Tania mendoakan Panglima,dan pikiranya pun tak pernah lepas memikirkan Panglima.


2 minggu kemudian...


Panglima kembali bersama pasukannya dengan selamat, ...


" Leonku kau sudah kembali...!" Maya menyambut putranya dengan sangat bahagia.


" Ibu...!"


" Ya, ...kau memang anak ibu yang paling hebat!"


" Ibu, siapa yang dibelakangmu, apa itu adikku?"


" heheh, iya ini Sammy, dia agak penakut, ayo Sammy kau bilang ingin mengenal kakakmu!"


Sammy menengok Panglima dan bersembunyi lagi di belakang Maya karna takut melihat tampang garang Panglima.


" Ah, tak apa kakakmu baik tenang saja ayo perkenalkan diri! "


Sammy pun memberanikan diri, untuk menampakan diri di hadapan Leon.


Leon pun segera berjongkok, untuk menyapa adik angkatnya itu.


" Kau takut pada kakakmu?"tanya Leon tersenyum ramah.


" Ya...!"


" jangan takut, ....Kau sammy kan?"


" Ya, kakak!"


" mmmm, sini kakak gendong!, menjadi seorang laki-laki itu kau harus berani jangan takut pada apapun mengerti? "


" Mengerti kakak!"


" Bagus...ayo kita pulang ke rumah kita!" Leon menggendong Sammy masuk ke dalam paviliunya.


Maya pun tersenyum sambil mengekor kedua putranya yang tampak akur.


Bersambung...


like dab komen jangan lupa

__ADS_1


terimaksih


__ADS_2